Direktur, Cinta Pertamaku!

Direktur, Cinta Pertamaku!
S2 2. Gilvan kemana?


__ADS_3

Tujuh Bulan kemudian (7 Bulan kemudian)


Vina telah berada di kediaman Kakek dan Neneknya. Kehamilannya kini sudan memasuki bulan kesembilan. Perkiraan lahiran tinggal beberapa minggu lagi. Vina hanya ditemani kakek dan neneknya saja, Vina tak mau Mama dan Papanya ikut campur untuk urusan anaknya.


Selama berbulan-bulan, Vina tetap berhubungan dengan Gita. Gita sempat beberapa kali mengunjungi Vina di kampung halaman Ayahnya.


Saat ini, tepat tujuh bulan sudah Gilvan menjalani pengobatan di USA. Pada bulan ke lima, Gilvan masih berobat rutin dan di urus oleh Dr. Frank. Sudah dua bulan ini, Gita dan Rama belum menanyakan lagi kabar Gilvan.


Vina akan segera melahirkan. Waktu melahirkannya tinggal beberapa hari lagi. Vina benar-benar teringat akan Gilvan. Vina mengirim pesan pada Gita agar bertanya mengenai keadaan Gilvan.


Vina berharap, ingatan Gilvan sudah pulih. Saat ini, ia akan melahirkan. Ia butuh sosok Ayah untuk anaknya. Vina ingin Gilvan hadir menemaninya. Vina berharap, Gilvan akan segera pulang dan bertanggung jawab padanya.


Gita mengabari Vina, bahwa Gita akan segera menghubungi Dr. Frank untuk mengetahui kabar selanjutnya mengenai Gilvan. Vina tetap optimis bahwa Gilvan akan segera kembali dengan ingatan yang semula.


***


Gita memberi tahu Rama, bahwa mereka melupakan lagi Gilvan. Rama menyadarinya, Rama segera menelepon Dr. Frank untuk menanyakan kabar Gilvan selanjutnya. Dr. Frank tak pernah memberi kabar lebih dulu pada Rama, kalau ditelepon, dirinya baru bisa mengangkat.


"Hello, Dr. Frank! How are you? Are you okay?" tanya Rama.


(Halo, Dr. Frank! Apa kabarmu? Apa kamu baik-baik saja?)


"I'm fine, Rama. How about you? Haven't called in a long time." jawab Dr. Frank.


(Aku baik, Rama. Bagaimana denganmu? Sudah lama tidak saling menelepon.)


"I'm fine too! Oh, ya how about Gilvan? How is Gilvan condition now? Is it getting better?" tanya Rama.


(Aku baik juga. Oh iya, bagaimana kondisi Gilvan saat ini? apa sudah membaik?)


"Gilvan? What do you say, Rama? Didn't Gilvan leave a month ago? He said would come home and see you." Dr. Frank heran


(Gilvan? Apa yang kamu bicarakan Rama? Bukankah Gilvan sudah pergi satu bulan yang lalu? Dia berkata, akan pulang ke rumah dan bertemu denganmu)


Rama tercengang. Ia benar-benar kaget dan shock mendengar ucapan Dr. Frank. Tidak mungkin Gilvan sudah pulang ke Indonesia. Baru seminggu yang lalu, Kakaknya berbincang dengan Rama lewat telepon, mengatakan doa dan harapan semoga Gilvan segera sembuh dan bisa berkumpul lagi bersama keluarga.

__ADS_1


Namun, apa yang terjadi kini? One month ago? Sebulan yang lalu? Gilvan telah pergi sebulan yang lalu. Gilvan pergi kemana? Kenapa tak ada keputusan pasti tentangnya. Rama mulai khawatir.


"Oh, Ya. But, how was Gilvan's condition when he left Dr. Frank? What his memory is recovered?" tanya Rama hati-hati


(Oh, iya. Tapi, bagaimana kondisi Gilvan saat pergi, Dr Frank? Apa ingatannya sudah pulih?)


Rama tak ingin terlihat kaget didepan Dr. Frank. Rama tahu, ada yang tak beres dengan Gilvan. Rama harus memastikan, apakah ingatan Gilvan sudah pulih atau belum.


"He's showing good progress, it looks like his memory has started to recover, but he didn't say much after deciding to go home." jelas Dr. Frank


(dia menunjukan progress yang baik, sepertinya ingatannya sudah mulai pulih, namun tapi dia tak banyak bicara setelah memutuskan untuk pulang.)


"Ok, Dr. Frank. Thanks for your hard work for Gilvan. I'll send extra money to thank you, Dr. Frank." jawab Rama


(Oke, Dr. Frank. Terima kasih atas kerja kerasmu untuk Gilvan. Aku akan memberikan uang lebih sebagai rasa ucapan terima kasihku padamu, Dr. Frank.)


"So thank u so much, Rama. I wish u can get a happy life!" ucap Dr. Frank


(Terima kasih banyak l, Rama. Semoga hidupmu selalu bahagia.)


"Sure, Dr. Frank. The same prayer for you. Good bye, Dr. Frank!" ucap Rama


"Bye too, Rama."


Akhirnya telepon ditutup. Rama dan Gita benar-benar heran dan tak mengerti kenapa Gilvan bisa bertindak ceroboh dan bertingkah semaunya. Apa sesungguhnya ingatan Gilvan sudah pulih?


"Sayang, apa bener Gilvan sudah pergi?" Gita yang mendengarkan telepon sangat kaget


"Iya! Herannya, Gilvan pergi sudah sebulan yang lalu! Kemana dia sebenarnya? Kakaknya seminggu yang lalu sempat chat denganku, masih seperti biasa berharap dan berdoa akan kesembuhan Gilvan."


"Seminggu yang lalu? Sedangkan Gilvan pergi sebulan yang lalu? Kemana pria g*la itu pergi?" Gita kesal.


"Aku masih tak mengerti akan semua ini. Salahnya aku, tak meminta Dr. Frank untuk menahan Gilvan pergi. Aku tak berpikir ke sana, aku kira Gilvan tak akan seperti ini. Apa maunya dia? Benar-benar mengecewakan." ucap Rama.


"Aku rasa, ingatannya sudah pulih. Dia pergi karena dia telah ingat. Namun, kemana dia? Gilvan, kenapa sifatnya tak pernah berubah? Selalu saja pergi tak ada jejak setelah kita berharap padanya?" Gita menyayangkan perbuatan Gilvan

__ADS_1


"Dahulu pun dia begitu, dia pergi ketika Vina menaruh hati padanya."


"Sekarang, kita harus bagaimana? Kita tak mungkin mencari Gilvan ke New York kan?" ucap Gita.


Rama menghela nafas panjang. Ini benar-benar rumit. Bagaimana nanti nasib Vina? Vina sangat menunggu Gilvan. Vina sangat ingin sekali Gilvan berada disisinya ketika Vina sedang hamil besar. Apalagi, sebentar lagi Vina akan mendekati waktu lahiran.


Rama dan Gita tetap berdoa dan berpikir positif, bahwa Gilvan akan segera kembali dengan sehat dan selamat. Ketika Gita dan Rama sedang berbicara, handphone Gita berdering. Ada panggilan masuk dari nomor yang tidak dikenal.


"Halo, siapa ya?" tanya Gita lewat handphonenya.


"Halo, Gita. Ini tante Sinta, Mama Vina. Apa kamu sedang sibuk?" tanya Mama Vina.


Gita sedikit bingung. Ada apa Mama Vina meneleponnya malam-malam begini? Apa ada hubungannya dengan Vina?


"Tidak, Tante. Ada apa? Apa yang terjadi pada Vina?" tanya Gita


"Gini Nak, Gita. Tante apa boleh menyewa mobil dan supir, Vina akan segera melahirkan. Karena ini sudah malam, tante dan om tak bisa naik kendaraan umum, kalau boleh tante akan menyewa mobil pada suamimu, Gita." Tante Sinta memohon.


Gita tak berpikir lama, ia memutuskan untuk pergi juga mengikuti Tante Sinta.


"Tentu saja, tante. Oh iya, Gita dan suami Gita akan ikut pergi, Tante. Mari kita berangkat bersama-sama. Vina pasti membutuhkan kita sekarang." ucap Gita.


"Terima kasih banyak, Nak Gita."


"Iya, tante. Gita akan bersiap, dan segera menjemput Tante."


"Iya, Gita. Maaf tante merepotkan mu."


"Tidak Tante, dengan senang hati Gita akan menemani tante.


Telepon pun terputus. Gita menjelaskan pada Rama mengenai Vina. Gita dan Rama akan segera pergi ke selatan jawa barat, tempat Vina dan bayinya tinggal.


Mereka baru saja dipusingkan dengan Gilvan, kini Vina malah akan melahirkan. Sebenarnya, Gilvan kemana? Dia ada dimana?


*BERSAMBUNG*

__ADS_1


HALO, sudah selesai baca budayakan like ya kakak-kakak cantik.


Konflik mulai ya, siap-siap tisyu, akan banyak bawang nantinyađź’‹


__ADS_2