
Pertandingan pertama Ucl Liverpool di babak grup, mereka harus menjamu tamu yaitu Porto.
Saat ini keduanya juga sedang bertanding di stadium Anfield dengan penuh ke hati hatian.
Sebab kedudukan skor di pertandingan ini sudah 1 - 0, dimana tuan rumah yaitu Liverpool unggul 1 gol lewat gol cepat mereka.
Ini mengingatkan para fans Liverpool dengan pertandingan pembuka Liverpool di Liga.
Namun di pertandingan Ucl ini, hanya ada beberapa variasi saja dalam kick off nya, tapi yang masih mereka apresiasi adalah meski di variasi skemanya tapi itu tetap berujung sebuah gol.
Dan gol itu di lesatkan oleh Sean sebagai pemain yang muncul di sisi kanan penjaga gawang dan menerima bola dari Mbappe.
Sean juga langsung merayakan selebrasinya seperti biasa, menutup matanya dan mengangkat kedua jarinya ke atas.
Namun dari mata yang tertutup itu keluar air mata, karena air mata kebahagiaan.
Mungkin Sean tak menyangka bahwa dirinya bisa mencetak gol cepat di laga pertamanya di ajang UCL.
Rekan rekan setim Sean juga memeluknya untuk menguatkan Sean karena Sean harus tetap bermain.
Dengan tertinggal 1 gol oleh tim tuan rumah, Porto akhirnya memilih lebih berhati hati dengan setiap serangan yang di susun oleh Liverpool.
Pelatih mereka juga menginstruksikan agar tetap tenang dan bersabar.
Sebab sangat bahaya jika terjadi kesalahan sedikit pun, dan itu bisa dimanfaatkan dengan baik oleh Liverpool yang memiliki 3 lini serang yang cepat.
Dengan jalannya pertandingan ini, kedua tim hanya saling berebut bola saja di lini tengah.
Kedua tim belum melesatkan tembakan lagi setelah terjadinya gol barusan.
Dan ini terus terjadi sampai sekarang menit ke 15.
Bos di pinggir lapangan segera menginstruksikan agar pemain sedikit naik untuk menekan dan bisa merebut bola.
Pemain Liverpool juga naik, sementara pelatih Porto juga memberikan instruksi untuk bermain melebar agar meringankan tekanan dan membuat stamina para pemain Liverpool cepat menurun.
Pertandingan juga terus berlanjut.
Ini benar benar adu strategi dari kedua pelatih, apakah tekanan yang di instruksikan oleh bos akan berhasil menekan pemain Porto, atau instruksi pelatih Porto berhasil menguras stamina para pemain Liverpool dengan mengandalkan operan operan yang dimana jaraknya lumayan jauh.
Di dalam lapangan, Sean merasa ada yang tak beres.
Dia kemudian mundur dan mendekat masuk ke lini tengah untuk membantu lini tengah.
Saat dekat dengan Florian dia berbicara sedikit dan cepat.
__ADS_1
Florian juga mengerti dan segera bergerak lagi.
Instruksi dari Sean juga di sampaikan kepada pemain tengah lainnya.
Bos di pinggir lapangan tidak tahu apa yang di bicarakan Sean namun dia tetap memperhatikan jalannya pertandingan.
Memasuki menit ke 21, Declan Rice maju melewati antara Florian dan Aurelien.
Declan Rice berlari mengejar pemain yang menguasai bola.
Dia terus menganggu nya karena pemain Porto tidak juga mengoperkan bola pada rekannya.
Virgil dan Konate juga maju lagi dan mereka berada di garis tengah.
Meski tak menguasai bola, Liverpool menaikkan garis pertahanan sangat tinggi.
Ini untuk menekan para pemain Porto agar sulit untuk menyerang dan membangun skema serangan mereka.
Di saat pemain Porto yang menguasai bola mengoper bola ke sisi kanan, bola tersebut di potong di tengah jalan oleh Trent yang ikut masuk ke lini tengah untuk membantu.
Pemain Porto juga kaget.
Namun dia sangat telat bereaksi karena setelah mendapatkan bola tersebut, Trent langsung mengirimkan umpan panjang ke depan.
Umpan panjang ke depan itu tepat ke sisi sebelah kiri, dimana Sean berada.
Kemudian dia mengontrol bola dengan kakinya, Sean memainkan bola dengan kakinya secara lihai dan cepat.
Pemain full back yang menjaganya juga fokus ke pada bola yang sedang di mainkan oleh Sean.
Di saat Trent memainkan bola, para pemain dari kedua tim juga bergerak.
Saat Sean akan bergerak, Robertson berlari di belakang Sean berniat membantu Sean.
Dengan gerakan Robertson, pemain full back tersebut sedikit teralihkan fokusnya, di situlah Sean langsung menggerakkan bola ke sisi kanannya dengan cepat.
Dia langsung berhasil melewati full back itu dengan sekali usaha.
Sean menggiring bola mencoba masuk kedalam kotak penalti, namun ada pemain gelandang Porto yang segera menutupinya.
Sean kemudian mengoper bola ke sisi kanannya dimana Florian berada.
Setelah mengoper bola, Sean langsung bergerak lurus maju, Florian juga langsung mengoper bola lagi ke dalam kotak penalti secara lulus dari posisinya.
Namun yang di tuju ialah Robertson yang memotong gerakan larinya tadi dari belakang Sean.
__ADS_1
Robertson dalam kotak penalti, dan pemain bertahan Porto juga berusaha menutup ruang tembak Robertson.
Namun Robertson melakukan umpan tarik ke tengah kotak penalti.
Joao Felix yang ada di tengah juga akan menembak namun segera di tutup ruang tembaknya oleh pemain lainnya.
Joao Felix akhirnya membiarkan bola melewatinya saja.
Sean yang tadi berlari lurus juga akhirnya melihat bola di depannya lagi, tanpa ragu, Sean mendorong bola di antara para pemain.
Para pemain Porto bingung dengan tindakan Sean, namun penjaga gawang Porto segera berteriak 'Tutup.'
Para pemain bertahan segera sadar bahwa ada pergerakan lain, dan ternyata itu adalah Mbappe yang kosong.
Mbappe yang kosong juga dan menerima bola juga tak membuang waktu, dia langsung menembak ke gawang.
Namun tendangan itu berhasil di antisipasi oleh penjaga gawang, hanya saja bola itu bergerak ke tengah dimana Joao Felix berada.
Felix juga menyodorkan kaki kanannya sambil terjatuh, penjaga gawang lawan yang masih dalam posisi jatuh juga tak sempat menyelamatkan bola itu.
Dan akhirnya bola juga berhasil melewati garis putih gawang lagi.
Joao Felix yang terjatuh juga segera berdiri dan berlari untuk melakukan selebrasi nya.
Mbappe juga berlari meski dia tidak mencetak gol, tapi dia tetap senang karena tim masih menambah kedudukan.
Saat para pemain merayakan, Sean berkata pada Mbappe, "Kamu sungguh jahat." Ucap Sean pada Mbappe.
"Maafkan aku, aku menendang dalam posisi yang kurang enak tadi." Ucapnya sambil tersenyum meledek.
"Jadi kalian tidak bahagia aku mencetak gol?" Tanya Felix.
Sean dan Mbappe hanya saling memandang dan tersenyum saja.
Kemudian para pemain segera berlari kecil kembali ke wilayahnya karena pertandingan akan segera di mulai lagi.
Saat ini Liverpool menjadi unggul 2 gol, ini membuat para supporter Liverpool sangat bahagia.
Bos di pinggir lapangan juga tersenyum.
Pertandingan juga di mulai kembali, namun Porto terlihat berbeda.
Mereka menguasai bola dan melakukan operan dengan tempo yang sedikit cepat dari sebelumnya.
Ini benar benar sedikit menyulitkan para pemain Liverpool.
__ADS_1
Mereka juga memanfaatkan lebar lapangan, dan itu membuat para pemain Liverpool sedikit waspada.
Jika para pemain mengikuti ritme ini, para pemain Liverpool akan segera cepat lelah, jadi para pemain Liverpool hanya menunda dan berlari lari kecil saja ketika mengejar pemain Porto yang menguasai bola.