Direktur, Cinta Pertamaku!

Direktur, Cinta Pertamaku!
pertemuan denganmu


__ADS_3

Vina sungguh tak menyangka bahwa Rama dan teman-temannya bisa berada disini. Ia tak mengerti mengapa Rama bisa menemukannya seperti ini. Vina ketakutan, kalau berkata jujur pun ia tak sanggup.


"Dimana Gita? Jawab!" Rama marah


"Gua gak tau!" Vina pura-pura kuat


"Jawab, Vin! Lo harus tahu, perjuangan dia buat ketemu sama Gita itu bener-bener berat!" Ucap Dimas


"Sumpah, gue gak tahu!" Vina kekeh


Rama membungkuk, ia duduk bersimpuh dihadapan Vina. Ia memohon, hatinya sudah sangat lelah.


"Vin, Vina. Lo sahabatnya dia, gue tau! Tapi, gue mohon, pertemukan gue sama dia. Gue pengen ketemu dia. Gue kangen sama dia, gue selalu kebayang terus wajahnya, gue bener-bener rindu sama dia. Please, Vina! Gue mohon.." Rama menunduk


"Eh, kak Rama! Jangan seperti ini. Kumohon, bangunlah! Baik, baik. Akan ku jelaskan semuanya." Vina bingung


"Lebih baik lo ceritain detailnya ke kita semua!" Ucap Intan


"Karena ini sudah malam, lebih baik kita ke hotel. Dan lu Vina, harus ikut kita. Tak peduli apapun alasannya." Perintah Dimas


"Baiklah!" Ucap Vina


Didalam mobil, Vina tak mengucapkan sepatah kata apapun. Dia sungguh takut dan bingung dengan keadaan ini. Ia ingin pergi tapi tak bisa. Kalau ia berbohong, ia pasti takkan selamat.


Sesampainya di kamar hotel, mereka duduk dengan tenang dan menyuruh Vina menceritakan apa yang sebenarnya terjadi.


"Dimana Gita?" Tanya Rama


"Gi..Gita, ada disini!" Ujar Vina gugup


"Disini dimana?" Tanya Rama lagi


"Dia ada di Malaysia." Ucap Vina gugup


"Antar aku menemuinya sekarang juga!" Perintah Rama


"Ram, ini sudah tengah malam. Lebih baik besok kita pergi menemui Gita, biarkan Vina menjelaskan semuanya dahulu." Ucap Dimas


"Baiklah, lanjutkan! Kenapa lu dan Gita bisa ada disini? Selama ini, Gita pergi kemana aja?" Tanya Rama


"Dia memang tinggal disini, dia kerja disini. Gue sengaja datang kesini untuk menemuinya." Jelas Vina


"Sejak kapan?"


"Sejak hari dimana dia pergi ke rumah besar keluarga kak Rama!" Ucap Vina


"Dia hamil anak gue kan?" Tanya Rama


"Eng..gak kok! Kata siapa kamu Kak?" Vina gugup.


"Gue yakin, testpack yang dia kasih ke keluarga gue itu testpack nya si Vina ini, Dim!" Ucap Rama mantap


"Be..beneran kok itu punya Gita!" Vina menyanggah


"Gue nemuin testpack didalam kamar rumah Gita! Lo gak usah sembunyikan apapun lagi dari gue Vin. Gue tau semuanya." Ucap Rama

__ADS_1


"Maafin aku! Aku bener-bener kasihan sama Gita, saat itu dia terpuruk sekali, kak!" Ucap Vina tertunduk


"Sudahlah, kau beritahu saja aku dimana dia. Kita akan segera menemuinya!" Pinta Rama


"Baiklah, tapi aku tak mungkin berkata padanya kalau kau ada disini, kalau dia tahu, dia pasti menghindar." Ucap Vina


"Tentu saja!" Ucap Rama


"Sekarang lo istirahat dulu, lo tidur sama Raina dan Intan. Maaf, gue gak bisa pesan kamar buat lo, gue gak mau lo kabur!" ucap Dimas


Dimas dan Rama pergi meninggalkan mereka bertiga. Mereka bertiga sangat canggung sekali, karena tak saling kenal. Tetapi, Intan mencoba membuka pembicaraan pada Vina.


"Jadi, lo temen SMA-nya Gita?" Ucap Intan


"Iya, kak!" Ujar Vina


"Kenalin, gue Intan temen sekantornya dia waktu itu!" Sapa Intan


"Kenalin, gue Vina kak" ucap Vina


"Aku Raina, adiknya kak Rama!" Ucap Raina


"Maaf, kalian jadi terganggu sama kehadiran gue disini." Ucap Vina


"Tidak apa, kalau lu bisa membuat Gita sama Pak Rama bertemu, itu membahagiakan untuk kita!" Ucap Intan


"Tapi, mereka tak akan bisa bersama lagi." Ucap Vina tertunduk


"Kenapa lo berkata begitu?" Ucap Intan


"Maksudnya apa coba Rai?" Intan mengernyit


"Gak tahu deh kak! Udah ah, capek." Raina tak mau berpikir.


Mereka semua beristirahat, menantikan hari esok yang ditunggu-tunggu. Vina tak bisa tidur, ia terus memikirkan bagaimana perasaan Rama kalau ia tahu Gita sudah menikah. Vina sungguh pusing, kalau ia memberitahu Gita sekarang, Gita pasti menghindar dan pergi. Kalau ia memberitahunya, pasti akan sangat menyakitkan untuk Rama.


Di kamarnya, Rama memikirkan kemungkinan-kemungkinan yang terjadi. Ia sungguh tak bisa berpikir jernih saat ini. Yang ia inginkan, segera saat ini juga ia bertemu dengan Gita, kekasih hatinya. Ia tak mau memikirkan hal yang membuatnya sakit hati.


***


Hari sudah pagi, Gita keluar dari kamarnya. Gita bertanya pada Ibunya, Keberadaan Vina.


"Ibu, Vina mana? Kok gak ada?" Tanya Gita


"Dia semalem bilang gak akan pulang, takut ganggu katanya. Dia jadi nginep di hotel. Hari ini, kamu temuin dia dulu gih! Dia kan mau pulang." Ucap Ibu Gita


Hp Gita pun berbunyi, kebetulan sekali, ternyata itu Vina.


"Git, aku ada di taman kelinci. Kamu kesini ya sekarang. Gak usah bawa suamimu. Aku pingin berdua denganmu ehehe" ketikan Vina di Whatsapp Gita


"Ok, Vin. Aku segera ke sana." Balas Gita


Gita meminta izin pada Ibu dan suaminya untuk pergi menemui Vina di taman kelinci. Gita sempat heran, kenapa dia harus berada di taman kelinci. Tapi, Gita tak berpikiran negatif. Jarak dari rumahnya sampai ke taman kelinci tidak terlalu jauh, ia hanya naik taksi sekitar sepuluh menit, pasti sudah tiba di sana.


Gita telah berada di taman kelinci, dia melihat-lihat sekitar, melihat keberadaan Vina, tetapi tak ada. Gita duduk di kursi taman, dan segera menelepon sahabatnya itu.

__ADS_1


Tutttt..Tutt..Tuttt... Handphone berdering tapi tak kunjung diangkat Vina. Vina hanya mengirim pesan padanya,


"Maafkan aku Git! Bukan maksud aku seperti ini, aku terpaksa, aku dipaksa, sungguh!" Ketikan Vina membuat Gita heran


Apa maksudnya Vina mengirim chat seperti itu? Tidak biasanya Vina penuh misteri seperti ini. Tapi, dimana Vina sekarang? -Gita dalam hati-


"Kenapa kamu pergi sejauh ini?" Suara Rama sungguh mengagetkan Gita


Gita menoleh kearah suara, dan ia sangat kaget. Seseorang yang ia rindukan selama ini ada dihadapannya. Ia benar-benar diam terpaku.


"Kakk..Kakk Rama!!! Kenapa kakak bisa ada disini?" Gita benar-benar kaget


"Jangan tanya aku. Kenapa kau bisa pergi sejauh ini? Kenapa kau egois sekali?" Ucap Rama kemudian ia duduk disebelah Gita


"Maafkan aku! Aku tak tahu harus berbuat apalagi." Ucap Gita merasa bersalah


"Apa kau tahu perjuanganku agar bisa bertemu denganmu? Apa kau tahu masalahku dan Siska sudah selesai? Kenapa kau tak bisa menunggu aku sebentar saja? Kenapa kau malah pergi seenaknya begini tanpa mengabari ku? Apa kau tahu betapa sakitnya hatiku? Apa kau tak memikirkan hatiku, perasaanku, sedikit saja? Aku selalu merindukanmu, setiap hari, setiap malam bahkan sesibuk apapun aku, aku selalu memikirkan mu. Aku sudah jatuh kedalam dasar hatimu. Aku tak bisa jauh darimu, kumohon.. Kau mengertilah.." Rama memegang tangan Gita.


Hati Gita hancur mendengar Rama berkata seperti itu. Tetapi, apa boleh buat? Gita tak mungkin berkata jujur masih sangat mencintainya, Ada Gilvan yang telah SAH menjadi suaminya. Gita harus membuang pahit-pahit kenyataannya.


"Maafkan aku!" Gita sangat merasa bersalah


"Pulanglah, kembali padaku! Kau sedang hamil anakku kan?" Rama mengeluarkan testpack yang ia temukan di rumah Gita


"i..itu punya siapa? Kenapa ada di tanganmu?" Gita kaget


"Ini tentu milikmu! Aku menemukannya di kamarmu, di laci terbawah rumahmu! Kau tak bisa mengelak lagi." Ucap Rama


"Maafkan aku. Tapi, ini anakku. Kau tak berhak atas anak ini." Ucap Gita


"Tapi, itu darah daging ku! Kau tak boleh seenaknya begitu. Kembalilah padaku, kita pulang sekarang. Masalahku dengan Siska sudah selesai, tak akan ada yang bisa mengganggu hubungan kita lagi." Jawab Rama semangat


"Maafkan aku, tapi aku sungguh tak bisa." Gita menangis


"Kenapa? Bukankah kita memang saling mencintai? Sudah tak ada penghalang bagimu untuk bisa hidup bersamaku, Git! Aku akan menikahi mu, aku akan menyayangimu dan anak kita." Ucap Rama dengan mata penuh pengharapan


"Kau tak tahu apa-apa. Aku sungguh tak bisa kak. Maafkan aku. Lebih baik kau lupakan saja aku, aku akan menjaga anak ini dengan baik!" Ucap Gita menahan lagi air mata yang jatuh


"Tidak bisa! Itu adalah darah daging ku. Kau dan dia harus hidup didalam pandangan mataku. Kau dan dia harus bahagia. Bahagia dengan aku, sebagai ayah kandungnya yang SAH!" Ucap Rama berapi-api.


"Aku sudah menikah, puas kau? Itulah alasanku berkata tak bisa hidup bersamamu! Ada laki-laki yang akan menjaga bayi ini, dan menyayanginya seperti ayah kandungnya. Kau tak perlu mengejar ku lagi. Kau cari saja kebahagiaanmu sendiri!!!" Gita menangis


Rama melotot tidak percaya, ia sungguh tak menyangka kalau Gita sudah menikah. Omong kosong macam apa ini?


"Kau berbohong! Apapun perkataan mu, aku takkan percaya!" Ucap Rama


"Aku bersungguh-sungguh dengan perkataan ku, aku tidak berbohong. Aku memang sudah menikah!" Ucap Gita


"Terserah apa yang kau katakan, yang jelas kau memang masih mencintaiku. Kau lihat pergelangan tanganmu itu! Gelang itu masih jelas berada di hadapanku, itu bukti kau masih sangat mencintaiku! Terserah apapun yang akan kau katakan, aku akan mengejar mu dan mendapatkan lagi cintamu! Camkan itu!" Ucap Rama


*Bersambung*


Yooooooo.. Kalian yang sedih dengan kisah ini, jangan berlarut-larut ya. Kita berjuang sama-sama agar Rama dan Gita bisa bersatu kembali. Aku seneng komentar kalian sangat-sangat terbawa dalam kisah novel ini, terimakasih masukan dan supportnya. Aku selalu berusaha memberikan yang terbaik untuk kalian readersku🥰🤗❤


Kasih yang seger dulu niih 🤗🤗🤗

__ADS_1



__ADS_2