Direktur, Cinta Pertamaku!

Direktur, Cinta Pertamaku!
Malaysia dan Bandung


__ADS_3

Mereka berempat sudah mendarat di Malaysia. Rama membawa istri dan temannya menginap di hotel bintang lima daerah Kuala lumpur. Rama segera memesan kamar untuk mereka berempat.


"Miss, saya pesan tiga room ya!" pinta Rama


"No, dua room saja!" tolak Gita dengan cepat


Gita tak mau sekamar dengan Rama, ia ingin tidur bersama Vina. Jadi, biarkan Rama dan Rey tidur bersama. Resepsionis itu menunggu pembicaraan Rama dan Gita selesai.


"Kenapa dua? Vina dan Rey kan tak mungkin satu kamar?" ucap Rama


"Aku akan tidur dengan Vina, dan kamu tidur dengan Rey! Sudah, dua kamar saja. Ayo Vin!" ucap Gita


Gita beranjak pergi, menggandeng Vina dan duduk di kursi tunggu hotel yang telah disediakan. Vina mengerti sahabatnya itu sedang kesal kepada suaminya.


"Miss, dua room saja seperti yang dikatakan istri saya!" ucap Rama


"Baik, sila tunggu sebentar. Ini kuncinya!" ucap resepsionis itu


Rama beranjak pergi. Rey mengikutinya dari belakang. Rama terus menggoda istrinya yang sedang marah.


"Sayang, jangan ngambek gitu. Iya, iya. Aku akan tidur bersama Rey, tapi kamu jangan marah sama aku ya?" Rama merayu


"Siapa yang marah sih? Udah ah, aku capek mau istirahat!"


Gita dan Vina telah berada dikamar yang sama. Mereka merebahkan tubuhnya di kasur hotel yang sangat empuk dan saling bercerita satu sama lain.


"Vin, apa kita ke Johor aja? Siapa tahu ketemu Gilvan!" ucap Gita


"Nggak, gue gak mau. Udah, gak usah sebut nama dia Git!" jawab Vina


"Tapi, lu harus ngomong ke dia. Masa dia seenaknya pergi gitu aja? Ya nggak bisa dong Vin?" jelas Gita


"Gue gak pernah minta dia pergi, dia yang pergi sendiri, dia pergi tanpa sepengetahuan gue."


"Ya makanya kita harus tahu penjelasan dari Gilvan. Kita ke Johor ya?" ajak Gita lagi


"Nggak, kalau lu sama kak Rama mau ke sana, silahkan! Gue gak mau ikut Git." jawab Vina


"Lu kenapa sih? Gue tahu, lu itu sayang sama Gilvan. Kenapa nggak lu perjuangin hati dan cinta lo ke dia?"


"Gue udah tutup rapat-rapat hati ini untuk dia. Gue gak mau jatuh kepada orang yang salah. Gue udah cukup tersiksa oleh cinta sesaat ini. Gue harus buka lembaran baru!" terang Vina


"Seriously?"


"I'm so serious!"


"Kalau begitu, apa lo bisa mempertimbangkan Rey? Gue rasa, dia suka sama lo!" ucap Gita


"What? Rey? Nggak, deh nggak! Makasih!"


"Emangnya kenapa sih? Rey juga nggak jelek-jelek amat deh perasaan!β€œ ucap Gita


"Siapa bilang Rey jelek? Dia cukup keren kok sebagai lelaki. Hanya, gue nggak mau jilat ludah sendiri! Dulu, gue mati-matian bilang gak akan suka sama dia sedikitpun. Dan sekarang? Lu bilang dia suka sama gue? Hahahaha, ****** tuh si Rey! Dia juga sempet mencibir gue kan?" Vina merasa puas


"Vin, cinta itu hadir karena waktu. Lu bisa bilang begini, karena cinta belum datang buat lu! Coba Rey, cinta sudah mulai datang untuknya. Dia gak munafik, dia terus terang sama gue!"

__ADS_1


"Dia bilang apa?'


"Suka sama lo!"


"Hahahahahahha" Vina tertawa puas


Gita dan Vina hanyut dalam suana, mereka tertawa bersama sambil menikmati cemilan yang mereka beli di bandara.


-Kamar Rama dan Rey-


Rama berpikir. Bagaimana caranya agar ia bisa sekamar dengan istrinya? Istrinya benar-benar membuat Rama pusing tujuh keliling. Dia tak menyangka Gita akan salah paham seperti itu. Padahal, jelas-jelas dia melihat Gilvan berjalan di bandara, tetapi Gita tak mempercayainya.


"Gue mau barter sama si Vina!"


"Gimana caranya bos?"


"Ntar gue ajak mereka makan siang, dan lu beresin barang gue, bawa ke kamar Gita. Setelah itu, lu bawa pakaian Vina kesini. Oke?"


"Masa gue tidur sama Vina sekamar bos?" Rey protes


"Gampang itu, nanti pesan satu kamar lagi aja untuk Vina." jelas Rama


"Oke, bos. Oh iya, apa bener bos lihat Gilvan saat di bandara tadi pagi?" tanya Rey


"Bener, serius gue! Gue lihat dia bawa ransel. Masa sih gue salah lihat setelah gue pernah berdiri dihadapannya dan berbincang sama dia?".


" Kata bos dia tinggal disini, kenapa gak kita ketempat nya aja? Untuk memastikan!"


"Iya, rencana gue memang seperti itu. Nanti, kita atur waktunya. Sekarang, lu beresin lagi barang gue dan nanti angkut ke sana." perintah Rama


Waktu telah menunjukkan pukul satu siang bagian Malaysia, Rama mengajak Gita dan Vina untuk makan siang. Gita menyetujuinya karena mereka belum makan sejak sampai di hotel tadi.


"Kenapa Rey gak ikut?" tanya Gita


"Ada yang harus dia selesaikan. Nanti juga dia nyusul."


"Git, kolam renangnya cakep banget! Nanti sore berenang di sana nyok?" ajak Vina


"Boleh, seger banget kayaknya ya!" tambah Gita


Mereka bertiga makan bersama, memakan makanan ciri khas Malaysia yang sudah tak asing lagi di lidah Gita. Makanannya memang enak dan lezat.


Sementara itu, Rey sedang menukarkan koper Vina dengan koper Rama. Rama selalu saja membuat istrinya itu marah. Rey sudah pasang badan ketika Gita nanti akan memarahinya. Rama memang tak bisa dibantah, jika menurutnya seperti itu, pasti harus seperti itu. Tak ada yang bisa membantah Rama kecuali kakeknya dan Gita, istrinya.


Rey telah selesai memindahkan kopernya. Rey turun dari lantai kamarnya menuju Rama dan yang lainnya. Rey ikut makan bersama dan memberi kode pada Rama bahwa semuanya telah selesai.


"Vin, kita kembali ke kamar yuk?" ajak Gita


"Eh, jangan dulu. Lebih baik kita renang dulu aja. Kebetulan pakaian kalian sudah pas untuk berenang." ajak Rama


"Pasti ada maunya!" ucap Gita jutek


"Aku gerah banget, bukan ada maunya. Ayo, berenang sekarang!" pinta Rama


"Baiklah, baiklah!" ucap Gita

__ADS_1


Gita dan Vina memang memakai hotpants dan tanktop, dan hanya ditutupi oleh selendang yang melingkar dileher. Rama tak ingin Gita kembali kee kamarnya sekarang, bisa bahaya kalau sekarang ketahuannya.


Mereka menikmati suasana hotel yang indah. Rey dan Rama telah berenang terlebih dahulu. Gita masih duduk didepan kolam renang sambil minum jus.


Rama memaksa Gita untuk ikut turun dengannya. Rama terus saja merayu Gita. Bukannya Gita tak mau berenang, Gita malu kalau ketahuan oleh Rama tak bisa berenang.


Akhirnya Gita mengalah. Gita masuk kedalam air dan dipegang oleh Rama. Meskipun dalam air, dekapan Rama begitu hangat, jantung Gita berdebar tak karuan, sentuhan Rama benar-benar membuatnya malu.


"Kamu kenapa gugup gini?" tanya Rama


"Gak apa-apa!"


"Kamu gak bisa berenang ya?" tanya Rama


"Sok tahu kamu!"


"Yasudah, kalau gitu ayo ke kolam paling dalam. Kita berenang bersama." ajak Rama


"Eh, eh. Jangan! Aku gak mau. Iya, iya. Aku akan jujur! Aku nggak bisa berenang." jawab Gita malu


"Tuh, kan! Kelihatan dari caramu berdiri di depanku seperti ini, kamu bergetar, kamu ketakutan." Rama tertawa


"Kamu malah ngeledek! Menyebalkan."


"Sini, aku gendong kamu. Kita menjelajah kolam yang disana."


Gita digendong Rama didalam air. Romantis sekali melihat Rama menggendong Gita dan berenang perlahan-lahan. Rama mengitari kolam sambil memegang Gita yang ketakutan. Kolam renangnya sangat luas, sudah seperti waterboom saja.


Begitupun dengan Vina dan Rey, karena tak ada lagi yang mereka kenal, terpaksa Vina dan Rey berenang bersama. Meskipun tak se-romantis Gita dan Rama, kini Rey dan Vina bisa tertawa bersama dan asyik mengobrol didalam air. Vina sudah mulai enjoy dengan Rey, Rey ternyata orang yang ramah.


Lo gak se-menyebalkan yang gue kira. Lo orangnya asyik juga. Ternyata, lo gak terlalu buruk. Gumam Vina dalam hati.


Terima kasih, Vin. Kamu sudah tersenyum dan tertawa denganku. Seperti ini saja aku sudah senang. Batin Rey dalam hati.


***


Gilvan sudah berada di Bandung. Gilvan bingung harus kemana. Ke rumah Vina, ia tak tahu dimana rumahnya. Gilvan mencoba mendatangi Rama ke perusahaan, tetapi ternyata Rama tak ada ditempat.


Gilvan tak tahu rumah Gita yang sekarang, karena Gilvan belum pernah sekalipun pergi ke rumah Rama. Gilvan hanya tahu rumah kedua orang tua Gita. Gilvan berpikir, apa ia pergi ke rumah orang tua Gita saja?


Gilvan menyewa taksi yang bisa membawanya menuju rumah Gita. Sebenarnya, Gilvan malu jika harus bertemu tua Gita lagi, tetapi semua ini demi Vina. Gilvan harus memperjuangkan Vina yang telah ia sakiti.


Satu jam perjalanan, akhirnya Gilvan sampai di rumah Gita. Jalanan macet, Gilvan sangat kelelahan. Gilvan melihat sekeliling rumah Gita, pintu depannya terbuka. Gilvan segera naik melewati tangga rumah Gita.


Tokk..tok..tokk Gilvan mengetu pintu yang terbuka.


Tiba-tiba Ibunya Gita keluar dari dalam rumahnya. Betapa kagetnya dia melihat Gilvan, sang mantan suami anaknya berada didepan rumahnya..


Selamat siang, Bu!" sapa Gilvan


"Gilvan?"


*Bersambung*


Happy reading gais, siang atau sore semoga upload lagi. Ada yang mau 3 episode gak nih hari ini? Jawab di komentar ya. Kalau banyak yang komen, aku bakal up dua episode lagi. Biar penasaran kalian terobati 😘😘😘

__ADS_1


Jangan lupa like, vote dan komen ya. Author sangat menghargai semuanya, aylopyu tigaribu gais😘😍


__ADS_2