
Di podium, para panitia penyelenggara tournament juga sudah memanggil tim Inggris ke dalam lapangan karena mereka berhasil meraih peringkat ke tiga setelah mengalahkan Meksiko di pertandingan perebutan ketiga.
Pertandingan itu di selenggarakan pagi hari tadi di stadium Stade Parseiman ini. Dan siang harinya di pakai oleh Indonesia dan Portugal untuk Final.
Perebutan peringkat ke tiga memang benar benar dari grup A keduanya, dan mereka sudah bertemu.
Hasil nya ketika di babak grup, mereka seri. Tapi di pertandingan perebutan ketiga ini, Meksiko kalah 3 - 1 dari Inggris.
Setelah memberikan beberapa medali kepada para pemain Inggris. Para pemain Inggris juga kembali.
Ada beberapa pemain yang langsung melepas medali mereka setelah di pasangkan oleh ketua penyelenggara.
Mungkin mereka tidak puas dengan hasil ini jadi mereka melakukan itu.
Setelah beberapa saat, giliran para pemain Indonesia bersama staf pelatih untuk naik ke podium dan memberikan medalinya.
Saat bagian Sean akan di pasangkan di medalinya, ketua penyelenggara terdiam dan tersenyum pada Sean.
Sean tentunya membalasnya senyuman itu dengan senyuman di tambah anggukan kepalanya.
Kemudian dia menunduk dan ketua penyelenggara juga memasangkan medali kepada Sean.
"Bekerja keraslah ke depannya."
"Kamu akan jadi besar nanti." Ungkapnya pelan pada Sean bersamaan dengan medali yang di masukan melalui kepala Sean.
Sean tertegun dan langsung tersenyum lagi.
Sean kemudian menjabat tangannya dan berjalan sambil menyalami beberapa panitia lainnya.
Setelah giliran Sean, kini giliran para staf dan pelatih.
Sean berbaris paling akhir di antara para pemain.
Beberapa saat kemudian, giliran pembagian medali untuk Indonesia juga sudah selesai.
Kemudian, giliran para pemain Portugal yang naik ke atas podium dan di berikan medali.
Setelah pembagian medali dari para pemain Portugal dan juga staf beserta pelatihnya, kapten tim Portugal berjalan ke depan di mana piala di siapkan tepat di depan podium.
Meski kecil tapi itu berharga dan juga sebuah prestasi.
Kapten itu berjalan perlahan dan tersenyum.
Lalu dia mengambil dan mengangkatnya bersamaan dengan para pemain juga staff dan pelatih yang ada di belakang ikut mengangkat tangan mereka dan bersorak.
Setelah melakukan beberapa sesi foto untuk tim sang juara, ketua panitia memberitahukan siapa saja yang memenangkan penghargaan individu.
"Penjaga gawang terbaik, Freddie Woodman." Ungkapnya.
Freddie Woodman merupakan penjaga gawang dari tim Inggris yang hanya kebobolan sangat sedikit gol saja.
Freddie Woodman juga naik lagi ke podium dan mendapatkan penghargaan tambahan berupa sarung tangan emas yang kecil.
Kemudian dia melakukan beberapa sesi foto di atas podium.
Setelah Freddie Woodman turun, ketua penyelenggara mengumumkan penghargaan berikutnya.
__ADS_1
Dimana penghargaan berikutnya adalah pencetak gol terbanyak.
"Pencetak gol terbanyak, Sean Achraf." Ungkapnya.
Sean kemudian berjalan ke podium dengan percaya diri karena dia sudah yakin, dia mengoleksi 7 gol dalam tournament Toulon kali ini.
Naik ke podium, Sean bersalaman dan menerima penghargaan sepatu emas yang kecil.
Namun untuk Sean itu sangat berharga.
Sean berjalan beberapa langkah lalu menghadap kepada para fotographer di depannya.
Kemudian fotographer mengambil beberapa potret gambar untuk Sean.
Setelah Sean turun, ketua penyelenggara juga mengumumkan penghargaan berikutnya.
"Pencetak gol terbaik, Eddie Nketiah."
Dengan itu Eddie Nketiah yang merupakan pemain Inggris naik dan menerima penghargaan, dia juga melakukan beberapa sesi foto.
Setelah Eddie Nketiah turun, ketua penyelenggara juga mengumumkan penghargaan berikutnya.
"Permainan paling fair play, Skotlandia."
Dengan itu kapten Skotlandia naik ke podium menerima penghargaan lagi.
Setelah melakukan sesi foto, ketua melanjutkannya dengan mengumumkan pemain terbaik untuk tournament Toulon.
Sean juga merasakan tegang karena dia sangat berharap mendapatkan penghargaan ini.
Menurut Silva, penghargaan ini jauh sangat berharga di banding penghargaan pencetak gol terbanyak.
Ketua penyelenggara di podium juga tersenyum.
"Pemain terbaik tournament Toulon 2018,....."
Para penonton di tribun juga semangat mendengarkannya mereka sudah tak sabar untuk menunggunya.
Ketua penyelenggara tersenyum lebih lebar.
"Menurut data yang kami catat, pemain ini memiliki pengaruh yang sangat besar bagi timnya."
"Dia mampu membawa tim nya mencapai yang sangat luar biasa."
"Performa dalam bermainnya juga jelas berbeda dengan pemain seumurannya."
Ketua malah memberitahukan dulu beberapa pidato, ini semakin membuat para penonton dan pemain semakin tegang dan penasaran siapa yang mendapatkannya.
Mereka tidak bisa menebak nebak.
Pemain terbaik tidak hanya akan jatuh pada seorang pemain dari tim nya yang juara saja, tapi jika pemainnya mampu berkontribusi besar bagi tim di setiap pertandingan dan membantu tim mencapai hal yang bagus juga itu masuk dalam kategorinya.
"Pemain terbaik tournament Toulon 2018, Sean Achraf." Ungkapnya.
Suasana di Stade Parseiman langsung sepi setelah suara ketua penyelenggara keluar.
Bahkan fotographer juga diam.
__ADS_1
Setelah beberapa saat, tepuk tangan meriah datang dari tribun penonton yang semakin lama semakin keras.
Sean yang namanya di panggil masih diam linglung.
Dia melihat ke podium dengan kosong.
'Apakah aku?'
'Kenapa aku?'
'Aku memang berharap tapi aku tak menyangka ya.'
Di bandingkan dengan Sean, Silva yang ada di tribun sudah bertepuk tangan paling keras sambil tersenyum.
Dia senang karena Sean langsung menyabet dua penghargaan, meski timnya tidak juara tapi dia berhasil memenangkannya.
Ini merupakan modal yang bagus.
Sean yang masih diam di dorong oleh pelatih Indra untuk naik ke podium.
Sean lalu berjalan dengan kosong dan naik ke podium.
Ketua juga menjabat tangan Sean sambil tersenyum melihat Sean yang kosong melongo.
"Selamat." Ungkapnya.
"Terima kasih." Ungkap Sean.
Lalu ketua memberikan sebuah penghargaan berupa sebuah bola yang di ukir. Sean menerimanya dan berjalan beberapa langkah untuk melakukan sesi foto.
Sean juga lupa dan tidak menyimpan penghargaan sepatu emasnya tadi, dia membawa dua penghargaan langsung di podium.
Sean yang di potret oleh para fotographer tersenyum dengan kedua tangan yang memegang kedua penghargaannya.
Setelah Sean turun, ketua mengumumkan lagi penghargaan berikutnya, yaitu pemain terbaik kedua, ketiga dan keempat.
Juga ada pemain terobosan, dimana pemain yang tiba tiba muncul dan langsung bersinar di tournament Toulon.
Pemain terbaik kedua di dapatkan oleh Diego Lainez, pemain terbaik ketiga di dapatkan oleh penyerang Portugal, pemain terbaik ke empat di dapatkan oleh Lewis Masak dari Inggris.
Untuk pemain terobosan di dapatkan oleh Billy Gilmour.
Setelah pemberian penghargaan medali untuk pemain terbaik kedua dan lainnya, mereka turun.
Untuk pemain terbaik kedua dan seterusnya, mereka hanya mendapatkan medali tambahan saja.
Ketua kemudian memberikan beberapa pidato perpisahan untuk menutup acara tournament Toulon kali ini.
Setelah beberapa saat, podium juga di pindahkan lagi.
Sean berjalan ke arah tim Portugal dan mencari penyerang itu.
Dia akan bertukar Jersey karena sudah berjanji.
Setelah bertukar Jersey, Sean kemudian kembali ke timnya dan berjalan menuju ruang ganti.
Namun saat akan masuk lorong, beberapa teman Sean di tim Boavista U 19 berteriak teriak dari tribun.
__ADS_1
Sean juga menghampirinya dan mengobrol sebentar dengan mereka.