Direktur, Cinta Pertamaku!

Direktur, Cinta Pertamaku!
Malam itu


__ADS_3

Resepsi pernikahan Gita dan Rama telah selesai. Mereka tidak pulang, mereka akan menginap di hotel ini semalam. Rama menyuruh babysitter nya, untuk menjaga bayi-bayi mereka dan pisah kamar dengan Gita. Gita menolak, tetapi Rama tetap memaksa anak-anaknya tidur berbeda kamar.


"Kenapa kamu harus memisahkan aku sama anak-anak sih?" tanya Gita kesal


"Biarkan anak-anak sama nanny nya, kamu harus semalaman bersamaku." Pinta Rama


"Aku tidak bisa! Percuma kamu ngajak aku tidur bareng sama kamu!" Gita ingin berkata jujur


"Kamu nggak usah banyak alasan, pokoknya nurut aja deh! Kamu istri aku sekarang, masa kamu gak ngerti sih?" Rama kesal


"Aku ngerti, tapi kamu yang nggak ngerti aku, kak!" gita cemberut


"Aku nggak mau denger alasan apapun! Pokoknya, kamu urusin dulu bayi kita, nanti kamu masuk ke kamarku!" Rama pergi memasuki kamarnya


Kenapa sih dia? Mentang-mentang sudah jadi suami, jadi seenaknya gitu sama aku? Menyebalkan! Aku bukannya gak mau tidur bareng sama dia, percuma aja aku semalaman sama dia, yang ada nanti dia kecewa. Gumam Gita.


Gita masuk ke kamar bayinya. Kedua bayinya sedang tidur. Babysitter nya menyuruh Gita untuk segera menemui Rama saja, tetapi Gita enggan.


"Nona tidak perlu khawatir, Baby Nayya dan Baby Nakka pasti akan kami jaga dengan baik. Kasihan tuan muda pasti sekarang sedang menunggu." ucap babysitter yang bernama Mia itu.


"Nanti aja deh, aku masih kangen sama Nayya. Seharian ini dia gak aku peluk, gak aku ajak bicara. Aku kangen banget. Tapi, sekarang dia malah tidur. Huft!" Gita sedikit kesal


"Iya, nona hari ini pasti lelah sekali. Tidak apa-apa, nona kembali saja ke kamar Tuan Rama, dia pasti sedang menunggu nona di sana!" ucap Mia


"Iya, betul nona. Nona harus segera kembali ke kamar Tuan muda Rama, nanti dia kesal menunggu nona. Inikan malam pertama nona, hehehe" baby sitter Kanakka mengeluarkan suaranya


"Kalian berdua sama aja! Aku tuh sengaja pengen lama di sini, tau!!!“ Gita berdecak kesal


" Kenapa emangnya non?" tanya Mia


"Aku bingung jelasinnya. Ah, kalian tidak perlu tahu. Pokoknya, aku mau disini dulu. Titik." Gita memaksa


"Nona muda takut ya? Bilang saja sama Tuan muda untuk pelan-pelan, saya juga dulu seperti itu kok sama mantan suami. Hihi" Mia tertawa kecil


"Apaan sih kamu, ngawur aja! Mia, emangnya kamu udah pernah nikah?" tanya Gita


"Sudah nona, tetapi pernikahan saya hanya bertahan satu tahun." jawab Mia sedih


"Kok bisa? Kamu udah punya anak?" tanya Mia


"Belum. Dulu, saya di KB. Karena, saya takut hamil. Mantan suami saya suka minum-minuman keras dan berjudi. Saya baru tahu ketika sudah menikah." Mia menunduk


"Kasihan sekali kamu, semoga saja ada lelaki yang baik untukmu dikemudian hari ya! Aku mendoakan yang terbaik untukmu." Gita menepuk-nepuk punggung Mia


"Terimakasih atas kebaikan hati nona! Saya senang mempunyai majikan seperti nona." Mia tersenyum


"Sudah seharusnya aku begini. Oh iya, aku lupa! Kamu pakai KB apa?" Gita tersenyum ramah


"KB pil saja nona, yang ramah dikantong." jawab Mia


"Sayangnya, aku sudah memasang IUD sebelum menikah." jawab Gita


"Itu lebih bagus nona!" kata Mia


Handphone Gita berdering, dengan nama kontak Kak Rama, ia belum sempat mengganti nama kontak Rama.


Dih, dia malah nelepon. Menyebalkan sekali. Gita dalam hati.


"Iya, kak?" sapa Gita sedikit kesal


"Kamu lama banget sih. Nayya sama Nakka emang lagi ngapain?" Rama cerewet


"Mereka lagi tidur!" jawab Gita jujur

__ADS_1


"Yasudah kamu cepetan kesini. Ngapain lama-lama disitu!" Rama kesal


"Nanti dulu kak! Baby sitter Nayya lagi curhat sama aku." Gita memperlambat waktu


"Lain waktu kan bisa. Aku gak mau tau ya, kamu harus kesini. Atau, aku yang jemput paksa kamu ke sana?" ancam Rama


"Iya, iya. Udah." Gita mematikan teleponnya.


Gita malas menemui Rama. Karena ia tahu, Rama pasti kecewa. Gita tetap berada dikamar Nayya, ia ingin tetap asyik bercanda bersama Mia.


Aku malas cepat-cepat ke kamarnya. Untuk apa aku disana? Aku bingung harus bagaimana.


Tokk..tok..tokk


Rey mengetuk pintu, lalu masuk.


"Nona, Tuan muda sudah menunggu anda di kamarnya. Nona diminta segera ke kamar Tuan muda." Ucap Rey


"Iya, nanti sebentar lagi. Udah, kamu pergi aja. Nanti aku kesana!" Gita kesal


"Tapi, nona. Anda harus ikut bersama saya." Rey memaksa


Oe..oe..oee.. Nayya menangis.


"Tuh kan, Rey! Kamu berisik sih bawel banget! Anakku jadi nangis gara-gara kamu! Udah, kamu pergi dulu sana!" Gita marah


"Baiklah, nona. Saya permisi." Rey pergi


Haduh, nona muda kenapa sih sulit sekali? Gue harus bilang apa sama bos Rama? Rey dalam hati.


Rey menuju ke kamar Rama. Ia mengetuk pintu, lalu masuk. Rama sedang selonjoran di ranjang hotel milik keluarganya.


"Kok lu sendiri? Gita mana?" Rama heran


"Kok bisa?"


"Iya, setelah itu baby Nayya nangis Bos! Jadi, dia suruh gue pergi. Yaudah, gue pergi aja." Rey polos


"Kenapa sih dia? Kenapa dia kayak menghindar dari gue? Menurut lo, kenapa coba?" tanya Rama


"Mungkin dia takut menghadapi malam pertama kalian!" Rey terkekeh


"Kan gue udah pernah ngelakuin itu sama dia! Kenapa dia harus takut, heran gue!" Rama menggaruk rambutnya


"Beda kali bos! Dulu, lu paksa dia, sekarang dia harus secara sukarela menyerahkannya sama lu. Dia pasti canggung banget. Mendingan lu aja yang jemput dia ke sana. Lu harus bisa seromantis mungkin!" rayu Rey


"Bener juga lu. Ya udah, lu boleh istirahat. Gue mau jemput peri cantik gue!" Rama pergi keluar


Nah, gitu dong Bos! Gue jadi bebas kan. Kenapa gak dari tadi aja gue saranin dia buat jemput sendiri. Rey, lo kurang cermat dikit. Rey dalam hati.


Rama pergi menuju ke kamar bayi Gita. Rama harus turun menaiki lift karena kamar bayinya berada di bawah kamarnya. Ia sengaja memilih kamar paling atas agar tak ada yang bisa mengganggunya.


Gita sedang berbincang bersama Mia dan Tika, baby sitter Nakka. Mia orang yang supel, dia bisa diajak bercanda. Gita senang mempunyai asisten rumah tangga yang ramah dan perhatian.


"Jadi, kamu dulu sempat kuliah? Padahal lanjutin aja, sayang loh" ucap Gita


"Saya pending dulu nona kuliahnya, karena sekarang saya masih membiayai adik saya yang SMP."


"Wah, kamu hebat sekali Mia!"


Rama masuk tanpa permisi, mengagetkan Gita dan babysitter nya. Rama masuk kedalam.


"Git, kamu betah banget disini. Nayya aja tidur lelap ko. Ayo pergi!" perintah Rama

__ADS_1


"Selamat malam tuan muda!" Baby sitter membungkukan badannya


"Ah, iya! Aku lupa. Hehe, Baiklah. Ayo!" Gita gugup


Aduuuuuuuh, kenapa dia harus jemput aku segala sih? Aku harus gimana sekarang? Help me, help me.


Rama naik lift bersama Gita. Rama memegang hangat tangan Gita. Dia tak berbicara sedikitpun. Tetapi, matanya mengisyaratkan bahwa Gita tak bisa kabur darinya. Dia tersenyum senang. Gita sangat khawatir, Gita benar-benar takut.


"Bersihkan badanmu, lalu pakai baju yang sudah disiapkan!" perintah Rama


"Tapi...." Gita berhenti


"Jangan pakai tapi, cepatlah!"


Gita tak bisa membantahnya. Gita bingung harus bagaimana menjelaskan pada Rama. Gita membersihkan dirinya dan mengganti baju sesuai perintah Rama.


Gita telah selesai, ia keluar dari kamar mandi. Rama tercengang melihat lekuk tubuh Gita. Rama tak pernah melihat Gita memakai baju seksi seperti ini, Rama sangat terpukau melihatnya.


"Kamu cantik banget, Git!'


" Makasih kak!" Gita malu-malu


"Come here, baby!" pinta Rama (Datanglah padaku, sayang)


"Kak.." Gita ragu


"Sini..." Rama menepuk-nepuk bantalnya


Aduh, bagaimana ini? Kenapa aku malah tak berani berbicara padanya? Gita dalam hati.


Gita naik keatas ranjang, tidur disebelah Rama. Rama mengusap lembut rambut Gita. Rama mencium lembut kening Gita.


"Aku mencintaimu." ucap Rama


"Aku juga." Gita salah tingkah


Rama mencium Gita, Rama sudah tak bisa menahannya sejak tadi. Ia terus bermain-main dengan Gita. Gita merasa terganggu dengan ini, sudah tak bisa dibiarkan lagi. Ia harus segera mengatakan yang sejujurnya.


"Kak, cukup." Gita menahan tangan Rama


"Kenapa sayang?" tanya Rama


"Jangan diteruskan!" Gita menggigit bibirnya


"Kenapa?" wajah Rama sedikit kesal


"Maafkan aku!" Gita gugup


"Kenapa harus minta maaf?" tanya Rama


"Aku sedang haid. Aku tak bisa melakukannya saat ini. Maafkan aku. Jangan marah!" Gita merasa bersalah


"Hahhhhhhhhhh" Rama terkulai lemas


"Jangan marah. Sungguh, aku tak bisa berkata jujur dari tadi, kau tak memberiku kesempatan untuk bicara." terang Gita


"Sudahlah, tak apa. Juniorku, Ini belum saatnya! Kau tidurlah kembali. Jangan bangun sampai little Gita menyetujuinya." Rama menyerah


*Bersambung*


Gimana sih Gita? Kok malah gagal malam pertama😆😆😆


Stay tune terus yaaaaaaa💋💋🥰

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak, Like, Komen, dan Vote. Okeeeee sayangkuuu😍😍😍


__ADS_2