
3 hari kemudian,
Bertepatan dengan pembukaan piala dunia yang di selenggarakan di Rusia, Sean masih saja berada di Prancis.
Dia di temani oleh Silva bertemu dengan beberapa direktur olahraga dari beberapa tim yang tertarik untuk memboyong nya ke tim mereka.
Sean tentunya belum memutuskan mana yang akan dia pilih untuk karir selanjutnya.
Dia harus berpikir dengan baik karena ini adalah karirnya, dia juga mematikan ponselnya selama ini agar tak ada yang menganggu nya berpikir.
Di hari hari sebelumnya, di saat Sean akan memutuskan untuk memilih tim dan sudah yakin, Silva menelponnya dan berkata bahwa ada tim baru yang tertarik padanya.
Sean pun akhirnya harus menunda keputusan memilih tim itu dan harus menunggu lagi.
Setelah kejadian itu, akhirnya Sean memilih untuk menunggu tim tim yang tertarik lagi supaya tidak menganggu dirinya mengambil keputusan lagi.
Sean juga tak menyangka bahwa banyak sekali tim tim yang tertarik padanya.
Silva berkata pada Sean bahwa itu berkat Sean mendapatkan 2 penghargaan individual.
Meski negara Sean tak menjadi juara dan berada jauh di peringkat FIFA, itu tak masalah karena yang di butuhkan tim tim yang tertarik pada Sean adalah Sean sendiri bukan tim nasionalnya.
Sean berada di sebuah cafe dekat dengan hotelnya.
Dia sendirian duduk di cafe tersebut, Silva tidak menemani karena harus bertemu dengan salah satu direktur olahraga.
Silva sengaja tidak membawa Sean karena Sean berkata pada Silva bahwa dirinya tidak akan ikut dan memilih menunggu.
Silva juga tak keberatan dan lebih leluasa seperti ini.
Di setiap waktu lenggangnya, Sean juga tak pernah berhenti untuk berlatih di setiap pagi dan sore ketika berada di Paris, Prancis ini.
Sean memainkan gelasnya di tangan, dimana gelas itu berisi sebuah jus buah yang dia pesan di cafe tersebut.
Sean juga tak memperhatikan sekitar dan hanya fokus pada gelasnya yang ia mainkan.
Di saat sedang fokus dengan aktivitas memainkan gelas itu, Sean melihat dan merasakan ada bayangan yang duduk di depannya.
Sean tentunya mengangkat kepalanya, karena di saat Sean bermain gelas tersebut, Sean menundukkan kepalanya.
Di saat mengangkat kepalanya, Sean tertegun.
Dia diam untuk beberapa saat ketika melihat wajah orang yang ada di depannya.
Orang di depan Sean tersenyum.
"Halo." Sapa nya.
Sean juga langsung sadar dan langsung tersenyum sambil menyapa balik orang di depannya dengan sangat sangat sopan.
"Sendirian?" Tanya nya.
__ADS_1
"Iya." Sahut Sean.
"Kemana agen mu?" Tanya nya.
Ketika pertanyaan ini keluar, Sean merasakan detak jantungnya berdetak dengan cepat.
'Ada apa ini?'
'Apakah mungkin?'
Sean sudah memikirkan banyak sekali bayangan di pikirannya meski hanya untuk sesaat setelah mendengarkan pertanyaan itu.
"Dia sedang keluar dan tidak saya tidak ikut dengannya." Sahut Sean.
"Bagus." Ucap orang di depan Sean sambil tersenyum ramah.
Sean tidak tahu harus berbuat apa atau berkata apa, dia kikuk di depan orang yang ada di depannya saat ini.
Suasana juga menjadi canggung karena tidak ada yang berbicara.
Sean terus menunduk sedikit melihat ke arah gelasnya, sementara orang di depan Sean terus memperhatikan Sean sambil tersenyum cerah.
"Apakah kamu tahu siapa aku?" Tanya nya.
Sean juga mengangkat kepalanya lagi dan melihat ke orang di depannya.
Meski orang di depannya menggunakan kaca mata dan sebuah topi yang di tundukan ke bawah agar tak terlihat jelas, itu masih terlihat jelas bagi Sean karena duduk di depannya dengan jarak yang sangat dekat.
"Oh ternyata tahu, terus apa kamu tahu kedatanganku ke sini?" Tanya nya lagi.
Sean menggelengkan kepalanya, meski begitu dia terus memikirkan kemungkinan yang sudah dia bayangkan barusan.
"Benarkah?" Tanya nya sambil tersenyum.
Sean menjawab dengan anggukan saja.
"Kalau begitu, aku akan terus terang saja karena waktu juga terus berjalan, dan aku masih ada beberapa urusan lainnya." Ungkapnya.
Sean diam tak menjawab dan memilih menunggu orang di depannya berkata lagi.
"Aku ingin kamu datang ke tim ku." Ungkapnya.
"Permainanmu sebagai seorang Winger sangat sesuai dengan kriteria yang ku butuhkan nanti." Ungkapnya.
"Aku percaya kamu akan menjadi bagian dari salah satu pemain terbaik dunia nantinya jika berada di bawah tanganku." Ungkapnya.
Sean sudah merasakan gembira yang luar biasa di dalam hatinya, rasa gembira ini benar benar meluap luap.
Sean tak tahu harus bereaksi seperti apa. Tapi tak lama dia juga sadar lagi, karena tentunya aturan yang akan berlaku baginya jika dia pindah ke tim orang di depannya ini.
Melihat Sean diam, orang di depannya masih tersenyum. "Apakah yang di permasalahkan oleh mu adalah aturan yang akan mempersulit mu bermain nanti?" Tanya nya.
__ADS_1
Sean mengangguk.
"Jika kamu percaya padaku, kamu bisa segera pergi ke tim ku."
"Aku akan menjamin menit bermain untuk mu kedepannya dengan full."
"Tapi kamu harus bermain di U 23 dulu tentunya untuk tim kami."
"Aku tahu ini " Sahut Sean langsung.
"Ya aku mengerti." Jawab orang di depannya.
"Apakah kamu tidak memikirkan masa depanmu?" Tanya nya.
"Sangat memikirkan, aku ingin bermain di lima liga utama, terutama Inggris." Sahut Sean.
Orang di depan Sean tersenyum cerah.
"Aku tahu perasaan mu bahwa ini sangat sulit bagimu. Tapi apakah kamu memikirkan bagaimana jadinya jika kamu tidak memilih pergi ke Inggris sekarang?"
"Kamu memilih pergi ke tim lain di luar Inggris dan mengharapkan 2 - 3 tahun ke depan agar di rekrut tim Inggris."
"Apakah kamu tidak berpikir bahwa hal itu sama saja dengan kamu bermain di U 23 tim kami." Ungkapnya.
"Jika kamu bermain di luar Inggris 2 - 3 tahun ke depan, lalu di rekrut tim dari Inggris, tentunya kamu belum tentu mendapatkan tim yang besar."
"Dan lagi dimana tim yang merekrut mu nanti belum tentu menjamin menit bermain untukmu, apalagi kamu nantinya akan berstatus sebagai pemain asing, dimana kamu akan sedikit mendapatkan menit bermain."
"Kenapa sedikit?" Tanya Sean.
"Karena kamu akan bersaing dengan banyak pemain senior dari tim itu yang berstatus sebagai pemain asing."
"Sedangkan untuk tim ku, kamu sudah di jamin olehku, kamu akan mendapatkan menit bermain dan menjadi andalanku nanti."
"Selama 2 - 3 tahun nanti, kamu juga akan berkembang, dimana kamu akan menjadi pemain yang sangat hebat ketika bermain di tim utama."
"Jadi bersamaan dengan alasan ku yang menjamin menit bermain untuk mu nanti, tidak akan keraguan dari pihak luar atau lainnya karena kualitas mu juga sudah terjamin."
"Jika kamu pindah sekarang, kamu juga akan terbiasa nantinya dengan intensitas liga Inggris." Ungkapnya lagi.
Sean diam dan terus mendengarkan apa yang di katakan orang di depannya, dia juga mencerna semua perkataannya.
Setelah beberapa saat, orang itu berdiri lalu berjalan ke arah Sean.
"Temui aku besok di sini lagi bersama agen mu, kita bicarakan situasinya."
"Aku sudah percaya kamu akan memilih tim ku, jadi semangat lah." Ungkapnya.
Dengan berakhirnya kalimat itu, orang itu langsung pergi berjalan menjauh dari cafe tersebut.
Orang itu meninggalkan Sean dengan perasaan yang sedang campur aduk, ada rasa senang dan ada juga rasa bingung.
__ADS_1
Bingung karena tidak menyangka akan ada situasi seperti ini terjadi pada kehidupannya yang masih muda.