
Indonesia yang kini sedang menyerang pertahanan Meksiko.
Rafli yang merupakan penyerang tengah kini sudah berhadapan 1 lawan 1 dengan penjaga gawang tim Meksiko.
Di sisi lain, Sean sudah berdiri kosong. Sean juga mengangkat tangannya meminta bola.
Namun saat Sean melakukan gerakan itu, gerakannya itu tak di pedulikan oleh Rafli yang sudah berhadapan 1 lawan 1 dengan penjaga gawang lawan.
Rafli yang merupakan penyerang juga mempunyai keegoisannya sendiri untuk mencetak gol.
Dia dengan tenang mencoba menembak ke arah kanan gawang dimana itu dekat dengan posisinya.
Dengan ayunan kaki yang kencang, bola akhirnya melaju dengan cepat menuju gawang.
Penjaga gawang Meksiko tentunya tak akan membiarkan tendangan ini menjadi sebuah gol lagi, dia berusaha menyelamatkan bolanya.
Sean yang melihat ini juga hanya menghela nafas saja, dia tidak kesal maupun apa, hanya sedikit kecewa karena dia sudah sangat kosong.
Sean masih saja memperhatikan tendangan itu, apakah akan gol atau tidak.
Penjaga gawang yang berusaha menyelamatkan bola itu, akhirnya menggunakan usaha terakhirnya dengan mengulurkan tangan kanannya setelah tadi melompat namun masih belum sampai menjangkau bola.
Dengan uluran tangan penjaga gawang itu, bola yang akan masuk melalui tiang kanan itu akhirnya sedikit menyentuh tangan dari penjaga gawang, namun karena sentuhannya yang sedikit dan kurang bertenaga, bola akhirnya mendorong sentuhan tangan itu dan bola juga memasuki gawang.
Rafli yang berhasil mencetak gol langsung merayakan keberhasilannya, dia langsung berselebrasi.
Sean juga langsung berlari mengikuti Rafli, dia tidak apa apa karena akhirnya Indonesia juga mampu mencetak gol tambahan.
Para pemain Indonesia segera berkumpul untuk merayakan bersama Rafli, sedangkan pemain Meksiko semuanya kesal karena mereka tak menyangka Indonesia melancarkan serangan balik yang cepat dan itu masih berbuah menjadi sebuah gol.
Pelatih Meksiko di pinggir lapangan juga sedang berpikir keras, sedangkan pelatih Indonesia bersama staf nya sedang merayakan gol tadi.
Di televisi siaran Indonesia, komentator juga sudah berteriak teriak.
"Goll..Golll..."
"Itu merupakan sebuah skema serangan balik cepat yang menakutkan, aku kira serangan balik ini akan gagal."
__ADS_1
"Tapi untung saja berhasil."
"Tapi jika itu gagal, kita harus sedikit menyalahkan penyerang kita, Rafli."
"Dia terlalu egois karena tidak memberikan operan pada Sean yang sudah kosong, tapi untung saja ini menjadi sebuah gol dan tidak mengecewakan kami."
"Indonesia unggul 2 gol atas Meksiko. Kita harus bangga."
"Jika kita bisa mempertahankan hasil ini, Indonesia akan ke babak final bertemu Portugal yang kini sudah menunggu lawannya."
"Kuharap Garuda muda kita mampu mengalahkan Meksiko dan melaju ke final."
"Tapi sebelum itu, mari kita berdoa untuk Garuda muda kita yang sedang bertanding, supaya mereka tidak mendapatkan petaka di babak ke 2 nanti." Ungkap komentator di saluran televisi siaran Indonesia dengan sangat sangat rusuh.
Dia berbicara dengan rusuh karena dia bahagia dan panik.
Dia tak menyangka Indonesia unggul 2 gol di babak 1, ini merupakan sebuah modal baik untuk babak ke 2 nanti.
Asalkan babak ke 2 nanti, permainan Indonesia tidak menurun dan terus konsisten.
Wasit di lapangan meniupkan peluit lagi tanda permainan harus segera di mulai.
Itu bukan karena apa apa. Tapi ini karena instruksi pelatih Indra di pinggir lapangan tadi.
Mungkin karena waktu akan segera berakhir, jadi manfaatkan waktu ini untuk menekan Meksiko agar tidak memasuki pertahanan milik Indonesia.
Dengan pressing ketat dan agresif dari para pemain Indonesia, para pemain Meksiko yang awalnya akan menyerang dengan cepat setelah melakukan penguasaan bola itu akhirnya harus memainkan bolanya di wilayah mereka.
Dengan keadaan tertekan ini, para pemain Meksiko semakin emosi dan pikirannya tak terkendali, bahkan ada salah oper, untung saja rekan yang lainnya dengan cepat mengambil bola lagi, jika tidak itu akan berbahaya bagi mereka.
Pelatih Meksiko di pinggir lapangan juga berdiri di pinggir lapangan memberikan instruksi dengan tangan yang melambai ke bawah.
Mengisyaratkan agar pemainnya tenang jangan terlalu terbawa suasana yang di ciptakan oleh para pemain Indonesia.
Namun meski pelatih sudah memberikan instruksi seperti itu, keadaan di lapangan jelas berbeda dengan apa yang di harapkan pelatih Meksiko itu.
Pemain Meksiko mencoba setenang mungkin agar bisa berpikir dan tidak melakukan kesalahan operan, namun itu semua sulit di lakukan.
__ADS_1
Itu karena pemain Indonesia akan langsung melakukan pressing saat bola di operkan ke pemain berikutnya.
Dengan cara ini, pemain yang menerima bola itu tidak punya banyak waktu untuk mengontrol bola dan berpikir, jadi dia hanya bisa melakukan back pass pada pemain yang tadi.
Memasuki menit tambahan di babak pertama, pemain Meksiko merasa bahwa rasa lelah dan rasa tertekan mereka akan segera berakhir.
Saat bola masih di kuasai oleh pemain Meksiko, gelandang Meksiko memberikan bola ke pemain full back kanannya.
Dimana itu adalah posisi Sean sedang menekan.
Saat bola masih dalam perjalanan menuju full back kanan pertahanan Meksiko, Sean berlari dengan cepat berusaha merebut bolanya sebelum di terima oleh full back lawan itu.
Full back lawan tentunya kaget karena dia tak menyangka Sean masih memiliki stamina yang bagus.
Dia juga berlari ke arah bola mencoba menjemputnya agar tak di rebut oleh Sean, saat sudah dekat dengan bola, pemain full back itu langsung akan melakukan back pass lagi, namun saat akan melakukan back pass, kaki kiri pemain tersebut tergelincir karena tumpuannya yang sedikit tak benar jadi dia pun jatuh.
Karena tak berhasil memberikan back pass lagi, full back yang jatuh itu langsung berusaha menendang seadanya.
Namun tendangan itu sia sia karena kaki kanannya tak sampai pada bola.
Para pemain Meksiko yang melihat ini panik, sedangkan Sean yang sudah berlari sudah sangat dekat dengan bola.
Sean yang berlari dengan cepat itu akhirnya berhasil mengambil bola itu dan langsung melakukan giringan ke depan, dimana itu tak jauh dari kotak penalti. Mungkin hanya sekitar 27 meter dari gawang saja.
Pemain Indonesia yang lain melihat ini segera melakukan penekanan agar memudahkan Sean bergerak membawa bola masuk lebih dalam.
Dengan bantuan timnya, Sean juga merasa lebih ringan karena saat dia akan maju tadi, 2 pemain bertahan sudah menghadangnya, namun saat rekannya yang lain menekan, pemain bertahan yang menghadang Sean berkurang menjadi 1.
Sean yang akan memasuki kotak penalti itu harus berhadapan dengan pemain bertahan lawan terlebih dulu, Sean juga terburu buru karena di belakangnya ia di kejar oleh full back yang tadi jatuh, ia mungkin akan melakukan tanggung jawabnya karena sudah melakukan kesalahan.
Sean yang di tekan dengan cara ini pun melakukan step over pada mencoba mengelabui pemain bertahan lawan itu.
Gerakan kaki dan badan bergerak dengan indah.
Saat badan Sean sudah ke kiri dan kaki tumpuannya sudah melaju lebih jauh ke kiri, pemain bertahan lawan bergerak ke arah kanan dimana itu untuk menutup posisi kiri Sean.
Namun saat melakukan itu, Sean memindahkan bolanya dengan kaki kanan bagian luarnya ke arah kanan Sean, dimana itu adalah bagian kiri dari pemain bertahan lawan.
__ADS_1
Dengan kecohan cepat Sean, pemain tersebut mengalami gerakan yang kaku dan tumpuannya tak seimbang.