
Ibu Gita kaget melihat Gilvan berdiri didepan rumahnya. Pikirannya melayang kemana-mana. Ibu Gita takut kalau Gilvan ingin merebut Gita dari Rama, benar-benar tak bisa dipikirkan dengan jernih. Meskipun rasa takut menghantuinya, Ibu Gita tetap mempersilahkan Gilvan masuk kedalam dan memberikan teh hangat untuknya.
"Diminum, Nak!" ucap Ibu Gita, lalu ia duduk dikursi berhadapan dengan Gilvan
"Terima kasih, Bu!" Gilvan meminum teh yang disediakan Ibunya Gita
"Kamu pasti lelah!" ujar Ibu
"Tidak, Bu."
"Apa yang membawamu kemari?" tanya Ibu
"Saya ingin bertemu Gita dan Rama, Bu!"
"Mereka kan pergi ke Malaysia, memangnya kamu tak tahu?" tanya Ibu
"Saya nggak tahu, bu. Kapan mereka pergi Malaysia?" tanya Ibu
"Tadi pagi, justru Ibu kira mereka pergi akan menemui mu, Ibu kaget karena kamu malah ada dihadapan Ibu!"
"Mereka ke sana untuk apa Bu, kalau boleh Gilvan tahu?" tanya Gilvan penasaran
"Mereka hanya pergi liburan, Vina dan asisten Rana juga ikut kok!" ucap Ibu
"VINA IKUT?" tanya Gilvan kaget
"Iya, tadi pagi sebelum berangkat Gita menelepon Ibu, Vina juga ikut katanya." jelas Ibu
Untuk apa mereka pergi ke Malaysia? Apa Gita dan Rama sudah mengetahui mengenai permasalahan ku dengan Vina? Kalau iya, kenapa mereka tak memberitahuku? Berarti, tadi pagi aku memang melihat Vina. Aku melihat wanita berjalan membawa koper mirip seperti Vina, ternyata aku tak salah lihat. Batin Gilvan dalam hati.
"Baiklah, Bu. Kalau Gitu, Gilvan pamit pulang ya." ucap Gilvan
"Tunggu dulu! Istirahatlah disini, kamu pasti lelah." ucap Gita
"Tidak perlu, bu. Tidak apa-apa, terimakasih." ucap Gilvan
"Kamu tak perlu sungkan seperti itu. Kamu sudah Ibu anggap seperti anak Ibu sendiri. Pakailah kamar Gita, istirahatlah di sana." pinta Ibu
"Tapi, Bu..." Gilvan sungkan
"Tidak apa-apa. Meskipun takdir berkata kalian tidak berjodoh, tetapi kamu tetap anak Ibu. Kamu tak perlu sungkan seperti itu." ucap Ibu
"Ba, baiklah. Aku akan beristirahat dulu disini." kawab Gilvan
__ADS_1
"Nah, gitu dong. Anggap saja ini rumahmu. Kamu juga pernah tidur di rumah ini kan?" ucap Ibu.
"Iya, Bu. Terima kasih. Seandainya saja Ibu masih Ibu mertuaku, aku pasti sangat beruntung." ucap Gilvan menunduk
"Tentu, Nak. Anggaplah aku seperti itu. Kalaupun Gita sudah bersama Rama, kamu tetap Ibu anggap sebagai anak sendiri." ucap Ibu Gita
Gilvan tersenyum ramah kepada Ibu Gita. Gilvan beristirahat di kamar Gita. Mengingat betapa manisnya kenangan terindah antara Gilvan dan Gita di kamar Ini. Ketika perut Gita mulai besar, Gilvan memeluknya dari belakang di kasur ini. Sebentar, tetapi bermakna.
***
Kuala Lumpur, Malaysia.
Gita dan Rama telah selesai renang. Gita mengambil handuk dan segera membersihkan badannya. Rama harus lebih cepat dengan Gita, karena Rama harus segera mungkin berada dikamar Gita. Kalau ketahuan, Gita pasti marah besar.
Rey mencoba meyakinkan Vina, agar Vina pun tak marah. Rey mencoba menjelaskan perlahan pada Vina alasannya barter kamar dengan Rama. Rey dan Vina masih berada di gazebo dekat kolam renang.
"Lu kok gak tuker pendapat dulu sama gue sih?" tanya Vina
"Ya, bingung juga. Mau gimana lagi? Aku menuruti perintah Bos." ucap Rey
"Kalau Gita ngambek sama gue gimana? Ntar gue dikira sekongkol sama kalian?" tanya Vina
"Nggak, Vin. Tenang aja! Ntar aku bilang sama Bos Rama agar segera check inn ulang kamar untuk kamu." ucap Rey
"Udah lah, gak perlu!" jawab Vina datar
"Ya itu artinya gue sekamar sama lo! Masa gak ngerti juga."
"Kamu pasti risih ya? Ntar aku pasti bilang kok sama Bos." ucap Rey
"Gak apa-apa. Kasihan dia, udah gue liburan gratis, masa kamar juga harus buang-buang uang. Biarlah kita sekamar, asalkan lu jangan macem-macem!" ucap Vina
"Aku akan tidur di sofa kamar saja. Kamu tak perlu khawatir." ucap Rey mengalah
"Bagus kalo lu paham!"
Vina dan Rey kemudian membersihkan dirinya masing-masing. Rey bersyukur Vina tak marah mengenai kamarnya. Tapi, Rey juga khawatir, kenapa jadinya ia harus sekamar dengan Vina? Rey tak enak hati, Rey takut Vina merasa terganggu dengan kehadirannya.
Gita telah membersihkan dirinya di shower kolam renang. Ia akan kembali ke kamarnya. Menunggu Vina pasti lama, Gita meninggalkannya dan lebih dulu menuju kamarnya.
Pintu kamar hotel pun terbuka. Betapa kagetnya Gita melihat Rama yang sudah tidur selonjoran di ranjang kamarnya. Gita mendekati Rama, melihatnya lagi. Ternyata Rama sedang tidur, entah Rama benar-benar tidur, entah hanya berpura-pura saja agar Gita tak marah. Gita pun membiarkan Rama terlebih dahulu, karena Gita akan mengganti bajunya.
Gita melirik sekilas kearah Rama, Gita tahu bahwa Rama hanya sedang berpura-pura tidur saja. Gita tahu, semua ini adalah rencana Rama. Rama pasti memindahkan Vina ke kamar Rey dan dirinya bisa bebas disini.
__ADS_1
Dasar kau lelaki licik. Kau selalu saja menghukum ku, tetapi ketika aku menghukum mu, kamu malah melanggarnya dan apa ini? Malah enak-enakan tidur di ranjangku seperti ini. Baiklah, ku akui kau bisa melakukan apapun karena kau yang berkuasa disini, tetapi jangan harap kau bisa lepas dariku ya! Lihat saja, akan ku balas kelicikan mu itu. Batin Gita dalam hati.
Gita mendekat ke ranjangnya. Gita melihat Rama, dan ia mulai berbicara sendiri.
"Kok malah kak Rama sih yang ada disini? Vina kemana coba?"
"Pasti ini semua ulah kak Rama! Menyebalkan sekali kamu, kak! Apalagi malah enak-enakan tidur di kamarku lagi."
"Padahal, ini jadwalku buat VLOG sama Vina. Aku harus buat challenge make up ala-ala Lathi gitu kan?"
"Sementara Vina gak ada, aku harus make up siapa coba?"
Gita sengaja melirik kearah Rama, agar Rama tak curiga. Gita sengaja memainkan peran ini agar membalas kelicikan Rama saat ini.
"Nah, ternyata ada suamiku disini. Apa aku ngeVLOG nya pakai dia aja ya? Apalagi dia sedang tidur!"
"Aku harus menyalakan handycam ku sekarang juga."
Rama tak tahan dengan perkataan Gita. Rama ingin segera bangun, tetapi itu tak mungkin. Kalau Rama bangun, Gita pasti marah, sudah berbuat licik, dan sekarang berbohong, bisa-bisa Rama tak dapat jatah malam ini. Tak ada yang bisa Rama lakukan selain PASRAH.
Istri gue kenapa harus acara ngevlog segala sih? Kenapa dia aneh-aneh aja deh! Haduh, gue harus gimana sekarang? Batin Rama dalam hati.
Gita memulai VLOG nya. Ia menyalakan handycam nya dan menyimpannya di atas meja, kemudian memulai vlog nya.
"Hallo Gais, selamat sore. Ketemu lagi sama gue, Anggita Nindya Cans. Kali ini, gue bakal terima tantangan kalian, mengenai make up Lathi Challenge!"
"Awalnya, gue bakal make up sahabat gue, tetapi ternyata dia gak ada. Tapi, jangan sedih. Nih Lihat, suami gue yang cakep lagi tidur kan? Kita make up saja dia! Pasti lebih greget deh!"
"Yasudah gaes, kita mulai saja ya Lathi Challenge nya! Gue akan mulai dari sekarang."
Gits tak kuat ingin menahan tawa. Rama tetap berbaring pura-pura tidur. Gita mengambil make up nya dan segera memakaikannya pada Rama. Gita sengaja membuat Rama seperti itu, karena Gita yakin Rama pasti pasrah, karena ia sudah membohongi Gita.
Gita terus memakaikan make up nya pada Rama, benar-benar sengaja Gita membuat penampilannya terlihat seram. Gita sengaja melakukan hal ini karena sebagai balasan untuk Rama.
Rama menggeliat berkali-kali pertanda tak nyaman dengan apa yang dilakukan oleh Gita. Tetapi, Rama tak bisa berbuat apa-apa. Ia sudah pasrah apapun yang terjadi. Jika, Rama seketika bangun dan mengagetkan Gita, istrinya itu pasti akan marah besar.
Puas rasanya Gita melakukan hal ini pada Rama. Gita memfoto Rama berkali-kali. Wajahnya amat seram, tak jauh beda dengan Lathi Challenge pada umumnya.
*Rasakan kau! Ini adalah balasan akibat perlakuan mu yang seenaknya memindahkan kamar sahabatku. Aku tahu, kau tak ingin kehilangan jatah mu kan? Hahahaha, lucu sekali wajah suamiku ini. Umpat Gita dalam hati
*Bersambung*
Kasihan dong ya? Rama di buat Lathi challenge wkwkwk
__ADS_1
Guys, jangan lupa like komen dan vote juga ya! Aku sangat menantikannya. I love you 😍
Happy reading*..