Direktur, Cinta Pertamaku!

Direktur, Cinta Pertamaku!
Vina masih egois


__ADS_3

Sebenarnya, ada hal yang harus Gilvan tahu. Gilvan memang curiga terhadap Andra, sang suami dari wanita yang dicintainya. Gilvan mempunyai firasat bahwa Vina berbohong, Andra bukanlah suaminya, Gilvan merasa ada yang aneh pada mereka.


Memang, Gilvan tak bisa memaksakan Vina untuk mencintainya kembali. Namun, jika lelaki yang Vina cintai bukanlah pria yang baik-baik, Gilvan pun tak akan tinggal diam. Gilvan tak rela, jika Vina harus tersakiti lagi dan lagi.


Gilvan sebenarnya takut. Ia tak siap, untuk ke rumah Vina. Bagaimana kalau Ibunya Vina melihatnya? Apa Gilvan akan diusir? Sepertinya, keluarga Vina pasti sangat membenci Gilvan, karena perlakuan Gilvan yang menghilang tanpa kabar.


Gilvan memarkirkan mobilnya di pinggir rumah Vina. Ia melihat-lihat, dari dalam mobil. Ternyata, tak ada aktifitas apapun di teras rumah. Gilvan memberanikan diri untuk masuk kedalam.


Tokk.. Tokk.. Tokkk, Gilvan mengetuk pintu. Tak lama, Ibunya Vina membuka pintu rumahnya. Betapa kagetnya sang Ibu melihat sosok yang berada didepannya. Ia masih sangat ingat jelas wajah itu ketika Gilvan terbaring di rumah sakit karena kecelakaan.


"Selamat sore, Tante."


"KA-KAMU! Ternyata kamu masih hidup ya! Untuk apa kamu datang ke rumahku?" Ibu Vina terlihat tak suka


"Maaf, tante. Saya ingin bertemu dengan Vina. Apa Vina nya ada?" tanya Gilvan


"Vina tak ada! Setelah sekian lama anakku menunggu kedatangan mu, hingga ia melakukan semuanya sendirian, kamu tak pernah sekalipun ada untuknya. Dia benar-benar terluka, dia menjalani semuanya sendiri, dan KAMU! Kamu masih berani datang ke rumah ini mencari anakku sekarang? Apa kamu benar-benar tak punya muka? IYA?" Ibu Vina benar-benar emosi


Gilvan menghela nafasnya, ia mencoba untuk tetap tenang. Walau bagaimanapun, ini memang kesalahannya, sehingga membuat banyak orang terluka karenanya.


"Maafkan Gilvan Tante, Gilvan punya alasan dibalik tak ada kabar dari saya selama ini, dan tentunya semua saya lakukan hanya untuk Vina, saya bekerja keras di sana, saya ingin masa depan saya disini akan lebih baik." jelas Gilvan


Vina mendengar keributan diluar rumahnya, ia mencoba untuk melihat apa yang terjadi.


"Omong kosong saja kamu! Setelah berbuat hal yang tak senonoh pada anakku, hingga kini ia harus menanggung semua bebannya sendiri. Mengurus an........" ucapan Ibu Vina terpotong


"Mama!" Vina berlari mencegah Ibunya melanjutkan perkataannya


"Vina! Lihatlah! Lelaki baj*ngan ini berani-beraninya datang ke rumah kita. Setelah dia menyesal, dia malah datang kembali. Dasar lelaki tak tahu diri. Lebih baik kamu PERGI!!!"


"Maafkan saya, Tante. Saya bisa jelaskan semua. Vina, aku ingin bicara denganmu. Kumohon, beri aku waktu untuk bicara padamu." pinta Gilvan

__ADS_1


"Ma, sudah. Jangan gunakan waktu Mama untuk hal yang tidak penting. Mama masuklah, biar aku yang mengurus Gilvan. Kasihan cucumu sendirian sedang menonton televisi."


"Baiklah, awas kamu ya, Vina! Jangan sampai kamu kembali lagi pada orang ini. Mama nggak mau, kamu hidup dengan orang seperti dia!!!" Ibu Vina benar-benar marah dan kecewa, ia segera masuk kedalam rumahnya kembali


Vina melihat Gilvan heran. Untuk apa Gilvan berani-beraninya datang sendiri ke rumahnya.


"Ada apa?" tanya Vina ketus


"Ada yang ingin aku bicarakan denganmu. Tak mungkin disini, masuklah ke mobilku."


"Kenapa harus di mobil?"


"Aku tak Mau, Ibumu tahu mengenai hal yang akan aku bicarakan."


"Terserah lu aja."


Vina kemudian berjalan keluar rumahnya, dan segera masuk kedalam mobil Gilvan. Diikuti dengan Gilvan, Gilvan pun segera masuk dengan perasaan was-was tak menentu.


"Ada apa?"


DEG. Gilvan tahu darimana kalau Andra bukan suami gue? Apa Rama dan Gita yang memberi tahunya? Ya Tuhan, kenapa Gilvan harus tahu, aku juga takut kalau dia mengambil Givia kalo dia sudah tahu semuanya. Gumam Vina dalam hati.


"Maksud kamu? Kenapa kamu berkata begini?"


"Kalau Andra itu suamimu, dia tak mungkin ada di restoran ku bersama wanita lain!" ucap Gilvan


"Maksud kamu apa? Kamu nuduh Andra yang tidak-tidak? Iya? Kamu mau menghancurkan hubunganku dengan Andra Van?" Vina kesal


"Jangan membohongiku, Vina. Jawab pertanyaan ku dengan jujur. Andra bukan suami kamu kan?"


"IYA! ANDRA BUKAN SUAMIKU. TERUS KENAPA?" Vina marah

__ADS_1


Gilvan mengeluarkan handphonenya, ia memperlihatkan foto yang tadi ia ambil.


"Ini Andra, tadi dia datang bersama dengan seorang wanita!" ucap Gilvan


"Oh, jadi lu mau ngadu domba gue sama Andra, gitu? Picik banget hidup lu, Van! Jelas-jelas, didalam foto itu Andra sendiri. Ia tak bersama siapapun. Akal gila macam apa ini?" Vina kesal


"Memang, aku memotretnya terlambat, wanita yang datang bersama Andra telah pergi sebelum sempat aku memotretnya. Tapi, coba kamu perhatikan. Ini hanya untuk sekedar bukti untukmu, kalau makanan di meja Andra itu ada dua porsi. Kamu bisa lihat kan?" Gilvan mencoba meyakinkan Vina


"Itu dia hanya sendiri. Kamu jangan mengada-ada Van. Segitunya ya kamu? Ingin menghancurkan hubunganku dengan Andra, bermain licik mentang-mentang dia datang ke restoran mu, jadi kamu bisa memanfaatkan situasi dan keadaan itu." jelas Vina


"Dengarkan aku, aku ingin kamu bahagia. Aku ingin yang terbaik untuk kamu, kalau lelaki yang kamu cintai ternyata tak baik untukmu, aku tak akan tinggal diam, Vin."


"Memangnya kamu siapa? Seenaknya memerintah ku, kamu juga lelaki yang tak baik untukku!!! Kamu belum puas? Kamu sudah sering menyakiti hatiku, Gilvan. Sekarang, kamu memfitnah Andra agar aku membencinya."


"Aku tak mengada-ada. Ini nyata, Andra telah mempunyai kekasih, bahkan dia telah bertunangan, Vin. Saat itu, aku mendengarnya berbicara mengenai pernikahan. Kumohon, percayalah padaku. Aku tak mau kamu terluka lagi, Vin."


"Hahahaha! Kenapa kamu seperti ini? Apa tak ada cara lain lagi untuk mendapatkan aku?"


"Aku tak perlu kamu, kalau hidupmu bahagia, aku senang kalau kamu bahagia, tapi jangan Andra. Dia bukan yang terbaik, dia hanya mempermainkan kamu, Vina! Percayalah padaku."


"Sudah ya, Van. Kamu jangan membuat aku marah. Terserah aku, mau memilih siapa, kamu sudah tak berhak mengatur atau melarang ku. Semua ini urusanku, kamu tak perlu ikut campur. Aku keluar." Vina akan membuka pintu mobil


"Tunggu!!!" Gilvan mencegah Vina


"APALAGI SIH?" Vina benar-benar kesal


"Kalau Andra bukan suamimu, lalu anakmu itu anak siapa? Siapa Ayahnya?"


DEG. Gilvan mulai menyinggung anak Vina. Vina kaku, lidahnya kelu. Ia tak bisa menjawab lagi. Apa Vina harus mengakuinya saja? Tidak, tidak. Vina tak ingin lagi berurusan dengan Gilvan. Vina harus membuang semua tentang Gilvan. Biarjan Givia tak mempunyai sosok Ayah, daripada harus kembali pada Gilvan, batinnya.


"Aku adalah pelac*r ketika kamu meninggalkan aku! Dan anakku adalah anak hasil dari perzinahan. PUAS KAMU?" Vina berbohong dan langsung keluar membanting pintu mobilnya.

__ADS_1


*Bersambung*


Selamat pagi.. Jangan lupa like dan komennya ya.. Apalagi vote nya. Ditunggu selalu, agar aku makin semangat nulisnya 🥰🥰🥰


__ADS_2