Direktur, Cinta Pertamaku!

Direktur, Cinta Pertamaku!
S2 6. GILVAN


__ADS_3

Part Of View Of Gilvan Ardiansyah


Flashback 5 tahun yang lalu.


Gilvan membaringkan dirinya di ranjang besar rumah Dr. Frank. Gilvan berkali-kali mendapat therapy dan pengobatan khusus di rumah ini. Sudah tujuh bulan lamanya, dirinya melakukan aktifitas yang membosankan itu.


Pagi ini, Gilvan merasa kepalanya berat sekali. Tak seperti biasanya, kepala Gilvan mendadak sakit lagi. Gilvan menghela nafasnya dalam-dalam. Gilvan mencoba memijat-mijat kepalanya agar tak terlalu sakit.


Perlahan, kepala Gilvan seperti berputar. Ia terus memegangi kepalanya. Sakitnya sangat hebat. Namun, tiba-tiba Gilvan terbayang-bayang akan memorinya dahulu. Dalam tubuhnya, otak dan hatinya seperti sedang merekam suatu kejadian.


Gilvan teringat saat dirinya dengan antusias akan pergi menemui Vina, ia mengendarai mobil dengan sangat cepat. Vina benar-benar menunggu kedatangannya.


Namun, Gilvan teringat, ketika itu dirinya terlalu cepat mengendarai mobil sehingga Gilva bertabrakan dengan sebuah mobil truk. Gilvan


tak sempat menginjak pedal rem mobilnya. Ia terluka, hingga ia tak mengerti kenapa sekarang bisa berada disini.


Kepala Gilvan sedikit membaik, dia mulai mengingat memori demi memori yang ada di kepalanya. Gulvan sadar, dirinya memang lupa ingatan, namun Gilvan tak bisa mengingat lagi apa yang dia lakukan saat ia lupa ingatan.


Terakhir, ia teringat memorinya dengan Vina. Gilvan akan menemui Vina, namun tak sempat bertemu dengan wanita yang diidamkannya, Gilvan sudah mengalami kecelakaan.


Gilvan segera keluar dari kamarnya, ia mencoba menata hati dan pikirannya. Gilvan tahu, kalau dirinya memang sedang berada diluar negeri.


"Hallo, Gilvan. Good morning!" sapa Dr. Frank (Halo, Gilvan. Selamat pagi!)


"Morning too, Dr. Frank. May I comeback to my country? I want to meet Rama and Gita" ucap Gilvan


(Bolehkan saya pulang ke negara saya? saya ingin bertemu rama dan Gita)


"Are you really? Did you remember everything?" tanya Gilvan (Apa kamu serius? Apa kamu telah mengingat semuanya?)


"Yes, I did. Please, let me go. I will return to Indonesia now." jawab Gilvan


(Ya, saya sudah ingat. Kumohon, biarkan saya pergi. Saya akan kembali ke Indonesia sekarang.)

__ADS_1


"Sure. I let you go! Be careful!"


(Tentu. Aku mengizinkanmu pulang. Hati-hati!)


Gilvan segera membereskan perlengkapannya. Gilvan tahu, dirinya pasti telah membuat repot semua orang. Gilvan tak tahu, bagaimana bisa ia berada disini, membayar dan mengganti uang Rama. Gilvan terus saja mengingat semua itu.


Gilvan tak ingat bagaimana Rama dan Gita membawa mereka kesini. Gilvan hanya ingat beberapa memori saat ia sedang lupa ingatan. Dan Gilvan, tak mengingat semuanya.


Gilvan bingung, ia tak memegang uang sepeser pun. Ia nekat keluar dari rumah Dr. Frank karena tak mau terus-terusan merepotkan semua orang. Ia harus bertahan hidup sendiri. Gilvan menawarkan jasanya untuk dipekerjakan dimana pun.


Berkeliling dari toko ke toko, dari restoran ke restoran, sulit sekali ada orang yang mau mempekerjakannya, apalagi Gilvan bukan warga negara asli USA. Namun, Gilvan tak patah semangat. Gilvan terus mencari pekerjaan apapun yang ia bisa.


Akhirnya, Gilvan mendapatkan pekerjaan. Ia menjadi tukang cuci piring disebuah restoran. Berawal dari hal kecil, namun kegigihan Gilvan dan kesungguhannya, ia mampu naik jabatan.


Dua tahun sudah Gilvan berada di USA, Gilvan belum mau pulang ke negaranya, meskipun Gilvan sangat merindukan Vina, Gilvan menahan diri. Gilvan ingin datang pada Vina, disaat dia sudah mengumpulkan uang.


Gilvan bertekad, tak akan pulang sebelum dirinya mempunyai tabungan untuk menikahi Vina. Gilvan yakin, Vina akan menunggunya. Gilvan ingat, mendengar jeritan dan tangisan Vina, saat Gilvan berada di UGD. Beberapa kali terngiang di kepala Gilvan.


5 tahun kemudian


Kini, sudah tahun ke 5 keberadaan Gilvan di USA. Ia sudah mempunyai banyak tabungan. Ia bahagia, karena sedang mengurus proses kepulangan dirinya menuju Indonesia.


Dengan bekal dan ilmu yang Gilvan miliki, ia akan membuka restoran khas amerika di Indonesia. Gilvan tahu, masa depannya harus cerah, ia harus belajar berbisnis. Ia akan mencoba peruntungannya dalam dunia kuliner.


***


Kini, Gilvan sudah pulang ke rumahnya. Betapa senang dan bahagianya Ibu serta kakaknya mendapati Gilvan kembali dengan sehat dan selamat.


"Apa kamu tahu Nak? Ibu sangat tersiksa karena kamu menghilang. Ibu selalu bertanya pada Rama, namun jawab Rama selalu sama, dia nggak tahu keberadaan kamu. Ibu sempat menyerah selama dua tahun ini, tak pernah menanyakan kabarmu lagi pada Rama. Tapi, syukur alhamdulillah, kamu bisa kembali lagi ke pelukan Ibu. Terima kasih, ya Allah. Anakku kembali dengan sehat dan sempurna. Aku bersyukur atas keajaiban ini." ucap Ibu Gilvan


"Maafkan Gilvan yang tak memberi kabar pada Ibu. Gilvan hanya ingin mencari uang agar bosa membalas kebaikan kalian semua, Gilvan tak mau merepotkan kalian terus. Maafkan kesalahan Gilvan, Bu, Kak! Ampuni Gilvan."


Gilvan menangis tersedu-sedu. Ia memang mengkhawatirkan Ibunya, namun Gilvan tak punya pilihan lain. Ibu dan Kakaknya pasti pontang-panting mencari uang, karena untuk biaya pengobatan Gilvan pasca operasi.

__ADS_1


Gilvan malu, kalau pulang hanya membawa beban bagi keluarga dan juga Vina, untuk itulah ia berusaha keras bekerja di USA demi mendapatkan uang banyak, agar ia bisa mengganti uang yang telah dikeluarkan oleh Ibunya.


Gilvan meminta izin pada Ibunya untuk pergi ke Bandung menemui Gita dan Rama. Gilvan akan menyewa ruko untuk dirinya membuka usaha di Bandung.


Gilvan akan segera menemui Vina. Gilvan tahu, mungkin saja Vina telah melupakannya. Tapi, Gilvan yakin, Vina masih berharap pada dirinya. Gilvan akan meminta maaf pada Vina. 5 tahun ini, Gilvan benar-benar berusaha mencari uang untuk masa depan dirinya dan Vina.


Gilvan membawa mobil kakaknya. Gilvan mencari ruko yang dapat di sewa, akhirnya Gilvan mendapatkannya. Ia akan membuka restoran disini. Sekaligus, Gilvan akan tidur ditempat ini.


Pagi ini, sekitar pukul sembilan, Gilvan akan pergi ke rumah Vina. Ia akan menemui Vina, dan ia akan meminta maaf dengan tulus pada Vina.


Rumah Vina terlihat lebih besar. Beberapa bagian rumah ada yang direnovasi, hiasan, tanaman dan dinding rumahnya, terlihat lebih segar dan i dah dipandang.


Gilvan menunggu dari luar. Belum ada tanda-tanda keluarga Vina keluar dari rumah, apalagi Vina. Gilvan sudah menunggu setengah jam, kemudian gerbang pendek rumah itupun dibuka. Masuklah seorang wanita cantik kedalam mobil.


Gilvan shock, ternyata itu Vina. Kini, Vina yang dulu sangat berubah dengan Vina yang sekarang. Vina bisa mengendarai mobil, dan tampilannya pun semakin formal, lebih dewasa dari biasanya.


Vin, kamu masih tetap cantik. Kamu tambah dewasa. Aku telah melihatmu, aku telah mengetahui keberadaan mu. Aku ingin menemui mu, tapi kamu akan pergi. Aku merindukanmu.. Aku akan mengikuti kemana kamu pergi. Aku ingin tahu, aktifitas apa yang kini kamu lakukan. Batin Gilvan dalam hati.


Kalau ditanya, kenapa Gilvan egois, bukan dari dulu muncul dihadapan Vina, jelas jawabannya smeua karena uang. Gilvan tak mau datang ke Indonesia tanpa membawa uang, Gilvan malu, hanya bisa merepotkan semua orang, ia harus membalas jasa-jasa orang yang telah menolongnya. Untuk itu, ia tak mau pulang kalau ia tak memegang uang simpanan.


Gilvan mengikuti Vina pergi. Sepuluh menit perjalanan, Vina berhenti di sebuah sekolahan taman kanak-kanak atau TK. Gilvan kaget, kenapa Vina harus turun di TK? Apa mungkin, Vina?


Keluarlah gadis kecil yang cantik memeluk Vina. Lalu, Vina menciumnya. Hati Gilvan berdetak tak karuan. Gilvan tak mengerti hubungan Vina dan anak tersebut.


Apa mungkin Vina sudah menikah? Lalu punya anak? Tapi, apa mungkin itu anakku? Ah, tidak mungkin. Dulu, ketika aku belum lupa ingatan, aku memakai pengaman ketika berhubungan dengannya. Aku, hanya satu kali berhubungan dengannya, aku tak pernah menyentuhnya lagi.


Jadi, itu anak siapa? Mungkinkah Vina telah menikah? TAK MUNGKIN!


*Bersambung*


Halo, Gais..


Jangan lupa Like, Vote dan Komen ya❤

__ADS_1


Gabung grup chat aku yuk, kita bisa ngobrol-ngobrol di sana.. Makasih..


Oh iya, untuk Gilvan.. Dia ingat kecelakaannya, namun ketika dia lupa ingatan dia jadi gak ingat. Bahkan, dia gak ingat pernah berhubungan dua kali dengan Vina, makanya ia gak nyangka kalau anak yang dipeluk Vina itu anaknya😁


__ADS_2