Direktur, Cinta Pertamaku!

Direktur, Cinta Pertamaku!
POV Vina


__ADS_3

Vina diam seribu bahasa. Di rumahnya, ia tak mengatakan apapun pada Ibunya. Ia hanya mengurung diri di kamarnya dan berkata bahwa dirinya sedang tidak enak badan. Ibunya memberi nasi, lauk pauk dan obat. Vina harus beristirahat, ia tidur sendirian di kamarnya.


Vina terpaksa berbohong, kalau Vina berkata baik-baik saja, jelas Ibunya akan curiga. Ia harus menjadi orang yang sedang pura-pura sakit. Ia memang sakit, tapi bukan raganya yang sakit, melainkan jiwanya.


Vina terus menatap layar handphonenya yang pecah. Vina menyesali perbuatannya. Bagaimana kalau Gilvan ternyata membalas pesannya? Bagaimana kalau ternyata Gilvan mempunyai alasan yang tak bisa dijelaskan secara langsung pada Vina?


Semua masih menjadi misteri. Entah apa maksud Gilvan, apa yang menyebabkannya pergi begitu saja. Apapun alasannya, perlakuan Gilvan pada Vina tak bisa dimaafkan begitu saja. Hati Vina telanjur sakit mengingat hal ini. Menyentuh uang yang telah diberikan Gilvan pun, Vina tak sudi.


Vina ingin membakar semua uang pemberian


Gilvan. Tapi, Vina berpikir, uang sebanyak ini tak mungkin di musnahkan, ia tak salah apa-apa. Vina hanya ingin mengembalikannya pada Gilvan. Lelaki yang tak tahu diri dan tak bertanggung jawab padanya.


Handphone Vina yang tadi dibelikan oleh Rey, Vina buka. Vina memasukan SIM-card nya kembali. Vina tak ingin mengganti no handphone nya, terlalu ribet untuk Vina. Vina takut ada hal yang penting di nomor barunya.


Dengan perasaan gelisah, Vina mengaktifkan kembali SIM-card tersebut. Handphonenya di nyalakan. Perlahan, handphonenya hidup kembali. Vina tak ingin mengunggah aplikasi chatting whatsapp messenger. Vina sudah tak ingin melakukannya. Ia hanya menyesal handphonenya jatuh karena perbuatannya sendiri.


Kalau Gilvan saat ini bisa ia jangkau, ia akan segera pergi menemuinya. Ia ingin sekali bertanya pada Gilvan, mengapa Gilvan harus pergi meninggalkan Vina seperti itu. Vina tak bisa menerka-nerka sebenarnya apa penyebab Gilvan pergi meninggalkannya.


Vina merasa menjadi wanita paling bodoh di dunia ini. Ia tak bisa membicarakan hal ini kepada siapapun. Bahkan, kepada Gita pun ia tak sanggup. Akan bagaimana nanti perasaan Gita, jika Gita tahu sahabatnya sendiri melakukan hubungan terlarang dengan mantan suaminya.


Vina menangis sesegukan di kamarnya. Ia ingin menumpahkan air matanya sejak tadi, tapi ia tak bisa. Kini, air matanya mengalir deras. Meratapi, betapa perihnya menerima keadaan, Gilvan yang meninggalkannya tanpa pamit.


Tak bisa dipungkiri, hatinya masih sangat merindukan Gilvan. Hatinya masih benar-benar berharap pada Gilvan. Tetapi, percuma saja jika Vina masih mengharapkan Gilvan, sementara Gilvan sendiri dengan santainya pergi begitu saja. Apakah semua lelaki di dunia ini seperti itu?


*Aku ingin bercerita padamu, Gita. Aku ingin menangis di pangkuan mu, Gita. Aku ingin kamu memelukku, menguatkan ku disaat aku seperti ini. Aku ingin bercerita, aku ingin kamu tahu mengenai diriku saat ini. Aku hancur, aku sungguh tak berguna. Aku wanita bodoh, aku wanita yang sudah tak punya harga diri.


Bagaimana aku bisa melanjutkan hidupku? Sementara aku telah kehilangan kesucian ku, oleh lelaki yang tak bertanggung jawab. Aku malu, hidupku suram. Sudah tak ada laki-laki yang mau dengan wanita kotor sepertiku. Gita, dulu kamu mengalami masa-masa sulit seperti yang saat ini sedang ku rasakan, tapi kau bisa dengan bebasnya bercerita padaku. Kenapa aku tak bisa sedikitpun berbicara padamu? Kenapa hatiku sangat takut?


Aku malu denganmu. Aku wanita yang berani berhubungan dengan mantan suamimu. Padahal, kau sendiripun tak pernah berhubungan dengan mantan suamimu. Tapi kenapa aku? Kenapa aku malah berhubungan dengannya? Wanita murahan macam apa aku ini? Vina dalam hati.


Hp Vina berdering. Mengagetkan lamunannya. Sambil mengusap air matanya, Vina segera mengangkat teleponnya.


"Hallo!" suara Vina serak


"Vin, ini aku, Gita! Handphone mu rusak ya? Kudengar dari Rey handphone mu pecah?" tanya Gita


"Iya, Git. Maafkan aku tak mengabarimu. Aku tak enak badan. Maafkan aku juga, Rey memaksaku untuk membeli handphone baru. Suatu saat, uangnya akan ku ganti. Kamu bilang sama dia ya. Kumohon?" ucap Vina

__ADS_1


"Tak perlu, Vin. Rey ikhlas memberikannya padamu. Kamu patut berterima kasih padanya. Bagaimana kondisimu sekarang?" tanya Gita


"Aku masih tak enak badan. Sepertinya, aku sakit." jawab Vina dengan suara lemas


"Kamu udah makan belum?" tanya Gita


"Belum, Git.Aku tak nafsu makan!" jawab Vina asal


"Vina, kamu dengerin aku ya! Mau bagaimanapun kondisi kamu saat ini, sesakit apapun dirimu, kamu harus tetap makan. Gimana kamu mau sembuh, kalau makan saja kamu tak mau! Kalau kamu tak mau makan, malam ini juga aku akan datang ke rumahmu." ancam Gita


"Git, kamu tak perlu repot-repot seperti itu. Iya, iya. Terima kasih banyak atas perhatianmu. Aku akan makan, walaupun sedikit. Kamu tak usah kemari, kamu bukan lagi wanita lajang yang bebas kemana-mana. Kamu sudah mempunyai suami, tak enak pada Kak Rama kalau kamu seperti itu. Maafkan aku, aku pasti makan dan minum obat. Aku tak akan mengecewakanmu!" ucap Vina


"Harus ya, Vin? Jangan sampai telat makan dan minum obat. Besok aku pasti mengunjungimu. Jangan menjawab. Aku tak butuh sanggahan mu." Gita sewot


"Iya, iya Mommy Kanayya, bawel banget sih kamuuuu. Aku tak akan melarang. Besok kamu ajak Nayya ya?" ucap Vina


"Tentu. Aku akan membawanya bertemu aunti cantik." ucap Gita


"Kamu bisa aja. Git, tolong ucapkan rasa terima kasihku pada Rey ya? Dia sudah membelikan Handphone semahal ini padaku. Aku sungguh malu padanya!" ucap Vina


"Gitu banget sih lu Git." Vina bete


"Iya, iya, nanti aku sampaikan. Kalau kamu mau no handphone nya dia juga bakal aku kasih kok. Kamu mau?" tanya Gita


"Nggak ah. Ogah gue. Entar dia kepedean lagi." Vina menolak


"Hahahaha, iya iya. Gitu aja sewot!" Gita tertawa


"Git, sudah dulu ya. Sepertinya aku ingin buang air." ucap Vina


"Baiklah, sayangku. Ingat pesanku ya! Jangan lupa makan, dan minum obat. Setelah ini kamu harus makan, aku tak mau tahu!" Gita bawel


"Tentu, sahabatku yang baik hati. Aku pasti makan dan minum obat. Aku akan mendengarkan pesan mu. Sudah ya, ku tutup. Bye!" Vina mematikan teleponnya, dan melemparkannya di kasur.


Vina merasa bersalah pada Gita. Vina tak sakit, Vina berbohong. Tetapi, rasa sakit dihatinya sungguh menyiksa. Vina sakit hati, Vina tak bisa menerima kenyataan Gilvan yang meninggalkannya.


*Maafkan aku, aku berbohong padamu. Aku tahu, kamu sangat mengkhawatirkan ku. Karena itu, aku sungguh merasa bersalah telah membohongimu. Aku belum siap untuk jujur padamu. Gita, kuharap kamu takkan membenci aku, kalau kamu tahu yang sebenarnya. Aku sudah tak tahu kemana arah hidupku. Aku tak mempunyai semangat hidup.

__ADS_1


Gita, seandainya bisa kukatakan padamu mengenai luka hatiku ini, mungkin beban ku akan berkurang. Aku hancur, aku sakit*.


Vina merebahkan dirinya di kasur. Hatinya sedikit lega karena air matanya yang bercucuran. Menangis bisa mengurangi bebannya. Menangis bisa membuat hati sedikit lebih lega. Vina menghela nafas, ia mulai makan. Perutnya memang lapar, tapi rasa sakit mengalahkan segalanya.


Vina makan dengan lahap. Terakhir makan, ketika tadi ia bersama Rey dan Rama.


Ting..Tong... Pesan masuk berbunyi.


Vina kaget. Nomor handphonenya baru saja aktif, tetapi sudah ada pesan masuk di handphone nya. Vina tak ingin melihatnya, Vina takut. Ia tak ingin menebak-nebak. Tapi, hatinya menebak. Mungkinkah itu pesan masuk dari Gilvan?


Vina membiarkan pesan itu. Ia tak ingin membukanya. Tapi, Vina juga penasaran. Bagaimana ini? Siapa yang mengirim pesan malam-malam begini? Hati Vina dag..dig..dug ingin segera membuka pesan itu, tetapi ia takut.


Diraihnya handphone itu, Vina menyalakan tombol kunci di pinggir handphonenya. Membuka layar itu dengan jarinya. Membuka pesan dengan tangan gemetar. Seketika....


Vina membanting lagi handphonenya, tetapi melempar ke ranjangnya. Ia menyesal berharap lebih. Ia menyesal.


Pesan masuk 1.


INDOS*T


"HOT PROMO, Isi ulang skr


10rb/25rb/50rb cashback 50% 2hr


100rb cashback 100% 5hr (Max 100rb)


Bonus utk Nelp,SMS ke No I*3 dan Internetan"


Si*lan. Hati gue sudah berharap. Gue kira Gilvan baj*ng*n itu. Ternyata operator. Bener-bener gue benci lelaki dengan nama Gilvan. Gue juga benci sms dari operator!


*Bersambung**


Lagi sakit hati, malah kena prank author nih Vina. Kasiaaaan🤣😂


Happy reading. Jangan lupa Like, komen, dan vote ya. 😘


Jangan lupa tinggalkan jejak setelah membaca❤

__ADS_1


__ADS_2