
Rey dan Vina telah berada di gerai ponsel. Handphone Vina sedang diperiksa. Vina berharap handphonenya bisa dibetulkan kembali. Vina tak ingin kalau harus membeli handphone lagi.
"Nona Vina, tenang aja. Handphonenya pasti bisa dibetulkan!" ucap Rey
"Ya" jawab Vina jutek
Entah kenapa Vina sangat kesal sekali. Terlebih, ia kesal pada Rey. Ia tak suka kalau Rey pura-pura peduli padanya. Hatinya sedang kacau, ditambah lagi handphonenya rusak, akhirnya Rey lah yang jadi pelampiasan kemarahan Vina. Semua ini karena Gilvan.
"Maaf, Kak. Handphone nya rusak. IC nya sudah tidak berfungsi. Kalaupuj diganti, pasti mahal sekali. Lebih baij ganti handphone yang baru saja." ucap tukang ponsel tersebut
"Masa sih?" Vina bingung
"Baiklah, tak apa. Terima kasih, kami akan membeli handphone yang baru." ucap Rey
Rey membayar biaya pengecekan handphone dan mengambil handphone bekas Vina yang rusak. Vina melamun, padahal Vina punya uang dari Gilvan, Gilvan memberikannya sebanyak 320juta. Tetapi, Vina tak mau memakai uang itu sedikitpun. Meskipun ia sangat ingin handphone baru.Mau ditaruh dimana harga dirinya kalau ia menerima uang itu? Uang yang tak bisa mengembalikan kesuciannya.
Vina dan Rey kembali menaiki mobil. Di Mobil, Vina tak bersuara. Rey, bingung. Entah apa yang terjadi pada teman baik bos nya itu. Rey tak tega melihat kondisinya yang berantakan.
"Nona Vina, kita beli handphone baru saja ya?" pinta Rey
"Gue gak punya duit. Udah, diem aja lo." ucap Vina
"Biar aku saja yang membayarnya. Kamu mau handphone apa? Asal jangan Iphone X pro aja! Hehehhe" ucap Rey
"Kalau gue maunya itu gimana?" Vina menantang
"Baiklah, akan saya usahakan nona." ucap Rey
Kenapa lu seolah-olah mau nurutin kemauan gue sih? Kenapa lu malah baik begini sama gue? Lelaki yang gue suka malah gak peduli sama diri gue sekarang, gue malah udah gak dianggap sama sekali sama dia. Vina dalam hati.
Handphone Rey berdering. Rama meneleponnya. Rey segera mengangkat telepon Rama
"Halo, Bos. Ada apa?" tanya Rey
"Di jalan bos, sama non Vina." jawab Rey lagi
"Oke siap bos!" ucap Rey
Rey menutup teleponnya. Rama meminta Rey menjemputnya.
"Bos Rama bilang, kita makan siang di cafe."
"Ya udah, turunin gue disini."
"Kenapa Nona harus turun? Ikutlah bersama kami. Bos Rama menyuruh nona ikut." jawab Rey
"Kenapa gue harus ikut?"
"Nanti nona akan tahu jawabannya."
Vina tak mengerti kenapa Rama meminta dirinya untuk ikut juga. Vina menyetujuinya, karena memang dia pun sedang tak ingin pulang ke rumahnya. Ia takut ibunya mengetahui gelagat Vina yang sedang dirundung masalah.
Rama dijemput oleh Rey. Vina sama sekali tak bersuara. Rama duduk di kursi belakang. Rama heran dengan perubahan sikap Vina. Semalam ketika acara berlangsung, Rama tak melihat batang hidung Vina. Entah kemana Vina pergi.
__ADS_1
"Semalem lu kemana aja?" tanya Rama
"Kepala ku sakit kak, gak kuat. Jadi nginep di di rumah saudara. Makanya baju aja belum ganti." Vina berbohong agar Rama tak curiga
"Pantesan. Kenapa gak bilang Gita dulu, semalem dia khawatir sama lu."
"Sorry, Kak. Gue kira ga bakal begitu jadinya. Yaudah deh gue gak pamit sama sekali." Vina berbohong lagi
Mereka sampai di Cafe. Ini waktunya jam makan siang, Rama menyuruh Vina memesan makanan apapun yang di inginkan nya. Rama ingin berbicara sesuatu pada Vina dan Rey.
"Rey, gue pengen ketemu lu karena mau ada yang di omongin. Kebetulan lu bareng Vina, ya udah sekalian aja gue ngomong sama kalian berdua."
"Tentang apa?" jawab Rey dan Vina bersamaan
"Hebat lu berdua, chemistry nya udah dapet. Tinggal nunggu waktu aja biar lu berdua pacaran!"
"Amit-amit kak. Ogah gue!" cegah Vina
"Kalo dia bersedia, gue sih maunya gitu bos." Rey terkekeh
"Berisik lu!"
"Udah, udah. Jadi gini, kebetulan ada Vina disini gue jelasin juga sama lu. Dua minggu ini gue bakalan sibuk. Minggu ini gue bakal pergi ke Surabaya selama satu minggu."
"Lanjut bos!"
"Sabar ngapa! Gue mumet sama kerjaan bejibun gitu! Nah, lu berdua nanti siapkan semuanya. Setelah pekerjaan gue selesai, gue ingin bulan madu sama istri gue. Kalian mau pergi kemana? Gue ngikutin kemauan kalian aja." tanya Rama
Vina terdiam. Ia tak semangat. Ia tak mau membicarakan apapun. Berbanding terbalik dengan Rey yang justru terlihat semangat.
"Kejauhan Rey, gue cuma punya waktu 3-4 hari buat bulan madu." jawab Rama
"Kemana dong? Kemana dong Vin?" tanya Rey
"Malaysia." jawab Vina dingin
Vina melamun dengan tatapan kosong. Tanpa sadar ia menjawab secara refleks tanpa pikiran yang jernih. Ia masih amat mengingat Gilvan. Ia sungguh ingin menemui Gilvan saat ini juga meskipun hatinya amat sakit.
"Ide bagus. Gue sama Gita belum pernah merasakan hal yang romantis di Malaysia. Gue sama dia cuma punya kenangan buruk di sana, gue harus ukir kenangan indah sama Gita. Baiklah kalau begitu, Malaysia berarti ya?" Rama semangat
"Hah? Emangnya gue ngomong apa barusan kak?" Vina linglung
"Lah, kan barusan nona Vina yang menyarankan bos untuk bulan madu ke Malaysia?" Rey tampak bingung dengan sikap Vina
"Gimana sih lu Vin! Fix ya, minggu depan kita ke Malaysia." jawab Rama sambil memakan makanannya
"Eh, emang gue bilang gitu? Gue gak ikut ya kak?"
"Lu harus ikut, lu temenin Rey dong! Kita berempat berangkatnya. Oke?" nada Rama terdengar memaksa
"Mm, gimana ya? Baiklah." Vina pasrah
Vina heran dengan dirinya sendiri. Kenapa dia harus berkata Malaysia kepada Rama. Dan kenapa pula Rama harus menyetujuinya? Ada apa dengan Vina? Kenapa mulutnya refleks sekali menyebutkan negara "Malaysia". Semua ini pasti berhubungan dengan Gilvan.
__ADS_1
Makan siang telah selesai. Rama dan Rey mengantar Vina pulang. Vina telah sampai di rumahnya, kemudian Rama berlalu. Rama heran dengan tingkah aneh Vina. Tak seperti biasanya Vina bersikap seperti itu.
" Rey, lo ngerasa gak sih ada hal yang aneh sama si Vina?" tanya Rama
"Ada, bos. Tadi, pas gue lewat ketemu dia di jalan kan, itu mukanya lesu banget bos. Dia juga kayak abis nangis." jelas Rey
"Masa sih? Emang gue juga ngerasa ada yang gak beres sama dia. Kira-kira kenapa ya?"
"Apa mungkin ada hubungannya dengan laki-laki yang semalam bersamanya?" ucap Rey mengagetkan Rama
"Vina datang sama cowok, Rey? Serius lu! Dia gak punya pacar, dia bilang sama istri gue kalau dia datang sendiri." Rama heran
"Gue lihatnya pas malem. Pas bos sama non Gita nyanyi. Vina di rangkul cowok. Ganteng cowoknya. Gue emang sengaja mau cari dia, mau ajak dia makan bareng, taunya dia malah sama cowo."
"Serius lo? Kenapa lo gak bilang gue?" ujar Rama
"Gimana gue mau bilang sama bos, bos sibuk. Lagian, gue kira kalian udah tahu cowoknya Vina." jelas Rey
"Ini harus di selidiki Rey. Gak mungkin si Vina bertingkah aneh kayak gini." jelas Rama
"Apa nona Gita tahu soal ini?" tanya Rey
"Sepertinya istri gue gak tahu apa-apa. Lu jangan bilang apapun sama Gita." ancam Rama
"Siap bos! Semalem bos sibuk malam pertama ya, pantas saja tak akan tahu apa-apa." Rey tertawa
"Iya, lu harus cepet nikah Rey! Lu harus tahu rasanya, baru kali ini gue ngerasain indahnya surga dunia. Istri gue bener-bener hebat, Rey! Gue bener-bener lelah dibuatnya."
"Bos, jangan manasin gue dong!" Rey kesal
"Cari istri makanya! Semalem gue lembur sama Gita. Dan malem ini gue pasti nagih lagi sama Gita. Pokoknya, kalau lu udah tahu rasanya, lu pasti ketagihan deh! Lu pasti kepengen lagi, dan lagi." Rama tertawa
"Bos, semalem berapa ronde sih? Kepo gue." tanya Rey
"Lu mau tahu?" tanya Rama
"Iya lah bos."
"Semalem gue 7 ronde. Gita ampe mohon-mohon udahan sama gue. Abisnya, Gita buat gue bener-bener terangs*ng sih. Lu harus cari istri secepatnya. Biar junior lu bahagia." saran Rama
"Gue bahagia kok, Bos!" bela Rey
"Bukan gitu maksud gue. Kalo junior lu udah tau maenan nya, dia bakal sering kepingin main. Ntar dia bahagia, Rey! Lu harus bahagiain junior lu, biar gak kesepian kalau tiap malem." Rama tertawa puas
"Bos seneng banget sih nyiksa gue begitu." Rey kesal
*Bersambung*
Happy reading. Jangan lupa like, vote, komen dan rate yang baik ya🥰 Sehabis baca, aku minta komentar kalian ya readers❤💋 Ini ada visual Vina, cantik gak nih Vina? Cocok gak sama Gilvan? Apa mau sama Rey? Nanti aku carikan visual Rey juga heheh
Luvv luvv kalian💋💋💋
__ADS_1