
Hari ini resepsi kedua Gita dan Rama akan dimulai. Acara ini hanya acara rekan kerja dan teman-teman mereka berdua. Resepsi ini lebih santai dari kemarin, karena Gita dan Rama tak duduk di pelaminan, mereka hanya menikmati acara dan musik di kursi seperti cafe-cafe pada umumnya.
Acara dimulai pada pukul 5 sore. Gita dan Rama telah berada ditempat. Gita sedang di make over oleh MUA yang ia pilih. Kali ini, Gita tak akan memakai busana yang terlalu mencolok. Rama telah siap dengan jas dan dasinya. Terlihat teman-teman Gita dan Rama hadir satu persatu.
Intan dan Dimas terlihat telah duduk di kursi tamu. Acara ini seperti bukan resepsi, melainkan acara reuni. Karena, semuanya hadir di tempat ini. Rama ingin mengumpulkan teman-teman dan rekan kerjanya.
Vina masih di rumahnya, ia sedikit minder untuk hadir di acara Rama dan Gita. Ia masih saja tak punya kekasih sejak putus dengan mantan pacarnya dahulu. Kalau tak datang, Vina tak enak dengan Gita. Kalau datang, ia pasti sendiri karena yang lainnya berpasangan.
Vina menguatkan hati. Ia tak mungkin tidak pergi ke acara sahabatnya sendiri. Ia segera berdandan dan memilih baju yang cocok. Setelah selesai, Vina segera bergegas karena ia sudah terlambat.
Acara telah dimulai. MC mulai memperkenalkan diri dan menyebutkan serangkaian acara. Acara yang pertama yaitu sumpah janji Rama akan sehidup semati bersama Gita. MC mempersilahkan Gita dan Rama naik keatas stand.
"Silahkan kepada Pengantin untuk memberikan sambutannya kepada seluruh tamu undangan yang telah hadir." MC itu memberikan mic kepada Rama
"Terimakasih, kepada semua rekan dan kerabat yang sudah berkenan hadir. Enjoy saja ya, kita santai. Ini bukan acara formal. Saya berterima kasih kepada kalian yang telah menyempatkan waktunya untuk kita. Saya senang kalian begitu menganggap saya. Silahkan, menikmati jamuan yang kita sediakan. Semoga kalian suka, tunggu sampai akhir acara ya! Kita ada surprise di akhir acara." ucap Rama
"Terima kasih Rama atas sambutannya. Sekarang acara yang kita tunggu-tunggu. ungkapan hati janji suci kalian berdua. Mulai dari siapa dulu nih? Dari pengantin wanitanya dulu ya.. Biar lebih greget!" ucap MC itu
Gita tersenyum. Dia mengangguk, dia sangat anggun sekali. Rambutnya yang terurai dan riasannya yang natural membuat Gita terlihat semakin terpukau.
"Terima kasih atas kehadiran kalian semua. Aku senang, kalian bisa menyempatkan waktu untuk acara kecil kami. Aku, aku bisa berdiri di tempat ini karena kekuatan cinta. Aku tak berhenti berjuang mencintainya. Mencintai lelaki yang membuatku tersenyum. Kini, aku dan dia telah menikah. Aku telah menemukan kebahagiaanku yang sesungguhnya. Dia lelaki yang hebat, aku beruntung memilikinya, aku mencintainya dengan sepenuh hati. Kebahagiaanku hanya bisa hidup bersama-sama denganmu. Terima kasih telah menjadikan ku wanita spesial di hatimu." Gita memeluk Rama
"Ciyeeeeeeeee.. So sweet. Wiiiiii, Horeeeeeeee." ucap semua tamu
"Terima kasih Gita yang telah mengucapkan isi hatinya pada sang suami. Kini, giliran suaminya nih yang mengucapkan janji suci nya." ucap MC
"Halo, semua! Kalian orang-orang yang menjadi saksi bisu percintaan ku. Ingatlah akan hari ini, ketika aku berdiri disini, ketika aku menatap wanita yang berdiri di sampingku, ketika itulah hatiku bicara. Aku sangat mencintainya, aku ingin dia menjadi wanita terakhir di hidupku. Aku tak akan mencintai wanita lain selain dia, wanita yang ada di hadapanku. Wanita yang menjadi Ibu dari anak-anakku. Wanita yang senantiasa menemaniku dalam suka maupun duka. Aku berterima kasih kepada mertuaku, karena telah melahirkan wanita secantik dia yang kini menjadi istriku!" Rama memegang tangan Gita.
Semuanya bertepuk tangan dengan meriah, atas ucapan Rama. Rama benar-benar mencintai Gita. Rama memegang tangan Gita, lalu mengeluarkan cincin dari dalam sakunya. Rama memakaikan cincin itu pada jari manis Gita.
Semuanya bersorak sorai melihat keromantisan Rama dan Gita. Rama mengecup kening Gita dengan hangat, membuat semua orang iri yang melihatnya. Semua bertepuk tangan meriah. Orang tua Gita dan Rama pun tersenyum bahagia melihat anaknya sangat romantis. Semoga kebahagiaan ini akan selamanya tercipta.
Rama dan Gita diminta bernyanyi bersama. Baru kali ini Gita harus bernyanyi bersama Rama. Karena permintaan teman-temannya, Gita harus berduet bersama Rama. Mereka berdua harus menyanyikan lagu Endless love nya Diana Ross. Lagu yang sangat romantis dan penuh cinta.
"Maaf kalau suaraku jelek ya teman-teman. Mohon dimaklumi, karena aku bukan penyanyi. Heheeee" ucap Gita
"Nyanyi..Nyanyii..Nyanyii.." seruan semua temannya
__ADS_1
"Are you ready hunny?" tanya Rama
"Sure, darling." jawab Gita
Suara Gita ternyata sangat lembut, membuat semua orang terpana mendengar suaranya. Gita bisa menyanyi, tetapi dia tak hobi menyanyi, dia tidak percaya diri dengan suaranya. Ternyata, suara Rama dan Gita sama-sama indah. Mereka sudah seperti penyanyi-penyanyi pada umumnya. Semua orang terpana melihat mereka berdua.
๐ต๐ต*My love, there's only you in my life
The only thing that's bright
My first love
You're every breath that I take
You're every step I make
And I, I want to share
All my love with you
No one else will do
They tell me how much you care
You will always be
My endless love๐ต๐ต*
Semua tamu berdiri dan memegang lilin kecil masing-masing. Lighting dan pencahayaan sedikit diredupkan. Suasana terlihat romantis, semua bersama pasangannya masing-masing, ikut larut dengan lalu yang dinyanyikan Gita dan Rama.
Vina mundur ke belakang, ia malu dengan yang lain bersama pasangan dan teman-temannya. Ia hanya melihat pemandangan indah dari belakang. Ia turut bahagia dengan kebahagiaan sahabatnya. Vina memegang lilin itu seorang diri.
Tanpa Vina sadari, ada lilin kecil yang mendekatinya. Vina tak sadar, lilin itu terus mendekati lilinnya, ia menoleh kepada pemilik lilin tersebut. Betapa kagetnya Vina, melihat sosok Gilvan disampingnya.
Gilvan tersenyum penuh arti padanya. Vina tak sendiri, ternyata Gilvan menemaninya. Gilvan merangkul bahu Vina, mengajaknya sedikit lebih maju ke depan. Vina terharu, ia tak menyangka Gilvan hadir. Mungkin, Gilvan hadir untuk Gita, bukan untuknya. Tetapi, dia tetap senang, bisa bersanding bersama Gilvan di saat-saat yang romantis seperti ini.
Vina merasa jantungnya berdebar lebih cepat saat ini, Gilvan tetap merangkulnya seperti pasangan yang lain. Vina dan Gilvan sudah seperti pasangan lain yang saling merangkul mendengarkan Gita dan Rama bernyanyi.
__ADS_1
"Kamu datang juga, Van!" Vina tersenyum
"Kamu bilang, kamu pasti sendirian." jawab Gilvan
"Kamu datang untukku?" tanya Vina
"Tentu! aku tak tega membiarkanmu datang ke tempat se-romantis ini sendirian." Gilvan menatap Vina penuh senyuman
"Maafkan aku merepotkan mu!" ujar Vina
"Aku ingin bertemu denganmu." Gilvan menatap Vina
"Van.." Vina terharu
"Maafkan aku terlalu sering mengabaikan mu, aku sedang berdamai dengan hatiku." ucap Gilvan
"Terima kasih, kamu telah datang. Aku sangat bahagia." ucap Vina
"Terima kasih telah membuat hatiku hidup kembali."
Gilvan dan Vina larut dalam keromantisan lagu yang dinyanyikan Gita dan Rama. Seakan mereka bintang kedua setelah pasangan pengantin. Malam terindah bagi Vina, ia tak menyangka Gilvan mendengarkannya. Gilvan jauh-jauh datang dari Malaysia hanya untuk menemuinya, bukan menemui Gita. Hatinya merasa bahagia, jantungnya berdegup cepat.
Rama dan Gita tak menyadari kehadiran Gilvan. Gilvan tak mau mengganggu keromantisan Gita dan Rama, ia kesini hanya ingin menemui Vina yang sendirian. Benar saja Vina sedang sendiri, Gilvan datang disaat yang tepat.
"Kamu cantik sekali, Davina!" ucap Gilvan
"Terima kasih, Van!" Vina gugup
"Maafkan aku, aku hanya ingin menemanimu saat ini. Kamu jangan berharap lebih, aku hanya ingin kamu tak sendirian disini." jawab Gilvan
Perkataan Gilvan menyayat hatinya. Memang Gilvan mantan suami Gita, tak semudah itu bagi Gilvan untuk melupakan Gita. Gilvan hanya ingin menemaninya, Gilvan hanya kasihan padanya. Vina memang harus sadar diri.
"Aku tak akan berharap padamu. Aku hanya senang kamu menemaniku. Terima kasih untuk ini." ucap Vina pura-pura tegar.
Sakit, tapi tak berdarah.
*Bersambung*
__ADS_1
Gilvan masih mencari jati dirinya, masih bingung dengan perasaannya. Ada kalanya dia senang bersama Vina, kemudian ia juga tak ingin Vina berharap padanya. Hatinya masih kacau ya gaesss๐
Jangan lupa like, komen, dan vote ya๐๐๐