Direktur, Cinta Pertamaku!

Direktur, Cinta Pertamaku!
Miaaaaaa


__ADS_3

Mia tersanjung dengan apa yang diucapkan Rey. Baru kali ini hatinya merasa bahagia. Hati yang sudah lama tak merasakan cinta, kini merasa hidup kembali.


"Kenapa kamu melihatku?" tanya Mia


"Kamu menarik perhatianku, meskipun aku sedang berbicara dengan wanita yang aku suka." jawab Rey


"Kamu memang menyukai wanita cantik itu ya?" tanya Mia


"Awalnya, aku menyukainya. Tetapi, dia terlalu istimewa untukku." ucap Rey


"Kenapa?"


"Perjuangannya untuk lelaki yang dikasihinya sangat besar. Aku tak pantas bersanding dengannya." jelas Rey


"Hatimu pasti sakit sekali."


"Kemarin, sekarang tidak." jawab Rey


"Baguslah kalau tidak." ucap Mia


"Kenapa gak nanya kenapa?"


"Kenapa maksudnya gimana?" Mia tak mengerti


"Tanya dong, kenapa hatiku tak sakit lagi? Gitu!"


"Pengen banget ya ditanya?" Mia tertawa


"Kamu nyebelin juga ternyata!"


"Hahaha, maaf, maaf! Habisnya kamu terlalu serius sih Rey." Mia tertawa


"Aku sedang serius, kamu malah bercanda." kata Rey


"Memangnya apa yang membuat hatimu tak sakit lagi?" tanya Mia


"Kamu!"


"Kenapa aku?"


"Kamu wanita biasa yang membuat aku penasaran."


"Pinter gombal juga kamu!" ucap Mia


Obrolan ringan antara Mia dan Rey membuat mereka semakin dekat. Rey merasa, Mia adalah wanita sederhana yang mampu membuatnya terpikat.


"Kamu asli dari mana?" tanya Rey


"Aku asli Garut. Kamu?"


"Aku asli Bandung. Rumahku dekat dengan perusahaan Tuan Rama."


"Enak dong kalau dekat gitu, bisa sering pulang." ucap Mia


"Kau mau ikut pulang?" tanya Rey


"Lah, ngapain aku ikut kamu pulang?"


"Ku kenalkan pada kedua orang tuaku."


"Hahahahahah, kamu bisa aja."

__ADS_1


"Aku serius dengan perkataan ku."


"Apa sih kamu!"


Ketika Rey dan Mia sedang berbincang santai, Gita memanggil-manggil Mia.


"Mi, Mia. Sini.. Udah dulu pacarannya, aku butuh bantuan mu." ucap Gita


"Eh, iya Non. Maafkan saya." Mia melambaikan tangannya pada Rey, pertanda ia harus segera pergi.


"Ya sudah, sana gih." ucap Rey


Rey melihat Mia dari belakang. Mia memang sederhana. Jauh dari Vina yang selalu tampil glamour. Mia sama sekali natural, tanpa make up apapun. Dengan Vina, Rey merasa segan, tak berani walau sekedar bercanda, tetapi dengan Mia, rasanya nyaman ketika mengajaknya berbicara.


Karena Vina hanya ambisi ku saja, bukan cinta. Aku merasa dia lebih tinggi dariku, aku tak pantas bersanding dengan Vina. Aku melihat Mia, aku merasa nyaman sekali. Tetapi, aku masih takut. Apakah Mia masih sendiri? Apa sudah memiliki kekasih? Ataukah dia sudah berumah tangga? Batin Rey.


Rey lupa bertanya mengenai status Mia. Rey ingin serius pada Mia, ia sudah tak ingin main-main lagi dengan siapapun. Rey merasa, pilihannya jatuh pada Mia. Semoga saja masih ada harapan untuk Rey bersama Mia.


***


Keesokan harinya.


Rama dan Gita telah berdiskusi. Mereka akan menemui keluarga Gilvan di apartemen Rama. Karena, hari ini mereka sudah berjanji akan bertemu, keluarga Gilvan belum pergi ke rumah sakit.


Gita tak membawa Vina, karena menurut Rama Vina tak perlu ikut campur dalam hal ini. Rama lah yang akan bertanggung jawab mengenai Gilvan. Rama sudah berjanji pada Gilvan, akan membalas kebaikan Gilvan ketika waktunya sudah tiba.


Inilah saat yang tepat. Rama harus mengembalikan ingatan Gilvan. Rama harus berusaha membuat Gilvan kembali. Gilvan harus menemui cintanya. Gilvan berhak bahagia atas semua kebaikan yang telah ia lakukan.


"Kamu tak perlu ikut bicara, biar aku saja." ucap Rama


"Baik, sayang. Kamu harus bisa merayu mereka." ucap Gita


"Tentu, sayang."


"Bos!"


"Ya, Rey?" jawab Rama


"Bos Gita!!!"


"Abisnya lu bilang bos, kan gue jadi refleks jawab!" Rama ketus


"Hahaha, ada apa Rey?" ucap Gita


"Saya mau nanya." Rey malu-malu


"Pasti tentang Mia!" tebak Gita


"Kok tahu sih, Nona?"


"Rey, lu lagi deket sama Baby sitter anak gue?" tanya Rama


"Iya, Bos. Gue mau nanya sama Nona. Apa Mia sudah menikah?" tanya Rey serius


"Aku harus jawab jujur apa bohong?"tanya Gita juga


"Jujur dong, non!"


"Mia sudah menikah." ucap Gita


"Yah, pupus sudah harapanku." Rey gelisah

__ADS_1


"Kasihan banget lu Rey! Hahaha" Rama tertawa puas


"Tapi....."


"Tapi apa, Non? Tapi bohong kan?" Rey penasaran


"Bukan!!!"


"Apa dong?"


"Mia sudah menikah, tapi sekarang sudah bercerai. Gitu Rey, maksud aku!" jelas Gita


"Janda maksudnya?" Rey merasa tak suka


"Terus kalau janda kenapa emang? Lu gak suka?" tanya Rama


"Ya, janda kan bekas Bos!" ucap Rey


"Lu gak boleh menyepelekan janda Rey! Tidak semua janda begitu. Contohnya, istri gue! Dia, dulu ketika bercerai dengan Gilvan adalah janda berkelas!"


"Hahaha, apa maksudmu aku janda berkelas?" Gita tertawa


"Kamu janda yang belum pernah tidur dengan lelaki lain selain aku. Sangat berkelas sekali kan Rey?" Rama terkekeh


"Kan beda kasus Bos!"


"Ya, gini ya Rey. Mia memang menikah, so pasti sudah tak perawan lagi. Dia memilih bercerai karena apa? Karena suaminya gak bener! Dia menyerah, selagi belum terlambat, sebelum mempunya anak, dia harus melepaskan suaminya yang nggak bener itu. Dia wanita baik-baik Rey." Gita menjelaskan


"Oh, begitu ya." Rey terlihat sedikit kecewa


"Apa kamu terganggu dengan status jandanya Mia?"


"Tidak, tidak Nona."


"Aku jelaskan ya Rey. Janda itu orang-orang yang berani. Harusnya kita mengapresiasi, karena dia berani mengambil tindakan ketika suatu hubungan tak berjalan lancar sebagaimana mestinya!"


"Nona memang betul.."


"Sebagai lelaki yang hebat, kenapa tidak mencoba mencintai janda? Mereka butuh kasih sayang yang tulus, mereka juga berhak dicintai." ucap Gita


"Lu harus terima status jandanya Mia. Dia janda bukan karena gatel, tapi karena mempertahankan harga dirinya agar tak diinjak-injak bekas suaminya dulu." Rama ikut menjelaskan


"Justru dengan janda lu akan disayangi, dan dijaga sepenuh hati. Karena mereka belajar dari masa lalu, mereka pasti benar-benar mencintai orang yang kini mencintainya tulus." ucap Gita


Rey terdiam. Rey berpikir sejenak. Ia akan mencoba menerima status Mia. Perkataan yang dijelaskan oleh Bos dan Nona nya, memang benar sekali.


Gita paham betul bagaimana rasanya menjadi Mia. Ketika pertama kali Mia bercerita padanya, Gita sudah menaruh respect pada Mia. Mia adalah wanita yang tegar dan berani mengambil keputusan. Ia tak takut bercerai dengan suaminya sekalipun ia harus menjadi janda.


Gita paham betul bagaimana rasanya menjadi Mia. Ketika pertama kali Mia bercerita padanya, Gita sudah menaruh respect pada Mia. Mia adalah wanita yang tegar dan berani mengambil keputusan. Ia tak takut bercerai dengan suaminya sekalipun ia harus menjadi janda.


Ku kira Mia masih gadis. Aku sedikit menyesalkan hal itu. Tetapi, dia wanita yang membuatku tertarik padanya. Sepertinya, aku memang menaruh hati padanya. Apa aku bisa mencintainya dengan tulus? Batin Rey.


"Apa aku harus mencobanya?" Rey masih ragu


"Coba saja. Nanti lu akan tahu sendiri jawabannya." ucap Rama


"Apa aku bisa menjalani kisah ku dengannya?" tanya Rey


"Rey, katamu, kau ingin kisah yang indah? Belajarlah menerima keadaan dengan hati yang tulus. Semuanya akan indah dan membuatmu bahagia. Begitulah cinta, dia bisa datang kapanpun dan kepada siapapun. Kita hanya tinggal bersiap dan memberikan seluruh cinta kita pada orang yang kita kasihi." ucap Gita


*Bersambung*

__ADS_1


Ingat ya.. Setelah baca, jangan lupa LIKE. Yang sudah baca, saya ucapkan terima kasih 😚💋


__ADS_2