Direktur, Cinta Pertamaku!

Direktur, Cinta Pertamaku!
Merelakan kepergian


__ADS_3

Rama, Gita dan Vina telah kembali ke Indonesia. Rama khawatir dengan kondisi kakeknya, namun Rama juga khawatir dengan kondisi Vina.


Rama memutuskan pergi ke rumah sakit sendiri, sedangkan Gita mengantar Vina pulang ke rumahnya. Kalau urusan Vina sudah selesai, barulah Gita menjenguk sang kakek di rumah sakit.


Rama membawa mobil sendiri menuju rumah sakit, karena Rey diminta untuk mengantar Gita dan Vina.


Raina dan Mami Rama sudah berada di rumah sakit, sedangkan Papi Rama berada di perusahaan, menggantikan Rama selama Rama tak ada.


Rumah sakit dengan kelas VVIP, di sanalah kakek Rama di rawat. Rama segera menuju ruangan tersebut.


"Kak Rama...." ucap Raina.


"Ram, kamu sudah pulang." ucap Mami Rama


"Mi, bagaimana kondisi kakek sekarang?" tanya Rama mendekati mereka semua


"Kakek masih belum sadar. Kakek saat itu ingin sekali keluar rumah dan berolahraga, ia tak ingin ditemani, karena kakek pikir ia hanya jalan-jalan saja di sekitar perumahan. Ternyata, kakek tak memperhatikan jalan, ia menghalangi pengendara lain, ia tertabrak, Ram."


"Lalu, mana orang yang menabrak Kakek?" tanya Rama berapi-api


"Mereka kabur, menurut saksi mereka satu motor berdua. Kakek mu diselamatkan oleh seorang pemuda yang kebetulan berada di sana." jelas Mami Rama


"Kurang ajar sekali. Aku harus mencari tahu tersangka yang menabrak kakek. Aku benar-benar akan menghabisinya."


"Ram, ini salah kakek, dia yang jalan ke tengah, tak memperhatikan jalan, menurut saksi yang membawa Kakek ke rumah sakit." jelas Mami


"Siapa saksinya?" tanya Rama


"Tukang bersih-bersih di perumahan blok C."


"Apa kakek mengalami luka yang parah?" tanya Rama


"Tulang belakangnya mengalami kerusakan, jantung kakek pun tak stabil karena mengalami shock yang benar-benar parah. Semoga kakek segera sadar."


"Kenapa juga kakek harus keluar sendiri, benar-benar tak bisa diatur." jawab Rama


"Iya, Kakek mu senang kamu tak ada, sudah beberapa hari ini dia jalan-jalan sendiri, dan kemarin malah kecelakaan. Untung saja pemuda itu cepat membawa Kakek, kalau tidak mungkin nasib kakek entah akan bagaimana."


"Aku ingin tahu, siapa lelaki yang menolong Kakek."

__ADS_1


"Nanti kita temui dia, ketika kakek sudah sadar."


Rama menanti, ia harap-harap cemas pada sang Kakek. Kakeknya harus sembuh, kakeknya tak boleh meninggal sebelum cucunya besar.


Rama sedih, hatinya hancur. Semoga akan ada keajaiban untuk kakeknya. Tak lama, Gita pun datang, Gita melihat kondisi kakek Rama yang melemah. Tak terasa, air nata Gita mengalir, Gita sedih mengetahui kakeknya terbaring lemah seperti ini.


Suasana hati Rama kini sangat kacau. Hanya Gita yang bisa menangkannya. Rana hanya berdoa, semoga kakeknya bisa sembuh dan kembali pada Rama dan keluarganya.


***


Gita dan Rama telah berada kembali di rumah. Mereka tak beristirahat sama sekali, karena setibanya di rumah mereka langsung kembali ke rumah sakit.


Gita dan Rama hanya berharap, semuanya akan indah pada waktunya. Semuanya akan berjalan sebagaimana mestinya. Gita ingin kakek Rama akan kembali sembuh, dan bisa membantu Rama menjalankan perusahaannya.


Gita pun berharap, Gilvan akan segera kembali pada Vina dan mengingat Vina seperti dahulu, lalu cinta mereka akan selalu bersama.


Perjuangan cinta Gita dan Rama tak luput dari peran Vina dan Gilvan. Tanpa mereka, entah akan bagaimana jadinya Rama dan Gita. Semuanya berperan dalam bersatunya kembali hubungan Gita dan Rama.


***


Keesokan harinya, seperti biasa Gita dan Rama memulai aktifitasnya kembali. Mereka pergi ke perusahaan dan bekerja kembali dengan berbagai macam kesibukan. Papi Rama yang berganti menjaga Kakeknya.


Suasana hati Rama tetap tak nyaman, entah kenapa pagi ini ia tak enak hati lagi, padahal sebelumnya Rama mendengar kabar bahwa Kakeknya sudah sadar dan bisa berbicara.


Pekerjaan Rama sangat tak fokus, entah kenapa hari ini ia sangat sulis berkonsentrasi. Seperti Rama sedang memikul beban berat. Kakeknya selalu ada dalam bayang-bayang Rama, Rama sangat menyayangi kakeknya, rasa sayang Rama pada Kakeknya lebih besar daripada rasa sayangnya pada Papinya.


Kakek Rama selalu membuat Rama bahagia. Sejak kecil, kakeknya lah yang selalu memberikan kebahagiaan untuk Rama. Hingga Rama telah dewasa, kakeknya mempercayakan perusahaan pada Rama.


Semua usaha yang dilakukan Kakek Rama hanyalah untuknya. Rama benar-benar berterima kasih pada kakeknya yang telah membuat Rama hingga sebesar ini.


Rama ingin segera menengok kakeknya yang telah kembali siuman, namun tuntutan pekerjaan membuatnya menunda semua itu. Rama harus menyelesaikan dahulu pekerjaannya sebelum ia pergi menengok kakeknya.


***


Gita, dari ruangannya lari terbirit-birit, pergi menemui Rama. Gita menangis, Mendengar kabar duka dari Raina, yang telah berada di rumah sakit.


Gita langsung menerobos pintu ruangan kerja Rama. Rama kaget, melihat istrinya menangis tersedu-sedu.


"Kenapa? Kamu kenapa?" Rama kaget melihat Gita menangis

__ADS_1


"Ayo kita ke rumah sakit. Kakek, sayang. Kakek!mu!!!"


"Kenapa dengan Kakek?"


"Dia hilang kesadarannya, ayo kita segera pergi ke sana. Sebelum semuanya terlambat."


"Baiklah, Ayo." Rama mencoba tetap tenang


Rey mengantar Rama dan Gita menuju rumah sakit. Hatinya benar-benar kacau mendengar kabar buruk dari Raina. Kakek Rama tak sadarkan diri lagi, kondisinya memburuk lagi, padahal tadi pagi Rama mendengar kakeknya telah siuman dan bisa berbicara.


Entah mengapa nasib buruk terus menimpa Rama. Bertubi-tubi cobaan datang silih berganti menghampirinya.


Rama dan Gita sampai di rumah sakit. Mereka berlari menuju ruang kamar tempat Kakek Rama di rawat. Kakeknya masih kesulitan bernafas, alat-alat telah dipasang di badannya, Kakek Rama seperti sedang mengalami sakaratul maut, nafasnya tersenggal-senggal.


Semua menangis, berdoa, dan berharap akan ada keajaiban pada Kakek Rama. Rama tak sanggup kalau harus kehilangan kakeknya saat ini. Ia belum siap, ia belum bisa membalas semua jasa-jasa kakeknya selama ini.


Doa terus mereka panjatkan, semoga kakek Rama bisa sembuh dan kembali seperti sedia kala. Kakek Rama masih bisa berbicara sepatah dua patah kata, meskipun tak jelas terdengar.


"Rama! Ka, kamu sudah menemukan kebahagiaanmu, kamu sudah mempunyai istri dan anak yang menyayangimu, tugasku sudah selesai, kewajiban ku hanya sampai disini untuk cucuku tercinta. Hanya satu lagi pintaku, hidup bahagia lah bersama istrimu."


"Kakek, jangan berkata begitu!!!"


"Angga, biarkan Rama memimpin semuanya, Tolong kabulkan satu lagi permintaanku. Aku punya permintaan didalam kertas yang tadi pagi aku tulis. Kabulkan lah permohonan terakhirku, aku mohon....." Kakek Rama menghembuskan nafas terakhirnya.


Tuttttttttttttt.....


Pertanda kakek Rama telah tak bernyawa lagi. Semuanya menangis bersedih. Orang yang oaking berjasa dalam hidup Rama harus meninggalkan mereka semua. Orang yang sangat Rama cintai, harus secepat itu meninggalkan mereka.


Sejujurnya, Rama belum siap kehilangan kakeknya. Masih banyak hal yang ingin Rama lakukan dengan kakeknya. Apapun yang Rama lakukan, semua hanya untuk membahagiakan kakeknya.


Hati Rama rapuh, jiwanya hancur. Tak terasa, air matanya telah membahasi pipi Rama. Menangis pun tak akan mengembalikan kakek Rama kembali. Semuanya sudah terjadi, tak ada yang perlu disesali lagi.


Hanya bisa pasrah menerima keadaan. Menerima dengan hati yang tulus dan ikhlas atas kehendak yang telah Allah tetapkan.


Allah menghadirkan Gita disisi Rama, agar Gita bisa menguatkan Rama. Peran Gita sangat penting bagi Rama yang sedang terpuruk saat ini. Ternyata, ada yang datang dan ada yang pergi.


Gita hadir untuk menggantikan Kakek Rama. Gita tahu, hati Rama sangat terpuruk saat ini. Tak ada lagi yang bisa disebut kakek selama-lamanya. Tak ada lagi sosok yang tegas dan berwibawa, Rama sangat kehilangan. Kini, Rama harus merelakan kepergian Kakeknya untuk selama-lamanya.


*Bersambung*

__ADS_1


Hallo gais, makasih yang setia membaca..


Oh iya, jangan lupa untuk like komen dan vote juga. Sebentar lagi cerita Rama dan Gita akan tamat. Mohon like dan vote nya ya untuk cerita ini🥰💋


__ADS_2