I'M Footballer

I'M Footballer
Chptr 226.


__ADS_3

2 hari berlalu,


Perjuangan Timnas Indonesia di ajang Piala Dunia telah resmi berakhir.


Dimana mereka bermain 3 pertandingan dan semuanya mengalami kekalahan.


Meski begitu, Timnas Indonesia masih menunjukan kelayakannya untuk tampil di ajang Piala Dunia.


Dari kekalahan dalam 3 pertandingan itu, Indonesia masih mampu mencetak gol dan tidak kalah terlalu memalukan.


Timnas Indonesia masih membutuhkan waktu untuk menumbuhkan mental sekeras baja dan kuat.


Di pertandingan terakhir, yaitu melawan Inggris, Indonesia kalah 4 - 1.


Dimana setelah tertinggalnya 3 gol oleh Inggris, Timnas Indonesia mampu mencetak 1 gol terlebih dulu.


1 gol tersebut di cetak oleh Tijjani dengan tendangan dari luar kotak penalti.


Ia memanfaatkan bola kedua setelah bola di buang oleh pemain bertahan Inggris ke luar kotak penalti.


Semuanya berawal dari corner kick yang hampir di maksimalkan oleh para pemain Indonesia.


Hanya saja, perjuangan dan perlawanan para pemain Inggris juga serius, mereka membuang bola ke luar kotak penalti.


Yang tak di harapkan oleh pemain Inggris ialah adanya pemain Indonesia yang memanfaatkan peluang tersebut dengan menembak bola secara langsung.


Dengan padatnya kerumunan di kotak penalti, penjaga gawang Inggris tidak bisa melihat dengan jelas ke arah mana bola di tujukan.


Dengan terciptanya gol dari Tijjani oleh pemain Indonesia, Timnas Inggris kembali melancarkan serangan.


Gol yang di cetak oleh Tijjani berada dalam menit 83, Indonesia yang tidak memiliki waktu lagi untuk membalas dan mencetak gol memilih bertahan dengan sangat pasif.


Sean juga di gantikan oleh pelatih agar lebih membantu lini pertahanan.


Pasalnya dengan kedudukan 3 - 1, Indonesia tidak terlalu malu dengan kekalahannya itu, apalagi mereka melawan tim yang sangat besar dan berkualitas.


Dengan di gantinya Sean, pertahanan Indonesia menjadi sedikit lebih kokoh di banding sebelumnya.


Itu di sebabkan oleh bertambah nya pemain di lini pertahanan dan juga taktik yang di gunakan benar benar sangat defensif.


Untuk melancarkan serangan balik pun tak ada.


Akhirnya pada menit ke 91, di mana menit tambahan berada, Inggris melancarkan serangan dengan kualitas operan yang sangat memanjakan bagi penyerang mereka.


Operan manja tersebut di berikan oleh Trent pada penyerang Inggris.


Itu di lakukan ketika Trent masih jauh dari kotak penalti, bisa di sebut, Trent masih berada di lini tengah.

__ADS_1


Umpan yang sangat melengkung dan memanjakan itu mengarah pada dua penyerang Inggris.


Rashford dan Kane.


Keduanya yang melihat bola datang pada mereka pun tak segan segan menjemput bola dengan melakukan lompatan dan menyundul.


Hanya saja, keberuntungan berada pada Marcus Rashford.


Dia berhasil melakukan sundulan dan bola langsung menerkam gawang timnas Indonesia.


Kane yang gagal menyundul juga tak mempermasalahkannya, dia justru senang karena kegagalannya bisa membuat tim nya menambah skor.


Setelah Rashford mencetak gol, timnas Inggris tidak berselebrasi atau merayakan gol dengan berlama lama.


Pertandingan juga kembali di mulai, dimana Indonesia hanya bisa bertahan dan menguasai bola sebisa mungkin.


Mereka tidak ingin jumlah gol nya bertambah lagi.


Sampai wasit meniupkan peluit tanda berakhirnya pertandingan, Indonesia dengan resmi menutup keikutsertaan mereka di ajang piala Dunia.


Dengan 3 kekalahan 3 beruntun, Indonesia masih pulang dengan bangga dan dengan kepala tegak.


Pasalnya para penonton Indonesia juga menerima dan justru memberikan semangat untuk membangun kembali mental para pemain Indonesia.


Setelah usainya pertandingan, para pemain timnas Indonesia, pelatih dan staff juga berkumpul di depan tribun dimana banyaknya supporter Indonesia yang datang.


Mereka menghargai perjuangan keras para pemain Indonesia di ajang piala dunia ini dan tidak menyalahkannya sama sekali.


Di ikuti dengan teriakan teriakan supporter timnas Indonesia yang memberikan semangat pada pemain Indonesia dan staff tim, penonton Inggris yang berbeda tribun juga memberikan apresiasi dengan bertepuk tangan secara serempak.


Para penonton Indonesia yang melihat bahwa supporter Inggris memberikan apresiasi dengan tepuk tangan juga langsung membalas kembali dengan tepuk tangan yang sangat meriah.


Para pemain Indonesia dan staff juga kembali memberikan apresiasi dengan bertepuk tangan lagi.


Itu di tujukan untuk para penonton Indonesia dan para penonton Inggris yang memberikan apresiasi pada mereka.


Di saat semuanya sudah selesai dan para pemain hampir bubar untuk memasuki ruang ganti, Sean mengobrol beberapa kalimat dengan para pemain yang berada di klubnya Liverpool.


Selain mengobrol, rekan rekan Sean memberikan semangat juga pada Sean agar tak terlalu tertekan dengan kondisinya.


Meski mereka tahu bahwa Sean sudah terlatih mentalnya, mereka masih memberikan semangat.


Sean dan beberapa rekan timnya di klub Liverpool mengobrol beberapa kalimat, Sean juga bertukar kaos tim dengan Trent.


Asalnya Sean ingin bertukar dengan kaptennya Jordan Henderson, tapi Jordan Henderson segera berlari kabur.


Sean hanya bisa mengutuk kaptennya itu karena berlaku seperti anak kecil.

__ADS_1


Akhirnya Sean bertukar Jersey tim dengan Trent.


Setelah semua aktivitas di dalam lapangan selesai, Trent juga kembali ke ruang gantinya.


Dimana beberapa pemain masih merasa tertekan.


Sean yang baru sampai juga menghela nafas dan memberikan banyak motivasi agar para rekannya di timnas ini terbangun dan menjadi sadar dan segera menumbuhkan mental yang lebih kuat.


....


Saat ini, Sean yang masih berada Qatar bersama rekan timnya juga sedang liburan.


Mereka tidak memilih langsung pulang melainkan memberikan diri mereka sendiri hadiah dengan berlibur beberapa hari di sini.


Tentunya semua ini juga sudah mendapat izin dari pelatih.


Pelatih juga mengatakan bahwa para pemain memiliki 3 hari untuk berlibur dan menikmati liburan di sini.


Sean menghabiskan banyak waktu bersama keluarganya dengan berjalan jalan di berbagai tempat.


Sementara Sean yang berlibur, kondisi klub Liverpool di bagian staff sedang bergerak.


Mereka sudah mendapatkan banyak info dari Pelatih atau dari Bos tentang pemain pemain yang di butuhkan oleh Bos untuk mengisi skuad agar menjadi lebih kuat dan menjadi lebih padat pagi.


Itu juga untuk mengisi beberapa ruang, takut jika nanti pemain pemain inti memilikki masalah seperti cedera atau apapun.


Mereka sibuk untuk melihat data data pemain yang di berikan oleh Bos.


Entah itu di mulai dari harga pemain tersebut, kontrak pemain dengan klubnya, agennya siapa dan bagaimana perjalanan karirnya.


Apakah benar benar layak untuk di datangkan atau tidak.


Takutnya pemain tersebut hanya bermain bagus ketika di Piala Dunia saja dan di klubnya bermain sangat buruk.


Ini tentu akan merugikan pihak klub.


Dan hal seperti ini sudah biasa terjadi, dimana pemain tiba tiba berperforma sangat baik di ajang Piala Dunia.


Tentunya itu jelas tujuan para pemain dan agennya juga untuk mendapatkan perhatian dari klub yang lebih besar dan mendapatkan gaji yang lebih besar lagi di bandingkan dengan gaji di klub nya yang sekarang.


Beberapa nama yang sudah di berikan oleh bos kepada staff tim di isi oleh pemain yang berposisi sebagai gelandang, pemain bertahan dan penyerang.


Tentunya bos juga memberikan kandidat yang tepat, dimana beberapa pemain yang di berikan daftarnya pada staff juga tidak akan menjadi inti dan hanya ada 1 atau 2 saja yang mungkin pantas mendapatkan posisi sebagai pemain inti.


Dan mungkin juga akan bergantian dengan para pemain inti yang sekarang.


Ini menunjukan kualitas dari pemain tersebut.

__ADS_1


__ADS_2