I'M Footballer

I'M Footballer
Chptr 73.


__ADS_3

3 Juni 2018,


Sean berada di kamarnya setelah pulang latihan bersama tim Nasional di lapangan mini yang sering di gunakan oleh tim selama berada di tournament Toulon ini.


Laga semi final berlangsung pada tanggal 6 Juni dan final berlangsung pada tanggal 9 Juni.


Sedangkan untuk tim tim yang akan memperebutkan peringkatnya mereka akan bertanding dari hari ini sampai 9 Juni nanti.


Itu karena mereka harus bertanding dengan tim tim yang belum pernah mereka temui.


Sudah di tentukan juga tempat untuk laga final tournament Toulon akan di gelar di For-Sur-Mer.


For-Sur-Mer merupakan sebuah komune di departemen Bouches-du-Rhone di Prancis selatan.


Stadion yang akan di gunakan di sana adalah Stade Parseiman.


Stade Parseiman ini memiliki kapasitas penonton berjumlah 17.200 kurang lebih.


Stadion Stade Parseiman di dirikan tahun 2005, dan stadion ini juga menjadi kandang bagi tim FC Istres.


Sedangkan untuk laga semi final tournament Toulon nanti, pertandingan akan di laksanakan di Martigue.


Martigue merupakan sebuah komune di daerah barat laut Marseille.


Ini juga masih merupakan bagian dari departemen Bouches-du-Rhone di wilayah Provence-Alpes-Cote d'Azur di ujung timur Canal de Caronte.


Di Martigue, laga semi final ini akan di gelar di Stade Francis Turcan yang mampu menampung jumlah penonton sebesar 11.500 orang.


Ini merupakan stadion dari kandang tim Martigues FC.


Nantinya kedua pertandingan semi final juga di gelar di tempat yang sama dengan waktu yang berbeda.


"Masih tersisa 2 hari sebelum laga semi final."


Sean yang berbicara sendiri terpotong karena teleponnya berdering. Dia melihat bahwa itu adalah Silva.


Sean pun mengangkatnya, "Ada apa?"


"Kabar baik." Ungkap Silva dengan cepat, terdengar juga dari nada suaranya yang begitu bahagia.


"Kabar baik apa?" Tanya Sean.


"Ada 3 pengintai yang mengontakku pagi tadi."


"Terus mereka berasal dari mana?" Tanya Sean.


"1 dari Inggris, 1 dari Jerman, 1 dari Belgia."


Sean yang mendengarnya pun terkejut. Ia tak menyangka ada 3 pengintai yang memperhatikannya. Namun Sean belum terlalu jelas dengan keadaannya, dia pun bertanya lagi.


"Mereka menjelaskan dari tim mana?" Tanya Sean.

__ADS_1


"Ya. Aston Villa dari Inggris, namun mereka berada di EFL Championship."


"Kalau Jerman, dia bilang dari klub Koln di Bundesliga 2."


"Terus kalau Belgia dari mana?" Tanya Sean sedikit tegang.


"Kalau dari sana, itu dari tim Belgian First Division A."


"Itu klub Gent."


Sean mendengar klub Gent langsung tertegun.


Dia tahu bahwa klub Gent termasuk tim papan atas di Belgian First Division A. Mereka mampu bersaing dengan tim tim besar seperti Genk, Anderlecht, Club Brugge dan lainnya.


"Yang benar?" Tanya Sean.


"Iya benar."


"Terus mereka menanyakan apa saja?"


"Kita bertemu saja di cafe dekat hotel mu menginap, kebetulan aku sedang menuju kesana." Ungkap Silva.


"Oke oke." Sean langsung bangkit dari kasurnya dan segera menggunakan jaket dan sepatu.


15 menit kemudian,


Sean yang sudah duduk di cafe sedang menunggu kedatangan Silva.


Tak berselang lama, Silva datang dengan kendaraan yang mungkin ia sewa.


Silva pun langsung menghampiri Sean yang duduk sendirian.


"Jadi bagaimana?" Tanya Sean.


"Sabar, aku akan memesan dulu." Ungkap Silva.


Dengan Silva yang memesan, Sean masih harus menunggu.


Tak lama, Silva pun duduk sambil menunggu pesanannya datang.


"Mereka baru mengontakku melalui email."


"Mereka berniat untuk bertemu setelah laga semi final atau final nanti."


"Kenapa tidak di percepat?"Tanya Sean.


"Kamu pikir mereka bodoh. Mereka ingin melihatmu lebih dalam lagi, apalagi kamu akan bermain di semi final."


"Mereka pasti ingin melihat seluruh kemampuanmu."


"Mereka juga bilang di email bahwa menit bermain yang kamu mainkan di tim Nasional terlalu kurang untuk membuktikan kemampuan dirimu, mereka ingin melihatnya supaya apakah pantas atau tidak untuk di rekrut oleh tim mereka."

__ADS_1


"Terus kenapa mereka tertarik padaku?" Tanya Sean.


"Mereka tertarik karena mereka melihatmu, mereka percaya bahwa kemampuan yang kamu miliki tidak sebanding dengan kemampuan yang sudah kamu tunjukan selama tournament Toulon ini."


"Memang, aku juga merasakannya. Kamu bermain berbeda dengan di tim Arouca."


"Padahal di Arouca kamu bermain sebagai pemain profesional dan lawanmu juga profesional, tapi melawan pemain yang seumuran denganmu, kamu malah melakukan hal yang berbalik."


Sean terdiam mendengar perkataan Silva itu.


"Mungkin pelatihmu tidak membiarkanmu bermain sebebas apa yang di lakukan pelatih Jorge Costa untukmu."


"Jika kamu di bebaskan bermain dengan gayamu sendiri, aku tak tahu berapa gol atau assist yang sekarang mungkin kamu miliki."


"Sekarang kamu hanya memiliki 3 gol dari 2 pertandingan."


"Yahh aku mengerti."Sahut Sean.


"Terus mereka bertanya apa lagi?" Tanya Sean.


"Jika kamu membuktikan di laga semi final, mereka juga akan segera memberi tahu pihak klubnya l."


"Mungkin setelah laga final nanti, mereka akan menemui kita."


Sean mengerti, apa yang di lakukan pengintai hanyalah mengintai saja. Untuk urusan selanjutnya giliran direktur olahraga dari tim yang akan mengurusnya.


Biasanya mereka akan bertemu dengan pemain dan agennya lalu berbicara mengobrol kan tentang Sean.


Mulai dari asal usul Sean berasal dari mana, bermain untuk klub mana, dan tentunya setelah perbincangan formal, direktur olahraga itu pasti akan membicarakan hal terkait dengan ketertarikannya pada Sean.


Dimana mereka membicarakan kontrak terlebih dulu, setelah setuju dengan syarat dan manfaat dari kontrak, giliran klub itu menghubungi klub Boavista untuk membeli Sean.


Pasalnya, jika banyak rumor di media sosial ramai di perbincangkan dengan banyak detail tertentu, percayalah itu adalah sebuah kebenaran.


Karena sebelum rumor tersebut beredar, pihak klub dan pemain yang di rumorkan memang sudah melakukan perbincangan serius dan juga berupa negosiasi awal.


Entah itu akan berhasil atau tidak, itu terkait dengan negosiasi dan kontrak yang di ajukan. Jadi jika ada rumor yang gagal, itu berarti kesepakatan mereka gagal di bentuk.


"Menurutmu mana yang lebih terlihat serius untuk merekrutku?" Tanya Sean.


"Aku tak tahu, mereka hanya menghubungiku saja."


"Tapi jika di lihat dari kemampuanmu, aku yakin, dimana pun kamu bermain, entah itu di EFL Championship atau Bundesliga 2, kamu sudah bisa bermain di pertandingannya."


"Tapi jika kamu ingin ke Gent, Belgian First Division A, kamu mungkin hanya akan menjadi pemain rotasi saja." Ungkap Silva.


"Meskipun di Gent kamu bermain di divisi tertingginya, tapi itu tidak termasuk dalam lima liga utama Eropa, tapi jika kamu bermain di EFL Championship atau Bundesliga 2, kamu akan mudah ke depannya."


"Di kedua liga negara itu, akan ada pertandingan yang membuatmu semakin mudah di lirik."


"Contohnya di Inggris, ada piala FA yang mempertemukan tim tim papan bawah dengan tim tim papan atas."

__ADS_1


__ADS_2