I'M Footballer

I'M Footballer
Chptr 186.


__ADS_3

23 Mei 2022,


Sean berada di rumahnya.


Dia saat ini dalam situasi yang sangat sangat bahagia.


Dia melakukan latihan yoga ringannya sambil tersenyum senyum sendiri.


Namun tidak keanehan dari tingkahnya itu, sebab kebahagiaannya juga berasal dari hal yang sangat wajar atau pantas membuat Sean sangat bahagia.


"Akhirnya.."


"Trophy Premier League di dapatkan." Ucap Sean sembari menyudahi latihan yoganya.


Dia berjalan ke lemari yang kecil dan melihat piagam nya.


Para pemain atau rekan lainnya juga sama, mereka menyimpan nya dan akan membuat acara perayaan nanti setelah final UCL.


Di pertandingan Manchester City kontra Liverpool saat itu, Liverpool berhasil meraih kemenangan dengan sangat susah payah.


Meski di babak pertama mereka unggul 2 gol tapi di babak kedua mereka kecolongan 3 gol dengan gol gol cepat.


Apalagi setelah Erling Haaland masuk, dia berkontribusi dengan 2 golnya.


Skor saat itu menjadi 3 2, dimana Liverpool kalah.


Dan skor itu bertahan sampai menit 73.


Pada menit 74, Florian mencetak sebuah gol dengan tembakan panjangnya dari luar kotak penalti.


Skor juga menjadi 3 3.


Setelah skor menjadi imbang lagi, alangkah bahagianya Liverpool karena masih bisa mempertahankan skor dengan ini meski mereka sempat kecolongan.


Namun siapa sangka, Manchester City justru menggempur di menit menit terakhir yaitu dari menit 85 sampai akhir pertandingan.


Untung saja pada menit 91, Manchester City gagal membuat sebuah gol sebab di selamatkan oleh Allison.


Saat itu, Allison yang sudah berhasil mengamankan bola juga langsung memberikan lemparan jauh ke lini tengah.


Sean yang berada di tengah juga mendapatkan bolanya dan berlari sendiri menggiring bola melewati 2 pemain.


Meski bajunya di tarik tarik dia terus berlari dengan kencang sambil membawa bola.


Saat akan memasuki kotak penalti, Sean sudah tidak tahan lagi dengan tarikan yang di lakukan oleh pemain lawan, keseimbangannya juga akan roboh.


Namun di saat kritis seperti itu, Sean melirik ke sebelah kanannya sedikit dan menemukan Mbappe yang berlari menyusul.


Sejak itu, Sean tak membuang waktu lagi, dia langsung menyodorkan bolanya sedikit ke arah kanan.


Setelah memberikan sodoran tersebut, Sean juga langsung jatuh karena keseimbangannya sudah tidak bisa di pertahankan lagi.


Wasit juga awalnya akan memberikan pelanggaran langsung namun melihat bahwa bola mengarah pada Mbappe, wasit pun membiarkannya.


Berbeda dengan pemain Manchester City yang buru buru meminta pelanggaran.

__ADS_1


Mbappe yang sendirian dan berhadapan 1 lawan 1 dengan penjaga gawang dengan tenang melakukan tipuan pada penjaga gawang dengan pura pura menembak.


Setelah penjaga gawang bergerak, dia hanya melakukan dorongan ringan pada bola karena gawang sudah kosong.


Dengan gol Mbappe itu, Liverpool kembali unggul dan skor akhir juga menjadi 4 - 3.


Setelah gol itu, Manchester City juga berusaha membaut serangan lagi sampai waktu habis, namun mereka tidak bisa membuat sebuah gol lagi.


Dengan kemenangan itu, League Liverpool berhasil menjauhkan diri mereka dari Manchester City yang berada di posisi kedua.


Di laga itu, Sean juga menjadi Man of the Match sebab mencetak 2 gol dan 1 assist.


Apalagi kontribusinya pada tim tidak hanya terpaut pada itu.


Sean juga banyak menciptakan peluang untuk rekan rekannya dan bahkan membuat beberapa tembakan berbahaya untuk gawang Manchester City.


Selain kemenangan Liverpool atas Manchester City itu, Sean juga menjadi memiliki jumlah assist yang sama dengan Kevin De Bruyne.


Sebab di pertandingan itu, Kevin De Bruyne tidak membuat assist hanya membuat peluang saja.


Dia juga sangat kesal saat itu bahwa dia memberikan operan dan berharap Alvares mencetak gol, namun Alvarez justru memberikan bola pada Erling Haaland dan menjadi sebuah gol.


Setelah pertandingan Liverpool melawan Manchester City yang di akhiri dengan kemenangan Liverpool, Liverpool beristirahat 3 hari untuk laga selanjutnya di Derby melawan Everton.


Di pertandingan yang di selenggarakan tanggal 22 Mei itu, Liverpool hampir hampiran kalah.


Bukan karena Liverpool terlalu di atas angin, tapi permainan Everton benar benar berbeda dengan apa yang di perkirakan bos dan tim analis.


Dimana Everton bermain sangat bertahan.


Liverpool juga tak mempermasalahkan jika hasilnya imbang dengan Everton.


Dan itu pun langsung menjadi sebuah gol yang membuat para pemain Liverpool kaget.


Sejak itu, Liverpool langsung melancarkan serangan secara brutal.


Sampai menit 87, akhirnya Felix mencetak gol berkat umpan 1 2 dengan Sean.


Sean juga menjadi mencatatkan assist tambahan lagi.


Namun di pertandingan lain, Kevin De Bruyne juga memberikan 1 assist.


Akhir pertandingan dari Liverpool melawan Everton juga berakhir imbang dengan satu satunya gol penyeimbang dari Felix.


Dengan begitu, Liverpool juga berhasil mengamankan posisi puncak klasemen dan menjuarai liga Premier.


Dengan jarak 2 poin dari Manchester City yang ada di posisi klasemen ke 2.


Mbappe juga menjadi pencetak gol terbanyak, dan untuk top assistnya itu di berikan pada Kevin De Bruyne dan Sean sebab keduanya memiliki jumlah yang sama.


Meski begitu, urutan di top assistnya masih Sean yang pertama sebab timnya Sean atau Liverpool menjadi juara Premier League.


Liverpool menunda acara perayaan nya karena mereka berharap di UCL nanti mereka bisa menang lagi supaya bisa sekaligus merayakan nya bersamaan.


Keluarga Sean yang di Indonesia juga mengatakan bahwa mereka akan berangkat ke Prancis tanggal 25 sehingga mereka akan menginap 2 hari di sana.

__ADS_1


Saat ini, Sean yang berada di rumahnya juga sudah berganti pakaian.


Dia akan menjemput Silva.


Silva mengatakan bahwa dia akan datang ke rumahnya dan mengobrol kan sesuatu.


Sean tidak tahu apa yang akan di obrolkan oleh Silva.


Setelah beberapa saat, Sean mengendarai mobilnya dan berangkat


..


Di dalam mobil, Sean dan Silva saat ini sedang mengobrol.


"Aku tak menyangka, karirmu mu akan melejit dengan cepat seperti ini." Ungkap Silva penuh dengan semangat


"Haha, ini tidak sepertimu Silva." Sahut Sean.


"Jadi kamu akan nonton nanti final UCL?" tanya Sean.


"Tentu itu pasti."


"Jadi apa yang akan kamu obrolkan dengan ku sampai kamu harus mendatangiku seperti ini." Ucap Sean.


Silva yang mendengar ini tiba tiba merubah ekspresinya dan menjadi serius.


"Dengarkan aku, ini mungkin terjadi secara tiba tiba." Ucap Silva.


"Jadi ada apa?" Tanya Sean semakin penasaran.


"Orang tuaku sudah sangat tua, mereka tidak bisa lagi mengurus bisnis mereka." Ucap Silva.


Sean mendengar ini juga langsung mengerti dan mempunyai sedikit gambaran tentang apa yang di ucapkan Silva.


"Mereka berharap bahwa aku mengurus dan meneruskan bisnis mereka."


"Meski mereka sudah tahu bahwa aku sekarang menjadi agen yang lumayan terkenal, mereka masih tak percaya dengan bidang ini."


"Selain itu, bisnis keluarga telah di turunkan sejak lama dari generasi sebelumnya." Ucap Silva.


Kemudian Silva menjelaskan asal usul perusahaan keluarganya itu.


Dan meski Sean tahu bahwa Silva memang dari keluarga besar dan memiliki banyak kekayaan, tapi Sean masih sangat suka dengan Silva yang memilih karirnya sendiri saat itu.


"Jadi apakah kamu akan berhenti dari pekerjaanmu saat ini?" Tanya Sean.


"Sepertinya iya, aku tidak bisa membiarkan perusahaan keluarga yang telah lama berdiri hancur bila di berikan ke tangan orang lain."


"Aku mengerti Silva, jadi tak apa." Ucap Sean.


"Kamu tenang saja Sean, aku akan memberikanmu pada Gestifute langsung."


"Aku juga sudah berbicara dengan Jorge Mendes, apakah dia bisa mengambil mu sebagai pemain di bawahnya atau tidak."


"Terus apa?"

__ADS_1


"Dia hanya mengatakan bahwa dia akan melihat data mu dulu." Ucapnya.


Sean juga mengerti dengan ketelitian Jorge Mendes, sebab para pemainnya adalah para pemain yang sangat hebat.


__ADS_2