I'M Footballer

I'M Footballer
Chptr 63.


__ADS_3

Pertandingan yang di selenggarakan di Stade d'Honnour antara Indonesia melawan Skotlandia kini sudah memasuki babak kedua.


Skor di pertandingan ini juga sudah menjadi 1 - 2. Dimana Indonesia bisa berhasil menyamakan kedudukan lewatan tusukan Egy yang menjadikannya sebuah gol, namun setelah gol Egy, Skotlandia langsung membalasnya lagi.


Pertandingan ini sudah memasuki menit ke 61, namun Sean masih berada di bangku cadangan.


Sean juga tak masalah karena mungkin dirinya belum masuk dalam skema pelatih.


Meski Sean selalu memberikan yang terbaik setiap latihan, tapi keputusan dan pemilihan pelatih adalah hal yang mutlak, jadi Sean hanya bisa santai dan tenang saja.


Pertandingan di lapangan juga terus berlanjut, para pemain Indonesia sedang berusaha menekan mereka meski mereka kesulitan menguasai bola karena baru saja melakukan operan, pemain lainnya langsung di pressing lagi.


...


Di Indonesia,


Ibu Sean dan keluarganya memilih untuk tidak bekerja dan mereka melakukan nonton bareng di rumahnya.


Mereka menonton bareng pertandingan tournament Toulon yang di siarkan di televisi.


"Kenapa dia tidak di mainkan?" Tanya Ayah Sean saat melihat timnas Indonesia bermain kalah 1 2 dari Skotlandia.


"Itu karena dia terlambat ikut bersama tim, jadi mungkin dia di hukum." Ungkap Ibunya.


"Mana bisa begitu, dia sudah berusaha sebaik mungkin untuk segera menyusul tim ke Prancis padahal baru selesai liga di Portugalnya."


"Dia juga membatalkan kepulangannya ke Indonesia karena harus membela negara." Ungkap Ayahnya.


"Sudah kita tunggu saja." Ungkap Ibunya.


Di tempat lain, di tongkrongan teman teman sekolah Sean. Teman teman Sean juga sedang mengadakan nobar timnas yang bertanding.


Mereka melakukan ini karena mereka akhirnya bisa melihat teman mereka bermain dan di tayangkan di televisi.


"Mana si Seann?"


"Aku tidak melihatnya di turunkan, padahal kita sudah kalah."


"Sabar saja, mungkin pelatih nya masih menunggu waktu yang tepat."


"Waktu yang tepat gimana, ini sudah masuk 70 menit, tinggal 10 menit lagi."


Teman teman Sean juga sudah tak sabar melihat pertandingan Sean untuk Tim Nasional.


Pada menit ke 73, siaran di tv tiba tiba mengalihakan perhatiannya ke pinggir lapangan.


"Akhirnya kita bisa melihat bagaimana wonderkid asal Indonesia kita bermain." Ungkap Komentator di televisi.


"Sepertinya pelatih Indra Sjafri sudah merencanakan semuanya dan berharap Sean bisa merubah di waktu yang tersisa."


"Apakah tidak terlalu pendek waktunya?" Tanya komentator lainnya.

__ADS_1


"Kita lihat saja nanti."


"Oh ternyata Sean menggantikan Rafli, di lihat dari pergantian ini, sepertinya witan akan di geser ke depan dan Sean mengisi posisi sebenarnya."


Sean menggunakan nomor punggung 21 di timnas Indonesia.


Setelah Sean masuk, dia memberikan intruksi pada pemain gelandang, dan mengarahkan agar Witan mengisi wilayah depan.


Sean juga berlari ke posisinya di sebelah kiri.


'Nah, dia akhirnya turun.' Ungkap Billy Gilmour.


Pelatih Skotlandia di pinggir lapangan juga mengungkap hal yang sama di pinggir lapangan.


Di rumah keluarga Sean, keluarga Sean sudah berteriak teriak. Mereka akhirnya melihat salah satu anggota keluarga mereka bermaon untuk tim nasional dan di tayangkan di tv.


"Akhirnya anakku bermain."


"Ayo semangat kakak." Ungkap adiknya Sean.


Di tempat lain, di tongkrongan Sean. Teman teman Sean sudah tertawa sambil tersenyum.


"Brengzeek, apakah ini benar Sean?"


"Kelihatan berbeda ketika video call bersama kita."


"Lihat tubuhnya." Seru teman teman Sean.


Di Stade d'Honnour, Sean yang sudah memasuki lapangan terus bergerak mencari ruang saat rekan rekan timnya menguasau bola.


Dia sudah beberapa kali menyentuh bola namun dia belum mendapatkan kesempatan untuk menusuk lebih dalam.


Pertandingan juga terus berlanjut, memasuki menit ke 77, Sean mendapatkan bola dari Abimanyu yang memberikannya operan datar.


Sean mengontrol bola itu dengan baik.


Sean sekarang berada di sisi kiri dekat dengan garis out.


Sean menggiring bolanya pelan pelan karena di depannya ada full back lawan yang menghadangnya.


Terus bergerak pelan, namun kepala Sean sambil memperhatikan sekitar, mencari rekan rekannya.


Saat rekan rekannya sudah bergerak. Sean juga bergerak.


Sean melakukan gerakan badan yang cepat ke sebalah kiri namun bola dan kaki kanannya masih di tempat.


Full back lawan yang melihat ini langsung bereaksi menutup gerakan tubuh Sean, namun saat dirinya melakukan itu, dia melihat Sean sudah berlari ke arah dalam dan tidak ke sebelah kiri tadi.


Sean tentu saja melakukan tipuan.


Sean menggiring bola masuk ke dalam, saat dekat kotak penalti, Sean melihat Witan menggerakan tangannya meminta bola.

__ADS_1


Sean langsung memberikan bola operan datar, dia juga berlari lagi mendekati Witan berharap mendapatkan operannya lagi.


Witan tentu saja paham karena dia juga sulit untuk berbalik.


Witan memberikan sentuhan sedikit pada bola, dan bola akhirnya berpindah ke sisi kiri Witan.


Sean yang sudah berlari juga segera berlari dengan cepat ke arah bola.


Saat sudah dekat, Sean tidak melakukan ancang ancang lagi, dia langsung menembak dengan menggesek bola melalui kaki kanan bagian dalamnya.


Dengan tendangan Sean yang di gesek oleh kaki dalam, bola juga meluncur ke arah gawang dengan cara melengkung.


Penjaga gawang yang berusaha menyelamatkan bola itu melompat ke tiang kirinya untuk menyelamatkan bola melengkung Sean.


Saat jari jarinya akan menyentuh bola, bola tiba tiba semakin berbelok ke arah dalam.


Tentu saja penjaga gawang Skotlandia sudah tahu karena tipe tendangan Sean adalah melengkung.


Dia berusaha menyelamatkan dengan badannya, namun bola nya terlalu cepat untuk di halau oleh badannya.


Bola yang di tendang Sean juga menjadi gol, Sean langsung berlari ke gawang dan mengambil bola.


Dia tidak melakukan selebrasi karena waktu sudah semakin sedikit.


"Ohh tendangan yang sangat indah." Ungkap komentator di televisi saluran Indonesia.


"Itu merupakan tendangan yang sangat sangat indah. Apakah dia sudah biasa melakukannya?"


"Terlihat bahwa lengkungannya juga sempurna, seakan dia memang terbiasa." Ungkap komentator.


Di rumah keluarga Sean, anggota keluarga Sean sudah berteriak teriak karena Sean mencetak gol.


Di tongkrongan teman teman Sean, teman teman Sean malah tertawa.


"Si brengzek ini ternyata benar benar menjadi hebat."


"Lihat tendangannya, itu biasanya di lakukan oleh Neymar, Coutinho, tendangan melengkung yang sangat indah."


"Sudah diam, kita lihat lagi, pertandingan sudah di mulai."


Di Stade d'Honnour, dengan gol yang di ciptakan oleh Sean, kini Skotlandia bermain lebih berhati hati lagi.


Mereka tidak melakukan pressing ketat lagi.


Memasuki menit 79, Luthfi kamal berhasil merebut bola dari pemain lawan, dia langsung memberikan operan pada Egy di sebelah kanan.


Egy yang menerima bola segera melakukan akselerasi dan menusuk ke dalam.


Dia terus menggiring, dan saat akan memasuki kotak penalti, Egy di tarik bajunya sampai Egy tidak bisa lagi menguasai bola dengan stabil.


Egy pun jatuh dan langsung di berikan tendangan bebas oleh wasit yang melihat tarikan.

__ADS_1


__ADS_2