I'M Footballer

I'M Footballer
Chptr 162.


__ADS_3

1 Desember 2021,


Dimana 1 hari setelah pertandingan Liverpool melawan Leeds United.


Di pertandingan ini Liverpool berhasil di tahan imbang oleh tim tuan rumah yaitu Leeds United.


Ini merupakan hal yang sangat buruk bagi Liverpool karena di pertandingan UCL melawan Porto, mereka juga di tahan imbang dengan skor 3 3.


Dimana saat itu Mbappe mencetak 1 gol dan 1 gol dari Sean, 1 gol lainnya merupakan gol dari Declan Rice yang melakukan tendangan jarak jauh dari luar kotak penalti namun sempat membentur kaki dari pemain bertahan lawan sehingga bola berbalik, penjaga gawang pun mati langkah.


2 Pertandingan yang Sean ikuti setelah cederanya hanyalah hasil yang kurang baik baginya.


Dimana dia mendapatkan 2 kali imbang.


Meski begitu, Sean tetap semangat karena dirinya sudah berusaha berkontribusi bagi tim.


Dimana saat melawan Porto dirinya mencetak gol dan melawan Leeds dirinya memberikan 1 gol dan 1 assist.


Kedudukan melawan Leeds United berakhir dengan skor 2 2.


Dimana 1 gol lainnya merupakan gol Felix setelah mendapatkan umpan tarik dari Sean.


Saat ini, Sean berada di rumahnya di Inggris.


Dia sudah menyelesaikan latihan yoga nya dan sedang membereskan peralatan latihan di rumahnya.


"4 hari lagi melawan Atletico dan tanggal 12 main melawan Everton, lalu tanggal 17 main lagi UCL melawan AC Milan sebagai penentuan."


"Tanggal 22 main di Carabao Cup babak perempat final."


Liverpool saat ini lolos perempat final di Carabao berkat para pemain tim Reserve atau tim U 23.


Mereka berhasil mencapai hasil ini karena tim yang mereka temui berasal dari tim League One dan League two di babak babak sebelumnya sehingga membuat pencapaian yang sangat hebat.


Tentunya di perempat final seperti ini akan di mainkan oleh tim inti karena ini sebuah kesempatan untuk meraih gelar.


Saat ini di Inggris sudah jam 5 sore, Sean sudah selesai membereskan peralatan latihan di rumahnya dan saat ini dia sedang duduk di sofanya sambil mengangkat ngangkat barbel kecil di tangannya.


Meski sudah memiliki badan yang bagus, Sean tentunya tak pernah melupakan kerja kerasnya apalagi setelah cedera.


Dimana saat cedera dia tidak memegang beban berat seperti ini agar tak membebani bagian tubuhnya.


"Sepertinya permainan ku saat ini belum berkembang dan masih sama seperti di U 23."


"Aku tidak tahu harus bagaimana lagi, rasanya bahwa hasil ku adalah paling top berada di kualitas segini."

__ADS_1


"Tentunya aku tahu bahwa kualitas segini belum baik bagi tim, dan aku perlu bekerja keras lagi dalam berlatih agar kemampuan ku meningkat lagi."


Sean sudah memikirkan hal ini setelah pertandingan melawan Porto.


Dirinya merasa bahwa permainannya kurang berkembang sehingga dia sendiri merasa bosan dengan gaya bermainnya itu.


"Aku tidak membayangkan bagaimana jadinya jika bos tidak merekrut ku, mungkin saat sini aku hanya masih menjadi cadangan dari sebuah tim." Pikir Sean karena dengan kemampuannya saat ini, dia belum memenuhi kriteria untuk tim tim besar di Inggris.


Mungkin iya bagi tim sedang namun pastinya Sean juga bakal menjadi pemain rotasi saja.


"Bekerja keras lagi, Sean!"


"Ayo semangat!" Ucap Sean sambil mengangkat barbel kecil di tangannya itu.


Di saat sedang fokus mengangkat beban pada barbel, ponselnya berdering menerima sebuah panggilan telepon.


Sean berjalan ke kamarnya dan mengambil ponselnya yang sedari tadi ia simpan di dalam kamarnya agar tak menganggu waktu latihannya dan juga dia saat ini sedang bersantai mengangkat barbel sambil menonton berita di televisi yang sudah dia nyalakan.


Melihat siapa yang menelpon, Sean tersenyum.


"Ada apa tumben?"


"Bukannya tumben, kamu saja yang tidak menghubungiku lebih dulu." Sahutnya langsung dari sebrang.


Sean hanya tersenyum saja mendengar ini, "Bukannya biasanya juga kamu yang selalu lebih dulu menghubungiku, ada apa tumben?" Tanya Sean lagi.


"Lah?"


"Kenapa? Tak mau berkomunikasi dengan ku?" Tanya nya dari sebrang.


"Tidak, hanya saja alasannya sangat aneh. Ku kira kamu akan mengucapkan apa atau mengatakan apa."


"Oh baiklah, sepertinya kamu berharap sesuatu."


"Memang."


"Jadi apa yang kamu harapkan?" Tanya nya.


Sean jadi bingung, sudah tahu dia ingin di tebak kenapa harus mengucapkan terus terang.


"Jadi ada apa kok tumben?" Tanya Sean lagi mengalihkan topik.


"Apakah kamu serius akan pulang di Desember nanti?" Tanya nya.


"Iya hanya saja hanya sebentar tidak akan lama." Jawab Sean.

__ADS_1


"Oke kalau begitu, aku akan mengosongkan jadwalku dan menolak pekerjaan dulu." Jawabnya.


Saat ini yang menghubungi Sean adalah Callista.


Mereka saat ini sudah sangat sangat dekat.


Mereka pun akhirnya berkomunikasi sedikit lebih lama dengan melakukan panggilan video.


Setelah 1 jam kurang, Sean berjalan ke luar kamarnya lagi dengan keadaan tersenyum puas.


"Haha wanita aneh." Ucap Sean sambil menggelengkan kepalanya.


Sementara itu, bos yang saat ini berada di rumahnya sedang mengobrol dengan istrinya.


"Apakah klub menawarkan perpanjang kontrak lagi padamu?" Tanya istrinya.


"Iya."


"Yasudah kamu terima saja, kamu sudah lama di sini, dan kita juga sudah terbiasa. Tak apa untuk tinggal lebih lama."


"Liverpool adalah rumah mu, jadi jika kamu pergi dan mencari tim lain mungkin kita juga harus adaptasi lagi." Ucap istrinya.


Bos kemudian diam saja, dia berencana beristirahat selama 1 tahun karena dia sangat lelah dan capek memikirkan banyak masalah.


Masalah klub yang sebelum sebelumnya, dia juga berpikir bagaimana taktik dan skema setiap saat agar tidak mudah terbaca oleh lawan.


"Sekarang pemilik klub juga baru, tentunya mereka sangat mendukung para pemain yang kamu inginkan, berbeda dengan sebelumnya. Jadi apa lagi? Bukankah ini yang kamu mau?" Tanya istrinya lagi.


Bosnya juga langsung termenung, ucapan istrinya yang ini sangat menyentuh.


Dimana sebelumnya dia sangat tertekan dan selalu curhat pada istrinya karena tidak bisa membeli pemain pemain yang selalu dia inginkan, tapi saat pemilik sudah leluasa dan terbuka juga mendukung, ia malah ragu.


"Baiklah, aku besok akan menerima tawarannya, kita mungkin harus tinggal di sini selama 4 tahun lagi." Ucap bos pada istrinya sambil menatapnya, yang di balas dengan senyuman manis.


Bos mungkin saat ini sangat bahagia karena rumahnya merupakan tempat ternyaman baginya, dimana dia bisa menghilangkan semua stres akibat banyak tekanan dan pikiran ketika di klub.


Untung saja istrinya sangat baik hati dan selalu mendengarkan cerita ceritanya.


"Terima kasih karena selalu ada ketika aku bingung." Ucap bos sambil merangkul bahu istrinya itu yang saat ini keduanya duduk di sofa ruang keluarga.


"Apakah kamu akan membeli pemain lagi di transfer musim dingin?"


"Iya sepertinya, untuk lini depan."


"Kenapa? Bukannya lini depan sekarang sangat produktif dan bagus?" Tanya istrinya.

__ADS_1


"Untuk lapis saja, mereka terlalu lelah jika di turunkan terus menerus, akibatnya seperti Sean, dia cedera akibat menerima bola terlalu tinggi padahal biasanya dia tidak cedera, itu karena otot ototnya sudah tegang karena sering bermain." Ucap bos.


__ADS_2