I'M Footballer

I'M Footballer
Chptr 220.


__ADS_3

Pertandingan antara Indonesia dan Amerika terus berlanjut di lapangan hijau.


Kedudukan di pertandingan ini juga masih seperti awal.


Hanya ada beberapa peluang tembakan saja yang sudah di ciptakan oleh kedua tim.


Hanya saja peluang peluang tembakan tersebut tidak bisa mereka manfaatkan untuk menjadi sebuah gol.


Dalam 21 menit ini, beberapa pelanggaran juga sudah di ciptakan oleh kedua tim.


Tensi permainan memang sedikit lebih keras dan tinggi, namun tempo atau kecepatan laju bola dalam pertandingan ini tidak terlalu cepat.


Pelanggaran pelanggaran ini di buat karena kedua tim merasakan bahaya saat itu, maka mereka hanya bisa melakukan atau membuat pelanggaran pelanggaran kecil.


Saat ini, bola berada di kaki Christian Pulisic.


Pemain serta kapten dari timnas Amerika.


Sean sudah bertemu beberapa kali dengannya ketika berhadapan di Liga Inggris.


Pulisic mengamati sekitar dengan kakinya yang tetap menguasai bola dengan lihai.


Dia tidak terburu buru karena dia sudah melihat instruksi tambahan dari pelatihnya tadi untuk semakin memperlambat tempo permainan.


Itu di buat atau di instruksikan oleh pelatih Amerika karena tahu bahwa pemain Indonesia memiliki kecepatan dan cara menyalurkan bola juga cepat.


Untuk mengatasi semua itu, pelatih Amerika memilih untuk bermain aman dan memainkan tempo sehingga pemain Indonesia kehilangan momentumnya.


Pulisic yang sudah mengamati untuk beberapa saat segera mengirimkan bola ke sebelah kanannya.


Rekan setimnya juga dengan lihai menerima bola.


Dia melakukan hal yang sama dengan Pulisic, hanya saja ketika dia mengamati sekitar, dia melihat bahwa pemain Indonesia sudah melakukan pressing ketat lagi.


Untuk mengantisipasi terjadinya bahaya, pemain Amerika yang menguasai bola saat ini dengan cepat menyalurkan atau mengirimkan bola ke rekan terdekat.


Setelah itu, dirinya tidak diam melainkan memilih membuka ruang sambil pandangan yang terus menilai sekitarnya.


Sean yang berada di sisi kiri tentunya tak diam saja sedari tadi, dia sudah melakukan pergerakan dan melakukan pressing agresif ketika bola berada di sebelah kiri.


Para penonton di tribun merasakan bagaimana beratnya situasi di lapangan saat ini.


Mereka juga bisa menilai bahwa Indonesia bermain dengan lebih berani sedangkan Amerika sedikit berhati hati.


Setelah pertandingan yang terus berlanjut, waktu juga berjalan dengan cepat.


Saat memasuki menit 33, Gelandang timnas Indonesia mendapatkan bola setelah berhasil merebut bola tersebut dari kaki pemain Amerika.


Dia tidak berlama lama dan langsung menyalurkan bola ke sisi kanan, dimana saat ini Asnawi sudah naik ke depan.


Asnawi menerima bola dan mengamati ke depan sebentar, dan tak lama ia langsung menggiring bola ke depan dengan cepat.

__ADS_1


Saat sudah melewati garis tengah beberapa meter, pemain Amerika juga tidak membiarkan Asnawi keenakan untuk terus maju.


Mereka menghadang, Asnawi juga terpaksa berhenti dan memilih untuk mengamati sebentar sambil kaki yang menguasai bola dengan erat.


Dia tidak mau tiba tiba bola hilang dari penguasaannya, apalagi saat ini dirinya sedang maju.


Jika bola hilang di sini, ini akan menyebabkan hal berbahaya bagi timnya dan sisi yang sudah dia tinggalkan.


Setelah mengamati sebentar, Asnawi tak tinggal lama, dia langsung mengancang ancang akan mengoper.


Pemain Amerika juga menutupi ruangnya, namun hal yang tak di duga adalah Asnawi melakukan umpan jauh ke sisi sebelah kiri.


Dimana Arhan sudah maju, namun Arhan terus maju dan tidak melakukan penerimaan bola.


Dirinya melakukan over lap, karena saat ini Sean yang sedang bersiap menerima bola.


Setelah Sean menerima bola, Sean langsung melakukan giringan ke depan meski ada pemain Amerika yang membayang bayangi gerakannya.


Arhan juga sudah maju dan sudah di ikuti oleh pemain Amerika lainnya.


Saat Sean sedang menggiring bola, semua pemain Amerika ikut turun, mereka sudah menerima instruksi dari pelatih bahwa mereka harus lebih memperhatikan Sean.


Tentunya para pemain juga tahu karena mereka bisa menilai bahwa ketajaman Sean bukanlah hal biasa.


Melakukan step over dengan cepat untuk melakukan gerakan tipuan dan membuat lawan bingung, Sean melakukannya bukan hanya karena sengaja tapi melainkan ini adalah ciri khasnya.


Setelah pemain Amerika yang membayang bayangi Sean fokus, Sean melakukan gerakan yang sangat cepat dan melakukan gerakan patah ke sebelah kanannya.


Jarak garis kotak penalti juga hanya berjarak 3 meter dari Sean yang saat ini menggiring bola.


Saat ini Sean terus menggiring bola karena berhasil dengan mudahnya melewati pemain Amerika tersebut.


Pemain Indonesia juga sudah memasuki posisi posisi yang memungkinkan untuk menciptakan peluang.


Berbeda dengan pemain Amerika yang saat ini sedang panik, setelah pemain tadi di lewati oleh Sean, pemain lainnya juga segera melakukan penambalan agar Sean tidak bisa terus menerobos lebih dalam.


Tapi saat beberapa pemain bergegas pada Sean, Sean tiba tiba melakukan ancang ancang.


Para pemain Amerika juga dengan cepat bergerak, ada yang melakukan tekelan ada yang melompat.


Meski kejadian ini terjadi sangat cepat, Sean dengan cepat menghentikan gerakan menembaknya dan memindahkan bola ke sisi kanannya lagi.


Dimana itu adalah posisi ideal untuk menembak ke arah gawang dari luar kotak penalti.


Para pemain Amerika yang tadi melakukan tindakan pencegahan setelah melihat gerakan Sean juga dengan cepat pulih dan segera melakukan hal yang sama lagi.


Tentunya Sean juga tahu dan dia sudah melakukan ancang ancang dengan cepat.


Saat kaki kanan akan melakukan tembakan pada bola, tiba tiba Sean terjatuh ke depan.


Saat ini wasit juga langsung meniupkan peluitnya.

__ADS_1


Tentunya kejadian ini di sebabkan oleh tekelan dari belakang oleh pemain yang pertama kali di lewati oleh Sean.


Sean yang jatuh juga tidak langsung bangun, dia saat ini sedang terbaring di atas rumput hijau.


Dia memegangi kaki kiri nya di bagian betisnya.


Itu karena tekelan pemain Amerika tadi mengarah pada bagian ankle Sean.


Namun hal yang terjadi adalah kaki nya terangkat sehingga tekelan nya mengenai betis Sean.


Sean tidak berlama lama berbaring, setelah wasit dan tim medis tim datang, dia langsung berdiri lagi.


Pemain Amerika tersebut langsung mendapatkan kartu kuning.


Sean yang saat ini berdiri juga sedang di kompres di bagian betisnya oleh tim medis.


Setelah beberapa saat, tim medis kembali dan wasit juga sudah membuat pengaturan untuk tendangan bebas.


Tentunya dengan jarak ideal seperti ini, tendangan ini harus di ambil oleh Sean sendiri.


Tidak ada rekan tim yang berada di dekat bola selain Sean, bukan karena apa apa, tapi karena mereka tahu bahwa Sean akan mengambil tindakan sendiri.


Dengan kenyataan yang seperti itu, para pemain lainnya memasuki kotak penalti dan menunggu.


Meski mereka tahu bahwa Sean akan mengeksekusi langsung, mereka masih tetap di dalam kotak penalti untuk memanfaatkan bola kedua.


Pagar betis sudah di atur oleh wasit.


Sean melirik pagar betis dan melihat ke arah gawang setelahnya.


Setelah mengamati sebentar, Sean membenarkan posisi bolanya agar sesuai dengan tindakannya nanti.


Sebelum mengambil langkah mundur dan melakukan ancang ancang, Sean melakukan pengamatan sekali lagi ke arah gawang.


Setelah yakin, dia mengambil nafas dan mundur beberapa langkah ke belakang.


Saat ini situasi juga menjadi tegang.


Terlihat jelas bahwa saat ini Sean sedang memfokuskan dirinya.


Sebelum menembak, Sean menarik nafas panjang dengan mata yang masih tajam melihat ke arah gawang.


Wasit yang melihat tidak adanya bentuk pelanggaran atau kontak di dalam kotak penalti segera meniupkan peluit nya.


Saat suara peluit terdengar, Sean menarik nafas sekali lagi dan langsung fokus.


Setelah beberapa saat, dirinya berlari ke arah bola yang sudah dia simpan tadi.


Dengan gerakan khasnya, Sean melakukan tendangan.


Bola dengan cepat melayang ke arah gawang dan melewati pagar betis pemain.

__ADS_1


__ADS_2