I'M Footballer

I'M Footballer
Chptr 242.


__ADS_3

Mengakhiri laga dengan kekalahan 1 - 0 atas Manchester City di laga tandang dalam pertandingan semi final UCL, Liverpool masih dalam keadaan yang masih tidak percaya.


Bos dan para pemain juga dalam keadaan yang tidak percaya, pasalnya dalam pertandingan tersebut meski tidak sama sekali tertekan dari Manchester City, Liverpool masih berusaha untuk mencetak gol.


Apalagi dalam menit 70 ke atas, dimana Liverpool dengan berani menekan dan mendominasi jalannya pertandingan.


Bahkan Pep Guardiola juga dengan panik berdiri dan berlari di area komando pelatih.


Dia terus berteriak teriak mengarahkan para pemainnya karena takut terjadi kesalahan yang mengakibatkan Liverpool menyamakan kedudukan.


Alhasil pertandingan itu tidak berubah dan masih Manchester City yang meraih kemenangan.


Dari menit 70 sampai akhir pertandingan, Liverpool mencoba dengan banyak cara untuk mencetak gol.


Bahkan tendangan bebas juga Liverpool dapatkan dan Sean mengeksekusinya dengan sangat baik.


Tapi tembakan dari tendangan bebas itu hanya bisa membentur mistar gawang.


Dengan banyak peluang yang tercipta dan di dapatkan selama 20 menit terakhir itu, Liverpool menjadi semakin berani.


Manchester City juga dalam keadaan panik.


Bahkan dalam beberapa terciptanya peluang berbahaya juga Liverpool sempat berhasil mencetak gol oleh Khvicha, hanya saja posisinya ternyata sudah dalam keadaan off side setelah di lihat melalui VAR.


Awalnya para pemain juga bersemangat dan melakukan selebrasi dengan penuh semangat, alhasil mereka kecewa dan terus melakukan serangan.


Dalam serangan serangan itu juga tercipta banyak yang berbahaya tapi karena mungkin Dewi keberuntungan masih berpihak pada Manchester City, semuanya tidak menjadi sebuah gol sama sekali.


Pertandingan juga usai dengan kekalahan Liverpool.


Sepulangnya dari laga tersebut, para pemain Liverpool juga tidak terlalu mendalami kekecewaan mereka karena bos sudah mengingatkan bahwa lebih baik fokus pada laga Premier League dan menjuarai liga dengan lebih cepat supaya sisanya bisa fokus pada UCL dan membalikkan keadaan.


Beberapa hari setelah pertandingan melawan Manchester City di laga semi final itu, Liverpool menjalani pertandingan di Premier League.


Lawannya tidak lain adalah Wolves.


Dalam pertandingan melawan Wolves, Liverpool tidak beruntung lagi.


Bahkan para pemain juga menduga bahwa kesialan menimpa mereka.


Di pertandingan melawan Wolves itu, Liverpool mengalami kekalahan telak


Dimana Liverpool kalah 4 - 0.


Meski di pertandingan tersebut kalah, Liverpool melakukan penyerangan dan alhasil Wolves bertahan dengan kuat dan hanya melancarkan serangan balik saja.


Tapi dalam setiap serangan baliknya itu lah semuanya berbahaya.


Bahkan penonton Liverpool juga harus berteriak setiap Wolves melancarkan serangan balik.


Kembali dengan hasil yang sangat mengecewakan, para pemain Liverpool kembali memfokuskan dan membangun kembali semangat dan moral mereka.


Hasilnya di pertandingan selanjutnya melawan Southampton, Liverpool berhasil meraih hasil yang sangat memuaskan.

__ADS_1


Di pertandingan itu, Liverpool berhasil meraih kemenangan telak.


Dimana skor nya adalah 7 - 0.


Southampton tidak bisa berbuat banyak di pertandingan itu, bahkan penguasaan bola di pertandingan itu juga Liverpool menerima hasil yang sangat mencengangkan.


Dimana penguasaan bola Liverpool adalah 82% dan Southampton hanya 18% saja.


Total tembakan yang di miliki oleh Liverpool juga mencapai 30 lebih.


Meski banyak total tembakan tapi yang tepat sasaran hanyalah setengahnya.


Dengan 7 gol yang tercipta itu terbilang masih sangat boros karena kurang memaksimalkan peluang yang ada.


Total passing yang di miliki Liverpool juga lebih dari 900 sentuhan.


Ini merupakan pertandingan dengan hasil statistik yang sangat mengangetkan.


Di pertandingan tersebut Sean berhasil menciptakan 4 gol dan setelahnya dia langsung di ganti oleh bos karena untuk mempersiapkan laga selanjutnya yaitu Semi final UCL.


Sisa dari 3 gol lainnya merupakan gol yang di ciptakan oleh pemain lainnya.


Di pertandingan itu, Sean tidak berkontribusi dalam assist hanya mencetak 4 gol saja.


Dengan moral dan semangat mereka yang terbangun kembali karena meraih hasil yang sangat memuaskan di laga sebelumnya, para pemain juga semangat untuk meraih kemenangan di laga Semi final UCL nanti.


Berselang waktu,


Pertandingan semi final UCL antara Liverpool dan Manchester City juga di gelar.


Manchester City juga kesulitan dalam berbuat hal di lapangan.


Bahkan Pep Guardiola juga merasakan dominasi ini.


Dimana ini seperti musim kemarin, dimana Liverpool yang sangat tak terhentikan.


Dengan pertandingan yang berjalan dan di kuasai oleh Liverpool, Liverpool banyak menciptakan peluang.


Manchester City juga terpaksa hanya bisa melancarkan serangan balik saja.


Tapi karena Liverpool sudah belajar dari pengalaman melawan Wolves dalam serangan balik, garis pertahanan juga di naikkan sehingga serangan balik sulit di lancarkan.


Bisa dengan offside atau juga dengan pemotongan cepat oleh pemain bertahan Liverpool yang menaikkan garis pertahanan.


Akhirnya pada menit ke 22, Liverpool berhasil menciptakan gol.


Gol tersebut di cetak oleh Khvicha yang berhasil melewati 1 pemain Manchester City dan langsung melancarkan tembakan setelah berhasilnya melewati pemain tersebut.


Penjaga gawang Manchester City, Ederson yang terhalang oleh pemain lainnya juga kesulitan melihat arah bola dari tembakan Khvicha.


Dengan terciptanya gol itu, Manchester City juga mencoba keluarkan dari tekanan Liverpool.


Tapi itu sangat sulit, dengan banyak percobaan, akhirnya mereka bisa melepaskan tekanan dan mencoba melancarkan serangan untuk mencetak gol dan menyamakan kedudukan.

__ADS_1


Tapi setelah beberapa saat melancarkan serangan, mereka kecolongan oleh Liverpool.


Dimana Liverpool memiliki serangan balik yang sangat cepat.


Mulai dengan Sean yang menggiring bola dan melewati 1 pemain lalu memberikan terobosan pada Felix yang berlari di tengah.


Felix juga dengan tenang beradu lari bersama pemain bertahan dari Manchester City tapi karena kecepatan Felix cukup cepat, dia tertinggal.


Felix akhirnya hanya 1 lawan 1 melawan Ederson.


Dia tidak panik dan dengan tenang melakukan tembakan palsu dan akhirnya Ederson juga termakan oleh tipuan itu.


Felix dengan tenang menendang bola ke gawang yang sudah kosong tersebut dan menjadikan kedudukan menjadi 2 - 0.


Sampai turun minum, kedudukan tidak berubah.


Di ruang ganti, bos memberikan apresiasi pada pemain karena menjalankan taktiknya dengan baik.


Di ruang ganti Manchester City, Pep Guardiola marah karena para pemainnya tidak bermain dengan baik.


Setelah banyak memarahi pemainnya, Pep Guardiola memberikan pemahaman tentang taktik untuk babak ke dua.


Akhirnya babak kedua juga kembali di mulai.


Manchester City yang sudah mendapatkan kembali arahan dari Pep Guardiola bermain dengan menekan.


Tapi karena Liverpool juga tahu bahaya dari Manchester City, mereka meladeninya dengan beradu perebutan bola dan penguasaan bola.


Akhirnya terjadi perebutan bola, dan pertandingan juga menemui jalan buntu.


Akhirnya memasuki menit ke 73, kedua pelatih melakukan penyesuaian yang sangat bersamaan.


Keduanya memainkan idenya mereka sendiri.


Yang satu ingin menang dan menambah skor, yang satu ingin mencetak gol dan menyamakan kedudukan.


Setelah terjadinya penyesuaian, di lapangan juga terjadi banyak perubahan pada awalnya, tapi semua itu hanya sesaat.


Mungkin hanya 10 menit saja.


Akhirnya sampai pertandingan berakhir dengan wasit yang meniupkan peluit nya, kedudukan tidak berubah.


Kemenangan juga di raih oleh Liverpool dan berhasil melaju ke babak selanjutnya yaitu babak final.


Di babak final juga Liverpool harus menantang Inter Milan yang sudah lolos terlebih dulu karena berhasil mengalahkan Real Madrid di babak semi final.


Banyak pecinta sepak bola juga tak percaya bahwa Inter Milan berhasil lolos dan mengalahkan Real Madrid.


Tapi semuanya terjadi dan mereka harus menerimanya.


Kekalahan Real Madrid juga tentunya karena Inter Milan bermain dengan baik di dua leg semi final itu.


Dimana ketika tandang ke Bernabeu home dari Real Madrid, mereka meraih imbang dengan skor 2 - 2.

__ADS_1


Di home mereka sendiri, mereka berhasil menang dengan skor 1 - 0.


Dengan hasil itu, Inter Milan juga berhasil melaju ke babak selanjutnya yaitu babak grand final.


__ADS_2