Direktur, Cinta Pertamaku!

Direktur, Cinta Pertamaku!
surprise


__ADS_3

Aku tidak ingin anak perempuanku jatuh lagi kedalam perangai mu. Aku tak sanggup melihat anak perempuanku harus menangis lagi karena mu. Anak perempuan ku sangat mencintaimu, aku tak bisa mencegahnya. Kuharap kau tak menyakitinya sedikitpun. -Ayah Gita-


Rama melakukan test DNA terhadap bayi mendiang Siska. Demi keseriusannya pada Gita, apapun dia lakukan. Rama jujur, ia tak berbuat apa-apa pada Siska. Kala itu ia hanya dijebak. Test DNA telah dilakukan, hanya perlu menunggu lima hari, ini paling cepat. Pernikahan mereka terpaksa diubah tanggalnya demi kenyamanan keluarga Gita.


Keluarga Rama tak bisa berbuat apa-apa. Memang, Ayah dan Ibu Gita bukanlah orang kaya seperti mereka, tetapi Ayah Gita sangat tegas. Kakek Rama hanya diam ketika Ayah Gita memaksa Rama harus melakukan test DNA.


Ayah Gita heran, kenapa wanita mantan tunangan Rama itu mempunyai anak. Apalagi kalau Gita yang harus mengurusnya. Ayah Gita tak mau terperangkap lagi oleh Rama. Ia harus benar-benar membuktikan semuanya. Anaknya harus bahagia, tak boleh terluka sedikitpun.


Gita meyakinkan Ayahnya, kalau Rama tidak melakukan hal itu, tetapi Ayah Gita tetap pada pendiriannya. Ia harus melihat buktinya. Anak gadis yang ia besarkan dengan peluh dan keringat, yang ia perjuangkan mati-matian, harus mengurus bayi orang lain. Ayah Gita tak terima kalau sampai bayi itu adalah anak Rama.


***


Hari ini adalah hari yang ditunggu-tunggu. Keluarga Gita telah berada di rumah keluarga Rama. Mereka semua akan memastikan kebenarannya. Ayah Gita ingin langsung pergi ke Rumah sakit, karena ia takut ada data hasil test DNA yang dimanipulasi.


"Aku mengerti. Kau patut curiga pada cucuku, karena cucuku memang pernah terjerat dengan wanita itu. Aku tak keberatan sedikitpun, aku hanya ingin kau yakin kalau cucuku pantas meminang putrimu!" Ucap kakek Prima


"Terimakasih atas pengertian mu, Pak Prima!" Ucap ayah Gita


"Rey sedang mengambil hasil test DNA. Mari kita tunggu sebentar lagi!" Pinta Kakek Prima


Mereka semua menunggu dengan ketegangan. Gita sangat sedih, Gita memang tak tahu pasti apakah bayi ini anak Rama atau bukan. Gita takut, kalau ternyata Rama memang melakukan hal itu pada Siska, akan bagaimana hubungan mereka selanjutnya?


Hal yang ditunggu-tunggu datang. Rey datang membawa amplop putih berisikan hasil test DNA. Gita sangat tak karuan, tangan dan kakinya gemetar. Ia melihat Rama, Rama terlihat biasa saja. Tetapi, berbeda halnya dengan Gita. Gita sangat takut sekali.


Amplop itu diserahkan kepada Kakek Prima. Rey menundukkan kepalanya sebagai tanda hormat.


"Kau mau membukanya?" Tanya Kakek Prima kepada Ayah Gita


"Tidak perlu, Pak Prima saja yang membukanya." Jawabnya


Amplop itu dibuka perlahan. Kakek Prima membaca beberapa isinya. Tak lama, matanya terbelalak kaget. Ia menatap dengan tatapan tak percaya. Gita kaget setengah mati. Mungkinkah Kanakka itu anak Rama?


"Kenapa hasilnya bisa begini?" Kakek Prima kaget


"Ada apa? Mari ku lihat!" Ayah Gita mengambil hasil test DNA itu.


"Kenapa Yah?" Gita sangay khawatir


"Kenapa bisa begini HAH? Rama, kau jelaskan padaku apa maksudnya semua ini !!!“ Ayah Gita terlihat emosi


" Maafkan saya, Om!" Rama menunduk


"Gita, ayo kita pergi!!!"


" Ayah........ Jangan seperti ini." Gita menangis melihat Ayahnya marah


Tak lama, Mami Rama, Ibu Gita, Raina, Vina, Dimas serta Intan datang dari dalam ruangan. Mereka membawa Kue ulang tahun dan menyanyikan lagu ucapan selamat ulang tahun untuk Gita.

__ADS_1


🎵Selamat ulang tahun kami ucapkan


Selamat panjang umur kita kan doakan


Selamat sejahtera sehat sentosa


Selamat panjang umur dan bahagia🎵


Mereka semua bersorak menyanyikan lagu selamat ulang tahun untuk Gita. Ternyata, mereka semua sengaja memberikan surprise ini kepada Gita, karena hari ini tepat hari ulang tahun Gita. Kejadian test DNA itu memang benar adanya, tetapi karena menggunakan sampel darah hasilnya hanya memerlukan waktu 24 jam.


Sebelumnya, Rama telah memberitahukan hasilnya kepada kedua orang tua Gita tanpa sepengetahuannya, Ayah dan Ibu Gita akhirnya percaya. Dan munculah ide iseng Rama kepada Gita, karena tiga hari lagi Gita berulang tahun. Rama merencanakan ini semua. Rama sengaja mengajak Ayah dan Ibu Gita untuk berpartisipasi dalam rangka membuat surprise untuk Gita.


Gita menangis. Dia tak percaya. Semua orang ada disini, mengucapkan selamat ulang tahun padanya. Rama memeluk Gita erat, Rama meminta maaf telah mengerjainya.


🎵Tiup lilinnya, tiup lilinnya


Tiup lilinnya sekarang juga


Sekarang juga, sekarang jugaaaaa🎵


Gita masih menangis, ia tak menyangka semua ini hanya rekayasa. Ia sudah bergetar, takut dengan apa yang terjadi Tapi ia malah dikerjai oleh semua keluarganya. Gita pun meniup lilinnya sambil berurai air mata.


"Yeeeeeeeeeee, horeeeeeeeeeeee" Teriak mereka semua


"Kenapa kalian buat aku shock seperti ini? Sumpah aku kaget banget! Aku gak nyangka ini bohongan. Ayah juga kenapa bisa berakting seperti itu sih! Jantungku hampir mau copot barusan, aku sampai gak ingat kalau ini hari ulang tahunku. huaaaaaaaaa" Gita menangis bahagia, perlahan ia mengusap air matanya.


"Maafkan aku, sayang. Aku hanya ingin keluarga kita bisa berkumpul semua. Hasil test DNA sudah ada dari 3 hari yang lalu. Aku sengaja memberi kejutan seperti ini untukmu hehehe. Maafkan aku ya peri cantikku yang baik hati." Rama memeluk Gita lagi


"Selamat ulang tahun yang ke 27 ya sayang. Semoga kamu selalu sehat dan bahagia. Semoga kamu bisa menjadi Ibu dan Istri yang baik untuk anak dan suamimu kelak." Ucap Ibu Gita


"Selamat ulang tahun Gita. Semoga kamu selalu bahagia hidup bersama Rama. Ibu sangat menyayangimu" Ucap Mami Rama


"Selamat ulang tahun, Git! Lo kena jebakan batman juga hihihi. Panjang umur, tetep cantik tetep jadi sahabat gue yang paling setia yaaa!" Ucap Vina


"Maafkan kita semua ya Git, udah iseng kayak gini. Semoga panjang umur, jadi Ibu yang baik untuk anakmu, dan selalu sehat tentunya!" Ucap Intan


"Happy Birthday, Git! Lo pasti gak nyangka kan kita semua ngerjain lu kayak gini?" Ucap Dimas terkekeh


"Habede kakak cantikku. Semoga panjang umur, jadi Ibu yang baik buat Kanayya, dan jadi Kakak yang baik buat aku, jangan kayak Kak Rama yaaa!" Ucap Raina


"Terimakasih semuanya. Aku benar-benar terharu. Aku tak menyangka kalian menyiapkan surprise ini hanya untukku!" Gita menangis bahagia


"Selamat ulang tahun, Anggita. Papi harap kamu bahagia tinggal di rumah ini." Ucap Papi Rama


"Selamat ulang tahun cucuku. Hidupku lebih berwarna karena kehadiranmu. Terimakasih telah membuat Rama bahagia." Ucap Kakek Prima


"Terimakasih Kakek, Papi, Mami, Ayah, Ibu, Kak Rama, Raina, Vina, Kak Intan, dan Kak Dimas.. Kalian berhasil membuat aku ketakutan. Kalian berhasil mengerjai ku. Aku kira ini sungguhan, aku tak menyangka kalau ini hari ulang tahunku. Sekali lagi aku ucapkan terimakasih atas surprise ini." Gita menangis haru

__ADS_1


"Baiklah, karena ini hari ulang tahun Gita, kita harus merayakannya. Aku sudah menyiapkan jamuan makan yang spesial untuk kita semua. Mari ke ruang makan, kita makan bersama-sama." Ucap Mami Rama


"Asikkkkkkkk!" Jawab Vina, Intan dan Dimas


Gita sungguh bahagia. Ia baru kali ini mendapatkan surprise dari seluruh keluarga dan teman-temannya. Ia bahagia, sungguh tiada hari yang paling membahagiakan dari hari ini.


Makanan yang disediakan chef keluarga Rama sangat spesial. Dihari ulang tahun Gita, keluarga Rama sengaja membuat semuanya istimewa. Mereka makan dengan bahagia. Semuanya terlihat bahagia.


***


Acara telah selesai. Gita telah mandi dan mengganti baju tidurnya. Ia sedang duduk di ranjang tidurnya. Ia tersenyum bahagia, mengingat kejadian tadi. Mereka semua sangat peduli kepada Gita. Tiba-tiba, Rama masuk ke kamar Gita. Rama menyuruh baby sitternya membawa bayi mereka keluar. Pertanda Rama ingin berdua bersama Gita.


"Gita, kamu lagi apa?" Tanya Rama


"Aku lagi mengingat kejadian tadi. Aku sungguh bahagia." Ucap Gita


"Aku belum memberikanmu kebahagiaan yang seutuhnya." Kata Rama


"Aku sudah sangat bahagia, kak!" Gita tersenyum


"Gita!" Seru Rama


"Iya, kak?" Jawabnya


"Aku pernah berjanji dulu sewaktu aku dipuncak, akan memberikanmu sesuatu." Ucap Rama


Rama meraih tangan Gita, melihat jemarinya yang cantik. Kemudian, Rama mengeluarkan cincin putih yang sangat cantik dan bersinar. Rama dulu pernah berjanji pada Gita akan memberikan cincin berlian. Ternyata, inilah waktu yang tepat.


"Kak....." Gita terharu


"Ini cincin yang dulu ku janjikan. Aku pernah berkata padamu akan memberikan cincin yang indah dan berkilau ketika kita di Puncak. Dan inilah waktu yang tepat. Kado dihari ulang tahunmu, calon istriku!" Rama mengecup kening Gita


"Kak Rama.. Kau tidak perlu repot-repot seperti ini. Terimakasih atas hadiah ini. Ini adalah kado terindah untukku. Terimakasih atas cintamu selama ini. Aku sungguh bahagia hidup bersamamu." Ucap Gita menangis bahagia


"Kau yang terindah, kau yang terbaik. Sampai kapanpun aku tak akan melepaskanmu. Bertahanlah dengan cinta kita. Tetaplah disampingku. Kehadiranmu membuat hidupku lebih sempurna. Rama memasukkan cincin cantik itu ke jari Gita dan berkata,


"Anggita Nindya, will you marry me?" Ucap Rama


"Kak, aku sungguh terharu. Thanks for giving your love to me. I will, Rama Hanggara! I will marry with you!" Jawab Gita.


*Bersambung*


Hihihi.....


Hallo gaes, siapa nih yang kena prank author? Ternyata ini surprise untuk Gita yaaaa🤣🤣


Terimakasih sudah membaca, jangan lupa like, komen dan vote ya cerita ini.

__ADS_1


I love you all 💋💋💋


__ADS_2