I'M Footballer

I'M Footballer
Chptr 21.


__ADS_3

Estadio do Mar, Stadion yang menjadi home base bagi tim Leixoes. Kini di dalam Estadio do Mar, pertandingan berlangsung dengan sengit antara Arouca yang berstatus sebagai tamu dengan Leixoes yang berstatus tuan rumah.


Pertandingan ini sangat intens, saat ini, kiper tim Arouca sedang memegang bola dengan posisi tubuhnya jatuh di lapangan.


Ia telah melakukan penyelamatan yang sangat krusial bagi tim.


Menjelang akhir babak pertama, Leixoes gagal memecahkan skor, dan kedudukan masih 0 0 sama seperti sebelumnya.


Kiper Arouca, yaitu Gabriel kini berdiri dan melempar bola ke depan menuju rekan timnya yang masih kosong.


Saat bola akan di kontrol, wasit meniupkan peluit tanda berakhirnya babak pertama.


Para pemain pun kembali ke ruang ganti, Sean dan rekan tim lainnya yang menjadi cadangan memasuki lapangan untuk pemanasan di dalam lapangan sembari bermain dengan bola.


"Sean, tendang ke sini." Teriak Rocha yang merupakan penjaga gawang ke dua.


Sean langsung melakukan tendangan santai menuju Rocha yang menjaga gawang.


Rocha juga menangkapnya dengan baik dan mengembalikan ke Sean lagi. Sean juga mulai melakukan tembakan dengan Rocha yang sebagai penjaga gawangnya.


"Serius Sean jangan pelan." Teriak Rocha.


Sean pun serius dan mulai melakukan tendangan keras seakan sedang menghadapi penjaga gawang tim lawan.


Dengan keras, Sean melakukan tembakan. Saat menembak, otot otot kaki Sean terlihat di gunakan.


Bola akhirnya meluncur dengan cepat menuju pojok kanan atas.


Sean menembak dari luar kotak penalti, tepatnya zona tembak bagi para pemain yang memiliki ciri khas cut inside.


Rocha juga serius dan melompat untuk menyelamatkan bola, namun karena bolanya keras dan kencang, Rocha hanya bisa menyentuh sedikit dan bola pun masuk ke dalam gawang.


Setelah gol, Sean berlari ke dalam kotak penalti dan melakukan selebrasinya.


"Sialan nak." Teriak Rocha sambil bercanda karena melihat Sean yang sengaja berselebrasi di depannya.


Sean juga tertawa dan meminta bolanya di kembalikan lagi. Membawa bola ke luar kotak penalti, Sean melakukan hal yang sama lagi, tapi tendangannya beragam, ada tendangan yang keras dan melengkung.


Dari total 15 tembakan, Sean gagal 6 kali karena Rocha berhasil menyelamatkannya dengan menepis bolanya keluar lapangan.

__ADS_1


Di saat Sean dan Rocha melakukan ini, pemain lainnya juga mengikuti dan menyiksa Rocha.


Namun permainan yang di mainkan Sean dan rekannya juga di tonton oleh penonton karena para pemain belum masuk lapangan lagi.


"Apakah kamu menghitung pemuda itu berhasil cetak gol berapa kali?" Tanya salah satu penonton Arouca yang melakukan away ke Estadio do Mar.


"7 kalo aku hitung."


"Salah, dia berhasil mencetak 9 gol dari 15 kali tembakan."


"Sial, ku kira hanya 7 yang masuk."


"Efisiensi dan ketajamannya lebih tajam di bandingkan para pemain veteran yang mengikuti tembakan itu."


"Iya memang."


Obrolan antar penonton juga terus di lanjutkan. Fotographer yang di sewa oleh Silva untuk memotret Sean juga ikut datang ke Estadio do Mar, dan melakukan pemotretan terhadap Sean.


Hasilnya akan di berikan pada Silva, biar Silva yang memilih yang mana yang akan di upload.


Setelah beberapa saat, para pemain kembali ke lapangan. Sean dan pemain cadangan lainnya kembali lagi ke bench dan duduk untuk menyaksikan pertandingan babak ke 2.


Dengan kick off yang di mulai oleh tim Leixoes, permainan Arouca harus berusaha merebut bola.


Pertandingan terus berlanjut, serangan Leixoes yang terus menerus gagal, dan serangan balik milik tim Arouca yang tak termanfaatkan dengan baik juga gagal.


Kedudukan masih sama seperti sebelum yaitu 0 0.


Menit 67, pelatih Jorge Costa meminta para pemain cadangan untuk melakukan pemanasan lagi.


Dengan itu para pemain cadangan melakukan pemanasan lagi sembari memperhatikan jalannya pertandingan.


Pada menit 73, Leixoes kembali menyerang tim Arouca. Serangan ini terbilang serangan paling berbahaya yang di hadapi oleh Arouca.


Di bandingkan serangan sebelumnya, serangan ini lebih berbahaya karena saat tim Arouca melakukan serangan balik, para pemain Arouca melakukan serangan bersama. Para pemain bertahan juga menaikan garis pertahanannya.


Namun yang tak di sangka para pemain Arouca, serangan yang di bangun itu gagal dan pemain bertahan tim Leixoes membuang bola secara sembarangan ke depan.


Namun bola buangan itu tepat di belakang garis pertahanan tim Arouca. Pemain Leixoes yang berada di depan juga memanfaatkannya dan maju berlari meraih bola, diikuti oleh salah satu winger tim Leixoes.

__ADS_1


Kini penjaga gawang tim Arouca menghadapai 2 pemain, ia juga tidak tahu siapa yang akan menembak.


Saat memilih untuk maju dan menghentikan pemain yang membawa bola, bola di berikan pada rekannya, penjaga gawang tim Arouca mati langkah.


Pemain Leixoes itu tidak menyia nyiakan kesempatan dan langsung menembak ke gawang yang sudah kosong.


Penjaga gawang tim Arouca melihat ke belakang, melihat bola sudah bersarang di gawangnya.


Dia kemudian melangkah ke gawang dan mengambil bola dan menendangnya ke depan karena kesal pada rekannya yang meninggalkan garis pertahanan terlalu tinggi.


Di saat para pemain tim Leixoes melakukan perayaan, pelatih Jorge Costa di pinggir lapangan berwajah jelek.


Dia tidak menyangka gol akan tercipta di menit krusial seperti ini.


"Sean, Alves bersiap." Ungkap pelatih Jorge Costa.


Sean dan Alves segera bersiap.


Alves merupakan seorang gelandang.


Di menit 75, pergantian untum tim Arouca juga di lakukan.


Sean menggantikan Kuca, dan Alves menggantikan Valente.


Sean berlari ke posisinya, dia tidak perlu memberitahukan pemain lainnya instruksi karena Alves yang akan memberikan instruksi pada gelandang lainnya.


Dengan itu pertandingan kembali berlanjut.


Karena tertinggal 1 gol, tim Arouca melakukan serangan total, mereka tidak mau kalah, setidaknya mereka harus bisa meraih 1 poin untuk di bawa pulang.


Sean yang benci kalah juga bekerja keras untuk mencari ruang yang sangat kosong untuk memberikan kontribusi.


Bola yang terus di kuasai oleh tim Arouca, sedikit demi sedikit maju dan semakin menekan tim Leixoes.


Tim Leixoes juga mundur sedikit demi sedikit, namun itu tidak di sadari oleh pemainnya, hanya pelatih Leixoes yang melihat ini, dia langsung berdiri dan berjalan ke pinggir lapangan lalu berteriak memberikan instruksi.


Instruksi yang di berikannya pressing dan coba rebut, naikkan garis pertahanan.


Namun instruksi itu sudah sangat telat karena bola kini sedang menuju Sean yang dari tadi mencari ruang kosong.

__ADS_1


Sean mengontrol bola dan kemudian berlari menuju ke dalam kotak penalti, saat berada dalam kotak penalti, Sean tidak langsung menembak langsung tapi melihat rekannya yang berlari menuju kotak penalti.


Sean melakukan tipuan pada pemain bertahan lawan yang akan merebut bolanya, setelah itu dia melewatinya, Sean yang sudah dekat dengan gawang akan menembaknya dan penjaga gawang pun sudah bersiap namun Sean tidak menembaknya dan memberikan operan pada Roberto yang sudah masuk ke dalam kotak penalti tanpa penjagaan.


__ADS_2