Direktur, Cinta Pertamaku!

Direktur, Cinta Pertamaku!
Hubungan serius


__ADS_3

Gita memohon pada Gilvan untuk segera mengantarnya pulang. Gita tak ingin melanjutkan obrolan seriusnya dengan Gilvan. Ia sangat lelah, dan untungnya Gilvan mengerti. Dengan sigap ia membawa wanita yang dicintainya pulang segera.


Biarlah Gita berpikir. Gilvan tak memaksanya, tapi kata-katanya cukup meyakinkan Gita. Gilvan tahu, Gita sedang memikul beban berat. Ia sangat butuh support orang-orang terdekatnya apalagi sedang hamil seperti ini, tetapi ia tetap bertahan dengan kesendiriannya.


Dia memang wanita yang kuat, aku yakin hatinya sebenarnya sangat rapuh. Aku tahu, kau sangat takut untuk memulai kisah mu kembali. Aku tahu, kau tak percaya lagi dengan apa yang disebut dengan laki-laki. Tapi, aku harus meyakinkanmu. Sebisa mungkin aku harus meyakinkan betapa aku bersungguh-sungguh dengan perkataan ku.


Didalam kamarnya, Gita berpikir sangat keras. Mungkinkah ia menerima ajakan Gilvan untuk serius dengannya? Tapi ia sangat takut. Ia takut kalau Gilvan hanya bercanda dan tak serius dengannya. Entah akan bagaimana nanti kedepannya. Gita sangat takut dengan kemungkinan suatu hari nanti Gilvan akan meninggalkannya.


Gita bosan, dia membuka kembali aplikasi facebooknya karena dia memang hanya menutup akunnya sementara.


Gita melihat-lihat kembali berandanya. Foto-foto dan postingan kawan-kawannya membuat ia tersenyum, ia melihat temannya ada yang bertunangan, ada yang sudah menikah, dan ada pula yang sudah mempunyai anak. Gita tersenyum melihat kesempurnaan itu, andai saja ia bisa seperti mereka, hidup dengan sangat bahagia bersama orang yang dicintainya.


Ketika Gita asyik melihat beranda facebooknya, ia tak sadar bahwa ada puluhan chat masuk dari akun atas nama Rama Hanggara. Ia kaget, ia lupa membatalkan pertemanannya dengan Rama.


🙋‍♂ Rama Hanggara : Kau, dimana sekarang?


🙋‍♂ Rama Hanggara : Balas pesanku Gita !!!!


🙋‍♂ Rama Hanggara : Aku akan menemui mu sekarang juga !!!


🙋‍♂ Rama Hanggara : Cepat atau lambat aku akan menemukanmu


🙋‍♂ Rama Hanggara : Balas pesanku segera


🙋‍♂ Rama Hanggara : Gita, tak tahukah kau bahwa aku sangat merindukanmu


🙋‍♂ Rama Hanggara : mengapa kau sekejam itu pergi meninggalkanku HAH?


🙋‍♂ Rama Hanggara : kumohon jangan pergi seperti ini. Kita bisa bicarakan baik-baik


🙋‍♂ Rama Hanggara : Git, kumohon sadarlah. Aku sangat merindukanmu. Aku tak bisa jauh darimu. Peri cantikku, kau dimana sekarang?


🙋‍♂ Rama Hanggara : Dimana pun kau berada, aku pasti akan pergi menemuimu sekarang juga!!! Kumohon kau beritahu aku dimana dirimu sekarang. KUMOHON GITA. JANGAN BIARKAN HATIKU MENANGIS SEPERTI INI


🙋‍♂ Rama Hanggara : Aku merindukanmu Gita, aku sangat mencintaimu, jangan tinggalkan aku seperti ini. Kumohon..


Ya ampun, kenapa dia bisa tiba-tiba online begini? Aku ingin sekali membalasnya, tapi aku takut hatiku akan terikat lagi dengannya. Aku takkan sanggup jika terus seperti ini. Aku harus menonaktifkan akunku lagi. Maafkan aku Kak, aku tak ingin hatiku goyah kalau aku membalasnya.


Dengan sigap Gita mematikan akun facebooknya kembali. Ia tak ingin jejaknya tercium oleh Rama. Ia tak sanggup harus berurusan lagi dengan Siska.


Dengan hati tak karuan ia mencoba memejamkan matanya, tapi sungguh tak bisa. Ia terbayang betapa sedihnya Rama saat ini. Ia pun sebenarnya tak ingin begini, tapi keadaan lah yang memaksanya untuk berbuat seperti ini.


***


-Apartemen Rama-

__ADS_1


Rama berada di apartemen milik keluarganya. Ia tak mau pulang kerumahnya karena ada Siska dikamarnya. Ia takut akan terbuai dengan Siska, ia tak boleh lagi terjerat dalam jebakan Siska.


Rama sedang online membuka facebooknya dan betapa kagetnya ia melihat Anggita Nindya sedang Online. Ia segera mengirim pesan kepada Gita. Beberapa kali pesannya tak dibaca, namun yang terakhir ia membacanya. Betapa kagetnya Rama, ia ingin langsung segera pergi menemui Gita. Ia harus menghubungi asistennya untuk melacak keberadaan akun di handphone Gita.


Kenapa kau tega meninggalkanku seperti ini, Git? Kenapa kau harus takut dengan Siska? Aku bisa melenyapkannya dengan uangku. Kau tak perlu repot-repot harus pergi seperti itu. Aku sungguh muak dengan keadaan seperti ini. Kali ini aku akan menemukanmu, Anggita Nindya.


"Bagaimana? Dimana lokasinya?" Tanya Rama pada Asistennya


"Tidak bisa terdeteksi, Bos. Akunnya sudah tidak ada. Sepertinya dia segera menonaktifkan akunnya. Kami tak bisa melacaknya" Ujar asisten Rama


"Brengsekkk!!! Kenapa harus sesulit ini menemukanmu, HAH? Dimana kau Gita? Kenapa kau tega sekali padaku? Aku tak sanggup jauh darimu, tapi mengapa kau tega meninggalkanku seperti ini. GITAAAAAAAAAA" Rama berteriak menahan amarah


***


-Keesokan harinya di kontrakan Gita-


Tanpa sepengetahuan Gita, Gilvan sudah menunggu didepan rumah kontrakan Gita. Gilvan bermaksud membawa Gita ke rumah orang tuanya. Gita sangat terkejut ketika membuka pintunya ternyata Gilvan sudah ada didepan rumahnya. Ia bingung, karena ini masih hari minggu. Pabrik pun libur, untuk apa ia datang sepagi ini ke rumah Gita, pikirnya.


"Gil..Gilvan, ada apa kesini?" Tanya Gita gugup


"Kau bersiaplah. Ayo, ikut aku!" Ucap Gilvan.


"Kita mau kemana?" Gita bingung


"Nanti kau akan tahu!" Gilvan serius


Gita segera bersiap karena tak mau Gilvan menunggu lama. Ia hanya mengenakan jeans dan jaket berbahan levis saja, serta mengenakan sepatu sport. Rambutnya ia kuncir, nampak sekali kecantikannya.


Gilvan mengendarai motor lumayan cepat. Gita mulai tersadar, bahwa ini adalah jalan menuju Johor Bahru, tempat tinggal orang tua Gita.


"Van, kita mau kemana? Ini kok seperti jalan kerumah orangtuaku." Tanya Gita


"Memang benar" Gilvan dingin


"Untuk apa kau mengajakku ke rumah Ibu?" Gita mulai ketakutan.


"Aku akan mempertanggung jawabkan ucapanku semalam." Tegas Gilvan


"Untuk apa HAH? Kau jangan membuatku takut. Turunkan aku sekarang juga. Aku tak mau." Gita memaksa.


Gilvan tak mendengarkan perkataan Gita. Ia tetap melajukan motornya dengan cepat. Ia bersungguh-sungguh dengan perkataannya.


Setelah perjalanan yang cukup jauh, akhirnya mereka sampai juga. Gita sudah bergetar, ia takut orangtuanya akan sangat marah padanya. Ia belun siap kalau orangtuanya harus tau mengenai kehamilannya.


Tok..tok..tok.. Gilvan mengetuk pintu. Gita memaksa pulang lagi, tetapi Gilvan tak menghiraukannya. Pintu pun dibuka, betapa kagetnya Ibu melihat Gita ada didepan rumahnya.

__ADS_1


"Assalamualaikum, Bu!" Sapa Gilvan


"Ehh, kalian. Waalaikumsalam. Anakku, kenapa kau tak memberi kabar pada Ibu kalau mau datang kesini? Ayo, masuklah!" Tanya Ibu Ramah.


Gita dan Gilvan pun masuk kedalam rumah. Ternyata ayahnya ada di rumah, karena ini hari minggu.


"Duduklah!" Pinta Ibu


"Tumben sayang, kamu datang kesini pagi-pagi. Ada apa?" Tanya ayah Gita.


Gita menginjak kaki Gilvan, Gita sangat takut menjawab perkataan ayahnya. Gilvan pun angkat bicara.


"Sebelumnya saya memohon maaf kepada Om dan Tante, sudah mengganggu di pagi hari seperti ini. Ada hal serius yang ingin saya katakan kepada Om dan Tante!" Ucap Gilvan sopan


"Begitukah? Apa itu?" Tanya ayah penasaran


"Saya, Gilvan Ardian, datang kesini untuk meminta restu kepada Om dan Tante, saya ingin melamar Anggita, Saya mencintai Anggita, dan saya ingin meminangnya. Maaf jika kata-kata saya lancang." Gilvan tertunduk


Ibu Gita kaget, tak disangka anaknya akan dilamar oleh lelaki lain. Ibu Gita sangat menyukai Rama, ia belum mengenal pria ini.


"Atas dasar apa kau ingin menikahi putriku?" Ayah Gita mulai terlihat serius


"Saya menyukainya, dia wanita yang baik hati. Wanita yang membuat saya terpikat, maaf sekali Om." Gilvan sedikit takut


"Kau mencintainya? Bukannya kalian baru saling kenal?" Ibu heran


"Gita, bagaimana menurutmu? Kau menyukainya?" Tanya Ayahnya


"A..aku, A..aku akan mencoba belajar untuk mencintainya, Ayah." Gita gugup.


"Mungkin Gita belum menyukaiku, Om. Tetapi, aku sangat menyayangi Gita. Aku akan membuat Gita bahagia." Gilvan tersenyum


"Kau orang Indonesia kan? Keluargamu tinggal dimana?" Tanya Ayah lagi


"Keluarga saya tinggal di Jakarta. Kalau Om dan Tante merestui saya, Kakak dan Ibu saya akan saya bawa kesini. Saya ingin segera menikahi Gita." Ucap Gilvan.


"Ucapan mu serius? Kau tidak main-main kan dengan yang kau katakan barusan?" Tanya Ayah dengan serius


"Saya benar-benar serius, Om! Saya ingin menikah dengan putri Om."


"Gita, bagaimana menurutmu? Apa kau ingin menikah dengannya?" Tanya Ibu


"........."


Aku harus menjawab apa? Mengapa Gilvan senekat ini berbicara kepada orangtuaku? Apa dia memang serius kepadaku? Rasanya hatiku sakit, rasanya seperti mengkhianati kak Rama. Oh Tuhan, aku harus bagaimana? Aku tak mau menikah, cintaku hanya untuk kak Rama, tapi.... Bayi ini pun butuh pengakuan seorang 'ayah'.

__ADS_1


*Bersambung*


__ADS_2