Direktur, Cinta Pertamaku!

Direktur, Cinta Pertamaku!
Aku cemburu


__ADS_3

Pertemuan dengan Fadil, Presdir dari Globalindo Grup telah selesai. Gita kalang kabut, kaget karena Rama datang. Untungnya, Fadil mengerti. Gita mencoba menjelaskan bahwa Rama itu adalah suaminya sekaligus Presdir di Angkasa Putra Grup.


Hubungan kerja sama antar perusahaan terjalin. Kedua belah pihak telah setuju. Fadil dan sekretarisnya pamit kepada mereka semua. Hanya tersisa mereka berempat yang ada di restoran itu.


"Sayang, kamu kok udah pulang sih? Kenapa kamu gak ngabarin aku?" tanya Gita


"Kan aku udah bilang kemarin sama kamu, kamu jangan sampai bertemu dengan klien. Aku tak suka! Ternyata, kamu senang sekali membangkang padaku." ucap Rama kesal


"Bukan seperti itu. Hanya saja, aku tak ada kerjaan hari ini. Ku putuskan saja untuk menemui klien kita. Apa salahnya?" Gita menaikkan suaranya


"Bos, udah sih. Kita pulang sekarang! Lu pasti lelah kan?" tambah Rey


"Andin, kamu kembali ke perusahaan sekarang dan segera buat laporan hasil meeting tadi untukku!" perintah Rama


"Baik, Bos." jawab Andin


"Aku mau ikut Andin aja!" Gita masih kesal.


"Gak bisa! Kamu harus jalani hukuman mu, karena kamu sudah bertemu lelaki lain. Ayo, pulang!" Rama memegang tangan Gita


"Kak, lepasin! Apaan sih, nyebelin deh! Iya, iya.. Aku akan ikut pulang sekarang." Gita mengalah


Andin pergi ke perusahaan sendiri. Rama dan Gita diantar oleh Rey menuju rumahnya. Rama lelah, ia ingin segera pulang dan tidur. Rama kurang istirahat, dia benar-benar lelah.


Perjalanan memakan waktu setengah jam. Akhirnya, mereka telah sampai di rumah besar keluarga Rama. Rey diminta untuk tidak pulang, karena Rama memastikan besok mereka akan berangkat ke Malaysia. Rey harus mempersiapkan semua kebutuhan mereka untuk berangkat ke Malaysia.


"Rey, lo beresin semua perlengkapan gue. Lo jangan lupa beritahu Vina ya! Besok kita akan ke Malaysia. Dia harus segera bersiap!" perintah Rama


"Siap, Bos. Laksanakan." jawab Rey


Gita masuk kedalam rumah dan melihat putra-putrinya sedang bermain di ruang keluarga. Gita bahagia melihat semua keluarganya menerima Nayya dan Nakka dengan baik. Rasa lelah dan rasa kesal Gita terhadap Rama seketika menghilang karena kehadiran buah hatinya.


Baby sitter dan Ibunya Rama terlihat sedang bermain-main dengan bayi Gita. Gita dan Rama segera mendekati mereka.


"Loh, Ram! Kamu sudah pulang? Bukannya lusa kamu baru bisa pulang ya?" Mami Rama kaget


"Sudah, Mam. Rama gak tahan lihat kelakuan nakal Gita. Jadi, Rama pulang secepatnya." jawab Rama


"Eh, kamu! Apaan sih, kayak anak kecil banget deh!" Gita menggerutu


"Memangnya kenapa? Gita nakal kenapa?" tanya Maya, Mami Rama


"Gita ketemuan sama cowok Mam!" jawab Rama datar


"Dih, kak Rama sembarangan aja sih! Aku itu meeting bertemu relasi bisnis kita tau! Siapa bilang aku ketemuan? Jangan melenyapkan harga diriku seperti itu, kenapa sih!!!“ Gita terlihat amat kesal


"Tapi cowok kan? Aku gak salah ngomong dong!" Rama tak mau kalah


"Ssssttt! Sudah, sudah. Rama, kamu itu kenapa cemburu tak mendasar seperti itu sih? Gita gak salah kok! Nayya, lihatlah kelakuan Papamu! Dia seperti anak TK yang sedang cemburu pada Mamamu!" Ibu Rama tertawa sambil menggendong Nayya

__ADS_1


"Enak aja Mami! Semua ini Rama lakukan karena Rama benar-benar mencintai Gita."


"Iya, tapi nggak gitu juga dong kak, nuduh-nuduh aku! Kesannya aku itu kayak orang yang ketahuan lagi selingkuh!" Gita cemberut


"Sudah, sudah. Kalian lebih baik istirahat sekarang. Kalian pasti lelah, apalagi kamu Ram!" Mami Rama menenangkan


"Iya, Mami." jawab Gita dan Rama


"Sayang, Mama istirahat dulu ya. Nanti kita main lagi. Peri kecilku lucu sekali sih... Uuuuunnchh" Gita memeluk dan mencium Nayya


Rama telah lebih dulu ke kamarnya. Rama tak tahu kenapa kelakuannya bisa seperti anak kecil. Cinta telah mengalahkan segalanya, Gita yang cantik dan manis membuat Rama tak tahan akan orang-orang yang akan mengganggunya.


Gita masih kesal. Sifat cemburu Rama sudah benar-benar tak bisa di toleransi. Cemburunya sangat tak mendasar. Apalagi, Rama berani mengadukan pada Ibunya. Tambah membuat Gita kesal padanya.


Rama membersihkan badannya, sedangkan Gita hanya mengganti bajunya. Setelah selesai, Gita selonjoran di ranjang sambil memainkan handphonenya. Gita masih amat kesal pada kelakuan Rama yang seperti anak kecil.


Rama keluar dari kamar mandi, dan segera memakai pakaian. Rama mendekat kearah Gita, Rama duduk di ranjangnya. Kini, mereka berbaring di ranjang yang sama, tetapi tanpa sepatah kata pun. Gita amat kesal, tak ingin berbicara pada Rama. Berbeda dengan Rama, kini Rama menyadari perbuatannya tentu membuat Gita kesal. Rama merasa dirinya berlebihan.


"Kamu marah?" tanya Rama


"Nggak!" jawab Gita simpel


"Aku minta maaf!" Rama mendekatkan tubuhnya pada Gita


"Iya, aku maafkan."


"Kamu gak ikhlas ya?"


"Jangan bohooong!" Rama memeluk Gita dari belakang


"Ih, kamu apaan sih. Lepasin! Aku pengap!" ujar Gita


"Aku kangen sama kamu sayang! Emangnya kamu gak kangen?" tanya Rama


"Tau lah!"


"Tuh kan, kamu masih marah." Rama melepaskan pelukannya


"Ya kamu pikir aja deh! Kenapa kamu seperti anak kecil sih? Kenapa kamu gak percaya sama aku?"


"Aku percaya sama kamu! Tapi, aku tak bisa percaya pada lelaki-lelaki yang menatapmu!" ucap Rama


"Kamu jangan berlebihan, tak selamanya yang kamu pikirkan itu benar. Kamu membuang waktumu yang berharga hanya demi omong kosong mu tentangku!" Gita mendengus kesal.


"Kamu lebih berharga daripada perusahaan ku. Kamu tahu? Aku rela kehilangan perusahaan dan kehilangan jabatan, tetapi aku tak rela kehilangan anak-anak dan istriku!" ucap Rama meyakinkan Gita


Gita berbalik. Menoleh kearah Rama. Ucapannya benar-benar tulus. Gita bisa merasakan getaran Rama saat mengatakan hal itu. Gita tahu, Rama sangat menyayanginya, tetapi Gita tak suka kalau Rama terlalu over possesif.


"Semua itu tak akan terjadi. Pegang kata-kataku. Kalau kamu sangat menyayangiku, kamu harus percaya padaku. Jangan berlebihan, aku tak suka." ucap Gita

__ADS_1


"Iya sayang, maafkan aku. Aku menyesal." Ucap Rama


"Sudah, lupakan saja. Aku memaklumi suamiku yang sangat merindukanku." Gita tersenyum


"Jangan tersenyum begitu." ucap Rama


"Memangnya kenapa?"


"Kamu membuat juniorku bangun." Rama memegang juniornya yang terbangun


"Kenapa kamu sensitif sekali?" tanya Gita


"Sensitif? maksudmu?" Rama tak mengerti


"Aku hanya tersenyum padamu, kenapa junior mu bisa tiba-tiba bangun begitu? Sensitif sekali sih dia!" jawab Gita


"Ini karena sudah 5hari tidak bertemu dengan little Gita!"


"Mulai deh kamu!" Gita mengerlingkan matanya


"Baiklah, ayo mulai dari sekarang." Rama meraba gunung Gita yang menyembul


"Eh, eh tunggu dulu. Apa maksudmu?"


"Jangan pura-pura tak mengerti. Kamu juga merindukan juniorku kan?" Rama duduk di atas perut Gita


"Ish, kamu. Berat tahu." Gita menarik tubuh kekar Rama


"Diamlah, tak usah pura-pura! Ayo, kita lakukan sekarang juga. Matikan lampunya agar tak ada yang melihat kita."


clekk. Gelap sekali. Author gak bisa ngintipin mereka berdua.


***


Gilvan frustasi mendapati Vina yang tak kunjung membalas pesannya. Gilvan menelepon pun tak bisa. Gilvan tahu, nomornya sudah di blokir oleh Vina. Hati Gilvan tak karuan, Gilvan benar-benar tak bisa berpikir jernih lagi. Ia ingin menemui Vina, ia ingin Vina tak melupakannya.


Gilvan tak punya pilihan lain. Ia akan memaksakan diri menemui Vina. Besok pagi Gilvan akan terbang ke Indonesia. Gilvan ingin meminta maaf secara tulus sebagai lelaki yang pernah menyakiti hati Vina. Gilvan mempersiapkan segalanya. Ia bertekad akan menemui Vina, bagaimanapun hasilnya, ia harus tetap mencoba meluluhkan hati Vina kembali.


*Vina, kenapa kau membuatku sedih? Apakah ini balasan mu? Apakah ini karma untukku? Sungguh, aku menyesal telah meninggalkanmu. Kini, hatiku hancur mendapati dirimu yang telah mengacuhkan ku.


Mengapa kau tak bisa memberi celah untukku? Aku ingin meminta maaf atas semua kesalahanku. Aku akan pergi menemui mu besok. Aku pastikan, aku tak akan membiarkanmu terluka. Sudah cukup hari itu kau sangat terluka. Aku menyesal, aku akan bersimpuh dihadapanmu*.


*Bersambung*


Happy reading gaessss


Jangan lupa like, vote dan komentarnya juga ya😘😘


Aku menantikan respon kalian😘

__ADS_1


I love u tigaribu gaessss🥰😍


__ADS_2