Direktur, Cinta Pertamaku!

Direktur, Cinta Pertamaku!
Baju Renang


__ADS_3

Pagi ini, Rama keluar dari kamar hotel dengan muka kusut. Gita telah pergi ke kamar anak-anak. Rama ingin menyegarkan diri di kolam renang hotel tersebut.


Rey melihat muka kusut Rama. Rey tak mengerti kenapa bos nya malah tak ceria. Seharusnya, ketika telah malam pertama wajahnya tak mungkin seperti itu.


"Bos, kenapa lu? Muka lu kok kusut gitu sih?" tanya Rey


"Diem lu, gak usah banyak ngoceh." jawab Rama


"Apa Gita gak kuat ladenin lu semaleman? Hahaha" Rey tertawa


"Berisik lu!"


"Kenapa sih? Cerita aja sama gue napa!" Rey menepuk pundak bosnya.


"Males gue cerita sama lu!" ujar Rama


"Lah, emangnya kenapa?" tanya Rey


"Lu pasti ngetawain gue!" Rama masuk kedalam kolam renang


Rey pun ikut berenang, ia segera membuka pakaiannya karena ingin mendengar cerita dari Bosnya. Rey selalu membuntuti Rama.


"Bos, ada apa sih sebenernya? Kasih tau gue dong!" ucap Rey


"Lu kepo banget sih! Mau tau aja urusan orang." ucap Rama


"Apa semalem lu gak dikasih ya?" Rey menebak


Tau darimana dia? Kok tebakannya bisa bener gitu sih? Malu gue kalau harus ketahuan dia! Umpat Rama dalam hati.


"Kok lu tahu sih?" Rama menyelam kan tubuhnya kedalam air.


"Hahahahahahhahaahhaha" Rey tertawa puas


"Tuh kan, nyesel gue cerita sama lu. Pergi sana lu!" Rama geram


"Sorry, bos sorry! Terus, kenapa bisa sampai lu gak jadi malam pertama?" tanya Rey serius


"Dia lagi dapet. Gue gak tahu sama sekali. Apes banget kan gue." ucap Rama


"Lagian, kenapa lu gak nanya dulu sih?" Rey menahan tawa


"Saking semangatnya bakalan malam pertama sama dia, gue jadi gak inget sama hal itu. Sial." geram Rama


"Sabar bos, menstruasi itu gak lama kok!" Rey menghibur Rama


"Dia bilang, selesainya pas resepsi kedua nanti. Kan masih tiga hari lagi. Buset dah!" Rama menepak jidat


"Tiga hari waktu yang sebentar, bro! Tenang aja, ntar juga kesampaian kan? Kasian banget junior lo kalau begitu!" Rey tertawa lagi


"Pantesan semalem dia gak mau cepet-cepet ke kamar, dia banyak alasan mulu. Taunya begitu. Semaleman gue gak bisa tidur tau gak! Cuma mikirin kejadian itu. Gita sih enak, pules banget, lah gue! Ngenes, bro!" Rama curhat


"Gue paham, gue paham. Eh, Bos! Lihat tuh! Ada tiga cewek lagi liatin elu!" ucap Rey


"Mana?" tanya Rama

__ADS_1


"Tuh, yang di ujung sono! Yang dipinggir kolam!" ucap Rey


"Bodo amat lah, emangnya gue urusin." Rama memalingkan wajahnya


"Lu emang gantengnya kebangetan sih! Udah punya istri aja masih dilirik cewek lain. Bagi gue dikit napa kegantengan elu!" Rey menyenggol Rama


"Apaan sih lu, cewek begitu mah banyak, gampang di dapetinnya. Kalau istri gue, susah buat di dapetin, asal lu tau!" Rama melirik kearah wanita-wanita tersebut


Rama melirik ke arah wanita-wanita itu ketika berkata kepada Rey. Dari jendela atas kamar hotel, ternyata Gita melihat kejadian tersebut. Gita melihat Rama mengobrol dengan Rey sambil sesekali melihat kearah para wanita tersebut. Gita cemberut kesal.


Gita kesal, ia tak suka saat Rama melihat wanita-wanita yang seksi memakai baju renang tersebut, Rama jelalatan. Setelah menikah, Gita baru melihat kejadian menyebalkan seperti ini.


Pantesan betah banget renang dibawah! Ternyata lagi liatin cewek-cewek itu. Lelaki emang semua mata keranjang ya! Padahal dia udah punya istri, tapi masih aja liatin cewek lain. Nyebelin banget emang kak Rama! Dikira gue gak bisa apa pakai baju seksi kayak gitu. Liat aja nanti, gue juga bakal pakai baju kayak gitu. Gue bakal jadi pusat perhatian cowok-cowok. Huh! Gita mendengus kesal dalam hati.


"Rey, males gue diliatin cewek gatel itu terus! Udah buruan, kita naek!" ucap Rama


"Lu harusnya seneng bos diliatin cewek-cewek!" kata Rey


"Gak perlu! Gue gak perlu diliatin sama cewek-cewek begitu! Gue cuma pengen diliat Gita, cuma Gita di hati gue. Mereka gak ada apa-apanya dibanding istri gue!" jawab Rama mantap


"Cinta lu sama nona Gita emang luar biasa, bro! Gue salut sama lu!" Rey mengacungkan jempolnya


"Iya dong. Perjuangan gue buat dapetin dia itu gak mudah. Gue gak akan tergoda sama siapapun lagi, cuma Gita yang bisa goda gue! Camkan itu." Rama mengambil handuk dan segera berlalu dari kolam renang


"Gue percaya sama lu." Rama mengikuti Rey dari belakang.


Siang ini, Gita akan pergi ke Mall. Ia akan balas dendam kepada Rama, ia akan memakai baju yang ketat dan seksi. Ia sedang memilih-milih baju yang cocok untuk tubuh mulusnya. Ia memakai dress mini warna merah maroon, terlihat cantik dan seksi untuk Gita.


Rama telah selesai mandi, ia segera masuk ke kamarnya. Betapa kagetnya Rama melihat Gita berpakaian seksi, bahkan lebih seksi dari piyama yang semalam Gita kenakan.


"Sayang, kamu mau konser dimana?" Rama kaget


"Ngapain ke Mall?" tanya Rama


"Mau nemuin desainer yang buat souvenir untuk resepsi kedua kita." jawab Gita


"Sama siapa?" tanya Rama lagi


"Sendiri aja." jawab Gita cuek


"Aku temenin!" pinta Rama


"Terserah!"


Rama heran dengan perubahan sikap Gita. Semalam, Gita sangat lembut sekali menolak perlakuan Rama, tapi kali ini ia sangat jutek sekali. Entah apa yang merasuki Gita, pikir Rama.


"Kamu ke Mall mau pakai baju itu?" Rama menunjuk baju yang dipakai Gita


"Iya, emangnya kenapa?"


"Itu terlalu terbuka sayang, ganti ya?" pinta Rama


"Nggak! Aku udah nyaman pakai baju ini." gita jutek


"Kamu kenapa sih?" Rama memberanikan diri bertanya

__ADS_1


"Kenapa apanya?


"Kamu jutek banget tahu. Aku ada salah apa sih sama kamu?" tanya Rama


Cih, kamu masih nanya ada salah apa? Laki-laki emang mata keranjang, gak akan pernah sadar kalau lirikan matanya tadi membuat istrinya kesal. Menyebalkan memang! Lihat saja nanti, kak! Aku akan jadi primadona. Gita dalam hati.


"Kamu kan tahu, aku lagi dapet! Cewek yang lagi dapet itu suka sensitif. Wajar aja aku kayak gini." Gita cemberut


"Oh, gitu ya? Ya udah, aku memahami sikapmu. Kamu mau aku belikan apa nanti di Mall? Berlian? Tas limited edition? Range Rover keluaran terbaru? atau mini cooper? Kamu mau apa? Aku belikan semua asal kamu gak sensitif seperti ini." ucap Rama


"Aku mau beli pakaian renang!" Gita berlalu meninggalkan Rama


"Hah? Kenapa harus pakaian renang? Cewek kalau lagi dapet emang bikin kita pusing ya! Dibeliin barang mahal malah nolak. Istri gue bener-bener luar biasa!" Rama garuk-garuk kepala


Rama mengantar Gita pergi ke Mall. Ia hanya berdua, tak diantar Rey. Sepanjang perjalanan, Gita tak menunjukan ekspresi apa-apa. Ia tak berbicara sama sekali. Rama jadi canggung melihat Gita, Rama memberanikan diri memulai pembicaraan dengan Gita.


"Kamu gak dingin pakai baju seksi gitu?" tanya Rama


"Nggak!"


"Mau pake jas aku?"


"Nggak!" jawabannya tetap sama


Sabar Ram, sabar! Cewek lagi dapet emang sensitif. Biarkan dia semaunya. Jangan ikut terpancing emosi. Gumam Rama.


"Ya udah, aku cuma takut kamu masuk angin, Git! Kalau dingin, bilang aku ya!" ucap Rama


"Hem" jawab Gita dingin


Dasar cowok gak peka! Awas aja kalau sampai aku liat kamu jelalatan di Mall. Aku bakal kabur, gak mau pulang bareng sama kamu! Gita dalam hati.


Mereka telah sampai di Mall. Sepanjang perjalanan banyak mata yang memandangi Gita. Lelaki yang takjub melihat kemolekan tubuh Gita. Sebenarnya, Gita merasa risih banyak mata nakal yang melihatnya, tetapi disisi lain Gita merasa puas bisa membalas dendamnya pada Rama.


Rama geram. Banyak mata nakal yang melihat Gita. Rama akhirnya mengerti, kenapa Gita melakukan hal seperti ini. Sepertinya Gita melihat wanita-wanita yang tadi pagi melirik Rama di kolam renang. Rama tahu, Gita salah paham padanya. Gita tak tahu sebenarnya apa yang terjadi.


"Kamu suka?" tanya Rama ketus


"Suka apa?" tanya Gita


"Kamu suka memperlihatkan tubuhmu kepada semua orang? Iya?" Rama terlihat kesal


"Ti..tidak!" ucap Gita sedikit takut melihat Rama marah.


Rama membuka jas hitamnya, lalu memakaikannya kepada Gita dengan lembut dan penuh kasih sayang.


"Aku tahu alasanmu berbuat seperti ini. Hal yang tadi pagi kau lihat, tak seperti apa yang kau bayangkan! Kamu bisa tanyakan pada Rey apa yang aku katakan tadi pagi. Kamu tak perlu seperti ini untuk membalas ku, karena aku tak sedikitpun melirik mereka. Aku tak tertarik, aku hanya tertarik denganmu! Jangan lakukan hal seperti ini lagi, aku tak suka tubuhmu dilihat semua orang!" ucap Rama sambil membenarkan jas yang ia tempelkan pada bahu Gita.


"Maafkan aku, bukan maksudku seperti itu!" Gita merasa bersalah


"Aku mengerti perasaanmu, sudah kau tak perlu khawatir. Aku hanya mencintai satu wanita, yaitu kamu! Istriku!" Rama merangkul tubuh Gita.



*Bersambung*

__ADS_1


Happy reading ya semuanya💋


Jangan lupa tinggalkan jejak, komen yaaa, like dan vote juga kalau berkenan.. Terimakasih❤


__ADS_2