
Pemandangan dan suasana sekitar SeaWorld sangatlah indah. Gita benar-benar menikmati pemandangan tersebut. Tangannya menggandeng lengan Rama. Terkadang, ia menempelkan kepalanya di bahu Rama. Sangat manja, tapi romantis.
Vina dan Rey berpisah dari Rama dan Gita. Mereka pergi ke festival lumba-lumba, sedangkan Gita dan Rama masuk kedalam SeaWorld.
"Kamu bahagia?" tanya Rama
"Tentu, aku sangat bahagia." jawab Gita
"Terkadang, aku masih tak percaya dengan kenyataan ini. Kamu bisa menjadi istriku yang seutuhnya." Rama mengusap lembut rambut Gita
"Semua karena perjuanganmu yang tak kenal lelah untuk tetap bersamaku." jawab Gita
"Aku memang sempat menyerah pada cinta ini, tapi aku tak bisa menemukan cinta yang lain." ucap Rama
"Aku beruntung. Cinta pertamaku bisa menjadi milikku seutuhnya!" ujar Gita lalu tersenyum.
"Harus, kamu memang beruntung memiliki aku." ucap Rama
"Selain kamu ganteng dan tajir, kamu juga benar-benar bisa membuat aku nyaman berada di sisimu."
"Tentu, cintaku akan selalu mengalir didalam darahmu!" ucap Rama penuh cinta
"Ternyata, hidup bersamamu membuat hatiku lebih berwarna." Gita melirik kearah Rama
"Aku berterima kasih pada Gilvan. Karena dialah, aku dan kamu bisa kembali bersama." ucap Rama
"Kamu benar, kak! Tapi, ngomong-ngomong soal Gilvan, bagaimana kelanjutan kisahnya nanti? Dia menunggu Vina, sedangkan Vina dan Rey?" Gita khawatir
"Itu juga yang aku khawatirkan. Sepertinya Vina dan Rey mulai dekat. Bagaimana dengan Gilvan? Apa memang Gilvan mencintai Vina?" tanya Rama serius
__ADS_1
"Sepertinya Gilvan memang mencinta Vina, tetapi dia masih ragu pada waktu itu. Kini hatinya sudah tertata rapi, dia sepertinya akan bertanggung jawab pada Vina!" ucap Gita
"Tapi, Rey sudah menyukai Vina. Bagaimana ini?"
"Semua keputusan ada ditangan Vina. Kita tak bisa memaksa Vina harus memilih siapa. Semoga Vina bisa membuat keputusan dengan tepat." jawab Gita.
"Aku pun berharap begitu." ucap Rama sambil memeluk erat Gita.
Disisi lain, Vina dan Rey sedang asyik berfoto bersama. Mereka mengabadikan momen-momen indahnya di kamera handphone milik Vina. Vina tahu, ternyata Rey adalah orang yang sangat baik.
Rey tersenyum tulus pada Vina. Vina membalas senyumannya, tiada hari yang membahagiakan jika bisa berdua bersama orang yang kita cintai, seperti itulah suasana hati Rey saat ini.
Selesai menonton festival lumba-lumba, Rey dan Vina kemudian menuju market yang disediakan oleh pengelola tempat wisata. Disini, berbagai merchandise dan oleh-oleh banyak dijual. Vina membeli beberapa barang yang akan dibawanya pulang sebagai oleh-oleh.
Rey mencari sesuatu yang bisa ia berikan pada Vina, Rey ingin sekali mengutarakan perasaannya secara romantis.
"Vin?" sapa Rey
"Aku tahu, pertemuan kita memang singkat. Tetapi, aku benar-benar nyaman hidup bersamamu!" ucap Rey
"Iya, gue juga. Thanks lu udah isi lagi hati gue yang kosong." Vina tersenyum
"Ini, untukmu..."
Rey memberikan setangkai bunga mawar merah berbahan plastik pada Vina. Bunga yang cantik meskipun bukan bunga hidup.
"Terima kasih, Rey." Vina megambil bunga yang diberikan Rey
"Apa kamu tahu, apa alasanku kenapa memberimu bunga plastik, bukan bunga hidup?" tanya Rey
__ADS_1
"Tidak, aku tak tahu. Tapi, bunga ini tetap cantik kok. Memangnya kenapa?" Vina mulai lembut pada Rey
"Aku sengaja memberimu bunga plastik. Karena, agar cintaku padamu tak layu. Kalau aku memberimu bunga hidup, ia tak akan bertahan lama. Dan aku, tak mau cintaku padamu layu begitu saja."
"Oh my God, Rey! Kukira kamu tak bisa puitis seperti ini. Thanks banget untuk bunganya, gue suka!" Vina tersenyum
Tanpa Rey dan Vina sadari, dua pasang mata ternyata sedang memperhatikan adegan mereka berdua. Tak lain, Gita dan Rama sedang mengintip Rey dan Vina. Gita dan Rama pun segera menghampiri kedua sahabatnya itu.
"Cieeeeeeee, cieeeeeeee!" Rama dan Gita membuat Rey kaget, begitupun juga Vina.
"Tuh kan, benar apa kataku! Ada sesuatu diantara kalian. Uuuuu, romantis banget sih!" Gita menggoda kedua temannya
"Hebat, Rey! Lu bisa juga kecipratan sikap romantis gue. Gitu dong, cowok harus romantis."
"Ah, terima kasih Bos!"
Vina tersenyum senang. Keterpurukannya tiba-tiba sirna dan menghilang karena kehadiran sahabatnya dan juga Rey. Mereka bahagia, tertawa bersama melepaskan penat yang ada.
Vina perlahan telah melupakan Gilvan. Tetapi, disisi lain, Gilvan mulai menyadari kesalahannya. Akan bagaimana kah kelanjutan hubungan Gilvan dan Vina? Akan kah Gilvan menyerah seperti cintanya pada Gita, ataukah justru Gilvan akan mempertahankan cintanya dan mengejar Vina sampai menyerah?
*Bersambung*
Hallo, Semoga kalian selalu suka ya sama cerita ini. Semoga kalian gak akan bosan membaca cerita ku..
Aku berterima kasih pada kalian yang sukarela membaca cerita ini, dengan memberi like juga komentarnya. Part ini memang agak pendek, tetapi aku akan cepat UP nya.. Sabar menanti ya guys😘❤❤
Terima kasih atas dukungannya selama ini, aku bahagia memiliki kalian di kehidupanku.
Peyukkkkk hangat, dari Author receh ini, 🤗🤗🤗
__ADS_1
I love u guys.