I'M Footballer

I'M Footballer
Chptr 35.


__ADS_3

Perebutan bola yang terjadi di kotak penalti Uniao itu terjadi akibat sentuhan bola oleh Roberto yang membentur kaki pemain bertahan lawan.


Dengan banyak usaha, bola dimenangkan oleh pemain Arouca.


Pemain Arouca itu akan melakukan tendangan untuk membuang bola menjauh dari wilayahnya.


Namun saat hendak menendang bola, tiba tiba bola yang akan ia buang itu terebut dan sosok yang merebutnya bergerak sangat cepat.


Dia kembali sadar saat bola sudah masuk di dalam gawang.


Sean yang merebut bola dan langsung melakukan tembakan itu langsung berlari melakukan selebrasi di sudut lapangan.


Para pemain di timnya bahkan tidak percaya dengan gol ini, pasalnya gol terjadi begitu cepat dan golnya sangat indah.


Dimana Sean merebut bola dari kaki lawan, lalu Sean mendorong bolanya sedikit dan melakukan tendangan melengkung karena kotak penalti penuh dengan para pemain kedua tim.


Bola itu juga menuju pojok kanan atas, penjaga gawang Uniao juga tak bereaksi karena itu cepat.


Penjaga gawang hanya merasa ada yang bergerak di sisinya saja dan melihat pemain muda Arouca berlari melakukan selebrasi.


Gerakan tadi dan gol tadi memang terjadi sangat sangat cepat.


Sean melakukan selebrasi khasnya dengan tenang. Dia pun terus tersenyum.


Tak lama rekan rekannya melompat dan memeluk Sean.


Para penonton dari tin Arouca dan staff beserta pelatih bersorak.


Sedangkan para pemain cadangan berlari ke sudut untuk merayakan gol Sean.


"Apakah kamu melihat nya barusan?" Tanya komentator.


"Sedikit, aku hanya melihat bagaimana dia merebut bolanya dan mendorong bolanya sedikit."


"Kukira dia mendorong bola sedikit untuk di berikan pada pemain lainnya yang berada do sisinya."


Memang ada pemain di sisi Sean yaitu Santos, namun Sean tidak melakukan itu untuk Santos tapi sengaja agar dia bisa mendapatkan sedikit ancang ancang untuk menembak.


"Putaran bolanya juga sangat bagus."Ungkap Komentator.


"Pemain ini sudah berkontribusi dari semua gol pertandingan ini." Ungkapnya.

__ADS_1


"Dari penalti Roberto, mengirim assist pada gol Lopes, mengirimkan umpan tarik pada Roberto, dan sekarang dirinya mencetak gol."


"Apakah benar apa yang kusebutkan?" Tanya komentator.


"Benar memang dia yang berkontribusi untuk semua gol." Sahut satunya lagi.


Dengan peluit wasit pemain kembali lagi, namun sebelum di mulai nya kick off, Sean di ganti oleh pelatih karena takut Sean kelelahan dan juga takut pemain Uniao melakukan yang tidak tidak pada Sean yang membuat ya nanti cedera atau apa.


Sean yang di tarik keluar memeluk pelatih melakukan tos dengan pemain cadangan lainnya lalu mengambil rompi dan memakainya.


Lalu dia duduk dan melonggarkan tali sepatunya, setelah itu minum air dan melanjutkan untuk menonton pertandingan timnya di lapangan yang masih berlangsung.


Waktu terus berlalu dan serangan juga saling jual beli, Uniao sudah total menyerang karena menurut mereka setidaknya mereka harus mencetak 1 gol.


Saat menit mencapai 86, Peluang kemudian di miliki oleh Roberto yang mendapatkan operan dari Lopes.


Roberto mengontrol bola dengan kakinya yang menyentuh bola, sedikit melakukan dorongan pada bolanya lalu Roberto memutar badannya dan melakukan tembakan tanpa melihat ke gawang.


Tembakan keras itu membuat kaget penjaga gawang lawan, dengan usaha yang keras, bola yang di tendang Roberto mengenai ujung jarinya namun bola terus menusuk ke arah gawang.


Gol pun kembali di cetak oleh Roberto. Roberto melakukan selebrasi dan merayakan hattricknya.


Setelah selebrasi, pelatih Jorge Costa melakukan pergantian lagi. Pemain yang di ganti adalah Roberto dan Lopes.


Dengan formasi 4 5 1, Arouca di penuhi dengan gelandang yang membuat setiap ruang di tengah terisi dengan baik.


Sampai peluit di bunyikan, Uniao di hanya bisa melakukan pressing karena di menit yang tersisa penguasaan bola di menangkan oleh Arouca.


Para pemain kembali ke ruang ganti, pelatih Jorge Costa membawa lagi Roberto ke ruang pers yang ada di Estadio de Barreiros.


Di ruang ganti, Sean bersalin bersama rekan lainnya.


"Kita akan memasuki bulan baru, dan jadwal akan mulai padat." Ungkap staff pada para pemain yang sedang bersalin.


Para pemain mengangguk benar.


"Kurangi aktivitas kalian di luar karena pertandingan juga banyak, dan mungkin ada beberapa yang kelelahan karena padatnya jadwal."


Pemain mengangguk lagi.


Memang memasuki bulan Oktober, liga di Portugal menjadi semakin ketat juga piala domestik, piala liga juga bergulir.

__ADS_1


Jadi untuk pemain yang jarang kebagian menit bermain di pastikan akan mendapat menit bermain.


Tak berselang lama, Sean dan rekannya sudah bersalin dan kebetulan juga Roberto dan pelatih Jorge Costa kembali.


"Baiklah bersalin.. " Ungkap pelatih Jorge Costa yang tiba tiba berhenti karena melihat para pemainnya sudah bersalin.


"Baiklah, Beto cepat salin, kita harus segera kembali." Ungkap Pelatih.


Roberto pun bersalin dengan cepat. Tak butuh waktu lama, Sean dan lainnya kembali ke bus dan mulai berangkat pulang menuju Arouca lagi.


Di perjalanan, Sean mengobrol dengan pemain lainnya membahas pertandingan tadi.


"Heh, Beto hattrick. Perayaan dong." Ungkap Rocha.


Namun itu hanya di sambut oleh ungkapan pelatih, "Jangan dulu, kita akan memasuki jadwal padat, kurangilah." Para pemain lain menertawakan Rocha.


Padahal baru saja tadi di beritahu oleh staff tapi Rocha sudah lupa.


"Heh si anak kecil kita berkontribusi paling banyak." Ungkap Jubal dan Basto yang duduk bersebalahan.


"Ohiya si kecil ini mencetak gol tadi."


"Jelaskan bagaimana kamu menembak tadi." Ungkap Roberto.


Roberto tidak melihatnya, hanya Santos yang melihat dengan jelas bagaimana Sean bergerak sampai bisa mencetak gol tadi.


Dengan Santos yang menjelaskan bagaimana kejadian Sean mencetak gol, "Hooo. Pantas saja aku tidak melihatnya dengan jelas." Ungkap Roberto.


"Berisik Beto, kamu jelas tidak melihat karena kamu jatuh dan hanya melihat ke gawang." Ungkap Valente yang menyindir Beto dengan sinis.


"Heh, kamu ini. Lopes beritahu dia siapa yang mencetak 3 gol." Ungkap Beto membalas sindiran Valente dengan balasan yang menyakitkan.


"Sudah aku tahu, hanya penyerang tinggi kita yang mencetak hattrick." Ucap Valente.


"Kemarin si kecil yang hattrick, sekarang si tinggi yang hattrick." Ungkap Valente yang di balas dengan tawaan para pemain juga staff, pelatih hanya tersenyum.


"Semoga kita bisa promosi." Ungkap pelatih tiba tiba.


"Kita bisa pelatih." Sahut para pemain dengan semangat.


Sean hanya ikut senang kalau tim Arouca promosi, meski dia tidak bermain lagi musim depan di Arouca, tapi dia bisa bertemu.

__ADS_1


Tapi Sean juga tidak tahu rencana apa yang akan di berikan Boavista untuknya, apakah memberikan menit bermain di Boavista atau meminjamkannya lagi.


Sean hanya berharap bisa bermain saja, dimanapun asal bisa bermain dan mendapatkan banyak pengalaman untuk karir sepakbolanya.


__ADS_2