I'M Footballer

I'M Footballer
Chptr 182.


__ADS_3

2 hari kemudian,


Dimana ini adalah tanggal 10 Mei 2022.


Ini merupakan 2 hari setelah pertandingan partai final FA Cup antara Liverpool kontra Chelsea di stadium Wembley.


Kemenangan itu di raih oleh Liverpool dengan skor akhir 5 - 2.


Di babak kedua pertandingan itu, Chelsea berhasil mencetak gol di menit ke 52.


Itu merupakan gol pembuka bagi mereka dan jelas bahwa itu memberikan semangat bagi mereka untuk bisa terus mencetak gol dan berusaha mengejar ketertinggalan.


Para penonton Chelsea juga memiliki harapan saat melihat tim mereka berhasil mencetak gol.


Berbeda dengan para penonton Liverpool, mereka tetap biasa saja karena mereka tahu tim mereka pasti akan mencetak gol lagi dan tidak mungkin menerapkan sistem bertahan.


Setelah terjadinya gol itu, Chelsea memulai penyerangan lagi dengan sangat brutal.


Namun sayang, karena mereka terlalu fokus menyerang untuk menciptakan sebuah gol, mereka rentan di lini pertahanan, sehingga serangan balik juga di lakukan oleh Liverpool.


Dimana gol keempat Liverpool di cetak oleh Mbappe lagi.


Saat itu, Allison berhasil mengamankan gawangnya setelah tembakan dari Mount di kotak penalti.


Alison tidak membuang waktu lama, dia melakukan lemparan jauh ke depan.


Dimana Mbappe sendirian.


Mbappe melakukan aksi solo run nya dari tengah lapangan menuju ke gawang dari Chelsea.


Meski di kejar oleh beberapa pemain Chelsea dan di ganggu dengan tarikan bajunya, Mbappe tetap bisa mempertahankan keseimbangan dan bola yang ada di kakinya.


Saat berada dalam kotak penalti, Mbappe juga dengan mudah mengirimkan tembakan ke sudut kanan gawang, dimana jika dari posisi penjaga gawang adalah sisi sebelah kiri.


Setelah terjadinya gol itu, Mbappe juga membuka bajunya untuk melakukan selebrasi.


Meski dia menerima kartu kuning setelahnya, Mbappe tak mempermasalahkannya.


Dia justru tersenyum dan tertawa kecil.


Dengan gol itu, harapan para penonton Chelsea tadi langsung padam lagi.


Pertandingan itu juga terus berlanjut.


Gol terakhir Liverpool atau gol kelima milik Liverpool terjadi pada menit 79.


Dimana itu dari sebuah sepak pojok.


Robbo mengirimkan umpan yang sangat sangat indah, Konate juga berhasil memanfaatkan itu menjadi sebuah gol melalui sundulan kepalanya.


Setelah gol itu, para pemain Liverpool juga menerapkan skema bermain dengan cara bertahan total.


Sean juga di gantikan setelah Mbappe mencetak gol ke 2nya.


Tentunya dengan Felix juga.


Gol penutup di pertandingan itu di miliki oleh Chelsea.


Dimana gol itu terjadi pada menit ke 87, gol itu tercipta oleh Mason Mount yang selalu berusaha keras di pertandingan untuk membobol gawang milik Liverpool.


...

__ADS_1


Berada di rumahnya, Sean melakukan angkat barbel di ruang gym kecilnya.


Meski dia bisa ke tempat latihan tim, tapi Sean melakukannya di rumah karena untuk mengisi waktu luangnya saja.


"Bagus, sudah 2 kompetisi musim ini kita raih gelar."


"Semoga UCL dan Premier League bisa di dapat juga." Ucap Sean sambil tangan yang terus bergerak mengangkat barbel kecil.


Tangan satunya lagi pun dia pegang untuk meraba otot otot tangannya.


Saat ini, Sean juga tidak memakai baju dan hanya memakai celana training panjang saja.


Jika ada wanita yang melihatnya, itu sudah di pastikan akan sangat tertarik pada Sean.


Bukan karena wajahnya yang tampan saja, tapi badan nya juga sangat bagus sehingga ini terlihat sangat sangat ideal dan idaman para wanita.


"Aku tidak akan memotong rambut ku dulu untuk saat ini meski sudah panjang." Ucap Sean yang membenarkan rambut depannya yang terus turun.


"Model apa yang bagus ya?" Tanya Sean pada dirinya sendiri.


Dia berencana akan memotong rambut nanti setelah final ucl.


Sean melakukannya karena rambutnya yang panjang ini menemani dirinya sampai memenangkan 2 gelar.


Dia juga berencana nanti setelah di potong akan meminta rambutnya dan memasukannya ke dalam plastik dan menyimpannya di lemari penghargaan sebagai bukti bahwa ini adalah rambut saat dia meraih banyak gelar dalam 1 musim.


Meski terbilang cukup aneh, tapi Sean sangat ingin melakukannya.


"Masih tersisa 4 hari lagi sebelum pertandingan liga lagi melawan Watford."


"Aku harap nanti tanggal 18 lawan Manchester bisa imbang atau menang."


Setelah memasangkan alat itu di kakinya, Sean juga menendang nendang kakinya secara perlahan.


Itu membuat otot ototnya juga tertarik, dan semakin membentuk.


Sementara Sean berlatih kebugaran tubuhnya dan melatih otot ototnya, di Indonesia saat ini masih jam 10 pagi.


Saat ini di lokasi syuting nya Callista.


Callista tengah menghafalkan scriptnya di ruang yang sudah di siapkan.


Dimana ruangan ini juga menjadi ruang masing masing dan sangat privasi.


"Tok .. Tok .." Suara ketukan pintu datang dari pintu ruangan Callista.


Callista yang tengah menghafal scriptnya juga harus menghentikannya dan membuka pintu itu.


Namun yang tidak di duga Callista adalah pria atau lawan mainnya di film saat ini datang mengunjunginya.


"Ada apa?" Tanya Callista.


"Bagian mu akan segera di mulai."


Callista merasa aneh, kenapa harus selalu pria ini yang mengingatkan jadwalnya untuk mengambil scene.


Padahal itu adalah bagian tugas dari crew syuting.


Callista pun kemudian mengambil scriptnya yang tadi ia simpan di atas meja.


Kemudian dia berjalan keluar, namun saat hendak melewati aktor pria itu, aktor pria itu tiba tiba berbicara.

__ADS_1


"Kamu berubah Lisa!" Ucapnya sedikit dingin.


"Berubah bagaimana?"


"Aku tetap begini."


"Kamu seperti menjaga jarak dariku." Ucapnya lagi.


"Memang."


"Kenapa?"


"Aku sudah memiliki orang yang ku suka dan aku menjaga perasaannya, aku tak mau mengecewakannya dan tak mau hal yang dulu terulang kembali padaku dan dirinya." Ucapnya secara jelas.


Ucapan Callista merujuk pada Callista yang tiba tiba menjauh dari Sean, dia tak mau hubungannya dengan Sean seperti itu lagi.


Aktor pria itu tertegun, ternyata dugaannya benar bahwa Callista memiliki orang yang di suka.


Namun dia tidak tahu siapa, meski dia melihat berita tentang Callista, dia tidak percaya.


Aktor pria itu mendekat dan memegang bahu Callista.


"Apakah kamu sebegitu sukanya pada dia? Padahal aku sudah lama berusaha mengejar mu, aku mengambil peran ini agar bisa beradu akting denganmu." Ucapnya menjelaskan niat sesungguhnya.


Callista mendengar ini tidak memiliki perasaan apapun, dia hanya cuek saja dan memilih untuk diam.


"Kamu tahu, banyak film dan web series yang berniat menjadikan ku peran utama, tapi aku menolaknya karena pemeran utama wanitanya bukan kamu."


"Aku ingin beradu akting denganmu dan ingin selalu dekat denganmu." Ucap Aktor pria itu.


Callista juga jadi mengetahui sikap pria di depannya ini, dia dulu menyangka bahwa itu kebetulan.


Dimana jika dia melakukan syuting, pasti akan ada pria ini, entah jadi pemeran utama atau pemeran pendukung.


Ini terjadi juga di saat Callista dulu menolak untuk adegan berciuman.


Mungkin saja pria ini terlalu terbawa perasaan dan sangat ingin melakukan adegan itu dengan Callista.


"Aku harus segera ke depan, katamu sekarang bagian ku." Ucap Callista sambil mulai berjalan, namun dia di tarik lagi di tangannya oleh pria itu.


"Tidak ada bagian mu, aku berbohong." Ucapnya.


"Aku kesini karena untukmu, aku menyukaimu Lisa." Ucapnya dengan tenang.


Callista mendengar ini justru tertegun.


"Sudah Bian, aku tak bisa bersamamu, aku memiliki seseorang yang ku suka dan kamu juga tahu orangnya." Ucap Callista dengan tenang namun di dalam dia merasa kesal.


"Siapa? Yang di foto bersama mu saat itu?"


"Punya apa dia?" Tanya nya sedikit emosi.


"Dia hanyalah pemain bola biasa saja dan tak lama juga karirnya akan redup karena cedera parah." Ucapnya emosi.


"Cukup Bian, aku tak mau berbicara denganmu lagi." Ucap Callista sambil pergi ke depan.


Dia tak enak hati jika terus berada di ruangannya dia juga merasakan bahaya jika dia terus berdiam di ruangannya.


Berjalan dengan kesal menuju depan untuk menghilangkan kesalnya sambil menonton pemeran lain yang sedang melakukan bagiannya.


Para crew melihat Callista seperti ini juga memilih diam dan tidak menanyakan apa yang terjadi padanya.

__ADS_1


__ADS_2