
3 hari kemudian,
Silva yang sudah kembali ke Portugal juga bertemu Sean dan mengobrol dengannya membahas tentang usaha yang akan di milikinya nanti.
Usaha Sean juga sudah mempunyai tempat yang lumayan juga lokasinya cukup bagus.
Silva juga bercerita tentang makanan khas Indonesia yang paling ia sukai adalah jengkol dan pete.
Meski Silva pernah bilang, "Enak, renyah, namun bikin mulut bau." Sean hanya tertawa menjawab perkataan Silva waktu itu.
Silva juga kagum dengan pemandangan pemandangan di Indonesia, hanya saja dia belum bisa berkeliling Indonesia.
Dia juga berbicara bahwa kendaraan di Indonesia sangat banyak yang membuatnya kesal karena jalanan yang ia lewati terjebak macet.
Sean yang mendengarkan cerita cerita hanya mengangguk dan tertawa, ia pasrah dengan kondisi Indonesia, ia juga tahu itu jadi ia hanya bisa merespon dengan tawa dan anggukan karena benar adanya begitu.
"Lawan selanjutnya adalah Uniao, mereka musim kemarin di peringkat bawah, ku harap kamu starting line up lagi dan bisa cetak gol lagi untuk menambah statistik agar mudah nanti nya untuk di rekrut tim." Ungkap Silva.
"Aku tau, aku juga mengerti hal ini. Namun cetak gol tak semudah minum air." Ungkap Sean.
"Iya aku mengerti, jadi berusahalah. Urusan lapangan ada padamu, urusan luar lapangan ada padaku." Ungkap Silva.
Silva dan Sean sudah sangat akrab, Sean juga bingung memanggil nama Silva mau dengan sebutan apa, Sean pernah memanggilnya dengan 'Tuan', namun Silva menolaknya. Sean kemudian memanggilnya 'Mr', namun masih di tolak. Saat Sean memanggilnya 'Kakak atau saudara.' Silva tertegun lalu tertawa. Silva hanya menjawab "Umurmu dan aku terpaut 10 tahun lebih, mana bisa memanggil kakak." Ungkap Silva waktu itu.
Sean lalu memanggilnya 'Silva', Silva pun setuju karena tidak perlu sopan kata Silva.
"Apakah kamu tidak akan menyewa apartemen agar kamu bisa lebih bebas dan tidak bosan?" Tanya Silva.
"Belum saatnya menyewa atau membeli apartemen. Tapi aku juga bosan."
"Memang, kamu selain latihan hanya berdiam di kamar dan tidak memiliki aktivitas lain."
"Ada saran?" Tanya Sean.
"Cari pasangan. Isi waktumu dengan pasangan." Ungkap Silva dengan senyum.
Menurut Silva, usia seperti Sean sedang panas panasnya karena selalu ingin mencoba hal baru dengan pasangannya.
Mendengar ini, Sean tertegun lalu menatap Silva dengan kosong.
__ADS_1
"Kenapa?" Tanya Silva.
"Kamu menyuruhku mencari pasangan?" Tanya Sean.
Silva hanya menjawab dengan anggukan saja namun tetap tersenyum.
"Kamu tahu, aku datang ke Eropa untuk meraih dan menjadikan mimpi besarku menjadi kenyataan." Ungkap Sean dengan sedikit emosi.
Silva kaget dengan Sean yang tiba tiba emosi dan nadanya sedikit naik.
"Aku tau, maaf. Tapi dari pada kamu bosan, sebaiknya cari teman wanita agar kamu bisa bersenang senang mengisi waktu luangmu dengan menonton bersama teman wanita atau berjalan jalan di taman." Ungkap Silva tenang.
"Nanti saja, belum waktunya."
"Baiklah."
"Ohiyaa, akun instagram wonderkidz selalu memberitakan tentang pemain pemain muda bertalenta. Biasanya setiap bulan Desember akan di upload di medianya daftar 50 atau 100 pemain muda berbakat."
"Memang apa bagusnya? Kan tidak mendapatkan penghargaan."
"Kamu ini." Ungkap Silva.
"Benarkah?" Tanya Sean, Silva hanya mengangguk.
"Usahakan dirimu terus bekerja keras agar karirmu cepat naik dan mimpimu juga menjadi kenyataan." Ungkap Silva tulus dengan senyum cerahnya.
"Aku mengerti."
"Aku mengurus akun instagrammu dan mendapatkan banyak pesan, ada beberapa sponsor dari Indonesia, namun setelah aku melihat produk produknya itu masih sponsor kecil."
"Bukannya tak apa?"
"Tidak bisa, saat ini, jangan terima sponsor kecil, minimal sponsor dengan ukuran sponsor sedang." Ungkap Silva.
"Apakah orang orang di Indonesia juga sudah tahu bahwa aku bermain di liga Portugal?" Tanya Sean.
"Aku melihat dari pengikut instagrammu hanya sebagian saja, tapi meski sebagian mereka cukup memperhatikanmu dan selalu memberikan dukungan padamu di kolom komentar."
Meski Sean selalu membuka instagramnya, dia tidak terlalu memikirkannya. Menurut Silva, Sean jangan terlalu membaca komentar dan pesan pesan karena takut akan mempengaruhi kondisi Sean. Jadi biar Silva saja yang membacanya dan memilahnya untuk Sean. Mana yang pantas di beritahukan pada Sean dan tidaknya.
__ADS_1
Selama obrolan ini, Sean juga bertanya bagaimana kabar ibu dan ayahnya di Indonesia. Meski sering melakukan panggilan, Sean tahu bahwa ibunya mungkin selalu menutupi setiap keadaan sebisa mungkin.
Silva menjelaskan beberapa dan menyembunyikan tentang usaha ayah Sean yang hancur. Silva juga di beritahu oleh kedua orang tua Sean tentang bisnis ayah Sean yang hancur.
..
Malam harinya,
Sean di dalam asrama sudah selesai beribadah dan tinggal menunggu waktu tidur saja.
"2 hari lagi pertandingan melawan Uniao." Ungkapnya sembari membenarkan duduknya di ranjang kasur.
Setelah itu, Sean membuka ponselnya dan membuka instagramnya.
Sean mencari akun wonderkidz dan melihat bahwa memang ada para pemain muda berbakat.
"Kylian Mbappe, Joao Felix."
"Ini 2 posisi yang paling atas, mereka juga memiliki posisi yang sama denganku."
"Kelahiran mereka juga sama denganku 99."
Sean lahir tahun 1999 tapi di akhir tahun, jadi meski sekarang tahun 2017, Sean masih berumur 17 tahun karena ulang tahunnya nanti pada akhir tahun.
"Belum ada aku, mungkin belum terlihat. Benar saja ucapan Silva, ada banyak para pelatih top yang berpendapat tentang permainan permainan mereka."
"Aku ingat Joao Felix. Ternyata dia orang yang bermain waktu itu denganku saat Boavista U 19 lawan Benfica U 19." Ungkap Sean kaget.
"Ini benar benar dia. Dia memang bagus, bahkan aku melihat setiap gerakannya seperti Cristiano Ronaldo. Apakah dia sudah naik ke tim senior sekarang?" Ucap Sean sambil berpikir.
Sean mengakui Joao Felix yang memang benar benar bagus.
Sean kemudian melihat pemain pemain muda berbakat lainnya. Sean juga membaca setiap pendapat para pelatih top tentang para pemain muda.
"Dari semua yang aku lihat di tim tim besar, hanya Jurgen Klopp yang memiliki kata yang baik dalam mengamati pemain muda, itu juga terbukti bahwa dia memang menyukai pemain muda ketika di Borussia Dortmund." Sean yang menilai setelah melihat pendapat para pelatih.
Sean juga ingin mempunyai pelatih yang mengandalkan para pemain muda supaya bisa terus bermain dan mendapatkan banyak pengalaman.
Setelah beberapa saat, Sean akan melihat berita berita lainnya, namun dia tak sengaja menggeser layarnya dan melihat bahwa itu ada di layar pesan.
__ADS_1
Sean melihat sedikit pesan pesan itu dan menemukan banyak akun dengan nama Indonesia yang mengiriminya pesan, Sean juga melihat bahwa ada banyak akun yang memiliki photo perempuan yang mengiriminya pesan.