
POV Gita dan Rama
Acara semakin ramai, mulai dari games kecil-kecilan hingga door prize yang hadiahnya sangat menarik. Rama dan Gita sangat sibuk, kedua orang tuanya pun turut serta dalam acara tersebut.
Gita dan Rama sangat bahagia. Kisah mereka bisa membuat iri semua orang. Gita dan Rama hanyut dalam kemesraan. Cinta mereka melebur indah di acara ini. Mereka bernyanyi bersama, menyuapi satu sama lain, dan tersenyum lepas melihat kemewahan acara ini.
Gita melupakan Vina. Saking sibuknya, sampai acara selesai pun Gita tak mengingat Vina. Ketika acara telah selesai, Gita dan Rama beristirahat di penginapan taman cinta tersebut. Gita membersihkan badan dan make up. Setelah selesai, Gita gelagapan. Gita takut Rama akan menagih janjinya. Gita pura-pura sibuk dengan menelepon Vina.
Vina pulang lebih dulu, karena ia tak enak badan. Vina malah menertawai Gita, Vina tahu bahwa Gita sedang takut menghadapi Rama. Vina malah mematikan teleponnya agar Gita segera memberi Rama kebahagiaan surgawi.
Rama keluar dari kamar mandi. Ia telah selesai membersihkan badannya. Gita pura-pura cuek, dan asyik bermain-main dengan handphonenya. Rama melirik Gita, dengan pandangan penuh tanda tanya.
Rama mengganti bajunya. Ia segera tidur di sebelah Gita. Rama terlihat biasa saja, tak nampak seperti waktu itu yang ingin sekali menerka Gita. Kali ini, Rama lebih santai. Rama menyalakan televisi dan menonton variety show.
Rama sesekali melirik kearah Gita. Tetapi, Gita pura-pura tak melihatnya. Gita sangat canggung. Ia takut Rama akan meninta janjinya ketika sudah resepsi kedua. Gita sungguh khawatir. Ia sangat takut melakukan hal itu lagi. Gita sungguh tak siap.
Rama terlihat asyik menonton TV, Ia tak menghiraukan rasa gelisah yang ada pada diri Gita. Rama membiarkan Gita, ia ingin melihat seberapa kuat Gita bertahan tanpa sikap bucin yang selalu Rama lakukan padanya.
Seberapa kuat kau? Akankah kau mampu bertahan tanpa sikap romantis ku padamu? Aku akan menguji mu. Semoga kau kuat. Harusnya, kau tak perlu tak jual mahal kepadaku. Aku tahu, tubuhmu sangat ingin aku jamah, tetapi pikiranmu terlalu takut untuk hal itu. Tubuhmu merespon tubuhku, tetapi hatimu masih belum bisa meresapinya. Rama dalam hati.
Gita memandang wajah suaminya, wajahnya terlihat datar dan biasa saja. Biasanya, Rama akan selalu menggoda dan membuatnya risih. Tetapi, berbeda dengan kali ini. Rama sangat kalem dan santai. Meskipun Gita dan Rama satu ranjang, tetapi Rama tak bersikap seperti biasanya. Gita merasa Rama sangat aneh. Gita tak suka di abaikan seperti ini.
"Kamu fokus banget nonton TV nya!" protes Gita
"Abisnya seru banget sayang!" jawab Rama sambil tetap fokus pada televisi didepannya.
Menyebalkan sekali. Kenapa dia tak menatapku sedikitpun? Kenapa dia cuek seperti ini? Apa mungkin dia marah padaku? Tapi, malam ini kan harusnya jadi malam yang panjang untuk kita. Kenapa kamu hanya diam saja? Kenapa kamu tak menggangguku dan memaksaku seperti biasanya? Gita dalam hati.
Gita kesal. Rama tak seperti biasanya. Gita kira, malam ini Rama akan seperti malam-malam sebelumnya yang selalu membuat Gita malu. Gita ingin Rama bersifat seperti biasanya. Karena di abaikan seperti ini membuat Gita sangat tak nyaman.
Gita ingin protes kepada Rama, tetapi Gita tak mungkin mengatakan pada Rama. Mau ditaruh dimana muka Gita kalau ia berani berkata seperti itu pada Rama. Gita hanya mendengus kesal melihat suaminya asyik dengan televisinya.
"Kamu cuek banget sih, KAK!" ucap Gita dengan nada meninggi." Gita cemberut
Rama mulai senang. Gita merasa diabaikan olehnya. Rama tersenyum tipis.
"Kenapa sayang? Sini, sini. Nonton tv bareng aku!" Rama merangkul Gita tetapi tetap asyik dengan TV nya.
Gita merasa Rama tak ikhlas merangkulnya. Matanya tetap fokus terhadap televisi, hanya tangannya saja yang memeluknya. Kenapa Gita merasa kesal dan tak nyaman sekali dengan perlakuan Rama saat ini?
__ADS_1
Gita sangat kesal. Ia melepaskan tangan Rama yang menempel di bahunya. Rama tak merespon perlakuan Gita, ia tetap fokus pada acara yang sedang tayang di televisi.
Rama merasa senang melihat Gita kesal seperti itu. Sebenarnya Rama sudah tak tahan, Rama ingin menertawai Gita, tetapi Rama masih ingin tahu sampai mana Gita akan menyerah dan meminta dirinya untuk bersikap seperti biasa.
Gita beranjak dari kasur dan mengambil minuman di kulkas. Gita menuju ke jendela hotel, ia akan membuka pintu. Rama melihatnya kemudian bertanya pada Gita,
"Kamu mau kemana? Jangan keluar! Diluar sangat dingin." ucap Rama
"Aku justru masu cari udara!" jawab Gita sambil membuka pintu balkon lalu menutupnya dengan keras.
Dasar lelaki tak peka. Ini kan malam pengantin. Harusnya ia bisa bersikap sedikit lebih lembut kepadaku. Ia malah asyik dengan televisinya. Itu sangat menyebalkan. Kak Rama benar-benar mengabaikan ku. Lihat saja nanti, aku pasti akan kembali mengabaikannya. Gita dalam hati.
Rama melihat Gita yang keluar menuju balkon. Rama sangat ingin menemuinya saat ini. Tetapi, Rama masih ingin mengetahui akan semarah apa Gita padanya. Rama ingin mengajari Gita agar tak takut lagi menghadapi hal-hal seperti itu. Karena, mereka sudah halal. Gita seharusnya dengan rela memberikannya pada Rama, justru itu akan menjadi ibadah jika Gita menawarinya lebih dulu.
Sudah 5 menit Gita tak kunjung kembali kedalam kamar. Rama mulai khawatir. Rama kasihan kalau Gita kedinginan. Rama ingin menyudahi saja sandiwaranya. Ia tak tega membuat Gita semakin kesal. Rama takut Gita menangis di luar sana.
Rama membuka gorden jendela. Rama melihat Gita sedang memandang pemandangan alam dimalam hari. Rama membuka perlahan pintu balkon, tanpa sepengetahuan Gita, lalu Rama berjalan pelan agar tak ketahuan oleh Gita. Rama berdiam diri dibelakang Gita. Gita sedang mengoceh sendiri.
"Baru beberapa hari menikah saja, sifat mu sudah berubah seperti itu. Kenapa harus cuek padaku sih? Aku salah apa coba sama dia? Kenapa sifatnya tak biasa seperti itu? Apa dia marah padaku gara-gara malam pertana yang waktu itu gagal? Tapi, sekarang kan aku sudah selesai, kita bisa memulai malam pertama kita, tapi kenapa dia malah acuh padaku? Kenapa rasanya sangat menyebalkan?"
Rama mendengarkan Gita mengoceh. Ia tak sabar ingin segera memeluk Gita dengan hangat.
"Kak Rama berubah, aku kesal dengannya. Bahkan, dia tak mengikuti ku kesini. Harusnya, dia mengikuti ku dan memelukku dari belakang seperti di film-film korea itu. Tapi, mana? Dia malah asyik saja dengan TV nya! Aku sudah di lupakan. Untuk apa aku ada disini? Padahal, lebih baik aku pulang dan tidur bersama anak-anak."
"Kamu mau aku melakukan ini? Melakukan back hug seperti di film-film korea, begitu?" Rama memeluk Gita dari belakang
Gita kaget, sungguh kaget sekali. Gita segera menolah kebelakang.
"Eh, Kak Rama! Sejak kapan kakak ada disini?" tanya Gita gugup
"Baru saja. Aku melihat istri cantikku sendirian di balkon seperti ini, dan pasti sangat kesepian." ucap Rama
Rama membalikan tubuh Gita. Kini, tubuhnya dan tubuh Rama saling berhadapan. Rama membenarkan posisi rambut Gita yang acak-acakan.
"Kamu kenapa?" tanya Rama
"Aku, aku.. tidak kenapa-napa." jawab Gita gugup
"Maafkan aku, aku hanya ingin tahu perasaanmu yang sesungguhnya." ucap Rama
__ADS_1
"Aku tak mengerti apa maksudmu." ucap Gita
"Kamu tak perlu malu atau gengsi menunjukan hal itu padaku, aku ini suamimu. Aku senang jika tubuhmu memberikan reaksi. Aku senang kamu mulai tertarik dengan malam pertama kita." ucap Rama
"Kak Rama sejak kapan disini?" Kenapa tahu semua yang ku ucapkan?" Gita kaget
"Sejak omongan mu meracau, aku ada disini. Aku mengerti kamu menginginkan malam pertama kita kan?" tanya Rama
"Eh, anu maksudku, aku tidak kenapa-napa kok."
"Jangan sungkan, tak perlu malu. Kita sudah SAH, tak perlu lagi kamu menyembunyikan perasaanmu yang sesungguhnya. Ayo, masuk kedalam diluar dingin." ucap Rama
"Kak.." Gita amat gugup
"Ayo, masuk. Mari kita lanjutkan malam pertama kita yang tertunda." ucap Rama bersemangat.
"Kak, aku malu."
"Kamu tak perlu malu. Dulu, tubuhmu sudah aku lihat semua. Sekarang, mari kita lakukan hal itu dengan penuh cinta dan kasih sayang." Rama mengelus Gita
"Tapi, kak!" Gita merasa belum siap
"Aku ajarin pelan-pelan. Aku gak akan buat kamu sakit, aku akan melakukannya dengan lembut."
Rama dan Gita sudah berada di satu kasur yang sama. Rama menjatuhkan tubuh Gita perlahan.
"Kak, aku takut." Gita menutup matanya
"Tenanglah, aku akan melakukan pemanasan terlebih dahulu, agar kamu tidak tegang."
"Tapi, aku.." Gita menggigit bibirnya
"Aku akan melakukannya selembut mungkin, aku tak akan membuatmu sakit. Aku akan mengatur ritme nya."
Rama segera menciumi Gita, dari kepala, bibir, leher hingga ke perutnya. Giga menggeliat, tetapi rasanya sangat membuat Gita ketagihan. Rama terus menjelajah tubuh Gita. Gita mengerang hebat.
*Bersambung*
Udah dulu ya, Gita dan Rama sedang melangsungkan malam pertama. Jangan diganggu, nanti mereka gak fokus 🤣😂
__ADS_1
Happy reading gaes, jangan lupa like, komen dan vote ya.
Setelah membaca, harap tinggalkan jejak kalian di komentarku🥰😘