
Hari demi hari berganti, menciptakan suasana yang baru dan hangat. Setiap detik, sangatlah berharga bagi orang yang sedang larut dalam cinta. Mencintai dan meyakini, bahwa hati hanya terpatri untuk satu jiwa. Cinta yang suci, kasih yang murni, akan selalu ada didalam hati.
Gilvan dan Vina, adalah dua insan pancaran cinta dari Gita dan Rama. Gita adalah sahabat Vina, dan Gita juga merupakan mantan istri dari Gilvan. Kenapa hal itu terjadi? Semua karena kecerobohan Gita dalam bertindak. Masalah berat yang dialami Gita, pasca hilangnya kepercayaan pada Rama, membuat Gita bertindak diluar dugaan.
Mereka berempat sedang berada di rumah milik Rama. Mereka sedang berkumpul bersama. Rama, Gita, Gilvan, Vina, juga Raina dan Fadli sedang bercanda sambil minum teh hangat bersama. Tak ketinggalan juga, anak-anak mereka yang sedang bermain bersama.
Kita mengenang lagi, kisah kelam Gita dan Rama, yang juga turut menyeret Vina dan Gilvan pada kisah mereka. Bermula dari mendiang Siska yang ingin menghancurkan kekuatan cinta Gita dan Rama, hingga akhirnya Gita menyerah pada Rama.
"Kalau sekarang aku tanya, kamu jawab jujur ya! Kenapa dulu kamu nekad pergi?" tanya Rama.
Gita melirik Vina, "Aku, pergi karena tak tahan dengan sikap Siska, dan aku pun tak mau menjadi pengganggu diantara kalian. Aku sadar, Siska adalah tunangan mu, dia pasti sangat menyayangimu lebih dari rasa sayangku padamu." ucap Gita gugup.
"Apa Vina yang menyuruhmu pergi Malaysia?" tanya Rama lagi.
"Kok jadi ke aku sih, Kak?" Vina protes.
"Kalau aku, tentu saja aku tak bersalah ya Ram. Dua wanita ini yang datang menggangguku." jawab Gilvan tertawa.
"Sembarangan kamu, Van." Gita tak terima.
"Seenaknya aja kamu, nih rasain!" Vina mencubit Gilvan.
"Auh, sakit sayang." Gilvan mengaduh.
Rama seketika tertawa melihat Gilvan dicubit oleh Vina. Hati mereka memang tulus, tak pernah menaruh dendam apalagi rasa benci pada apa yang telah terjadi.
"Gita kan bertanya, ya aku jawab. Aku awalnya minta dia untuk suruh Kak Rama tanggung jawab, tapi dia gak mau. Dan tujuan terbaik adalah mengikuti jejak Ayah dan Ibu Gita yang memang pada saat itu tante dari Puncak langsung ke Malaysia kan? Bahkan, tante dari puncak langsung ke Malaysia, karena darurat. Otomatis, itu jalan terbaik agar Gita bisa jauh dari Kak Rama. Aku bukan menjauhkan, tapi, aku,..." Vina bingung harus menjawab apalagi.
"Tuh kan, berarti memang kamu Vina dalang dari semua ini." keluh Rama.
"Heh, Ram. Enak aja kamu, kenapa nyalahin Vina." protes Gilvan.
"Haish, malah berantem! Udah-udah, aku memang memutuskan untuk pergi, aku memang menuju Malaysia, tapi aku tak bersama Ibu pada saat itu, aku tinggal sendiri, hingga akhirnya aku diterima bekerja di pabrik konveksi, dan aku bertemu Gilvan. Pada saat itu Gilvan bak bidadara yang turun dari langit. Dia seperti malaikat penolong untukku." jawab Gita.
"Sayang, berani-beraninya ya kamu menyebut Gilvan malaikat penolong!" Rama cemburu.
"Tapi Kak, kalau Gita gak bertemu Gilvan, Gilvan gak akan datang untukku!" bela Vina.
"Eh, kalian malah debat! Kalian semua gak tahu kan, kenapa dengan mudahnya aku mengajak Gita menikah?" tanya Gilvan.
"Bener juga. Kenapa Van? Kenapa kamu mudah sekali menikahi istriku pada saat itu? Kenapa kamu seenaknya saja? Kenapa kamu tak mengabari aku kalau Gita ada padamu!" Rama sewot.
"Ya ampun, Kak Rama. Gimana Kak Gilvan mau ngabarin Kak Rama, memangnya dulu kalian saling kenal? Kak Rama emang deh, lola otaknya kalo soal cinta!" celetuk Raina yang sedari tadi mendengarkan.
"Ah, anak kecil. Diem aja deh lu!" balas Rama.
"Aku bukan anak kecil, sebentar lagi aku mau jadi Ibu, tahu!" Raina menjulurkan lidahnya pada Rama.
__ADS_1
"Stop dong! Tom and jerry. Back to topic, right? Nah, aku sengaja mengajak Gita menikah, karena dia memang sangat mirip dengan Almarhum tunangan ku, Hafiza. Ragaku memang bersama Gita, tapi hatiku tetap untuk Hafiza. Hingga seiring berjalannya waktu, aku malah jadi ingin memiliki Gita sesungguhnya, walaupun aku berjanji, aku tak akan pernah menyentuhnya, karena pernikahan ku dengannya tak SAH, hingga saat melahirkan tiba, aku malah jadi merasa bersalah, Ram. Maafkan aku," ucap Gilvan.
"Aku yang sesungguhnya meminta maaf, aku membuatmu seperti tak ada artinya di mata Gita dan keluarganya, padahal kamu suami dia pada saat itu!" jawab Rama.
"Awalnya, aku memang tak rela! Tapi, aku lebih egois kalau aku memaksakan kehendak ku untuk bersama istrimu. Kucoba pasrah, dan mengikhlaskannya, walau saat itu aku mulai akan mencoba mencintai Gita sebagai Gita, bukan Hafiza." ucap Gilvan.
"Luka itu memang nyata, kisah kita memang pahit, Bro. So, kita kenang saja kisah kelam itu, jadikan pelajaran untuk kedepannya, dan maafkan aku, yang membuatmu terlibat dalam hubungan ku bersama Gita." Rama tersenyum lalu menepuk pundak Gilvan.
"Sudah kubilang kan Kak, Gilvan terlibat agar dia bisa datang untukku!" ucap Vina pada Rama.
"Tapi, sayang? Aku penasaran sama kamu, sejak kapan kamu mencintai aku? Bukankah kamu yang lebih dulu mencintai aku, ya?" goda Gilvan.
Seketika itu pula wajah Vina berubah. Wajahnya memerah, ketika Gilvan bertanya padanya. Memang benar, sampai saat ini tak ada yang tahu, sejak kapan Vina menyukai Gilvan.
"Hahaha, iya juga ya! Vin, sejak kapan kamu menyukai Gilvan? Kok aku gak tahu ya! Cinta kalian tuh kayak air mengalir aja gitu, kadang kebawa arus, kadang nabrak jarang, banyak tragedi nya menurutku!" tambah Gita.
"Mampus kamu, Vin. Ayo, nyatakan cintamu secara nyata!" Rama terkekeh.
"Ehm, ah iya, baiklah aku akan jujur. Maafin aku ya, Git. Pada saat pernikahanmu, aku kan hadir pada hari itu, entah kenapa ketika aku melihat Gilvan di pelaminan, aku tertarik padanya. Padahal, itu kali pertama aku melihatnya sebagai suamimu. Aku mengutuk diriku pada saat itu, aku mengatai diriku bodoh, mau-maunya menyukai suami sahabatku sendiri. Tapi, aku menutup itu semua, karena aku tahu itu salah. Hingga akhirnya, dia mau melakukan hal yang tak kuduga. Dia ingin menyusul mantan tunangannya dengan memberikan transplantasi jantung padamu. Tentu saja aku marah, dan rasanya ingin berontak, barulah pada saat itu, ku katakan padanya, ada aku, yang ingin tetap melihatmu hidup, makanya aku berjuang keras mendapat transplantasi jantung terbaik dari tim forensik pamanku." jawab Vina.
"Waaah, Kak Vina! Ya ampun, kakak benar-benar hebat! Cinta Kak Vina pada Kak Gilvan benar-benar luar biasa, aku salut pada Kak Vina. Pantas saja, Kak Vina benar-benar kecewa, ketika Kak Gilvan meninggalkan Kakak saat itu." ucap Raina.
"Haish, anak kecil. Apa saja yang kamu tahu? Kenapa pula kamu tahu mengenai Gilvan yang meninggalkan aku? Gita? Kak Rama? Apa kalian memberitahu Raina?" tanya Vina.
"Apaan, gue gak ngasih tahu dia. Ngapain, kurang kerjaan banget!" ucap Rama.
"Gita? Apa kamu ember bocor?" tanya Vina.
"Hehehe, aku nguping Kak, maafkan aku!" Raina tersenyum.
"Ya ampun, istriku, kamu itu ya jail banget." ucap Fadli.
"Git?" tanya Vina.
Vina melirik Nakka. Gita tahu apa yang Vina maksud. Gita segera memanggil pembantunya agar membawa Nayya, Nakka dan Givia bermain di luar. Pembantu pun mengerti, kini anak-anak mereka telah bermain di luar.
"Kenapa?" tanya Gita.
"Nakka, apa lu gak mau memberi tahu, siapa orang tua dia sebenarnya?" tanya Vina.
"Buat apa dikasih tahu? Percuma, gak akan bisa ketemu lagi, kan? Ibunya dia udah gak ada. Kalau dia tahu, apa dia masih mau anggap aku orang tuanya? Please, jangan bahas itu. Aku gak sanggup membayangkannya, Vin." ucap Gita.
"Oke, sorry Git. Maaf, udah bahas tentang Nakka." Vina merasa bersalah.
"Its Ok, baby. Gak apa-apa. Kita tutup lembaran itu, dan buka lembaran baru. Masa lalu yang kelam, akan ku jadikan kenang-kenangan, tak akan aku lupa, namun akan selalu ku simpan dalam hatiku." ucap Gita.
"Betul itu. Udah cukup, mengenang masa lalu kita. Van, mandi yuk! Gerah nih, kita renang, sekalian ajak anak-anak." ajak Rama.
__ADS_1
"Boleh juga. Fad, ayok, ikut berenang!" ajak Gilvan pada Fadli.
"Baik, Pak. Ayo, seru kalau renang barengan ya." Fadli sumringah.
"Aku siapin dulu baju anak-anak ya, ayok Vin." ucap Gita.
"Kuy, Git."
"Aku juga pengen di siapin dong," Raina manja.
"Dasar, bumil manja. Ayok, ikut kita sini...." ajak Vina.
....
Ini bonus chapter 1, masih ada dua bonchap lagi ya..
Ini hanya tambahan, hanya seru-seruan aja ya guys. Untuk yang penasaran Nakka dan Nayya di usia dewasanya, akan aku buatkan sekuelnya nanti ya, setelah cerita terjerat cinta sang pembantu selesai.
Aku sudah janji, untuk 3 vote terbesar yang berjajar di atas ya, akan mendapatkan hadiah pulsa atau kuota ya.
Juara Vote 1 \= 50k
Juara Vote 2 \= 25k
Juara Vote 3 \= 25k
Juara Vote 4 \= 10k
Juara Vote 5 \= 10k
Ini pemenangnya ya, karena no.4 nya nama aku, jadi pemenangnya di mundurkan kebawah.
Desi Putri.
Neng Siti Rustamaji.
Rhina Sri.
Aida Adila
Siti Inayah.
Yang namanya tertera, hubungi aku di grup chat ya.
__ADS_1
Terima kasih..