I'M Footballer

I'M Footballer
Chptr 27.


__ADS_3

Pertandingan antara Varzim dan Arouca kini masih berada di babak pertama namun skor dalam pertandingan ini Arouca memimpin dengan 2 gol.


Kedua gol di cetak oleh Sean yang merupakan pemain muda di pertandingan ini.


Pertandingan Arouca dan Varzim ini semakin memanas karena Varzim yang sudah tertinggal, padahal baru saja Varzim tertinggal 1 gol.


Mereka berniat membalasnya, namun kenyataannya mereka malah terbobol 1 gol lagi, apalagi pemain yang mencetak gol adalah orang yang sama.


Menit ke 40, Pertandingan di lapangan Estadio Municipal Arouca, Varzim semakin menyerang namun mereka menyerang dengan hati hati karena mereka tak mau terulang hal yang sama lagi seperti gol kedua tadi.


Para pemain Arouca juga mulai tenang meski mereka sedang di tekan. Mereka sudah mengemasi 2 gol, yang perlu mereka lakukan sekarang adalah bertahan sampai akhir babak pertama terlebih dulu.


Varzim yang berusaha terus untuk menyerang berhasil dan mencapai daerah pertahanan tim Arouca, namun itu hanya sebatas mencapai saja belum sampai bisa menembakkan bola karena penjagaan di pertahanan lebih kuat di bandingkan di area tengah tadi.


Varzim yang kesusahan itu membalikan lagi bolanya ke belakang untuk menarik para pemain Arouca agar keluar.


Namun yang terjadi adalah hanya Sean saja yang tersisa di depan yang menganggu dan mengejar mereka yang sedang menguasai bola.


Ini merupakan instruksi pelatih untuk menahan stamina pemain lainnya agar bisa bertahan lebih kuat di area dalam.


Pelatih juga cukup puas dengan kinerja Sean, jadi menggunakan Sean sekarang lebih baik dan bisa menggantinya di babak ke 2 nanti.


Para pemain Varzim yang terus berusaha untuk menyamakan kedudukan terus menekan pemain dan wilayah Arouca namun yang mereka rasakan justru mereka yang tertekan.


Mereka merasa seperti memasuki sarang burung yang tak bisa bergerak kemana mana setelah menguasai bola untuk waktu yang lama.


Namun mereka juga tetap sabar karena tak mau terulang hal tadi.


Waktu terus berjalan, tak terasa peluit pun berbunyi.


Para pemain yang berusaha menekan dari tadi hanya bisa menerimanya, mereka mengakui bahwa pertahanan Arouca sangat kuat dan tebal.


Sean dan para pemain memasuki ruang ganti untuk istirahat, termasuk menerima instruksi baru dari pelatih.


Di ruang ganti,


"Sean kerjamu bagus di pertandingan babak pertama ini."


"Kalian bertahan dengan baik juga, usahakan kita harus clean sheet."


Para pemain semuanya mengangguk sambil meminum air mineral.

__ADS_1


"Di babak ke 2 nanti, kita yang akan memulai kick off. Usahakan untuk menguasai bola dengan baik dan manfaatkan untuk menekan di awal awal ini."


"Jika bisa cetak gol agar pemain Varzim menjadi semakin tertekan, dan mereka akan frustasi untuk menyerang lagi dengan tak sabar."


"Setelah itu, kita bisa bergerak menyerang dengan bebas dengan serangan balik."


"Inti dari babak ke 2 adalah pertahanan yang baik. Dan manfaatkan waktu awal ketika kalian masih menguasai bola."


Pelatih banyak bicara dan memang benar adanya. Arouca harus memanfaatkan segalanya, bukan karena kick off babak ke 2 di miliki tim Arouca tapi Arouca juga sudah unggul dan bermain di kandang.


Jadi tim Arouca harus memanfaatkannya sebaik baiknya.


Setelah beberapa instruksi tambahan, staff official juga memberi tahu pertandingan akan di mulai kembali.


Sean dan para pemain kemudian kembali ke lapangan setelah istirahat 15 menit.


Kick off di tendang oleh Ericson. Lopes dan Sean yang berada di sisi lapangan sudah bersiap berlari ke depan, sedangkan Roberto dia sudah bersiap untuk memasuki wilayah pertahanan lawan langsung agar bisa menganggu fokus mereka.


Dengan peluit yang di bunyikan, Ericson mengoper bola ke belakang.


Sean, Lopes dan Roberto segera berlari ke area pertahanan lawan.


Santos yang menguasai bola dengan santai memberi isyarat para pemain untuk maju dengan merentangkan kedua tangannya dan mengayunkannya ke depan.


Kedua fullback maju untuk mengisi area tengah lawan, Valente dan Ericson juha maju untuk mengisi wilayah tengah lawan.


Sean, Lopes dan Roberto sudah berada di wilayah pertahanan lawan.


Para pemain Varzim seakan tercekik.


Baru saja kick off di mulai, mereka sudah tercekik.


Santos dengan santai masih membawa bola sambil berjalan sedikit demi sedikit memasuki wilayah lawan.


Para pemain Varzim hanya bisa menunggu dan menutup setiap celah, namun yang di harapkan Santos adalah mereka menunggu seperti ini.


Santos yang terus maju sedikit demi sedikit semakin menekan dan para pemain Varzim terpaksa mundur.


Sampai akhirnya garis pertahanan lawan juga ada dalam kotak penalti, saat Santos melihat ini. Dia langsung memulai mengoper pada Ericson dan Valente bergantian untuk menarik 1 atau 2 pemain.


Sean, Lopes dan Roberto juga bergerak mencari ruang terus sambil memperhatikan bola yang terus bergerak.

__ADS_1


Kedua fullback mengisi area sisi pertahanan lawan. Sean dan Lopes juga sudah masuk ke tengah pertahanan lawan berdempetan dengan Roberto.


Meski begitu itu masih meninggalkan sedikit jarak.


Para pemain Varzim mencoba untuk tetap sabar dan tenang meski mereka tertekan.


Saat Santos, Valente dan Ericson melakukan operan terus menerus, Santos melihat mereka tidak tertarik.


Ia pun mengoper pada Jubal yang berada di tengah lapangan.


Saat melihat itu, pemain depan Varzim segera melakukan pressing dan mencoba merebut bola.


Namun sayang, mereka hanya tertipu karena Santos sudah bergerak lagi saat sudah memberikan operan tadi, jadi saat Jubal menerima bola ia tidak berlama lama dan langsung mengoper pada Santos.


Santos yang menerima bola segera menggiring bola masuk lebih dalam, Roberto yang sedari tadi mencari ruang akhirnya menemukan ruang kosong.


Belum sempat dia mengangkat tangan, bola sudah menghampirinya, itu di sebabkan Santos yang selalu memperhatikan keadaan rekan rekannya.


Roberto menerima bola dengan kontrol yang baik, ia pun berbalik badan.


Saat melihat gawang dia pun tak berlama lama dan langsung menembak, ia tak mau ada yang menghalanginya jadi langsung menembak dengan keras.


Penjaga gawang lawan yang menjaga gawang berusaha menangkap bola.


Tendangan keras Roberto mengarah ke tengah dimana posisi penjaga gawang ada disitu, namun karena bolanya hanya sedikit terangkat, itu menjadi susah untuk di tangkap.


Penjaga gawang dengan gagah menepis bola itu. Penjaga gawang tidak melihat sekitar dan hanya berhasil menepis saja.


Namun saat dia hendak melihat bola yang ia tepis, tiba tiba dia merasa bahwa ada yang melewatinya dengan kencang.


Dia pun sadar bahwa bola yang tadi ia tepis terbuang ke sisi kiri. Di sisi kiri, Sean sedang jatuh di lapangan karena dia memaksakan untuk memanfaatkan bola rebound tadi.


Sean menendang dengan jatuh karena posisinya kurang pas.


Namun Sean tidak kesal dan kecewa karena bola yang ia tendang tadi berhasil menjadi gol.


Penjaga gawang yang masih bingung itu hanya melihat Sean yang jatuh tiba tiba berdiri dan berlari ke sudut lapangan.


Ia pun melihat ke belakangnya dan menyadari bahwa yang melewatinya tadi adalah bola yang di tendang oleh Sean.


Rekan Sean juga berlari menuju Sean.

__ADS_1


__ADS_2