I'M Footballer

I'M Footballer
Chptr 169.


__ADS_3

Tanggal 8 Januari siang hari, Sean sudah selesai menyiapkan semua keperluan yang akan ia bawa.


Meski tak banyak tapi itu tetap Sean bawa.


Dia akan berangkat malam ini karena jadwal keberangkatannya pukul 8 malam.


Sean saat ini menghabiskan waktu bersama keluarganya.


Mengobrol dan bermain main.


Pukul setengah 7 malam, Sean berangkat dari rumahnya ke bandara.


Dia di temani oleh keluarganya.


Mereka saat ini berada dalam mobil dan hanya tinggal beberapa menit lagi, mereka juga akan sampai di bandara.


"Kamu tidak berpisah dulu dengannya?" Tanya ibunya.


"Dia sibuk." Sahut Sean.


"Yasudah."


"Kakak, kapan kamu pulang lagi?"


"Nanti kalo kamu udah tumbuh lebih tinggi, sekarang kamu berada di bangku SMP tapi badanmu kecil." Ucap Sean tersenyum meledek dan bercanda.


"Kakak!" Teriaknya lucu.


"Haha, nanti pertengahan bulan Juni kakak pulang atau mungkin akhir Juni."


"Baiklah."


"Kamu harus ingat apa yang ayah katakan, nak!" Ucap ayahnya mengingatkan.


"Aku mengerti ayah." Sahut Sean.


Setelah beberapa saat, mereka juga sampai.


Sean menunggu di lobby dan waktu juga tinggal 45 menit lagi.


Waktu juga berjalan dengan cepat, Sean pun kemudian pamit pada kedua orang tuanya dan memeluk mereka.


"Kalau begitu, aku berangkat sekarang." Ucap Sean.


"Kamu belajar yang rajin, Salma. Jangan merepotkan ayah dan ibu!" Ucap Sean sambil memeluknya dan mencium kepalanya.


"Aku tahu kakak, kakak tenang saja."


"Baiklah kalau begitu, aku pergi sekarang." Ucap Sean sambil berbalik.


Di saat Sean sudah melangkah beberapa langkah ke depan, dia berhenti.


"Maaf aku telat." Ucap Callista tiba tiba datang dengan nafas yang terengah engah.


Ibu dan ayahnya Sean juga terkejut.


"Bukannya kamu sibuk?" Tanya Sean.


"Iya aku menyempatkan." Sahutnya langsung.


"Aku pergi sekarang, sudah mepet." Ucap Sean.


Kemudian dia berbalik lagi dan langsung melangkah.

__ADS_1


Namun yang tidak di ketahui Sean, Callista berlari, "Tunggu dulu."


"Apa lagi?"


"Kamu ini marah kan?" Tanya Callista.


Sean hanya diam saja.


"Maaf." Ucap Callista.


"Ya, kalau begitu cepat, aku harus segera naik." Ucap Sean.


"Jaga dirimu baik baik di sana, aku akan ke sana nanti ketika pekerjaan ku sudah selesai." Ucap Callista.


"Ya aku tahu." Sahut Sean, kemudian dia berbalik dan langsung pergi lagi.


Namun dia di hentikan oleh Callista yang memeluknya.


"Sudah, tak apa. Aku harus segera pergi." Ucap Sean mengelus punggungnya Callista.


"Lihat ayah dan ibuku sedang melihat kita, apakah kamu tak malu?" Ucap Sean.


Kemudian Callista melepasnya, dan Sean pun segera pergi.


...


Keesokan harinya, Sean sampai siang hari.


Dia juga langsung menggunakan taksi menuju rumahnya.


"Tanggal 13 FA CUP, lawan juga dari tim LeagueOne yang sudah bermain beberapa kali." Ucap Sean.


Dia dalam taksi juga memainkan ponselnya dan melihat jadwal jadwal nya di putaran ke 2 ini.


"Langsung padat, berarti liburan seminggu kemarin hanya untuk merelaksasi kan otot otot saja.".


Tak lama, Sean sampai di rumahnya.


Dia menyimpan tas nya dan langsung memperhatikan bursa transfer lagi.


Rumor rumor tentang pemain depan Liverpool yang baru juga semakin banyak, namun Sean tidak tahu yang mana dan belum mendapatkan kabar apapun di grup klub tentang adanya pemain baru.


"Banyak sekali rumor."


Sean sangat memperhatikan untuk pemain baru di bagian lini depan karena ini menyangkut dirinya juga.


Jika dirinya kurang nanti dalam permainan, kemungkinannya dia juga akan menjadi rotasi .


Sementara itu, bos yang sedang berada di kantor klub sedang melakukan pembicaraan dengan agen dari seorang pemain.


"Jadi bagaimana?" tanya bos.


"Pemain ku, dia pasti bisa mengisi kekosongan itu, dan siap jika hanya menjadi rotasi saja."


"Tapi aku ingin mengajukan syarat, meski dia rotasi, setidaknya setiap pertandingan turunkan lah dia beberapa menit saja agar dia merasakan atmosfer pertandingan dan merupakan pengalaman baru baginya."


"Aku percaya, dia akan menjadi senjata baru bagi tim juga." Ucap Agennya.


"Aku tahu." Ucap bos kemudian dia berpikir.


Memang bahwa dia juga berencana menurunkan di setiap pertandingan tapi jika pemainnya kurang dalam memanfaatkan kesempatan ini akan sulit.


Tak lama, bos menelpon direktur dan mengatakan bahwa pemain harus di beli.

__ADS_1


Dengan begitu uang juga segera disiapkan.


"Kalau begitu, besok atau paling lambat 3 hari, dia harus menandatangani kontrak dengan tim." Ucap bos.


"Baiklah, senang bekerja sama. Aku akan mengatakan ini pada dia."


"Dia juga pastinya senang." Ucapnya.


Kemudian agen itu pergi.


Bos yang di tinggalkan sendiri kemudian memutar video dari pemain yang akan di belinya itu.


Pemain ini memang masih muda, dia baru berusia 19 tahun.


Tapi kualitasnya benar benar sangat bagus, dia selalu bermain baik dia setiap pertandingan bersama timnya.


"Ku harap pemain ini bisa saling mengisi nantinya." Ucap bos.


Malam harinya,


Agen tersebut berada di hotel, dia menelpon pemainnya.


"Karim, kamu bisa segera datang kesini, tim nya akan segera melakukan pembelian ke tim mu."


"Jadi segeralah datang agar kamu bisa segera tanda tangan kontrak dan segera di daftarkan, biar kamu juga bisa ikut dalam pertandingan dekat."


"Baiklah, aku mengerti." Ucap pemain itu.


Dimana pemain itu adalah Karim Adeyemi.


Dia baru berusia 19 tahun dan nanti tanggal 18 Januari akan menjadi ulang tahunnya yang ke 20 tahun.


Sementara itu, pihak tim Liverpool juga sudah mengirimkan surat penawaran pada RB Salzburg untuk membeli Karim Adeyemi.


Mereka mengirimkan tawaran seharga 30 juta Euro.


Ini benar benar sangat mahal bagi pemain muda seperti ini.


Sean juga kalah dengan dia, tapi ingat bahwa Karim Adeyemi merupakan pemain Eropa, jadi tentunya harga nya juga sedikit lebih tinggi di bandingkan Sean pemain Asia.


Tapi tak lama, Sean juga pasti akan melebih harganya.


Pihak Salzburg kemudian menolak tawaran itu, mereka meminta seharga 35 juta, namun pihak Liverpool menawar bahwa mereka bisa membayar seharga 32,5 juta saja.


Dan tanpa pikir panjang, RB Salzburg juga menyetujui nya.


Dan sekarang yang tersisa hanyalah bagian dari Karim Adeyemi yang akan melakukan tanda tangan kontrak dengan tim.


Tidak tahu pihak klub menawarkan durasi dan gaji berapa.


Jika gajinya lebih tinggi dari Sean, sudah di pastikan bahwa di transfer musim panas nanti, Silva akan melakukan negosiasi lagi untuk menaikan gaji Sean.


Karena tak mungkin bagi Sean yang notabenenya pemain inti dan sangat penting bagi tim kalah dari pemain rotasi dalam hal gaji.


Jika pihak klub tak mau menaikan lagi, sudah di pastikan, pihak klub lain akan menawarkan penawaran untuk membeli Sean dan memuaskan keinginan Sean itu asalkan pihak lain sanggup membayar harga klausulnya.


Tapi jika itu sesuai dengan kemampuan Sean, sudah di pastikan klub pembeli pasti berani membayarnya meski besar.


Di saat transfer Karim Adeyemi selesai, bos juga sedang melihat lihat pemain yang berposisi sebagai pemain bertahan muda.


Dia harus segera melakukan pembelian untuk menggantikan Virgil nanti.


Tidak hanya itu, bos juga melihat beberapa video dari pemain gelandang.

__ADS_1


__ADS_2