Direktur, Cinta Pertamaku!

Direktur, Cinta Pertamaku!
Hari kedua


__ADS_3

Vina dan Rey telah selesai makan malam bersama. Mereka berdua kembali ke kamarnya. Didalam kamar, Vina dan Rey sangat canggung sekali.


"Apa aku bilang ke Bos sekarang? Biar kamu pisah kamar sama aku?" ujar Rey


"Tak perlu, biar saja kita sekamar. Toh, kita tak melakukan apa-apa kan?" ucap Vina


"Memang. Tetapi, aku takut kamu merasa tidak nyaman berada sekamar denganku." jawab Rey


"It's Ok Rey! Tenang aja." jawab Vina.


Rey amat canggung. Entah mengapa Vina terlihat biasa saja dengan kehadiran Rey saat ini.


"Rey?" Vina memanggil Rey yang sedang duduk di sofa


"Ya, Vin?" tanya Rey


Vina mendekat. Vina duduk di samping Rey.


"Apa yang lo bilang tadi ke gue itu serius?" tanya Vina


"Tentang apa?" tanya Rey


"Tentang perasaan lo."


"Tentu saja."


"Lo kan gak tau keseluruhan tentang diri gue." ucap Vina


"Tau kok, dan itu tak masalah buatku. Karena, semua orang punya masa lalu yang kelam."


"Lo tau tentang gue dan Gilvan?" Vina kaget


"Tentu saja."


"Dan kenapa lo gak ilfeel sama gue?" tanya Vina


"Untuk apa? Kamu wanita baik, walaupun kamu pernah melakukan kesalahan." ucap Rey


"Apa lo mau sama cewek yang udah gak peraw*n kayak gue?"


"Memang kenapa? Aku suka kamu jujur seperti ini. Kamu tak munafik, kamu hebat." jawab Rey


"Cukup, Rey. Dusta lo bikin gue enek deh!" Vina mengalihkan pembicaraan


"Aku tak peduli. Ku tanya sekali lagi, apa kamu bisa mempertimbangkan hatiku? Apa hatimu masih untuk Gilvan?" tanya Rey


"Jangan sebut nama dia. Aku sudah tak sudi mendengarnya."


"Berarti kamu masih mengharapkannya." ucap Rey kecewa


"Aku berkata begitu bukan berarti aku masih mengharapkannya."


"Jawab pertanyaan ku satu lagi." Rey menatap tajam kearah Vina


"Gue belum siap pacaran. Tapi, kita jalani aja dulu." ucap Vina mengagetkan Rey


"Maksud kamu?"


"Gue mau deket sama lo, kita jalani aja seperti air yang mengalir. Hanya, gue gak mau ada status diantara kita." ujar Vina


"Why, Vin?" tanya Rey


"Gue gak siap sakit hati. Gue ingin memantapkan hati dulu sama lo." jawab Vina


"Serius?" Rey berbinar

__ADS_1


"Sure!" jawab Vina


Rey menatap Vina. Memegang tangan Vina dengan lembut, mengusap-usap tangan Vina perlahan. Pancaran kebahagiaan terlihat dari wajah Rey.


"Kenapa lo suka sama gue?" tanya Vina


"Selain kamu itu cantik, ternyata perkataan ku saat di Mall bersama Bos Gita, jadi bumerang balik buat aku."


"Gue emang belum memberikan seluruh hati gue untuk lo, tapi gue akan mencoba." ucap Vina tersenyum


"Kamu mau mempertimbangkannya saja, sudah membuat aku bahagia." ucap Rey


Vina membalas perkataan Rey dengan senyuman. Vina harus membuka hati untuk orang lain. Ia tak boleh terus bergelut dengan kesedihan dan keterpurukan.


Vina meminta Rey untuk tidur satu ranjang dengannya. Dengan syarat ditengahnya ada guling pembatas. Tetapi, Rey menolaknya. Rey ingin tidur di sofa saja.


"Gak apa-apa, disini aja. Di sofa pasti dingin sekali." ucap Vina


"Nggak, Vin. Aku disini aja. Bagi selimut aja satu." ucap Rey


"Kamu serius?" Vina mendadak lembut


"Serius, Vin."


Kenapa? Apa lu emang lelaki baik-baik? Apa ini hanya trik agar lu bisa dapetin hati gue? Gue akan pastikan semuanya. Mengenai diri lo. Vina dalam hati.


***


Keesokan harinya di kediaman


Pagi sekali, Gilvan sudah berada diruang tamu. Gilvan benar-benar malu. Gilvan ingin segera pulang kerumahnya. Gilvan diajak sarapan bersama oleh Ibunya Gita. Gilvan menyetujuinya karena ia memang lapar.


"Nak Gilvan, tunggu saja disini sampai mereka pulang. Dua hari lagi mereka pulang." ucap Ibu Gita


"Baiklah, kalau begitu. Habiskan dulu saparan nya. Nanti, Ibu akan mengantarmu ke halte Bus." ucap Ibu Gita


Kamu lelaki yang baik. Kamu lelaki yang tulus. Ibu harap, kamu mendapatkan pengganti yang lebih baik dari Gita. Setulus apapun hatimu, kalau Gita memilih Rama, percuma saja. Kamu tak salah, hanya waktu yang tak tepat datang padamu. Semoga secepatnya kamu temukan wanita mu yang sebenarnya. Maafkan anakku yang membuat hatimu sakit. Ibu Gita dalam hati.


***


Pagi ini, jadwal Rama dan yang lainnya adalah mengunjungi SeaWorld, Gita ingin sekali melihat pemandangan ikan-ikan dari dekat. Mereka menyetujuinya. Semuanya bersiap, karena tak lama lagi mobil sewaannya akan datang.


Mobil sudah tiba. Rama dan yang lainnya tak menunggu lama, mereka segera masuk kedalam mobil yang disewa Rama. Seperti biasa, Rey yang mengemudikan mobilnya dan Vina disisinya. Gita dan Rama duduk dibelakang kemudi.


Pemandangan indah terlihat dibalik kaca mobil. Gita dan Rama sedang berpegangan tangan. Gita menyandarkan kepalanya ke bahu Rama. Hangat sekali, mereka terlihat romantis. Gita dan Rama berbincang bersama, tak menghiraukan kehadiran Vina dan Rey.


"Aku masih gak nyangka, kamu bisa kembali di dekapanku lagi. Aku hampir menyerah saat itu." ucap Rama


"Aku tak berpikir panjang kak, tetapi syukurlah semua telah kembali pada tempatnya." Gita tersenyum


"Kakekku benar kan?" ucap Rama


"Tentu saja, kakek memang sudah banyak makan garam. Ia sudah paham betul mengenai masalah seperti ini."


"Iya. Seberapa besar cintamu padaku?" tanya Rama


"Seberapa ya? Sepertinya sebesar alam semesta ini deh. Tak terhingga besarnya kan?" Gita tersenyum nakal pada Rama


"Kamu bisa aja. Kamu bisa gombal juga sayang! Mmuuaacchhhh" Rama mencium kening Gita


Rey dan Vina melihat adegan itu. Sontak saja mereka ricuh melihat kemesraan Gita dan Rama.


"Woyyyy, bisa gak sih jangan romantis-romantisan begitu! Bikin Envy aja!" ucap Rey


"Anggap aja kita gak ada! Beres kan?" ucap Rama

__ADS_1


"Mana bisa Bos! Aneh-aneh aja lu!" kata Rey


"Hahahahha, lu gimana sih rey? Masa lu harus sirik sama gue dan Gita? Kalo lu mau, lu kan bisa deketin cewek yang di sebelah lo itu!" ucap Rama


"Apaan sih kak Rama!" Vina tersipu malu


"Lagian, lu berdua sensi! Eh, semalem aku gak sadar sama sekali loh. Yang? Kamu kan barter kamar sama Vina. Terus kamu check in kamar baru untuk Vina, atau?" Gita melirik kearah Vina dan Rey


"Ya ampun, aku lupa sayang! Aku gak ingat sama sekali. Aku benar-benar lupa! Rey, Vina tidur dimana?" tanya Rama


Vina dan Rey terdiam. Mereka saling melihat satu sama lain. Mereka malu kalau sampai Gita dan Rama tahu bahwa mereka tidur bersama. Vina tak mampu menjawab, Vina melotot pada Rey, pertanda Rey yang harus menjawabnya. Vina melemparkan bola api pada Rey.


"Rey, jawab dong? Apa jangan-jangan kalian berdua semalem itu......" ucapan Rama terputus


"Gue sekamar sama Vina, Bos!"


"Hahahahahahahha! Sudah kuduga!" Rama tertawa puas


"Vin? Ya ampun. Kamu kenapa gak nelepon aku coba? Gimana kalian tidur? Kamu seranjang sama Rey? Ya ampun, gak tahan gue pengen ketawa!" Gita sama saja seperti Rama


"Eh, eh! Semua itu gak seperti yang lo berdua kira! Gue memang sekamar sama Rey, tetapi dia tidur di sofa kok! Kita gak tidur bareng." Vina membela diri


"Hahahaha, Vina! Muka lu kek udang rebus tau gak?" Gita tak bisa menahan tawanya


"Gue mau tanya. Apa yang terjadi antara kalian semalam? Jujur Rey! Kalian gugup gitu, pasti ada sesuatu kan?" selidik Rama


"Nggak kok! Sumpah deh, Bos!" Rey amat malu


"Vina, lu jujur sama gue. Apa kalian udah pacaran? Gak mungkin dong satu kamar tapi gak ngobrol sama sekali? Iya gak, Kak?" Gita sama jahilnya dengan Rama


"Betul tuh! Kalian jujur aja! Kenapa sih?"


"Eh, enggak kok enggak! Sumpah deh." muka Vina merah padam


Vina dan Rey sama-sama malu mengungkapkan apa yang semalam terjadi. Gita tahu persis saat awal perkenalan mereka, Vina dan Rey sama-sama saling mengumpat.


"Kalian bohong. Dari cara kalian bicara itu terlihat jelas kalau kalian itu gugup sekali. Jujur aja, kenapa sih? Kita juga gak kenapa-napa kok! Seneng malah. Serasa double date kalo gini." ucap Gita


"Jujur jangan, Vin?" Rey bertanya pada Vina


"Cieeeeeee, cieeeeee." ucap Rama dan Gita bersamaan


"Terserah lu aja!" Vina benar-benar salah tingkah.


Rey menghela nafas. Ia menggigit bibirnya. Ia benar-benar malu.


"Jujur, gue sama Vina sebenernya....."


"Apa?" Rama dan Gita penasaran


"Gak ada hubungan apa-apa." jawab Rey


"Hahahahahahahaha" Vina dan Rey tertawa puas.


*Bersambung*


Selamat malam semuanya ❤


Selamat membaca ya 😘


Jangan lupa like, komen dan vote juga 💃


Aku berterima kasih kepada kalian yang dengan senang hati memberikan like, komen dan votenya juga buat ceritaku ini. Tanpa kalian, apalah aku.


Semoga kalian selalu sehat ya, I love u All 💋💋💋

__ADS_1


__ADS_2