Direktur, Cinta Pertamaku!

Direktur, Cinta Pertamaku!
Berangkat bersamaan


__ADS_3

-Keesokan harinya-


Pagi sekali, ketika dunia masih gelap, Gilvan telah bersiap. Gilvan akan pergi ke Bandung pagi ini. Ia cuti selama tiga hari dari pekerjaannya di Malaysia, karena ia benar-benar ingin menemui Vina.


Gilvan membawa tas ransel yang berisi semua perlengkapannya selama berada di Bandung. Gilvan tak akan pulang kerumahnya di Jakarta, ia akan langsung ke Bandung. Gilvan harus segera bertemu Vina. Hatinya tak tenang jika belum bertemu Vina.


Waktu sudah menunjukkan pukul enam pagi waktu Malaysia, Gilvan segera bersiap-siap menuju bandara, dan ia meminta izin pada penjaga rumahnya selama ia pergi.


Gilvan sudah berada di bandara, ia sedang duduk di kursi tunggu. Sepuluh menit lagi pesawat akan terbang ke Bandung. Gilvan memastikan nomor handphone Vina aktif, tetapi tetap saja hasilnya nihil. Nomor Vina tak bisa di hubungi, Gilvan memang telah diblokir oleh Vina, baik nomornya maupun hatinya. Akses untuk Gilvan tertutup sudah.


Gilvan telah berada didalam pesawat. Ia bahagia, penantian dan harapannya untuk bertemu Vina akan terwujud sebentar lagi. Gilvan memejamkan matanya. Ia membayangkan wajah cantik Vina berada dihadapannya. Semoga semuanya segera terwujud dengan sebagaimana mestinya.


***


-Kediaman Rama-


Vina telah dijemput oleh Rey menuju rumah Rama. Vina telah bersiap. Vina dan Rey sedang menunggu Gita dan juga Rama yang masih berada didalam kamarnya. Vina dan Rey sedang menunggu di ruang keluarga rumah Rama.


"Vina?" Rey membuka suara


"Apa?" jawab Vina jutek


"Kamu kenapa kayak gak seneng gitu? Kita kan mau liburan!" ucap Rey


"Sok tahu banget jadi orang!" jawab Vina ketus


"Ya maaf, kamu harusnya seneng aja gitu jangan ditekuk gitu mukanya hehehe" Rey menggoda


"Terserah gue aja lah, urusin aja diri lu sendiri." Vina kesal


"Kamu cantik kalau tersenyum, Vin!" Rey memberanikan diri


Nih orang kenapa sih? Sok care banget sama gue! Malesin banget tau gak? Kenapa harus ngurusin hidup orang lain coba, urus aja dirinya sendiri. Kurang kerjaan banget ngurusin hidup gue. Batin Vina dalam hati


"Gak usah lebay gitu deh!" Vina tak suka

__ADS_1


"Kenyataan, Vin." Rey tersenyum tulus


Vina tak menjawab perkataan Rey. Tak lama, Gita dan Rama tiba. Mereka bersiap dan segera pamit kepada keluarga Rama. Mereka pamit pada Ayah dan Ibu serta kakek Rama.


Rey yang mengemudikan mobil. Rama duduk di sebelah Rey, Gita dan Vina duduk di belakang. Vina berpikir, ia akan ikut berlibur ke Malaysia, bagaimana kalau nanti ia bertemu dengan Gilvan? Awalnya, Vina memang ingin bertemu dengan Gilvan, tetapi kini Vina sangat tak ingin bertemu dengannya.


Vina ingin menghapus semua kenangan tentangnya dan Gilvan. Percuma jika sekarang bertemu Gilvan pun sudah tak ada artinya. Vina benar-benar ingin menghapus Gilvan dari hidupnya. Tetapi, Vina takut kalau nanti di sana ia bertemu dengan Gilvan.


Malaysia itu luas, meskipun tidak seluas Indonesia. Tidak mungkin bisa bertemu dengan Gilvan, karena kali ini Rama akan mengajak ke Kuala Lumpur, bukan ke Johor Bahru. Vina tetap positif thinking, ia harus have fun selama berlibur bersama teman-temannya.


Mereka telah sampai di bandara. Rama dan yang lainnya menunggu di kursi antrian. Sebentar lagi pesawat akan lepas landas. Gita dan Rama sesekali selfie dan mengunggah kebersamaannya ke social medianya.


Rama tak fokus melihat kearah kamera, Rama fokus kepada seseorang yang berjalan di koridor bandara sambil menenteng ranselnya. Rama seperti mengenal wajah itu. Gita memegang wajah Rama mengarahkan kearah kamera, agar Rama tak melihat kemana saja.


"Kamu kenapa sih, kita kan lagi foto bareng. Kamu malah jelalatan lihat cewek cantik! Dasar lelaki mata keranjang!" Gita mendengus kesal


"Loh, bukan gitu. Kamu sih, aku jadi kehilangan jejaknya kan! Aku seperti melihat Gilvan berjalan sambil menenteng ransel. Sekarang, aku jadi kehilangan dia kan!" ucap Rama sambil terus celingukan ke kanan dan ke kiri


"Mana mungkin Gilvan ada disini. Kenapa sih lelaki banyak sekali alasannya? Bilang aja kamu takut, karena ketahuan jelalatan lihat cewek lain." Gita cemberut


"Serius, sayang. Aku gak bohong! Itu seperti Gilvan, dia sedang berjalan di koridor sebelah sana!" Rama menunjuk kearah Gilvan berjalan


Rama menoleh kearah Rey dan vina, yang duduk berlawanan dengan Rama.


"Rey, apa lu liat cowok mirip Gilvan jalan ke koridor sebelah sana?" tanya Rama


"Nggak, Bos! Bos salah lihat kali." jawab Rey


Gilvan? Mana mungkin Gilvan bisa berada disini? Kenapa kak Rama berkata melihat Gilvan? Gilvan tak mungkin berada disini. Untuk apa Gilvan kemari? Ini tak mungkin, kak Rama pasti salah melihat! Batin Vina dalam hati.


"Udah deh, kak! Kamu jangan ngeles terus! Aku juga sudah tahu kalau itu hanya alibi mu saja!" ucap Gita


"Sungguh! Aku tak mengada-ngada. Aku memang benar melihat sosok Gilvan, Git!“ ucap Rama


" Kamu gak usah ngelak deh ya! Aku tahu kok, kamu ketahuan liatin cewek-cewek di sana itu! Jadi kamu mengalihkan pembicaraan ini dengan membawa-bawa nama Gilvan!" ucap Gita berapi-api

__ADS_1


"Sayang, kamu harus percaya! Aku serius. Aku gak bohong." jawab Rama


"Terlalu kejauhan kalau kamu menyebut melihat Gilvan, kenapa tak kau sebut saja melihat Avril Lavigne di sana? Atau melihat Taylor Swift sedang mendorong koper? HAH?“ Gita kesal


" Duh, Git. Udah dong, jangan gitu. Mungkin aja kak Rama salah lihat, mungkin saja kak Rama melihat orang yang mirip dengan Gilvan. Bukan berarti dia melihat wanita-wanita itu. Kamu jangan terlalu sensitif gitu." ucap Vina menjadi penengah


"Iya Nona! Eh, sudah waktunya kita masuk. Sudah, sudah. Jangan di perpanjang lagi. Ayo kita masuk sekarang." ajak Rey


Mereka semua telah berada di pesawat. Gita masih sangat kesal dengan kelakuan Rama yang jelalatan kepada wanita-wanita. Gita salah sangka, padahal Rama melihat sosok yang mirip Gilvan bukan melihat wanita-wanita yang seperti Gita pikirkan.


Didalam pesawat, Rey dan Vina duduk bersama. Rey terlihat canggung dekat dengan Vina. Vina terlihat biasa saja, ia tak menunjukkan ekspresi apapun. Rey menatap Vina berkali-kali, tetapi Vina selalu saja menatap ke jendela pesawat.


Rama mencoba merayu Gita yang masih kesal padanya. Rama memegang perlahan tangan lembut Gita, tetapi di patahkan oleh Gita. Gita benar-benar kesal. Ia tak mau berbicara dengan Rama.


"Sayang, kamu harus percaya sama aku." ucap Rama


"Untuk apa aku percaya padamu? Semuanya sudah jelas bahwa kau adalah lelaki bermata keranjang!“


" Aku sungguh melihat seseorang seperti Gilvan. Percayalah!“ ucap Rama


"Setiap aku melakukan kesalahan, kamu selalu menghukum ku kan?" tanya Gita


"Iya, tapi aku tak melakukan kesalahan sayang! Tetapi, kalau kamu mau menghukum ku, hukum saja aku!“


" Aku akan menghukum mu!“


"Apa hukumannya?"


"Selama bulan madu kita, kamu tak boleh menyentuhku, apalagi bermain denganku.Titik." Gita memejamkan matanya dan memakai earphone di telinganya.


"WHAT?" Rama melotot tak percaya


*Bersambung*


Bahaya dong kalau bulan madu tanpa malam yang indah 🤣 Apalagi tak boleh menyentuh istri sendiri wkwkwk

__ADS_1


Kasihan sekali Rama ya 😅😅


Happy reading gais, jangan lupa like vote dan komen juga ya 🥰🥰🥰


__ADS_2