
18 Desember 2017,
Sean berada di asramanya sedang melihat kalender yang ada di ruangannya, dia melihat pada tanggal 27 Desember, dimana tanggal itu ia lingkari dengan spidol.
"1 minggu lebih lagi aku berumur 18 tahun."
"Tapi itu tepat bersamaan dengan pertandingan terakhir musim pertama dan setelah itu akan libur 2 pekan."
"Besok pertandingan melawan Real, dan saat ulang tahunku pertandingan melawan Gil Vicente."
Setelah beberapa saat, Sean duduk lagi di ranjang kasurnya dan akan segera tidur karena sudah waktu jadwal Sean tidur.
Keesokan harinya, setelah melakukan joging pagi dan berlatih di gym sebentar Sean kembali ke asramanya.
Sean biasa melakukan latihan di gym selama 2 bulan terakhir, ia mendapatkan arahan dari pelatih fisik untuk membuat otot otot kaki nya semakin kuat, tubuh lainnya juga di perkuat dengan otot otot setelah Sean berlatih di gym sesuai dengan arahan pelatih fisik.
Dia memiliki modal untuk beradu body charge dengan pemain lain tanpa rasa takut lagi, meski sebelumnya berani, tapi sering kali Sean kalah, tapi karena kecepatannya Sean masih bisa meraih bola saat kalah dalam body charge.
"Pertandingan sore hari, jadi masih ada banyak waktu yang tersisa, aku tidak tahu, aku harus melakukan apa."
Hari ini tidak berlatih karena akan bertanding, Sean bisa santai karena pertandingan sore hari melawan Real di gelar di Estadio Municipal Arouca.
Sean juga tidak perlu membawa peralatan apapun karena sudah di simpan di ruang ganti.
"Oiya, aku sudah lama tidak menelpon ibu, aku tidak tahu bagaimana kabar mereka."
"Tapi jika aku menelpon sekarang, di sana masih jam 1 atau 2 malam. Ibu pasti sedang tidur."
Dengan itu Sean mengeluarkan ponselnya dan melihat obrolan dalam grup chat zaman sekolahnya.
"Grup ini masih saja ramai padahal sudah dini hari, apakah mereka tidak tidur."
Sean juga memasuki ruangan grup chat dan membaca beberapa pesan.
"Haha si Gilang ke gap sedang berselingkuh oleh pacarnya tadi siang."
"Diam, jangan di sebarkan begini." Ungkap Gilang.
"Haha tak masalah kan nama dan reputasimu juga sudah buruk."
"Si anj**g."
Sean membaca ini semua hanya tersenyum. Kemudian Sean mengirim pesan ke grupnya.
"Haduh, tidur hei jam 2 dini hari ini. Jangan ganggu tetangga yang udah tidur." Canda Sean.
__ADS_1
Tak lama, beberapa balasan langsung di kirim, Sean juga tak menyangka bahwa yang begadang banyak, termasuk para cewe.
Saat melakukan panggilan vidio waktu itu, hanya beberapa orang saja dan tidak semuanya yang bisa mengobrol dengan Sean, meski setelah nya ada beberapa yang bercerita, teman lainnya tidak bisa mengobrol dengan Sean.
Sekarang, setelah Sean mengirim pesan di grup, grup langsung lebih ramai.
"Akhirnya keluar juga, ku kira kamu akan seperti waktu itu membaca pesan saja."
"Iyaa tetangga di sebelah ku juga udah berteriak bahwa aku berisik."
"Tak masalah tetanggaku juga lebih berisik dari pada aku kok. hehe."
Balasan yang di kirim teman teman Sean semuanya di baca oleh Sean, Sean juga senang bahwa dirinya masih di kenal dan di tunggu oleh teman temannya.
"Aku besok pulang." Canda Sean.
"Jemput aku di airport."
Setelah beberapa saat,
"Tipu tipu, kamu bilang nanti setelah musim 2017 / 2018 selesai." Ucap Albi.
"Haha masih ingat berarti kamu Al?" Tanya Sean.
"Jadi benar kamu pulang setelah musim berakhir?"
"Adakan reuni langsung ya?"
"Kepulangan Sean juga kayanya pas sama libur semester."
Balasan demi balasan di kirim oleh teman Teman Sean.
"Ya adakan reuni saja, asal acaranya kamu yang bayar." Ungkap Sean.
Dengan itu obrolan terus berlanjut, Sean juga kasihan dengan teman temannya karena belum tidur jadi dia juga menyudahi setelah 10 menit mengobrol dengan mereka.
Menutup ponselnya, Sean kemudian memilih untuk berlatih yoga sedikit, Sean juga sudah hafal beberapa gerakan dan mahir jadi tanpa pelatih pun dia sudah bisa.
Namun Sean berniat berhenti nanti setelah 3 bulan supaya dia juga hafal semua gerakan yoga dan tidak akan mengalami masalah kedepannya.
Sean berlatih yoga di asramanya selama beberapa menit. Setelah berlatih, Sean kembali duduk di kursi belajarnya.
"Sekarang baru jam 10 lebih, main play station aja lah."
Dengan begitu, Sean juga bermain play station di asramanya.
__ADS_1
Sean memainkan mode karir player atau membuat pemain sendiri dan memainkan pemain itu sendiri.
Selama bermain play station untuk mengisi waktu nya yang selalu kosong, karakter Sean di play station juga sudah masuk tim besar berbeda dengan karir Sean.
Namun itu juga karena dalam play station waktunya lebih cepat.
...
Sore harinya,
Di ruang ganti Estadio Municipal Arouca, lebih tepatnya di ruang ganti milik tim Arouca, Sean dan rekannya sudah bersalin dan bersiap.
Namun dalam pertandingan ini, Sean tidak starting line up. Jadi dia harus duduk di bench.
Selama 17 pertandingan ini, Sean sering masuk dalam starting line up dan hanya beberapa kali saja main setelah masuk dari pergantian pemain.
Ini termasuk yang ke 5 kalinya Sean duduk di bangku cadangan selama 18 pertandingan.
Di ruang ganti, pelatih menjelaskan instruksi untuk pertandingan hari ini, Sean sebagai pemain cadangan juga mendengarkan.
Setelah beberapa saat, staff official pertandingan memberi tahu agar segera memasuki lorong pemain.
Sean bersama pemain cadangan lainnya langsung ke luar ruang ganti dan menuju bench saat pemain starting line up memasuki lorong pemain.
Di bench pemain, Sean duduk menggunakan rompi dengan tali sepatu yang masih longgar.
Sean juga kini sudah memotong rambutnya yang membuatnya semakin terlihat tampan.
Sean memotong rambutnya setelah merasakan bahwa itu sangat menganggu, meski sudah diikat, tapi tak lama Sean tidak menyukai rambutnya diikat jadi memilih untuk di potong.
Dengan bunyi peluit dari wasit, pertandingan di mulai dengan bola kick off yang di tendang oleh pemain lawan.
Sean memperhatikan jalannya pertandingan dengan serius, meski keduanya tim papan bawah, tapi mereka selalu bermain baik.
Waktu terus berlalu, pertandingan pun memasuki menit ke 11.
Di menit ke 11 ini, bola berada dalam penguasaan para pemain tim Arouca. Mereka sedang menekan wilayah tim Real, dan para pemain tim Real tidak melakukan pressing ketat terhadap para pemain tim Arouca.
Mereka dengan sabar menunggu para pemain Arouca melakukan kesalahan. Meski mereka tim papan bawah, mereka mengerti dan peka terhadap situasi di pertahanan.
Setelah memasuki menit 13, Santos yang menguasai bola mengirim umpan lambung panjang ke depan pada Roberto yang ada di depan.
Roberto juga siap dengan umpan panjang Santos, dia menahan pemain bertahan lawan dengan menarik celana lawannya sambil membelakangi lawannya.
Setelah bola datang, Beto mengontrol bolanya dengan dada. Setelah bola terkontrol, Beto menahan bola langsung di kakinya sambil menahan pemain bertahan lawan yang berada di belakang punggungnya dimana pemain bertahan lawan berusaha merebut bola.
__ADS_1