
Mimpi indah terjadi tadi malam bagi Sean dan para pemain Liverpool lainnya.
Mereka melengkapi musim ini dan mengakhiri musim ini dengan kesuksesan.
Dimana di pertandingan terakhir Premier League, meski mereka sudah di yakinkan menjadi sang juara, mereka bermain dengan sangat baik dan menunjukan rasa profesional mereka pada penonton setia Liverpool.
Mengakhiri pertandingan terakhir melawan Crystal Palace, Liverpool mengakhiri nya dengan kemenangan dan menjadikan itu hadiah penutup bagi musim ini.
Kemenangan Liverpool atas Crystal Palace hanya dengan kedudukan 3 - 2 saja.
Terlihat menyulitkan bagi Liverpool untuk menang dengan mudah dan menang telak.
Itu di sebabkan oleh perlawanan hebat dari para pemain Crystal Palace.
Tapi dengan perlawanan hebat itu, pertandingan juga menjadi menarik dan enak di tonton oleh para penonton yang hadir.
Di pertandingan itu, Sean hanya mencetak 1 gol saja dimana itu merupakan gol terakhir dan gol kemenangan bagi Liverpool.
Gol tersebut Sean cetak dari tendangan bebas pada menit ke 79.
Setelah terjadinya gol tersebut, perlawanan Crystal Palace semakin kuat karena mereka ingin meraih poin meski itu cuma 1 poin saja.
Tapi semuanya berkata lain, mereka hanya bisa kalah dan menunggu hasil dari pertandingan lainnya saat itu.
Usainya laga, para pemain juga berlari lari di lapangan untuk merayakan juara Premier League.
Mereka juga berkeliling lapangan dan bertepuk tangan menunjukan rasa terima kasih mereka pada penonton Liverpool yang selalu hadir dalam pertandingan.
Bukan hanya selalu hadir di lapangan saja, tapi juga untuk penonton yang selalu memberikan dukungan di lapangan dan di luar lapangan.
Dengan aksi tepuk tangan para pemain, para penonton juga membalasnya dengan tepuk tangan yang lebih meriah dan bergemuruh.
Saat itu, Anfield langsung bersorak dengan tepuk tangan yang sangat keras dari para penonton.
Usai memberikan apresiasi pemain pada penonton, para pemain langsung berlari ke ruang ganti untuk memakai kaus khusus untuk menerima medali dan piala.
Bersamaan dengan para pemain yang kembali ke ruang ganti, lapangan juga di pasang dengan podium.
Tak lama, para pemain keluar dan segera mereka menerima medali di mulai dengan bos dan para staf kepelatihan terlebih dulu.
__ADS_1
Setelahnya para pemain menaiki podium dan mengalungkan medali mereka di lehernya.
Setelah para pemain semuanya berada di podium dan memakai medali, sebelum pengangkatan trophy Premier League, Jordan Henderson selaku kapten utama menaiki podium terakhir.
Dengan berlalunya waktu, Anfield juga langsung bersorak ketika Jordan Henderson mengangkat trophy Premier League.
Untuk sesaat momen itu di penuhi dengan kebahagiaan.
...
Meski sudah mengalami mimpi indah setelah usainya pertandingan terakhir Premier League dan perayaan kecil, para pemain harus kembali fokus untuk menjalani laga terakhir mereka di musim ini.
Dimana tidak lain itu adalah babak final dari UCL.
Melawan Inter Milan, sebuah tim yang dulu nya sangat besar dan di takuti bersamaan dengan AC Milan, ini merupakan sebuah ujian bagi para pemain Liverpool.
Di babak final UCL melawan Inter Milan yang akan di gelar di home dari Paris Saint Germain, Liverpool dan Inter Milan masih memiliki waktu 1 Minggu untuk mempersiapkan diri mereka.
Dengan waktu yang masih tersisa, kedua tim juga mengisi waktu yang tersisa ini dengan pematangan dari taktik yang akan di berikan oleh pelatih mereka masing masing.
Sean yang kesehariannya masih santai seperti biasa juga masih memiliki rasa khawatir untuk laga final UCL ini.
Ini merupakan pilihan Sean karena tak siap menanggung kekalahan dan kekecewaan nanti nya, apalagi di depan orang tuanya.
Masalahnya dia sudah memiliki tanggung jawab juga dan itu bukan dirinya sendiri, tapi juga dengan Lisa, jadi dia tidak ingin memperlihatkan sisi buruknya pada keluarganya nanti.
Apa yang tidak di ketahui Sean yang saat ini santai tapi selalu khawatir adalah, keluarganya di Indonesia sudah mempersiapkan keberangkatan mereka ke Paris.
Mereka sudah di hubungi oleh Lisa dengan sengaja tanpa memberitahu Sean karena ingin memberikan kejutan.
Lisa juga tahu bahwa Sean tidak menghubungi keluarganya karena takut mengecewakan, tapi Lisa berpikiran berbeda, dengan adanya keluarga, mungkin rasa kekecewaan yang nanti di miliki oleh Sean bisa di obati dengan adanya keluarga yang datang.
Berselang waktu, tak terasa 1 Minggu berjalan begitu saja.
Stadion dari Paris Saint Germain yaitu Stadion Parc des Princes sudah di penuhi oleh para penonton.
Para penonton sedang menunggu masuknya para pemain dari kedua tim yaitu Inter Milan dan Liverpool.
Siaran televisi di seluruh dunia dengan jaringan masing masing sudah menerima signal yang tersambung langsung dari Parc des Princes.
__ADS_1
Di Indonesia, komentator juga sudah heboh menjelaskan kepada para penonton yang saat ini begadang untuk melihat final dari UCL.
Kebanyakan dari penonton Indonesia sudah di pastikan mereka akan mendukung Liverpool karena salah satu pemain Liverpool yaitu Sean bermain untuk Liverpool.
Mereka ingin Liverpool menang dan bisa membanggakan bagi Indonesia juga.
Dengan penjelasan penjelasan dari statistik statistik kedua tim oleh komentator, para penonton juga mendengar dengan baik bagaimana kedua tim tersebut.
Bersamaan dengan penjelasan penjelasan dari komentator, tak lupa iklan juga selalu ada.
Tak lama siaran di televisi di seluruh dunia berubah, mereka melihat bahwa para pemain dari kedua tim sudah memasuki lapangan.
Dengan Inter Milan menggunakan kaus biru hitam dan Liverpool berwarna merah.
Keduanya menggunakan Jersey pertama mereka dan itu tidak membingungkan ketika di lapangan.
Dengan formalnya sebelum pertandingan, para pemain bersalaman dan merundingkan siapa yang terlebih dulu akan memulai kick off.
Alhasil, Liverpool memilih memulai kick off sesuai dengan perintah bos.
Dimana mereka harus langsung mulai menguasai bola dan menguasai jalannya pertandingan.
Jangan sampai mereka terbawa ritme yang di buat oleh Inter Milan di awal pertandingan karena itu akan sangat berbahaya.
Apalagi di partai final, di mana mencetak gol sangatlah sulit.
Segera peluit juga di tiupkan oleh wasit yang memimpin pertandingan ini, Felix melakukan kick off ke belakang.
Para pemain Inter Milan tidak langsung melakukan pressing, mereka langsung bergerak sedikit mundur dan menyesuaikan posisi mereka.
Mereka melakukan taktik dengan bertahan dan mengandalkan serangan balik.
Formasi yang di gunakan oleh Inter Milan juga 4 3 3, dimana itu sama dengan Liverpool.
Tapi saat ini ketika Inter Milan bertahan, salah satu Winger dari Inter Milan turun lebih dalam dan sejajar dengan para pemain gelandang.
Menjadikan formasi mereka menjadi 4 4 2, dimana kerapatan ruang di tengah menjadi semakin sempit dan itu mempersulit bagi para pemain Liverpool untuk menerobos celah yang awalnya ada.
Meski begitu, semuanya harus dilakukan dan di coba oleh para pemain Liverpool jika ingin mencetak gol.
__ADS_1