
Hari demi hari telah berganti. Rama dan Gita, melewati hari dengan bahagia, begitu juga Fadli dan Raina, mereka semakin membuktikan cinta mereka. Kehidupan berumah tangga yang sangat diidam-idamkan setiap orang, telah mereka rasakan.
Hari ini, adalah hari yang sangat Raina tunggu-tunggu. Ia akan wisuda. Tentunya, Kakak dan suaminya akan meluangkan waktu mereka yang sangat berharga. Hari dimana Raina akan menjadi seorang sarjana. Hari yang sangat Raina tunggu-tunggu selama ini.
Walaupun kedua orang tuanya tak bisa menghadiri acara wisuda dirinya, Raina tetap bahagia karena ada suami dan Kakaknya yang senantiasa ada untuknya. Gita telah menyulap Raina menjadi sangat cantik dan anggun. Gita sengaja tak memakai jasa make up artist, karena dirinya yang ingin mendandani Raina seorang diri.
"Coba lihat, bagaimana?" tanya Gita.
"Kak Gita, kenapa aku terlihat sangat cantik sekali?" Raina tersenyum.
Kamu memang cantik, sayang. Selamat ya, sekarang kamu akan menjadi sarjana sekarang. Wanita cantik yang sempurna, milik Fadi seorang, kini menjadi sarjana di jurusan hubungan internasional. Semoga ilmunya bermanfaat ya sayang, adikku tercinta." Gita tersenyum pada Raina.
"Makasih, Kak. Aku bahagia sekali. Namun, ada perasaan sedih dalam hatiku, Kak." ucap Raina.
"Sedih? Kenapa?" tanya Gita.
"Kini, aku sudah menikah. Aku ragu, kalau ilmu ini bisa aku gunakan, aku tak akan bisa bekerja, karena aku telah menikah dengan Fadli." ucap Raina.
"Pernikahan itu bukan halangan bagi kamu mengejar cita-cita. Kamu masih muda, waktumu masih panjang, membantu Kakakmu dalam membangun perusahaan, bukankah itu sebuah peluang untuk mengembangkan ilmu yang selama ini telah kamu pelajari? Tenang saja sayang, kamu masih muda, bicarakan dengan suamimu, apa yang terbaik untuk kalian." Gita tersenyum ramah.
"Kata-kata Kakak benar-benar membuatku tenang, terima kasih Kak Gita, aku bahagia, memiliki Kakak sepertimu, kamulah yang terbaik, Kak." Raina memegang tangan Gita.
"Iya sayang, aku tak punya adik, adikku telah tiada. Sejak dulu, aku hanya sendiri. Mengetahui Rama memiliki adik wanita, aku sangat bahagia, dan ini keinginanku, selalu membantu adikku dan selalu ada untuknya." Gita membenarkan rambut Raina.
"Makasih, Kak. Kakak memang wanita yang baik, Kakak pantas mendampingi Kakakku, pantas saja, perjuangannya untuk mendapatkan Kakak, dia tak pernah lelah mengejar Kakak, karena Kak Gita adalah wanita yang layak untuk diperjuangkan. Semoga pernikahan kalian selalu bahagia, Kak. Aku sayang kalian." Raina memeluk Gita yang sedang berdiri di sampingnya.
Rama dan Fadli masuk ke ruang khusus make up. Mereka telah siap, dengan setelan jas nya, dan menanti kedua wanita pujaan hati mereka.
"Ayo, sayang. Kita berangkat." ucap Rama.
"Sebentar lagi, rambutnya tinggal dirapikan." ucap Gita.
"Sejak kapan kamu pintar mendandani orang, sayang?" tanya Rama.
"Sejak aku berhenti bekerja, aku membeli semua peralatan make up yang aku lihat dari youtube. Ternyata, inilah hobi baruku, abi bisa mendandani adikku sendiri. Lihatlah dia, cantik bukan? Fadli, apa istrimu sangat cantik?" Gita tersenyum bangga.
__ADS_1
"Cantik, kak. Tanpa make up saja sudah cantik, apalagi ditambah make up oleh Kak Gita, istriku tambah terlihat cantik. Terima kasih, Kak." Fadli tersenyum.
"Kamu hebat sayang, kamu juga sangat cantik. Bukan hanya Fadli saja yang bisa memuji istrinya, aku juga tentu saja tak mau kalah darinya, aku ingin memuji istriku yang sangat hebat ini." Rama tersenyum.
"Iya, iya kak. Dibanding Kak Gita, aku itu gak ada apa-apanya, dia memang lebih segalanya dari aku, Kakak tak perlu cemburu karena Fadli memujiku, Kak Gita itu luar biasa hebatnya, aku aja ngiri sama dia, serba bisa dan pintar." puji Raina.
"Tentu saja, aku tak salah memilih istri." Rama sombong.
"Terima kasih, sayang. Kamu bisa saja. Ayo berangkat, ini sudah siang. Kalian duluan ya, aku mau ke kamar anak-anak dulu, aku mau pamit, karena mereka hari ini akan dijaga oleh Bik narti." jawab Gita.
"Oke, Kakakku." jawab Raina.
...❤❤❤...
Gedung kampus yang luas, sudah tertata rapi dengan berbagai hiasannya. Hari ini, adalah hari yang dinantikan oleh semua wisudawan dan wisudawati yang akan melaksanakan pelantikan kelulusan sarjana. Termasuk Raina dan Diska, yang sedang harap-harap cemas menanti wisuda berlangsung.
"Sayang sekali, Udey gak hadir ditengah-tengah kita!" ucap Raina pada Diska yang duduk disebelahnya.
"Iya, mungkin dia terlanjur kehilangan semangat mendapati Bayu yang hanya mempermainkannya. Aku kasihan padanya." jawab Diska.
"Iya, kasihan dia. Tapi, itulah jalan yang dia pilih, harusnya dia tak perlu sedih berlarut-larut, lelaki seperti Bayu tak pantas untuk di perjuangkan, menurutku." ucap Raina.
Raina terlihat pusing, dan beberapa kali memejamkan matanya, kepalanya berputar, dan perasaannya tak menentu, ia memegangi kepalanya yang sangat pusing. Ada perasaan mual dalam tubuhnya, ia tak mengerti apa yang terjadi pada tubuhnya.
"Rai, kamu kenapa? Kamu sakit?" tanya Diska.
"Eng-nggak kok, antar aku ke toilet sebentar. Aku mual, aku juga pusing banget. Bantu aku, Dis." ucap Raina.
"Baik, ayo aku antar."
Diska mengantar Raina menuju toilet. Fadli serta kedua Kakaknya duduk dibelakang, tak tahu kalau Raina ke toilet, karena Raina duduk di barisan depan.
Raina mual dan pusing, tapi ia tak mengeluarkan apapun, ia hanya mual. Diska segera memberikan minyak angin aromatherary untuk menghangatkan tubuh Raina.
"Rai, kamu kenapa sih? Kita ke klinik ayok," ajak Diska.
__ADS_1
"Gak perlu, Dis. Aku udah baikan kok, minyak angin ini bisa membantu. Tapi, apa kita bisa ke kantin dulu? Aku ingin beli minuman," ajak Raina.
"Gak, kamu tunggu aja di gedung. Biar aku yang belikan kamu, mau minuman apa?" tanya Diska.
"Mau susu kotak aja, Dis." jawab Raina.
"Hah? Susu UHT kotak? Kayak anak kecil kamu," ucap Diska.
"Gak apa-apa dong, seger aja kayaknya. Rasa strawberry ya Dis," pinta Raina.
"Baik, ayo kita ke gedung dulu sekarang."
Disma membeli keinginan Raina. Ketika kembali, Raina terlihat ceria kembali, dan sehat seperti sedia kala. Diska lega, karena acara sebentar lagi akan segera dimulai.
***
Acara demi acara, sambutan dan pidato dari rektor telah di lewati, kini wisudawan dan wisudawati satu persatu maju ke depan. Mereka akan melaksanakan pelantikan lulusan oleh rektor, dan akan mengumumkan tiga dari wisudawan ataupun wisudawati terbaik di kampus ini.
Rama dan Gita mengabadikan ketika Raina naik menuju podium, dan menyalami rektornya. Terlihat rona bahagia dari wajah Raina. Fadli yang maju ke depan pun tak lupa mengabadikan setiap momen Raina di atas panggung. Semuanya bersorak ramai ketika para wisuda naik ke atas panggung.
Acara pun berlangsung. Raina tak termasuk wisuda terbaik, namun ia tetap bahagia, karena kini ia mendapat gelar S.Hub.Int, yakni sarjana hubungan internasional. Bangga, terharu bercampur menjadi satu, karena kini ia telah mendapat gelar. Tak sia-sia usahanya selama ini.
"Selamat ya Rai, kamu lulus juga. Semoga ilmunya bermanfaat." Rama memeluk Raina.
"Selamat istriku, aku bangga padamu. Kamu hebat, kamu benar-benar wanita idaman." ucap Fadli.
"Makasih semuanya, kalian adalah penyemangat ku. Kalian adalah dua laki-laki hebat yang berperan penting dalam kelulusanku ini." ucap Raina.
"Adikku, sayang. Selamat, selamat wisuda, akhirnya kamu lulus. Aku bahagia, adikku kini telah dewasa dan mendapat gelar sarjana. Aku bahagia sekali, Raina." Raina memeluk Gita.
"Tentu saja kak, semua ini berkat Kak Gita juga yang selalu sabar menghadapi aku, makasih kak, aku senang sekali, walaupun harusnya aku lulus dua tahun yang lalu, karena insiden Kak Rama, jadi aku baru bisa lulus tahun ini. Tapi, tak apa, aku tetap bersyukur. Terima kasih kalian semua."
Mereka semua berpelukan. Kebahagiaan dan rasa haru benar-benar tercipta saat ini. Keluarga Rama kini telah sempurna. Adiknya pun bahagia, benar-benar bahagia. Tak ada lagi hal yang mereka khawatirkan. Semuanya indah, dan sangat indah.
...❤❤❤...
__ADS_1
Hai, besok ya aku UP nya..
masih belum selesai kelanjutan episodenya ❤