I'M Footballer

I'M Footballer
Chptr 191.


__ADS_3

Stade de France, tempat dimana laga partai final UCL di gelar.


Saat ini pertandingan partai final antara Real Madrid dan Liverpool sangat sangat menarik.


Kedua tim menampilkan penampilan terbaik mereka masing masing.


Namun di pertandingan ini, hal yang tak pernah di duga oleh banyak orang terjadi.


Liverpool unggul atas Real Madrid dengan skor 2 - 0.


Dimana gol kedua di cetak oleh pemain Indonesia yaitu Sean.


Gol kedua terjadi sangat indah.


Dimana setelah Sean berhasil melewati pemain full back lawan, Sean menggiring bola melalui wilayah dalam.


Namun setelah berhasil melewati pemain full back lawan itu, Sean tidak bisa dengan tenang sebab saat dia menggiring bola dengan cepat, tiba tiba pemain lain dari Real Madrid juga segera melapisi dan mencoba menghadang Sean.


Sean sempat panik sebentar sebab keadaan dirinya benar benar dalam keadaan menggiring bola yang cepat dan tak mungkin berhenti tiba tiba.


Jika dirinya berhenti tiba tiba momentum yang dia bangun juga akan hilang.


Saat sudah dekat dengan pemain lawan yang bergerak mendekatinya, Sean tiba tiba melakukan putaran dengan kaki yang menginjak bola.


Gerakan itu bukan hanya mengagetkan pemain yang bergerak mendekati Sean yang tiba tiba terlewati oleh Sean dengan gerakan itu, tapi itu juga membuat bos dan para penonton tak percaya.


Setelah melakukan gerakan itu, Sean juga bergerak langsung dengan cepat menggiring bola lagi, karena keadaan yang di ciptakan oleh gerakan Sean barusan pemain lawan juga sempat kehilangan fokus sebentar.


Namun mereka juga dengan cepat sadar lagi.


Sean yang berhasil melewati itu tak terlalu memikirkan gerakan tadi, dia fokus dengan keadaannya saat ini.


Sean juga sudah melihat gawang namun posisinya kurang meyakinkan untuk menembak.


Setelah menggiring beberapa langkah ke depan, Sean juga menemukan bahwa ruang tembak sudah sangat pas, namun saat dirinya akan menembak, pemain lawan lainnya bergegas untuk menutup ruang tembak Sean.


Sean juga akhirnya tidak jadi menembak dan menggeser kan bolanya lagi ke luar menggunakan kaki kanan bagian luarnya.


Setelah melakukan itu, Sean akan menembak namun dia menghentikannya karena pemain lawan juga dengan cepat menutupi gerakannya lagi.


Sean akhirnya diam dan pemain lain juga diam.


Keadaan benar benar canggung karena keduanya saling menatap.


Bahkan pemain lainnya tidak ada yang menganggu keduanya yang berhadapan 1 lawan 1.


Tiba tiba saat pemain lawan di hadapan Sean tersenyum, Sean menembak tanpa melakukan ancang ancang terlebih dulu.


Sean menembak dengan tembakan melengkung.


Pemain lawan yang menjaga itu kaget dan hanya merasa bahwa melewatinya dengan cepat.

__ADS_1


Dia kemudian menoleh dan melihat ke arah pergerakan bola yang di tendang oleh Sean.


Dimana bola itu mengarah ke sisi kiri gawang dari penjaga gawang.


Itu pun ke pojok kanan atas.


Penjaga gawang yang kaget dan penglihatannya terhalang terlambat bereaksi.


Dia hanya bisa melihat bola yang akan masuk ke gawang.


Eder yang berperan sebagai pemain bertahan Real Madrid melompat mencoba menghalau bola dengan sundulannya namun tak sampai.


Sean juga melihat bola yang berhasil ia tembak itu dan dia sangat berharap bolanya masuk.


Saat para pemain semuanya tegang, bola akhirnya masuk ke gawang tanpa hambatan apapun.


Sean juga langsung berlari ke arah penonton.


Sean tahu dimana posisi keluarganya berada.


Dia kemudian menunjuk ke keluarganya dan tersenyum.


Para pemain lainnya juga dengan cepat mengepung Sean, namun sebelum mereka mengepung, mereka menemukan bahwa Sean sudah di berada dalam kerumunan penonton.


Sebab Sean melompati pembatas dan berlari di lintasan kemudian di sambut oleh para penonton.


Kebetulan tempat itu juga adalah tempat penonton Liverpool jadi tak ada kecelakaan.


Setelah para pemain ikut mengepung Sean, rambut Sean juga acak acakan.


Mereka bangga dan senang.


Tak lama wasit juga memberitahu agar pertandingan di mulai lagi.


Para pemain Real Madrid berwajah jelek karena mereka tak menyangka akan tertinggal 2 gol, apalagi oleh orang yang sama.


Setelah beberapa saat, pertandingan di mulai kembali dengan Real Madrid yang memulai.


Mereka memainkan tempo yang lambat karena jika mereka mengikuti tempo cepat seperti Liverpool, Liverpool lah yang di unggulkan.


Para pemain Liverpool meski sudah unggul tetap memainkan permainan pressing agresif mereka.


Bukan karena apa apa, tapi dengan tindakan seperti ini akan semakin mempersulit Real Madrid untuk membangun serangan.


Memasuki menit 62, Valverde menguasai bola.


Dia bisa menguasai bola sebab dia menjemput bola ke lini pertahanannya sendiri.


Dimana bola sulit sekali untuk mengalir ke depan karena pemain depan Liverpool yang melakukan pressing ketat.


Saat Valverde menguasai bola, dia menggiring ke lini tengah perlahan lahan.

__ADS_1


Namun yang tidak dia duga adalah, dari belakang sebelah kanannya ada pemain yang mengejarnya.


Pemain tersebut adalah Sean.


Sean berlari cepat untuk merebut bola karena dia merasa bahwa Valverde terlalu santai, dia ingin memanfaatkan kesempatan ini.


Saat sudah dekat, Sean kemudian mencoba meraih bola di kaki Valverde dengan menyodorkan kaki kanannya ke bola supaya bola bisa terjauh dari penguasaan Valverde.


Namun siapa sangka, Valverde justru memindahkan bola tersebut ke sebelah kirinya.


Sean juga akhirnya tak mendapatkan bola dan hanya menabrak kaki dari Valverde saja.


Valverde juga langsung terjatuh, berpura pura kesakitan. Wasit kemudian meniupkan peluit untuk memberikan pelanggaran.


Sean melihat ini langsung cuek dan meninggalkannya karena dia tak merasa bahwa dia melakukan pelanggaran keras.


Valverde yang melihat ini langsung tersenyum.


Kemudian permainan di lanjutkan lagi.


Memasuki menit ke 68, Real Madrid sudah berhasil melancarkan 4 serangan beruntun ke gawang Liverpool.


Namun dari 4 serangan itu, hanya 1 saja yang menyebabkan jantung para penonton Liverpool berdetak.


Itu merupakan tembakan dari Benzema yang menerima umpan tarik dari Vinicius.


Untung saja bola hanya membentur mistar gawang dan langsung keluar.


Benzema juga menyesali hal itu karena tak berhasil mencetak gol.


Memasuki menit ke 73, Real Madrid melakukan serangan melalui sisi Trent Arnold.


Dimana Vinicius menguasai bola, dia menggiring dan melakukan step over mencoba mengelabui Trent Arnold.


Namun siapa sangka, Trent Arnold dengan mudahnya terlewati oleh Vinicius.


Ini sudah berulang kali terjadi di pertandingan ini, dimana Trent Arnold terus berhasil di lewati oleh Vinicius.


Trent Arnold sangat berbeda permainannya dengan di Premier League, dimana dia selalu membuat lawannya kesulitan.


Tapi di depan Vinicius, Trent seperti tidak ada apa apanya.


Saat Vinicius berhasil melewati Trent, dia akan melakukan cut inside langsung namun Trent menarik bajunya.


Vinicius juga langsung menjatuhkan tubuhnya dan berharap pelanggaran, sebab posisi ini merupakan jarak yang sangat pas untuk melakukan tendangan bebas langsung ke arah gawang Liverpool.


Wasit juga tentunya melihat dan langsung memberikan pelanggaran meski tarikan dari Trent sangat kecil.


Trent langsung protes bahwa dia hanya menarik dengan kekuatan kecil saja tapi wasit hanya menggelengkan kepala saja.


Para pemain Liverpool juga protes karena mereka merasa bahwa tendangan bebas di sini sangat berbahaya.

__ADS_1


Wasit tetap teguh dan memberikan pelanggaran dan memberikan tendangan bebas untuk Real Madrid.


Alhasil, Sean, Aurelien dan Florian juga Felix menjadi benteng untuk menghadang tendangan bebas.


__ADS_2