
Keesokan harinya,
Sean datang pukul 9 pagi ke lokasi tempat dia akan melakukan tanda tangan kontrak sekaligus tempat foto untuk mengiklankan dari brand tersebut.
Sean datang sendiri, karena Callista mengatakan bahwa dirinya akan datang sendiri menggunakan sebuah mobil online nantinya.
Saat ini, Sean dalam perjalanan ke kantor atau tempat lokasi tersebut.
Dia tidak membawa apa apa, hanya berpakaian rapi santai saja, karena kostum juga pastinya sudah di sediakan di sana.
Sampai di parkiran, dia langsung memarkir mobilnya dan segera menaiki lift.
Meminta ke resepsionis bahwa dia sudah ada janji temu.
Tak berselang lama, seseorang staf datang dan mengantar Sean ke lokasi.
Setelah sampai, Sean bersalaman dengan banyak orang di sana, termasuk bagian manajemen yang menawarkan kontrak tawaran pada Silva, bahkan direktur perusahaannya juga hadir.
Sean merasa tersanjung dengan antusias yang di berikan oleh pihak perusahan tersebut.
"Apakah semua kontraknya sudah valid?" Tanya direktur lagi menanyakan pada staf nya.
Dia tidak ingin adanya kesalahan karena Sean akan menjadi sangat penting di masa depan, perusahaan harus membangun hubungan yang baik dengannya.
"Sudah, tidak ada yang perlu di cek lagi."
"Baiklah, kalau begitu aku tanda tangan, di sini kan?" Tanya Sean sambil melirik.
Dengan begitu, Sean langsung menandatangani kontrak tersebut.
"Apakah langsung melakukan pemotretan atau harus menunggu dulu?" Tanya Sean.
"Tidak, ruang pemotretan ada di ruangan yang lain."
"Kalau begitu, saya antar."
Dengan begitu banyak staf dan direktur juga ikut untuk melihat jalannya pemotretan tersebut.
Sean menggunakan seragam sepak bola namun itu khusus dari produk perusahaan itu.
Ternyata memakai green screen dan mungkin akan di edit nanti.
"Apakah tidak lapangan?" Tanya Sean.
"Haha, terlalu jauh, tapi jika itu perlu untuk memaksimalkan hasilnya, tak apa."
"Apakah kamu punya waktu?" Tanya dari pihak perusahaan.
"Santai, jadi lebih baik di lapangan saja, aku sedikit canggung." Jawab Sean.
Kemudian, mereka menelpon dan meminta izin terlebih dulu ke pihak tim dari pemilik stadium untuk menggunakan pemotretan sebentar.
Setelah itu, Sean melakukan pemotretan dengan melakukan banyak aksi.
Dia harus berpura pura bermain bola dulu sendirian, lalu kelelahan dan meminum minuman dari produk tersebut.
Setelah waktu pemotretan selesai, Sean juga langsung kembali ke perusahaan untuk mengganti baju nya lagi.
__ADS_1
Waktu yang di butuhkan untuk pemotretan hanya sebentar karena aksi yang di tunjukan Sean sangat profesional jadi tidak memakan banyak waktu.
Di saat Sean sedang berganti pakaian, ponselnya berbunyi.
"Dimana kamu?" Tanya Callista.
"Di lantai 7."
"Aku di lobby."
"Aku sudah selesai kok, jadi tunggu." Jawab Sean, kemudian dia buru buru untuk menyelesaikan semuanya.
Sean juga berbincang dengan pihak dari perusahaan tentang apa saja yang akan dia lakukan nanti untuk mempromosikan produk tersebut.
Berjalan ke lobby, banyak staf perusahaan atau pegawai kaget saat melihat ada bintang artis di perusahaan mereka.
Meski sudah sering, namun ini tidak di undang dan tidak ada keperluan.
Melihat banyak kebingungan di mata orang lain, Sean menghampiri Callista.
"Sudah lama?" Tanya Sean yang di jawab anggukan lucu saja.
Para pegawai tertegun melihat ini, meski mereka sudah membaca beritanya, mereka menyangka itu adalah hoax tapi ternyata itu benar kenyataan.
Tak ada yang memotret mereka di antara pegawai itu karena perjanjian perusahan bersama karyawannya untuk menjaga privasi dari klien.
Sean pamit dan langsung pulang.
Dia berjalan ke parkiran dengan Callista sambil mengobrol.
"Mau kemana sekarang?" Tanya Sean.
"Iya seminggu kurang lebih."
"Adikku, Salma juga ingin ke pantai." Tanya Sean.
"Kalau begitu, ayo ke pantai aja." Jawabnya.
"Sekarang?"
"Besok aja."
"Sekarang ngapain?" Tanya Sean.
"Terserah." Kemudian keduanya mengendarai mobil menuju rumah makan untuk membeli makan siang terlebih dulu.
Sore harinya, keduanya menuju rumah Sean, namun yang di sambut adalah adiknya Sean ingin pergi menonton film.
Akhirnya Sean membawa adiknya itu ke bioskop bersama Callista untuk menonton film yang sedang tayang saat ini.
Mereka juga pulang larut malam karena makan malam diluar.
Sean mengantarkan Callista pulang ke rumahnya.
Namun dia kaget saat melihat kedua orang tua Callista sudah menunggu di depan pintu.
Sean akhirnya turun dan menyapa keduanya.
__ADS_1
Mengobrol sebentar dan meminta izin bahwa dia akan ke pantai besok bersama Callista.
Setelah mendapat izin, Sean mengobrol sebentar dan langsung pulang karena adiknya tidur di dalam mobil.
Sampai di rumah, Sean menggendong adiknya ke kamarnya.
"Larut malam?" Tanya ibunya.
"Salahin dia nih!" Ucap Sean.
"Udah nonton film, ingin makan lagi terus jalan jalan. Jadi larut deh." Jawab Sean.
"Yasudah, sekarang kamu tidur! Udah lewat jam tidur mu tuh!" Ucap ibunya.
"Oiya Bu, besok kita ke pantai, sambil mewujudkan keinginan Salma. Ibu ayah juga ikut!" Ucap Sean.
"Ya ya." Ucap ayahnya.
Sean masuk ke kamarnya dan berusaha tidur, namun dia tidak bisa tidur.
Dia pun akhirnya menyalakan ponselnya dan menonton beberapa Vidio sepak bola yang saat ini sedang trending tentang gol gol spektakuler dan skill skill di luar nalar.
Kagum dengan semua vidio vidio nya, Sean pun akhirnya mengulanginya lagi sampai dia tertidur dengan sendirinya.
Keesokan harinya, pagi hari sekali, Sean menyiapkan beberapa salin ke dalam tasnya untuk bermain ke pantai.
Adiknya tadi mengatakan bahwa dia ingin ke pantai Pangandaran.
Sean mendengar ini menyetujuinya langsung sekalian bermain meski sedikit jauh untuk di tempuh.
Ayah Sean saat ini mengendarai mobil dan menuju rumahnya Callista terlebih dulu untuk menjemputnya.
Ibunya Sean juga senang karena ternyata Callista ikut.
Akhirnya, kelimanya pun berangkat.
Dalam perjalanan, mereka mengobrol kan banyak hal dan bercanda. Namun yang jadi bahan candaan adalah adiknya Sean karena tiba tiba ingin ke pantai.
Mereka berangkat pukul 7 pagi, dan saat ini mereka dalam perjalanan sudah jam set 9 pagi.
Pukul 2 siang lebih, Sean dan yang lainnya sampai di pantai Pangandaran.
Mereka juga menyewa sebuah tempat untuk menyimpan barang barang mereka.
Adiknya Sean yang melihat pantai langsung berlari saja bermain tanpa berganti baju dulu.
Mereka pun akhirnya menghabiskan banyak waktu dan akhirnya mereka senang.
Namun banyak pengunjung juga yang sadar akan kehadiran mereka berdua, mereka memotret dan meminta foto, tentunya mereka berikan asalkan tidak terlalu rusuh.
Meski waktu kesenangan mereka terganggu, mereka sangat senang.
Malam harinya, mereka makan malam di sebuah rumah makan Padang.
Sean sudah sangat lama tidak menikmati makanan ini, dia juga lahap sekali makannya sampai sampai ibunya mengatakan bahwa dia akan mengirim makanan seperti ini nanti sebulan sekali ke Inggris.
Sean hanya tertawa saja mendengar semua ini.
__ADS_1
Akhirnya pukul 10 malam, mereka pulang, Sean dan ayahnya juga bergantian menyetir karena ayahnya takut matanya sudah tidak terlalu jelas lagi jika menyetir di tengah malam.
Di saat Sean menyetir, Ibunya juga ke pindah ke belakang agar Callista duduk di depan menemani Sean.