
3 hari kemudian,
Pertandingan Liverpool melawan Aston Villa juga berakhir dengan kemenangan atas tim tamu yaitu Liverpool.
Liverpool berhasil menang dengan skor 2 - 1.
Dimana kedua gol di cetak oleh Mbappe yang melakukan aksi nya.
Gol pertama dia cetak melalui tendangan jarak jauhnya.
Gol kedua di cetak setelah melakukan umpan 1 2 bersama Felix dan Mbappe melakukan gocekan pada orang terakhir dan menembaknya.
Dengan keunggulan ini, Liverpool kembali ke posisi ke 2 karena Chelsea mengalami imbang saat Derby London.
Pertandingan yang tersisa di Liga Premier juga tinggal 5 lagi dan semua ini harus selesai di bulan Desember.
Saat ini, masih berada di akhir Oktober.
Jadwal juga saat ini sedikit longgar karena untuk persiapan di bulan Desember yang padat.
Saat ini, Liverpool sedang bersiap untuk melakoni laga melawan AC Milan di kompetisi bergengsi UCL.
Ini merupakan pertandingan ketiga Liverpool, dan mereka akan menjadi tuan rumah dan menjamu AC Milan di Anfield.
Sisa dari pertandingan UCL ini akan di selenggarakan di bulan November dan Desember, sehingga saat awal tahun nanti dimana kompetisi UCL akan di selenggarakan di bulan Februari dengan babak 16 besar.
Itu pun jika Liverpool lolos.
Setelah 3 hari terlewati dan kejadian Sean dan Callista di rumah nya Sean, kedekatan keduanya menjadi semakin dekat.
Tapi saat ada tamu seperti Felix dan Magui keduanya tidak menunjukan apapun karena sangat malu.
Tapi meski begitu, Felix dan Magui tahu bahwa sudah ada sesuatu di antara keduanya itu.
Saat ini, Sean sedang memegangi bola yang dia bawa pulang setelah melakukan hattrick nya di Liga Premier saat itu.
"Bola hattrick pertamaku di Liga Premier."
"Haruskah aku membeli lemari untuk penghargaan penghargaan ku?" Ucap Sean sambil pikir.
Sean juga ingin penghargaannya di simpan dengan baik meski sedikit, ini merupakan kenang kenangannya dalam menjalani karir sepak bola.
"Apa yang kamu pikirkan?" Tanya Callista sambil membawa dua gelas jus.
Dia menggunakan celana pendek saja dan ini membuat Sean menelan air liurnya sendiri.
'Kurasa tadi dia memakai celana panjang, tapi kenapa jadi celana pendek?' Pikir Sean.
Sean mengambil salah satu jus di tangannya Callista.
"Aku akan menyimpan bola ini, penghargaan ku dan piagam piagam ku di sebuah lemari. Tapi aku perlu membelinya dulu." Ucap Sean menjelaskan.
"Oh bagus."
Keduanya terus mengobrol.
Di saat sedang asyik mengobrol, Sean menerima panggilan dari ibunya.
"Ada apa Bu?"
__ADS_1
"Bagaimana kondisimu?"
"Baik, sekarang sudah di suruh untuk melakukan banyak pergerakan agar tak terlalu kaku."
"Baguslah, jadi kamu senang di rawat olehnya di sana?" Tanya ibunya tiba tiba.
Sean jelas tertegun.
'Kenapa ibu menanyakan hal seperti ini, mana mungkin aku menjawabnya kepada ibu.'
"Yah begitulah."
"Mana Lisa, ibu mau lihat dan mau bicara." Ucapnya, kemudian Sean menggerakkan kameranya ke arah Callista.
Tapi tak lama suara ibunya terdengar berteriak.
"Aduh, kenapa kamu pakai celana pendek?" Teriak ibunya Sean pada Callista.
"Ah, panas Bu di sini." Jawab Callista.
"Tapi kamu tidak macam macam kan?" Tanya ibunya meyakinkan.
Callista melirik Sean lalu tersenyum.
"Oh aku di ganggu olehnya Bu, bahkan dia minta ingin di pijit pijit olehku." Ucapnya memelas.
Callista benar benar sudah sangat berani begini sejak kejadian 3 hari yang lalu.
Dimana keduanya memilih untuk menjalankannya dulu tanpa hubungan tapi harus terus saling support saja.
"Sean, masa kamu minta anak orang untuk pijit." Teriak ibunya.
Kemudian mereka juga melakukan obrolan yang panjang, Sean juga merasa sangat hangat karena suasananya sangat membahagiakan.
Ini jelas yang tak pernah dia rasakan selama dia tinggal di Eropa sendirian, meski kadang kadang selalu melakukan panggilan ibunya tapi suasananya berbeda.
Setelah 1 jam lebih, panggilan juga di akhiri.
"Kamu akan pulang setelah aku sembuh kan?" Tanya Sean.
"Mmmm." Jawab Callista.
"Bisakah kamu di sini sampai akhir bulan Desember, biar pulang bareng." Ucap Sean.
"Kenapa?"
"Apakah takut sendirian?" Tanya Callista meledek.
"Mana ada takut, aku sudah terbiasa."
"Khawatir saja dengan mu nanti di perjalanan." Ucap Sean.
Callista merasa hangat sangat mendengar kalimat ini karena di khawatirkan oleh Sean.
"Terus aku haru bilang apa pada orang tuaku dan keluargaku?"
"Memang ga ada kerjaan?" Tanya Sean balik.
"Tidak ada."
__ADS_1
"Film film ku sedang tayang dan tak mungkin aku langsung syuting lagi kan."
"Target ku di tahun ini juga sudah tercapai. 3 film bioskop, 2 drama web series." Ucap Callista menjelaskan.
Dimana waktu syutingnya benar benar sangat memakan banyak waktu, karena harus riset dan melakukan pendalaman pada karakter.
Dengan perolehan Callista tahun ini, jelas dia sangat produktif sebagai seorang aktris muda, ini merupakan pencapaian yang sulit di dapatkan oleh aktris muda lainnya.
Apalagi dari semua job ini, Callista berperan sebagai pemeran utama wanita, atau bahkan menjadi pemeran wanita kedua jika ada senior yang jadi pemeran wanita utama.
Ini merupakan hal hebat bagi aktris muda sepertinya, dan dia patut bangga dengan hal ini.
"Bilang saja, temanmu Magui perlu teman dia sendirian, dan jelaskan bahwa kamu sudah tidak ada job lagi." Ucap Sean mencoba membodohi Callista.
"Baiklah akan ku lihat nanti." Jawab Callista.
Sean sengaja ingin Callista tinggal di sini supaya hubungannya semakin dekat, dia juga tak mau kejadian seperti dirinya dengan Sarah terulang.
Di saat keduanya asyik mengobrol, para fans nya Callista di Indonesia dan beberapa media benar benar di buat sibuk.
Mereka sibuk membuat banyak berita tentang hubungan Sean dan Callista apalagi setelah Callista mengupdate story' nya itu.
Para media berita benar benar bergerak cepat, meski sudah banyak yang membuat berita seperti ini, mereka tetap melakukannya karena ini akan sangat laku untuk di lihat dan di baca.
"Aku tak menyangka idolaku benar benar berhubungan dia." Ucap fans wanita dari Callista.
"Tapi tak apa dong, dia juga kan tampan jadi cocok."
"Apakah kamu mau kalau idola kita bersama aktor itu?" Tanya nya merujuk pada Aktor yang mencoba mendekati Callista saat itu dan di ketahui oleh para fansnya.
"Tidak tidak boleh." Ucap lainnya.
"Makanya, kita harus terus dukung saat ini, apalagi dia menjadi bintang muda sepak bola Indonesia dan harapan sepak bola Indonesia, tentunya pengaruhnya lebih besar di bandingkan aktor itu."
"Apalagi dia tinggal di luar negeri, uh sungguh menyenangkan."
Obrolan obrolan para fans Callista di sebuah cafe.
Sedangkan di rumah keluarganya Callista, ayahnya Callista diam saja saat istrinya atau ibunya Callista ngomel.
"Sudah, tak apa. Jika terjadi apa apa dan ada kecelakaan, sudah pasti dia akan bertanggung jawab, apalagi ini sudah diketahui media, ini tentunya lebih mudah." Jawab ayahnya Callista.
"Tapi..." Sahut ibunya.
"Kamu seperti yang tidak pernah muda saja, biarkan dia tumbuh dan bergaul, pria itu juga sukses apalagi karir sepak bolanya fokus di Eropa."
"Apakah kamu tidak berpikir bahwa putri kita bisa bahagia jika kehidupannya terpenuhi dan segala sesuatunya sangat mudah di lakukan?" Tanya ayah nya.
"Coba kamu cari di internet berapa bayaran pemain itu."
Kemudian ibunya Callista melakukan pencarian di Internet tentang harga Sean saat ini dan bayaran gajinya di Liverpool.
Tentunya ibu Callista kaget karena tidak hanya bayaran dari Club saja, tapi dari sponsor juga, apalagi di cantumkan bahwa pemilik usaha Arunika atau perusahaan Arunika yang sedang berkembang di Indonesia dan sedang melakukan perluasan agar tak di sektor pakaian saja itu adalah Sean.
"Ini?" Ibunya terbata bata.
"Sudah jelaskan, aku berkata begini, karena aku sudah melihatnya." Ucap ayahnya sambil tertawa.
"Dia merupakan pemilik dari Arunika yang saat ini sedang berkembang pesat di Indonesia. Pakaian pakaiannya juga sudah mereka ekspor ke luar negeri, itu berkat popularitas dari Sean nya sendiri, itulah pengaruhnya sehingga perusahannya juga maju dan berkembang."
__ADS_1
"Coba bayangkan jika terjadi apa apa dengan putri kita, sudah di pastikan dia juga akan bahagia karena masa depannya sudah pasti akan terjamin." Ucap ayahnya Callista tersenyum bahagia.