
3 hari kemudian,
Perbincangan di sosial media sedang ramai, itu di sebabkan karena rumor yang mengatakan bahwa Sean bergabung dengan Liverpool.
Ini tentu saja mengagetkan banyak netizen sepak bola Indonesia.
Tapi mereka mengatakan bahwa Sean bergabung di Liverpool juga percuma karena harus mengulang semuanya dari awal.
Tapi ada beberapa yang membela untuk lebih baik melakukan ini agar bisa lebih mudah bermain di Liga Inggris daripada harus bermain di luar terlebih dulu.
Banyak sekali perdebatan yang di lakukan oleh netizen, entah itu membela atau memprotes.
Namun rumor itu tidak ada yang membenarkan atau menyalahkan, karena mereka sedang menunggu apakah rumor yang di buat ini benar atau hanya sebuah candaan saja.
Tapi mereka juga mengetahui bahwa rumour nya mungkin saja benar karena yang memposting rumor tersebut adalah akun bola milik Albi yaitu temannya Sean.
Bersamaan dengan rumor Sean yang terkait dengan Liverpool, ada juga akun bola lain yang memberitakan tentang rumor pemain pemain lainnya.
Di antaranya ada Egy, Witan, Firza, Abimanyu, Lutfi, Asnawi dan yang lainnya.
Menurut berita yang di posting oleh akun sepak bola itu, ada beberapa klub Eropa yang tertarik kepada para pemain Indonesia ini.
Namun tidak seramai rumour tentang Sean.
Meski begitu, banyak netizen sepak bola Indonesia tetap bersemangat karena Era baru sepak bola Indonesia akan di mulai jika para pemain ini berangkat ke Eropa.
Ada beberapa dari klub Belgia, Austria, Polandia dan Serbia.
Sean tidak tahu siapa saja yang akan benar benar berangkat ke Eropa, hanya saja dia berharap semakin banyak semakin bagus.
Banyak sekali netizen sepak bola Indonesia mendatangi akun Sean dan meminta kejelasan tentang kemana Sean akan berlabuh.
Namun Sean dan Silva belum mengungkapkannya.
Meski Silva sudah berencana, namun ini belum saatnya untuk mempostingnya.
Sean yang berada di rumahnya kini sudah bersiap untuk belanja bersama keluarganya ke sebuah mal.
Ini merupakan usul Sean karena Sean sedang mempunyai uang.
Apalagi bayaran Sean juga sudah naik jadi tidak perlu khawatir soal uang, namun Sean tentu saja tak boros untuk membelanjakan uangnya dengan sembarangan.
"Bu apakah sudah siap?"
"Sudah, tunggu Ayah mu dulu."
"Emang ayah kemana Bu?" Ucap Salma adik dari Sean.
"Tuh dia datang." Ucap Sean melihat ayahnya yang sedang menuruni tangga.
"Ayo." Ucap ayahnya.
Kemudian keempatnya menaiki mobil yang sudah siap di halaman rumah, mobil ini sederhana.
Di dalamnya ke empatnya menikmati perjalanan ini meski sedikit macet.
Mereka menikmatinya karena sambil mengobrol.
"Kapan kamu akan mengungkapkan berita tentangmu?" Tanya ayahnya Sean.
"Tah tahu, Silva yang mengurusnya."
__ADS_1
"Oh, terus apa rencana mu tentang usahamu yang sedang ayah urus?" Tanya ibunya.
"Aku akan memberikan dana pada ayah nanti."
"Secepat itu?" Tanya ibunya.
"Ibu kan tahu, gaji ku sekarang per Minggu dan itu sangat besar."
"Aku juga tak mungkin menghabiskan dengan sembarangan dan membeli hal aneh aneh, jadi lebih baik menggunakannya untuk yang lebih baik saja."
"Lebih baik menggunakannya untuk usaha kita, agar kedepannya lebih mudah juga jika nantinya terjadi apa apa padaku."
"Jaga bicaramu!" Ucap Ibunya dengan nada yang sedikit meninggi.
"Maaf." Ungkap Sean.
"Bu, aku mau beli buku gambar sama spidol warna dan juga pensil warna yang lebih besar."
"Aku juga mau beli buku tentang musik." Ucap adiknya Sean lucu.
Sean yang duduk di sampingnya juga mengelus ngelus kepala adiknya itu.
"Kamu akan jadi seniman? Menggambar? Musik?" Tanya Sean.
"Apa seniman?" Tanya adiknya Sean.
"Pekerjaan yang berhubungan dengan seni. Musik dan menggambar kan seni, jadi nanti itu akan menjadi seniman."
"Oh, kalau aku mau muncul di televisi, aku harus jadi apa?" Tanya adiknya.
Sean tertegun.
"Oh aku akan melatih musikku kalau begitu." Ucap Salma bersemangat.
"Kalau begitu, apakah kamu mau les musik?" Tanya Sean yang di jawab anggukan saja oleh adiknya.
Ibunya Sean dan ayahnya hanya mendengarkan kedua anaknya mengobrol saja.
Tak lama mereka sampai di sebuah mal dan langsung masuk untuk berbelanja.
Ibunya Sean dan ayahnya Sean berjalan di depan sambil memasuki toko toko yang ada, mereka melihat lihat terlebih dulu.
Jika ada yang cocok dan harga nya pas barulah di beli.
Sean juga terus mencari keperluan yang dia butuhkan, seperti baju, celana, jaket dan sepatu.
Sean hanya membutuhkan itu saja karena yang lainnya tidak di perlukan.
Butuh banyak waktu sampai mereka benar benar membeli karena mereka sulit untuk menemukan yang cocok.
Meski ada yang cocok harganya tidak sesuai dengan yang mereka harapkan, meski Sean sudah berkata bahwa tak apa, tapi ibunya melarang.
Jadi Sean hanya bisa pasrah dan mendengarkan perkataan ibunya itu.
Setelah banyak berbelanja, mereka juga memilih untuk beristirahat di sebuah restoran yang ada di dalam mal itu.
Itung itung sekalian makan siang karena mereka juga lelah setelah berjalan cukup lama untuk mencari toko yang sesuai.
Di saat mereka sedang makan di restoran, ibunya Sean tersenyum tiba tiba.
"Ha, nak kamu sungguh beruntung." Ucap Ibunya.
__ADS_1
"Beruntung kenapa Bu?" Tanya Sean bingung.
"Ibu sudah mengatakan dan bercerita padamu bahwa aku mengenalkan mu pada seorang wanita aktris itu, tapi mungkin dia hanya menganggap ibu sebagai candaan saja."
"Apakah kamu tahu? Ibu bertemu dia dimana?"
"Di sebuah mal kan ibu kata?"
"Iya mal inilah, dan di sini lah kita bertemu di restoran ini."
"Terus apa hubungannya dengan sekarang?" Tanya Sean bingung.
"Iya kamu beruntung karena wanita itu ada di sini lagi."
"Coba lihatlah ke belakangmu." Ucap Ibunya.
Sean kemudian berbalik dan melihat, tak lama dia langsung tertegun.
'Apakah Callista?'
'Kenapa dia ada di sini?'
"Kenapa diam nak?"
"Cantik kan?" Tanya ibunya sambil tersenyum.
"Iya kakak, kakak wanita itu sangat cantik. Aku juga ingat, dia adalah bintang yang ada di layar waktu itu."
"Ibu juga sempat mengobrol dengannya." Ucap adiknya Sean lucu.
Sean kemudian berbalik lagi melihat ke arah ibunya yang masih tersenyum.
Sementara itu adiknya Sean turun dari kursi makan dan langsung berlari ke arah Callista.
Sean kaget dan akan menangkapnya namun di hentikan oleh ibunya.
"Hallo kakak kakak!" Teriak adiknya Sean pada Callista yang sedang makan di meja lain.
Callista pun melirik ke adiknya Sean, namun dia bingung karena tidak mengenalnya.
"Kakak kakak, aku yang waktu itu bersama ibuku." Ucap Salma lucu.
Callista mengingat ngingat apakah ada kejadian seperti itu, dia mengingat ngingat dengan kepala yang di miringkan.
"Kenapa kamu disini?" Ucap Callista tiba tiba.
"Aku sedang makan bersama ibu, ayah dan kakakku yang sudah pulang." Ucap nya lucu.
"Kakakmu?" Tanya Callista sedikit kaget.
Dia sudah ingat dengan kejadian bertemu adiknya Sean.
'Kalau kakaknya? Bukannya itu dia?' Pikir Callista.
Kemudian Callista melirik sekitar mencari di meja mana Sean makan bersama keluarganya.
"Tuh di sana kakak." Ucap Salma sambil menunjuk ke arah dimana keluarganya makan.
"Kalau begitu aku kembali lagi ya, selamat makan kakak cantik." Ucapnya lucu.
Callista juga melihat ke arah yang di tunjuk tadi, namun hanya melihat punggung Sean saja yang tegak dan besar.
__ADS_1