
29 Mei 2018,
Pertandingan Indonesia kedua di tournament Toulon akan di laksanakan. Pertandingan kedua ini, Indonesia akan melawan Prancis.
Dimana Prancis merupakan tuan rumah karena acara tournament ini diadakan di Prancis.
Tapi itu tidak membuat para pemain tim nasional takut, mereka semangat karena mereka akan benar benar melawan tim yang termasuk dari jajaran raksasa Eropa di dunia sepak bola.
Di squad tim nasional Prancis yang mengikuti tournament Toulon ini, Sean tidak melihat adanya pemain dari daftar pemain berbakat yang di unggah oleh nxgn.
Tapi itu tidak membuat Sean untuk merendahkan lawannya karena menurutnya tim Prancis yang di pilih ini juga tidak sembarangan.
Di Stade d'Honnour tepatnya di ruang ganti. Sean dan rekannya sedang mendengarkan instruksi pelatih.
Instruksi dari pelatih yaitu untuk bermain cepat, andalkan kelebihan Indonesia, dimana para pemain Indonesia yang bisa bergerak cepat.
Kurangi banyak salah operan, dan perbanyak umpan atau operan pendek agar lebih mudah untuk menguasai bola dan menekan lawan.
Sean dan pemain lainnya mengerti.
Pelatih juga mengintruksikan agar pemain bertahan menaikan sedikit garis pertahanan lebih tinggi, agar bisa membuat pemain lawan terjebak offside dan tidak bisa melancarkan serangan balik cepat.
Setelah beberapa saat, Sean yang masuk dalam starting line up pun berjalan ke lapangan dengan pemain lainnya.
Di line up kali ini. Pelatih menggunakan Witan sebagai penyerang tengah, tapi dia bermain di role false 9.
Dimana dia tidak harus tetap berada di tengah, tetapi mencari ruang agar bisa mendapatkan bola dan mencetak gol.
Ini memang taktik yang bagus agar bisa memanfaatkan Witan dengan baik dan tidak menganggu pemain lainnya.
Ini juga jelas keuntungan karena ketiga pemain depan Indonesia memiliki kecepatan.
Setelah pemain memasuki lapangan, komentator di televisi saluran Indonesia juga tak lupa untuk mulai memberitahu para penonton di rumah.
"Baiklah, pertandingan akan segera di mulai
"
"Di lihat dari starting line up kali ini, sepertinya pelatih Indra Sjafri ingin mendapatkan hasil maksimal."
__ADS_1
"Kenapa bisa begitu bung?" Tanya komentator satunya.
"Kita melihat bahwa Sean juga di mainkan di awal, ini agar membuat pemain lawan sedikit memberikan perhatian lebih padanya, sedangkan pemain lainnya akan bisa bergerak bebas."
"Ini juga merupakan sebuah pilihan yang tepat dan bagus karena pelatih menempatkan ketiga penyerang cepat."
"Ini bisa di gunakan untuk melancarkan serangan balik nantinya."
"Okee bung, sepertinya kita sudahi dulu. Pertandingan sudah di mulai sekarang." Ungkap komentator satunya.
Dengan itu, tampilan di layar televisi juga kembali fokus pada pertandingan yang sudah berjalan.
Dimana pemain Prancis menguasai bola karena mereka yang melakukan kick off terlebih dulu.
Sean dan 2 pemain depan lainnya yaitu Egy dan Witan segera maju dan menekan wilayah lawan.
Sedangkan pemain tengah Indonesia berusaha merebut bola dan menutup ruang yang ada.
Sean dan keduanya di depan juga bukan hanya sekedar menekan, tapi mereka juga berusaha menganggu ketika pemain bertahan menguasai bola.
Waktu pertandingan juga terus berjalan.
Saat memasuki menit ke 7, Prancis memiliki skema serangan yang baik. Mereka menguasai bola dari belakang dan mengoper terus menerus kedepan.
Penyerang tengah mereka yang memiliki tubuh biasa, tidak seperti penyerang Skotlandia kemarin, kini sedang menguasai bola setelah menerima operan dari pemain tengah Prancis.
Penyerang itu tidak bisa berbalik karena bagian punggungnya di tahan oleh pemain bertahan Indonesia, Irianto.
Sedikit risih dan kesulitan, penyerang tengah itu menggerakkan tangannya sedikit untuk menyikut Irianto.
Namun sikutan itu tidak mengenainya, tapi dengan usaha sikutan yang sia sia itu, akhirnya ia bisa lolos dari pengawalan ketat Irianto.
Ia pun kemudian dengan cepat menggerakkan bola ke sebalah kiri nya, lalu dia berbalik badan dan saat akan menembak, ia menemukan Irianto sudah menutup ruang tembaknya.
Kaget dengan situasi itu, penyerang tengah itu memberikan passing ke depan, dimana ada Winger kanan Prancis yang sudah berlari untuk menyusul bola itu.
Irianto yang telat menutup ruang itu berusaha melakukan tackle ke arah bola, namun dia terlambat.
Winger itu kini sudah menguasai bola di kotak penalti, dia juga tak segan dan langsung menembak.
__ADS_1
Saat bola meluncur ke arah gawang, tiba tiba bola mental terbalik karena ternyata bola itu membentur kaki dari Nurhidayat yang melakukan tackle susulan untuk menutup ruang tembak winger Prancis.
Dengan tembakan yang gagal di jadikan sebuah gol itu, Prancis kini mulai menata kembali posisi mereka karena bola kini sudah di kuasai oleh pemain tengah Indonesia, Luthfi Kamal.
Luthfi Kamal yang menguasai bola juga tidak terburu buru, dia menguasai nya dengan santai sambil melirik kanan dan kiri, melihat rekan rekannya yang kini membuka ruang.
Luthfi kemudian memberikan operan pada Raffi Syaharil. Raffi juga menguasai bola dengan tenang sambil melirik kanan kiri, tak lama ia memberikan bola pada Asnawi di sisi kanan.
Asnawi yang menerima bola dengan baik segera menggiring bola ke depan dengan cepat.
Ia kini sudah melewati garis tengah, saat sudah memasuki setengah wilayah dari tim Prancis, Asnawi tiba tiba berhenti dan memberikan operan pada Abimanyu yang meminta bola dengan gerakan tangannya.
Abimanyu yang menguasai bola mengontrol bola dengan baik, tapi setelah mengontrolnya ia dengan cepat mengirimkan umpan terobosan di antara pemain bertahan lawan.
Umpan terobosan yang ia lakukan ini di tujukan untuk Witan yang sudah bergerak di depan.
Witan yang lolos dari offside pun terus saja mengejar bola yang masih melaju di depannya.
Bola juga sudah memasuki kotak penalti.
Tak lama dan tanpa banyak usaha keras, Witan berhasil menguasai bola. Ia mengontrolnya dengan baik lalu melirik ke depan ke arah gawang.
Saat akan menembak, ruang tembaknya di tutup oleh pemain bertahan bertubuh tinggi besar.
Witan segera melakukan penjagaan pada bolanya dengan cepat karena takut terebut. Dia tidak bisa menyia-nyiakan kesempatan ini.
Witan lalu melirik ke kiri dimana Abimanyu sudah maju.
Saat akan mengoper pada Abimanyu, Egy di belakang atau tepatnya belakang kiri Witan meminta bola.
Witan yang mendengar itu juga segera menggerakkan bola ke kirinya tanpa melihat.
Egy yang melihat bola sudah disiapkan oleh Witan juga berlari semakin cepat, saat sudah dekat, Egy tidak melakukan ancang ancang dan langsung menembak dengan tembakan melengkungnya.
Bola pun terangkat ke atas dan melengkung ke arah gawang.
Namun lengkungan yang tidak sempurna itu akhirnya membuat bola terasa mudah untuk penjaga gawang untuk di selamatkan.
Peluang yang di miliki Indonesia juga sudah hilang karena Egy tidak memaksimalkan peluang itu dengan baik menjadi sebuah gol.
__ADS_1
Sean yang sedari tadi di jaga ketat juga hanya bisa berbalik lagi ke belakang, ia tidak kesal atau kecewa karena mau bagaimana lagi, dia juga tidak bisa meminta bola karena dirinya di jaga sangat ketat oleh full back lawan yang menempel terus padanya.
Pertandingan juga terus berlanjut seiring dengan waktu pertandingan yang terus berlanjut maju.