I'M Footballer

I'M Footballer
Chptr 40.


__ADS_3

Pertandingan antara Arouca dan Santa Clara sudah memasuki menit 41, namun kedudukan masih sama 0 0.


Kedua tim juga sudah saling jual beli serangan dalam beberapa menit terakhir.


Namun setiap serangan dari kedua tim bisa di gagalkan oleh penjaga gawang mereka.


Menit 43, bola berada dalam penguasaan tim Santa Clara.


Santa Clara menekan semua wilayah tim Arouca. Pemain bertahan tim Santa Clara juga maju ke tengah lapangan dan menaikkan garis pertahanan mereka.


Sean yang melihat ini ragu, apakah dia harus ikut bertahan seperti instruksi pelatih atau tidak.


Menurutnya ini adalah kesempatan jika bisa melakukan serangan balik cepat.


Sean tanpa sadar melirik ke pinggir lapangan sambil joging, ia melihat pelatih Jorge Costa mengangguk.


Sean pun kemudian memperlambat jogingnya lalu perlahan lahan berhenti dan berjalan ke sekitaran area tengah lapangan.


Roberto tidak sedang dalam posisinya karena ia ikut bertahan.


Menit 44, pemain yang menguasai bola dari tim Santa Clara tiba tiba melakukan umpan silang dari sisi kanan pertahanan Arouca menuju kotak penalti.


Perebutan posisi terjadi di dalam kotak penalti.


Penyerang tengah Santa Clara dan Jubal saling menarik baju satu sama lain, untuk menghalangi atau memperlambat gerakan.


Saat bola sudah sejajar dengan gawang, penyerang tengah akan melakukan sundulan namun sudah di dahului oleh Basto yang memotong dengan cepat.


Basto membuang bola ke area depan kotak penalti.


Dimana di situ merupakan zona berbahaya karena banyak pemain gelandang lawan ataupun tim Arouca.


Perebutan bola juga terjadi di area yang berjarak 30 meter dari gawang.


Valente yang merupakan gelandang bertahan melakukan tackle nya untuk meraih bola yang masih liar itu.


Dengan sentuhan tackle Valente, bola kembali bergulir ke arah yang tidak di prediksi.

__ADS_1


Bola yang di tackle mengarah ke sisi pertahan tim Arouca, dimana Nelsinho yang merupakan full back Arouca berada di situ.


Sebelum di dahului pemain lain, Nelsinho langsung melakukan giringan bola ke depan. Dia tidak mengontrol bola yang tadi di sentuh oleh Valente.


Melihat ini, Sean yang ada di tengah lapangan juga berlari dengan cepat ke depan. Berlari dengan cepat sembari memperhatikan garis pemain bertahan lawan yang ikut turun karena Nelsinho semakin membawa bola ke depan.


Lopes dan Roberto juga maju, Ericson ikut maju.


Hanya Santos dan Valente yang ditinggalkan.


Nelsinho terus menyisir area sisi kiri lapangan, dia juga sempat di hadang oleh winger dari tim Santa Clara namun dia masih bisa melewatinya dengan cara beradu lari.


Nelsinho menendang bola ke depan lalu berlari dengan cepat meninggal pemain winger lawan.


Setelah melewati area tengah lapangan, Nelsinho masih tidak berhenti dan terus membawanya ke depan.


Sean yang sudah dekat kotak penalti tiba tiba berhenti dan mundur 2 langkah, memberikan ruang agar Beto dan Lopes.


Bukan hanya ruang untuk Beto dan Lopes, tapi Sean juga harus mencari ruang yang berbeda dan kosong.


Nelsinho yang sedari tadi berlari membawa bola dengan kencang sudah mendekati area penalti, ia juga sudah menusuk ke dalam.


Sean yang tadi berhenti dan mundur tiba tiba, sekarang berada di belakang Beto.


Nelsinho yang sudah masuk ke area penalti tidak melakukan operan, saat dia akan menembak pemain bertahan lawan menghadangnya, Nelsinho pun langsung melakukan tipuan namun tipuannya terbaca oleh pemain bertahan lawan.


Nelsinho yang sudah memiliki gerakan tipuan canggung itu tak mau peluangnya hilang, ia kemudian menjatuhkan badannya dan menendang bolanya dengan terpaksa.


Setelah Nelsinho jatuh, pemain bertahan lawan yang tadi menghalanginya malah tertegun karena takut wasit akan menganggapnya pelanggaran, namun saat melihat bola tidak ada di kaki Nelsinho lagi, pemain bertahan lawan langsung melihat ke belakangnya.


Dimana bola sedang melaju ke area tengah kotak penalti.


Beto segera bergerak untuk menjemput bola yang di oper dengan terpaksa oleh Nelsinho karena tak mau menyia nyiakan peluang.


Beto yang sudah dekat dengan bola akan menembaknya. Namun saat kaki hendak menembak bola, tiba tiba terulur kaki pemain bertahan lawan lain untuk memindahkan bola agar Beto tidak bisa menembak.


Beto pun akhirnya hanya menembak angin karena bola sudah di sentuh oleh uluran kaki tadi.

__ADS_1


Bola yang di sentuh itu semakin mengarah ke tengah, tanpa ada yang tahu siapa yang ada di dekat bola.


Tapi setelah beberapa saat, hanya terjadi ledakan keras.


Dimana Sean yang dari tadi di belakang Beto sudah siap dengan segala kemungkinannya.


Dia pun menembak bola saat bola sudah hampir mendekatinya, Sean tidak membuang banyak waktu karena takut terjadi seperti Beto tadi.


Dengan keras bola menuju gawang, bola itu mengarah ke sudut kanan bawah. Sean menendangnya dengan kaki kirinya, dimana itu adalah kaki yang bukan kaki terkuatnya.


Bola terus melaju menuju gawang, penjaga gawang sudah melompat untuk menyelamatkan bola itu.


Saat tangan akan menyentuh bola, bola itu melewatinya tepat 2 cm dari jari tangan.


Bola tersebut lalu membentur tiang dan masih tidak akurat, namun yang tidak mereka sangka adalah bola yang membentur tiang itu tidak memantul ke luar, melainkan memantul ke dalam gawang.


Sean yang sudah menendang juga memperhatikannya, saat melihat bola masuk ke gawang, Sean langsung berlari ke sudut untuk melakukan selebrasi khasnya.


Rekan rekan lainya juga dengan cepat mengejar Sean ke sudut lapangan.


Pelatih, staff dan penonton bersorak karena mereka unggul di akhir babak pertama. Pemain cadangan berlari menuju ke sudut lapangan untuk merayakan gol bersama Sean.


Sean juga senang karena bisa mencetak gol lagi di saat tim kesusahan mencetak gol.


Dengan berakhirnya selebrasi Sean, Sean juga kembali ke wilayah timnya bersama rekan rekannya.


Sebelum kick off di mulai, staff official pertandingan memberikan tanda tambahan waktu selama 1 menit.


Melihat waktu tambahan, para pemain Santa Clara memiliki wajah jelek.


Mereka ingin segera membalas ketertinggalan gol ini di babak pertama, supaya di babak 2 nanti mereka bisa memulai dengan tenang karena skor masih imbang.


Dengan bunyi peluit, kick off di lakukan oleh tim Santa Clara.


Pemain tim Arouca berbeda dengan sebelumnya, mereka langsung melakukan pressing agresif agar tim Santa Clara tidak bisa menguasai bola dengan tenang dan tidak bisa memasuki wilayah mereka.


Mereka tidak ingin Santa Clara menyamakan skor di menit akhir babak pertama ini.

__ADS_1


Dengan tekanan dari tim Arouca, bola yang di kuasai oleh para pemain Santa Clara akhirnya hanya bisa beroperasi di wilayah mereka sendiri dan tidak bisa maju untuk masuk ke wilayah Arouca.


__ADS_2