Direktur, Cinta Pertamaku!

Direktur, Cinta Pertamaku!
Ada aku untukmu


__ADS_3

Flash Back beberapa jam yang lalu.


Gilvan telah kembali ke rumahnya. Gilvan sedang memikirkan bagaimana caranya agar ia bisa bertemu dengan Vina. Gilvan ingin meminta maaf dengan tulus pada Vina.


Gilvan sedang beristirahat. Tak lama, handphonenya berbunyi. Pertanda ada pesan WhatsApp yang masuk ke gawai nya. Gilvan melotot kaget melihat foto kiriman dari rekan kerjanya di Malaysia.


Razzaq Al-Gaisan :


"Van, kali ni saya berada nak Kuala Lumpur. Adakah ini benar-benar bekas isteri anda? Saya melihat dia makan malam dengan teman lelakinya dan ada juga seorang lelaki dan perempuan. Apa anda tahu hal macam ni?"


Rekan kerja Gilvan yang sedang berada di Kuala Lumpur, mengirim sebuah foto Gita dan yang lainnya uang sedang makan malam bersama.


Gilvan tak fokus pada Gita, tetapi Gilvan fokus pada Vina. Gilvan melihat Vina duduk bersama laki-laki lain. Didalam foto tersebut, Vina sedang tersenyum kearah lelaki yang disampingnya.


Amarah Gilvan tak tertahankan. Ia kalut, buku-buku dan perlengkapannya jatuh berserakan dilantai. Ia marah, ia kecewa melihat Vina bisa semudah itu melupakan dirinya.


Gilvan teringat Gita, kalau Gita dulu bahagia karena perjuangan Gilvan, Gilvan juga harus bahagia karena perjuangan Gita. Gita harus membuat Vina membuka hatinya kembali untuk Gilvan.


Gilvan masih menyimpan kontak WhatsApp Gita, tanpa basa-basi, Gilvan segera menelepon nomor Gita tersebut.


***


Telepon dimatikan oleh Vina. Vina marah karena Gilvan berani berkata kasar, Vina tak suka kalau lelaki pengecut itu berani mengancam Gita. Vina tak mau Gilvan menggunakan Gita sebagai tamengnya.


Bagaimana bisa Gilvan mengancam Gita agar Gita meyakinkan Vina. Vina tak bisa tinggal diam. Ia harus segera menyelesaikan masalahnya dengan Gilvan. Vina memutuskan ia akan menemui Gilvan dalam waktu dekat.


Gita merenung. Gita sedikit kaget mendengar perkataan Gilvan. Gita takut, kalau Gilvan benar-benar ingin menghancurkan kebahagiaannya dengan Rama, kalau sampai Vina tak bisa kembali ke pelukan Gilvan.


Apa yang terjadi dengan Gilvan? Kenapa Gilvan amat berubah? Kenapa Gilvan kasar sekali? Kenapa Gilvan, bukan seperti yang aku kenal? Kenapa sekarang ia menjadi lelaki yang pemarah? Aku takut, aku takut akan ancaman Gilvan. Gita dalam hati.


Tak lama, Rama dan Rey menyusul keberadaan dua wanita yang dicintainya. Rama bingung, melihat ekspresi Gita seperti orang yang sedang ketakutan. Rama mendekati Gita

__ADS_1


"Sayang, kamu kenapa?" Rama terlihat khawatir


"Ada apa ini? Apa yang terjadi?" Rey ikut membuka suara


"Ini soal Gilvan." Vina memberanikan diri membuka suara


"Kenapa dia?" Rama penasaran


"Maaf kak, ini semua karena aku. Aku akan menyelesaikan masalahku sendiri. Kalian tak perlu khawatir!" ucap Vina


"Tidak bisa! Kalau Gilvan mengganggumu, aku yang akan maju paling depan." ucap Rey mantap


"Sayang, apa yang Gilvan katakan padamu? Jawab atau aku akan pergi menemuinya malam ini juga." Rama berapi-api.


"Tidak sayang, tidak apa-apa. Aku hanya kasihan pada Vina dan Rey, baru saja dekat sudah ada halangan lagi."


Gita tak mau Rama mengetahui mengenai ucapan Gilvan yang mengancamnya. Emosi Rama bisa tak tertahan, ia bisa berbuat nekad kalau apapun yang menyangkut Gita.


"Kamu yakin? Kamu yakin Gilvan tak menyakitimu? Dia bicara lewat telepon siapa?" tanya Rama


"Malam ini akan ku ganti nomor teleponmu."


"Kak, Maafin gue. Semua gara-gara gue. Gue bener-bener minta maaf sama kalian."


"Ini bukan salah lo, Vin. Lo jangan sungkan bilang sama gue kalau suatu saat nanti Gilvan macem-macem sama lo." ucap Rama


"Apa yang Gilvan katakan pada kalian?" tanya Rey


"Udah, kalian lupain aja. Kalian gak usah khawatir. Gue yang akan menyelesaikan masalah ini. Gue pasti minta bantuan kalian kalau diri gue terancam."


"Aku akan membantumu menyelesaikan urusanmu, Vina." ucap Rey

__ADS_1


"Ada kita, lo gak usah khawatir." ucap Rama


Mereka semua kembali ke kamar hotel masing-masing karena waktu sudah malam. Gita dsn Rama segera mengganti bajunya dengan piyama yang telah mereka bawa.


Sebenarnya, Gita ingin berbicara pada Rama, tetapi Gita takut Rama akan marah besar. Dan, kalau Gita tak mengatakan ancaman Gilvan padanya, akankah Gita baik-baik saja?


"Gilvan ngomong apa sama kamu?" tanya Rama


"Gilvan bicara sama Vina, aku tak tahu apa-apa." ucap Gita berbohong


"Apa dia mengancam mu?" selidik Rama


Kenapa dia bisa menebak ancaman itu? Kenapa pikiran kak Rama langsung tertuju pada ancaman? Aku takut, kak. Gilvan sekarang menakutkan. Aku takut, kalau Gilvan melukaiku. Tapi, aku pun takut kalau kamu benar-benar emosi dan melakukan hal yang aneh-aneh pada Gilvan. Batin Gita.


"Kenapa diam? Berarti dia benar mengancam mu?" Nada bicara Rama meninggi


"Ti..tidak, sayang. Gilvan memang berbicara dengan Vina." Gita belum siap jujur


"Dengarkan aku, lihat aku!" Dama memegang bahu Gita


"Iya.."


"Kalau sampai perkataan Gilvan membuatmu khawatir, katakanlah padaku. Jangan kau pendam sendiri. Ingat, ada aku disini! Ada aku untukmu! Aku yang akan membuat Gilvan menyerah kalau dia berani mengganggu istriku." Rama memeluk Gita


"Terima kasih, sayang. Kamu membuatku bahagia, betapa beruntungnya aku memiliki suami sepertimu." Gita membalas pelukan Rama


Gita terdiam. Perkataan Rama membuat hati Gita tenang. Gita beruntung memiliki suami yang baik dan penyayang. Semoga, Gilvan mengurungkan niatnya untuk menghancurkan Gita kalau sampai Vina tak memilihnya. Gita sangat berharap demikian.


*Bersambung*


Hallo sayang-sayangku.. Semangat membacanya ya. Semangat like dan komen juga ya, biar aku tambah semangat 😚😘

__ADS_1


Seberapa gregetnya kalian sama Gilvan?


Jawab di kolom komentar ya ❤


__ADS_2