
Beberapa hari setelah perayaan Sean bersama timnya Liverpool, Sean langsung pergi untuk berlibur.
Bukan hanya karena dia sudah menjadwalkannya saja, tapi beberapa rekannya yang lain juga sudah pergi berlibur bersama keluarga atau kerabatnya.
Sean berlibur bersama Callista ke sebuah kota di Spanyol.
Ini merupakan kota Ibiza. Dimana terletak di sebuah pulau Ibiza.
Ibiza merupakan tempat paling padat ketika musim panas tiba.
Sebab pemandangan di pulau ini sangat indah, entah di malam hari atau siang harinya.
Apalagi pantainya yang indah.
Meski tidak sebesar kota kota lainnya, kota ini sangat nyaman untuk di jadikan wisata.
Saat ini Sean dan Callista juga sudah berada di Ibiza.
Mereka tinggal di sebuah hotel dengan 2 kamar yang berbeda.
Keduanya sudah 1 hari tinggal di sini dan belum bepergian keluar untuk berlibur.
Namun hari ini, keduanya akan mulai bepergian keluar untuk menikmati keindahan di pulau Ibiza seperti yang di bilang orang orang di luar.
Sementara Sean dan Callista berlibur di Ibiza, keluarga Sean juga sudah di rumahnya di Indonesia.
Mereka tidak terlalu menekankan apapun pada Sean karena mereka sudah tahu bahwa Sean sudah dewasa dan tahu bagaimana cara memilih yang benar dan salah.
Ayahnya Sean pulang bukan karena kehendak ibunya saja, tapi ada sesuatu yang mengharuskan dirinya datang ke perusaahan milik Sean.
Dan setelah selesai, ayahnya Sean juga langsung pulang karena masalah kecil.
Ternyata perusahaan Sean sekarang sedang membuat sebuah parfum dan meminta agar Sean dan Callista menjadi sebuah modelnya untuk memasarkan produknya nanti.
Mereka mengatakan itu agar mereka tidak mengeluarkan biaya.
Padahal hal seringan ini tapi mereka tetap harus berbicara, ini menunjukan bahwa mereka juga khawatir bahwa pemiliknya tidak setuju.
...
3 hari berikutnya,
Sean dan Callista benar benar menghabiskan banyak waktu berdua untuk mengunjungi beberapa tempat di Ibiza.
Keduanya benar benar bahagia.
Mereka juga berencana untuk pulang 2 hari lagi sebab ada tempat yang belum mereka kunjungi.
Meskipun keduanya bahagia, keduanya juga gak lupa untuk memamerkan kebahagiaan mereka di sosial media masing masing.
Sean juga sudah tahu cerita tentang Callista yang di dekati oleh pria lain.
Dengan kedekatan keduanya yang saling melekat, para fans dari Callista juga semakin bahagia dan banyak yang mengirimkan pada Sean untuk menjaganya dan apalah.
Sean melihat ini hanya tersenyum saja.
Beberapa hari kemudian, Sean dan Callista mendarat di Indonesia.
Keduanya telah selesai berlibur dan sudah mengunjungi semua tempat di Ibiza.
Namun apa yang keduanya tak sangka adalah, saat keduanya akan masuk ke sebuah mobil, keduanya segera di datangi segerombolan wartawan.
__ADS_1
Ini tentunya untuk menjual berita tentang keduanya.
Apalagi keduanya saat ini sedang naik naiknya.
Bukan hanya Callista di dunia perfilman sebagai aktris, tapi Sean juga yang saat ini sedang ramai di perbincangkan bahwa Sean akan di pilih dalam skuad timnas Indonesia untuk tampil di ajang piala dunia.
Belum lagi berita lainnya tentang rumor rumor transfer Sean.
Dimana ini hanya khayalan belaka dari beberapa fans Indonesia yang berharap Sean pindah ke klub favorit mereka.
Ada yang ingin Sean ke AC Milan, Barcelona, Sevilla dan Dortmund.
Namun semua ini hanyalah rumor palsu karena Sean juga tidak menerima komunikasi apapun dari pihak pihak tersebut.
Apalagi Sean tidak ingin pindah dari klubnya saat ini.
Di kerumuni oleh para wartawan, Sean dan Callista terpaksa harus memenuhi keinginan mereka dan menjawab beberapa pertanyaan dari mereka.
Namun untungnya, dari banyaknya wartawan tidak ada yang menanyakan hal hal aneh.
Setelah 15 menit memenuhi keinginan para wartawan untuk memberikan beberapa informasi, Sean dan Callista pulang menggunakan sebuah mobil yang di pesan.
"Hah." ******* nafas Callista yang kelelahan.
"Apakah kamu sebegitu lelahnya?" Tanya Sean sambil tersenyum.
"Kamu tahu itu tapi masih bertanya."
"Bukannya sudah terbiasa?"
"Memang, tapi kali ini mereka tidak tahu tempat." Ucap Callista.
Setelah beberapa menit, mobil itu sampai di rumahnya.
Sean juga ikut turun dan meminta supir untuk menunggu sebentar.
Setelah Callista masuk, kedua orang tuanya hanya tersenyum saja dan menanyakan bagaimana liburannya.
"Ayo masuk dulu." Ucap ayah ya.
"Ayah, Sean kelelahan, apalagi kita datang pakai mobil online jadi kasian supirnya." Sahut Callista.
Kemudian setelah beberapa percakapan kecil, Sean kembali ke mobilnya dan segera menuju rumahnya.
Di dalam mobil, Sean hanya diam dan memperhatikan jalanan saja.
"Mas Sean, boleh saya minta foto dan tanda tangan?" Sebuah suara tiba tiba datang.
Sean juga langsung teralihkan dan melihat ke supir di depannya yang saat ini sedang menyetir sambil sesekali melirik melalui spion tengah.
"Haha, kenapa tadi tidak?" Ucap Sean bercanda.
"Malu mas, tadi ada mba nya."
"Bukannya dia juga artis?" Tanya Sean.
"Iya mas saya tahu, tapi saya cuma ingin menunjukan pada anak saya, dia menyukai sepak bola dan ingin seperti mas." Ucap nya.
"Baiklah, nanti setelah turun saya akan penuhi." Ucap Sean.
Kemudian keduanya mengobrol sehingga Sean juga tak terlalu bosan dalam perjalanan pulang.
__ADS_1
Sementara itu, di rumahnya Callista.
Callista seperti sedang dalam sidang.
Dia duduk sendirian dan kedua orang tuanya duduk di depannya.
"Bagaimana liburannya."
"Menyenangkan."
"Apa aja yang di lakukan?"
"Jalan jalan, belanja." Ucap Callista sambil mendorong beberapa barang yang di belinya.
Dimana itu juga banyak aksesoris dan beberapa pakaian untuk kedua orang tuanya.
Seperti oleh oleh yang sengaja di beli.
"Tidak ada kemajuan lain?" Tanya ayahnya tersenyum.
"Kemajuan apa ayah?" Tanya Callista bingung.
Ibunya Sean mendengar ini malah melakukan sikutan ke ayahnya Sean.
"Itu apa hubungan mu dengan nya sekarang?"
"Ohh." Seru Callista.
"Apa? Teman saja?" Ucap ayahnya sedikit tidak senang.
"Tidak ayah, kita sudah meresmikannya."
"Terus kapan kamu akan menikah?" Tanya ayah ya lagi tiba tiba.
Dimana pertanyaan ini langsung membuat Callista langsung terdiam.
"Ayah, masih jauh." Ucapnya sambil memerah, dia juga langsung membayangkan semuanya terjadi di masa depan nanti.
Ayah dan ibunya Callista yang melihat ini malah tersenyum.
"Bukan begitu, kamu tahu, Sean tinggal di luar sana sendirian, apakah kamu tidak takut jika nanti ada wanita lain yang berniat jahat dan melakukan hal hal aneh dan meminta pertanggung jawaban pada Sean?"
Mendengar ini Callista langsung diam.
Dia membayangkan jika Sean di jebak minum alkohol kemudian mabuk dan di perlakukan tidak senonoh oleh wanita lain sampai terjadi hal yang tak terduga.
"Sudah terpikirkan? Jika kamu dengan cepat menikah dengannya, semuanya tidak akan terjadi."
"Kamu juga tidak perlu lagi menjadi seorang aktris." Ucap ibunya tiba tiba.
"Keperluan mu akan terpenuhi."
"Ibu." Ucap Callista tiba tiba.
Ibunya tahu bahwa mimpi Callista adalah menjadi seorang aktris.
"Kamu ini, apakah kamu tidak berpikir lagi, menjadi seorang aktris bisa kamu lakukan ketika kamu berlibur ke sini bersamanya nanti, tapi kesempatan ini kamu tidak bisa menundanya."
"Apalagi karirnya dia saat ini sedang menanjak, apakah kamu tidak mau menjadi wanita yang terhormat? Dimana kamu menemaninya sampai dia sukses dan melihat dari puncak kehidupan?" Ucap ayahnya memberi nasihat.
Callista mendengar ini hanya diam saja tidak tahu harus merespon keduanya seperti apa.
__ADS_1