
Tournament Toulon yang di adakan di Prancis tahun 2018 ini sudah memasuki tahap semi final.
Hari ini yang bertepatan tanggal 6 Juni 2018, merupakan pertandingan semi final kedua tournament Toulon.
Pertandingan pertama antara Inggris dan Portugal sudah di menangkan oleh Portugal, dan kini Portugal sudah menunggu di partai final untuk menjamu tim mana yang akan lolos nantinya.
Di pertandingan kedua semi final, ada Indonesia melawan Meksiko yang kini sedang bertanding di Stade Francis Turcan.
Pertandingan juga sudah memasuki tahap tahap dimana pertandingan menjadi sangat sengit saling jual beli serangan.
Namun terlihat dari banyaknya tembakan yang di catat dalam statistik, Indonesia lebih unggul dalam jumlah tembakan.
Untuk penguasaan bola, Indonesia memang kalah, tapi Indonesia memiliki banyak peluang dengan mengandalkan serangan baliknya.
Kini kedudukan di pertandingan ini juga di ungguli oleh Indonesia yang berhasil mencetak gol lebih awal.
Gol yang di cetak itu merupakan gol kaget yang mungkin tidak di sangka sangka oleh semua penonton di lapangan, di layar televisi, juga para pemain di lapangan.
Gol itu terjadi setelah bola kick di tendang. Gol yang di cetak itu di cetak oleh Sean yang memanfaatkan sodoran Witan ke dalam kotak penalti tadi.
Pemain yang berseragam merah berlari kencang tadi tidak lain adalah Sean sendiri, bukan Egy maupun Rafli.
Insting gol Sean sangat tajam, Sean sudah mulai berlari ke arah kotak penalti di saat Witan di hadang.
Jadi Sean terus saja berlari tanpa sepengetahuan Witan, untung saja Witan menyodorkan bola ke dalam kotak penalti.
Gol yang di cetak oleh Sean itu terlihat sangat mudah. Sean hanya menendangnya dengan tenang dan pelan namun terarah dan melengkung ke sisi tiang kiri gawang dari penjaga gawang.
Bola yang di tendang oleh Sean juga sangat pelan namun sangat terarah, bahkan bolanya juga datar tidak mengangkat sama sekali.
Sean yang mencetak gol juga tak lupa melakukan selebrasinya.
Apalagi kick off baru saja di mulai dan Indonesia sudah unggul, tentu saja Sean harus merayakannya.
Pertandingan yang terus berlanjut dari tadi juga sudah memasuki menit ke 21.
Dalam pertandingan ini, penguasaan bola memang banyak di menangkan atau di kuasai oleh tim Meksiko.
__ADS_1
Diego Lainez yang merupakan pencetak gol terbanyak saat ini juga di jaga ketat oleh Nurhidayat, sedangkan Irianto menutup jalur bola yang akan di berikan pada Diego Lainez.
Untung saja formasi yang di gunakan oleh Meksiko adalah 4-5-1, dimana itu memperbanyak dan memperkuat lini tengah tapi tidak dengan bagian depan.
Maka dari itu, di lihat dari formasi nya saja, Meksiko jelas unggul dalam perebutan dan penguasaan bola karena lini tengah mereka sangat banyak.
Sedangkan Indonesia, hanya 2 ketika menyerang, akan ada 4 ketika bertahan. Dan saat ini pertahanan Indonesia juga sedang di serang makanya lini tengah Indonesia di isi oleh 4 pemain, dimana Sean dan Egy membantu lini tengah dalam perebutan bola.
Sedangkan untuk serangan balik nantinya, itu akan di andalkan oleh Witan dan Rafli, tapi agar lebih efisien dan lebih berbahaya dari serangan balik itu, Sean dan Egy akan kembali membantu penyerangan.
Maka dari itu, Sean dan Egy di pertandingan ini akan di kuras banyak stamina nya. Namun untuk Sean itu tak masalah, tapi tidak untuk Egy.
Bola yang kini masih di kuasai oleh para pemain Meksiko pun terus berputar putar di lini tengah wilayah Indonesia.
Para pemain Meksiko sedang berpikir sambil menguasai bola.
Mereka berpikir bagaimana caranya untuk menerobos ke dalam pertahanan Indonesia yang ketat.
Apalagi kedua full back sisi kanan dan kiri Indonesia juga melakukan pressing terus ke para pemain yang memasuki wilayahnya.
Pressing yang di lakukan kedua full back ini, bukan pressing biasa.
Sedangkan untuk Lutfi dan Abimanyu, mereka akan mencoba merebut bola. Nah Sean dan Egy lah yang nantinya akan mengisi pos kosong yang di tinggalkan oleh kedua full back itu jika terjadi serangan ke bagian sisi kanan atau kiri.
Memasuki menit ke 33, Meksiko yang tanpa sadar kelelahan karena harus terus menguasai bola tapi tidak berujung menjadi peluang pun menjadi kesal.
Salah satu gelandang Meksiko mencoba melakukan giringan dan menerobos ke dalam pertahanan Indonesia, saat memasuki jarak 23 meter, Gelandang tersebut melakukan tembakan jarak jauh.
Dia mencoba spekulasinya berharap spekulasinya menjadi corner kick atau menjadi ancaman nyata.
Namun saat dia melakukan tembakan, Irianto menghadangnya dengan kaki nya. Bola yang di tendang oleh Gelandang itu akhirnya membentur dan memantul ke atas.
Benturan yang di hasilkan itu membuat bola keluar dari jalur yang seharusnya ke arah gawang.
Bola tersebut terbang ke arah sisi kanan.
Lutfi yang merupakan gelandang bertahan juga berusaha mengejar bola, namun saat dia akan meraih bola, dia melihat Egy sudah sampai lebih dulu.
__ADS_1
Namun Egy tidak sendirian, dia di pressing oleh pemain lawan, Lutfi yang melihat itu pun berlari mendekati Egy lagi, namun Egy tidak mengopernya.
Egy mengandalkan Lutfi untuk menghadang pemain yang mengawal nya itu agar dia bisa bebas.
Lutfi tentu saja mengerti, ia langsung melakukan hadangan kecil agar tak terlihat pelanggaran juga.
Egy yang lolos dengan mudah itu segera menendang bola ke depan.
Bola yang di tendang Egy terbang ke wilayah lawan.
Witan dan Rafli juga berlari mengejar bola di ikuti oleh dua pemain bertahan lawan.
Sedangkan Sean, dia juga berlari mencoba menyusul dengan kecepatannya.
Bola yang akan mendarat itu berada dalam jarak 28 meter dari gawang.
Witan berusah mempercepat laju larinya, namun dia terus di tarik di baju nya oleh pemain bertahan lawan.
Sedangkan Rafli dia yang memiliki kualitas kecepatan yang cepat sebagai penyerang juga berlari dengan kencang, dia juga di hadang dengan baju nya yang di tarik tarik, namun Rafli menggunakan tangannya untuk menghalangi lawan itu mengejarnya.
Saat 2 meter jarak dari bola, Rafli langsung mempercepat kecepatan larinya, tangannya juga dengan sengaja di gerakan ke arah muka pemain bertahan lawan agar terganggu.
Pemain bertahan lawan yang tak bisa melihat itu juga langsung memperlambat larinya, sedangkan Rafli semakin mempercepat.
Di saat Rafli menggerakkan tangannya ke arah wajah pemain bertahan lawan. Witan juga sudah tersusul oleh pemain bertahan lawan yang menarik bajunya sedari tadi.
Namun Witan tak berhenti dan terus melanjutkan larinya ke depan.
Di saat yang bersamaan dengan Witan yang tersusul, di sisi sebelah kiri Sean berlari sangat kencang.
Mungkin kecepatan yang ia gunakan ini sekitar 35,1 km/jam.
Dengan kecepatan yang sangat cepat seperti itu, Sean juga sudah menyusul Witan yang berlari, namun belum berhasil mendahului pemain bertahan lawan karena Sean juga takut offside jika mendapatkan operan nantinya.
Rafli yang berusaha dari tadi akhirnya mendapatkan bola yang sudah ia kejar dengan mati matian.
Jarak tembak masih jauh, Rafli juga menggiring bolanya dengan cepat ke dalam kotak penalti.
__ADS_1
Kenapa penjaga gawang tidak maju? Itu di karenakan dia panik saat melihat Witan dan Rafli berlari kencang ke wilayahnya, jadi dia memilih untuk mundur dari pada maju.